Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 39 Mengembalikan uang


__ADS_3

Aditya kembali melihat data-data Felly dan keluarganya.


" Dia mantan anak orang kaya," batinnya lagi.


" Tetapi tuan..." Aditya menaikkan 1 alisnya saat mendengar kata tetapi.


" Tetapi apa?" tanya Aditya.


" Ada beberapa informasi yang saya dapatkan. Kalau kasus korupsi yang melibatkan tuan Anderson. Banyak keganjalan," sahut Bion menduga-duga.


" Kenapa kamu bilang seperti itu?" tanya Aditya.


" Saya melihat banyak manipulatif dan masih ada pemain-pemain di belakangnya. Seperti ada skenario yang direncanakan. Tuan Anderson sebenarnya sampai detik ini tidak mengakui kesalahannya. Hal itu juga memberatkan hukumannya. Tetapi dia mengatakan tidak melakukan dan tidak akan mengakui kerena memang tidak melakukannya," jelas Dion lagi.


" Aneh sekali," gumam Aditya.


" Hubungan keluarga tuan Anderson juga dengan pengacara mereka sebelumnya juga kurang baik," lanjut Bion.


" Siapa pengacaranya?" tanya Aditya.


" Wiliam Hartono,"


Mendengar nama itu jantung Aditya bagai di sambar petir kagetnya luar biasa dengan nama itu. Membuat jantungnya berdebar kencang.


" Apa Wiliam Hartono yang kau katakan sama dengan Wiliam Hartono yang ada di antara ke-3 pria itu?" tanya Aditya memastikan dengan matanya sudah memerah.


" Benar tuan. Dia orang yang sama," jawab Bion.


" Si keparat itu," desis Aditya yang jelas mengetahui siapa itu Wiliam, orang Ke-3 yang memperkosa kakaknya.


" Berapa lama dia menjadi pengacara keluarga itu?" tanya Aditya.


" Sekitar 10 tahun tuan. Keluarganya berpendapat jika Pengacara mereka seperti membalikkan keadaan dan lama kelamaan malah seperti berhiyanat, membuat pengakuan yang berbeda-beda seakan memberatkan kliennya. Yang di bisa dikatakan sengaja menjatuhkan kliennya," jelas Bion lagi.


" Jadi dia menjadi seorang pengacara, apa dia akan membenarkan semua kasus, dasar bajingan," desis Aditya mendengar nama laki-laki itu membuat darah tingginya naik.


" Makanya hubungan nya dengan keluarganya tidak baik. Kakak dari Nona Felly juga pernah bertengkar hebat dengan pengacara itu. Makanya mereka memutuskan untuk tidak memakai pengacara itu. Belum lagi Pengacara itu sering memberi ancaman pada keluarganya," jelas Dion dengan selengkap-lengkapnya.


" Mengancam," sahut Aditya.


" Benar tuan!" sahut Bion.

__ADS_1


" Lalu bagaimana komunikasi kasih mereka sampai sekarang? tanya Aditya.


" Benar-benar putus tuan. Keluarga nona Felly juga sudah tidak mencari keadilan lagi untuk papanya. Karena mereka tidak mempunyai uang untuk membayar pengacara," ucap Bion lagi.


" Selidiki kasus itu kembali, aku juga ingin kau menyelidiki Wiliam dan juga semua data-data dari perusahaan itu milik Anderson. Jika ada sesuatu segera lapor kepadaku! perintah Aditya.


" Baik tuan," sahut Bion.


" Pengacara gadungan, aku yakin orang seperti dia pasti ada sesuatu. Menjadi pengacara untuk sebuah keuntungan," umpat Aditya di dalam hatinya.


**********


Akhirnya sang mama sudah sembuh dan bahkan di perbolehkan pulang oleh Dokter. Setelah 4 hari pasca selesai operasi.


Sore hari Felly dan Andre membawa sang mama pulang ke istana mereka yang sederhana. Setelah sampai ke rumah. Mereka mengantarkan mamanya memasuki kamar.


Andre merebahkan sang mama di atas tempat tidur. Sang mama langsung melihat di sekelilingnya. Sudah sangat lama dia tidak berada di kamar itu. Dia seakan merindukan suasana itu.


" Mama istirahat ya," ucap Andre. Sabira menganggukan kepala pelan.


" Mbak. Saya akan menyiapkan makan malam untuk mbak," ucap Wanti menawarkan.


" Tidak usah Wanti saya sudah kenyang," tolak Sabira.


" Mama sudah kenyang Felly. Jadi tidak perlu," ucap Sabira.


" Ya sudah kalau mama tidak mau makan. Mama istirahat saja. Andre harus kembali masuk kerja," ucap Andre.


Felly juga melihat jam tangannya, dia memikirkan sesuatu. Yang sepertinya ada yang ingin di lakukannya.


" Felly juga ma," sahut Felly yang juga harus kembali bekerja.


" Ya sudah. Tapi kalian hati-hati. Jangan terlalu lelah, pulang jangan terlalu malam," sahut Sabira mengingatkan anak-anaknya.


" Iya ma," sahut Felly mengangguk tersenyum.


" Agni, kamu jagain mama!" titah Felly.


" Iya kak," jawab Agni.


Felly dan Andre pun langsung pergi. Andre memang harus kembali bekerja sebelum Andre kenak sembur bosnya yang galak. Maklumlah Andre bekerja di tempat yang tidak baik. Memiliki bos galak dan pelit yang lebih cocok di panggil penjajah.

__ADS_1


*********


Ternyata Felly menuju Restaurant. Hari ini memang dia harus bekerja. Ini sudah jadwalnya masuk kerja sebagai pencuci piring di Restauran itu.


Saat di parkiran Felly melihat mobil Aditya yang terparkir. Selain itu terlihat juga laki-laki yang pernah memberikannya pakaian saat dia berada di dalam salah satu kamar di Club.


" Jadi dia ada di sini," batin Felly menebak keberadaan Aditya. Tidak mempedulikan hal itu. Felly pun memasuki Restauran itu. Felly langsung menuju ruang ganti pakaian.


Felly mengaganti pakaiannya dengan pakaian kerjanya. Felly kembali membuka lokernya dan mengambil paper bag coklat yang ada di dalam sana.


Felly melihat isinya yang ternyata tumpukan uang. Uang yang diberikan Aditya kepadanya malam itu. Uang itu bahkan lebih dari 70 juta saat dihitungnya kembali.


Felly memang tidak memakai uang itu seperserpun. Karena biaya operasi mamanya dan seluruhnya sudah di bayar Aditya. Sebelum dia melakukan kebodohannya.


Felly hanya meletakkan uang itu di dalam lokernya. Dia mencari waktu yang tepat untuk mengembalikan uang itu.


" Aku haru mengembalikannya," ucap Felly menarik napas panjang dengan keraguan yang besar.


Sebenarnya mengembalikan bukan menjadi masalah untuknya. Yang menjadi masalah adalah bertemu dengan Aditya. Itu sama saja dia masuk kedalam kandang singa.


Hidupnya sudah tenang selama 4 hari yang tidak bertemu Aditya di Restauran atau di manapun. Tetapi kali ini. Felly seakan mencari masalah bertemu dengannya.


Tetapi dia tidak mungkin menyimpan uang itu terus menerus. Kalau ditanyak butuh pasti butuh. Tetapi Aditya sudah membayar rumah sakit mamanya dan memang itu lah haknya dan uang itu bukan miliknya.


" Tenag Felly, kamu hanya mengembalikan, lalu cepat pergi. Lagi pula ini Restaurant dia tidak mungkin melakukan hal-hal yang lain kepadamu," batin Felly berusaha menenagkan dirinya jujur dia memang sangat takut bertemu Aditya.


Dia juga tidak tau cara lain untuk mengembalikan uang itu tanpa bertemu dengan Aditya. Jadi mau tidak mau dia harus mengembalikannya sendiri.


Setelah lama berdiskusi dengan hati dan pikirannya. Felly menarik napas kembali dan akhirnya memutuskan untuk menemui Aditya yang dia yakin ada di ruangannya. Karena menurut mobil dan pria yang ada di parkiran tadi.


Felly menaiki anak tangga dengan langkah penuh keraguan. Menggengam paper bag tersebut dengan ke-2 tangannya yang bergetar. Felly kembali menarik napas panjang-panjang ketika berada di depan ruangan Aditya.


" Tenanglah Felly," batin Felly.


Tok-tok-tok Felly mengetuk 3 kali pintu itu dengan keberanian yang besar. Aditya memang ada di ruangannya sedang membolak-balikan beberapa dokument yang di tanda tanganinya.


" Masuk!" sahut Aditya dengan suara lantang.


Ceklek.


Felly membuka pintu dengan keyakinan. Masuk keruangan itu. Ruangan yang memiliki meja kerja dan pasti ada ranjang besar di mana tubuhnya pernah di hempaskan di sana.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2