
" Dia sangat berani memberiku syarat. Apa yang di inginkannya," batin Aditya melihat Felly dengan menyunggingkan senyumnya.
" Apa lagi syarat yang ingin kau ajukan. Aku ingin mendengarnya?" tanya Aditya.
" Jika kau menikahiku. Maka nikahi aku seperti wanita pada umumnya. Minta aku menjadi istrimu di depan orang tuaku. Mama maupun papaku dan keluargaku. Lamar aku secara resmi selayaknya wanita pada umumnya jika akan menikah," ucap Fey dengan menekan suaranya menyampaikan syarat nya.
Apa yang di katakan Felly jelas mengundang tawa untuk Aditya.
" Apa katamu! Pekik Aditya tertawa, " Apa aku tidak salah dengar," tanya Aditya yang masih sibuk dengan tawanya mengejek Felly.
" Kalau telingamu masih berfungsi aku rasa kau tidak akan salah dengar," ucap Felly sinis.
" Memang kau pikir kau siapa. Wanita sempurna. Wanita paling istemewa. Sampai aku harus melakukan hal kampungan seperti itu. Seharusnya kau bersyukur aku menikahimu. Jangan jadi pernah bermimpi jika aku akan melakukan hal bodoh seperti itu. Aku bukan Damar yang harus melamar wanita di depan orang tuanya," sahut Aditya menekankan bahwa dia benar-benar menolak apa yang di katakan Felly.
Aditya yang memang tidak akan sudi melakukan hal itu. Itu hanya di lakukan hubungan orang yang saling mencintai dan memiliki komitmen untuk menikah.
Sementara dia hanya menikahi Felly demi balas dendamnya dan menutup mulut kakeknya yang terus meremehkannya. Jadi mana mungkin dia melakukan hal sebodoh itu yang justru merendahkan harga dirinya.
" Kalau begitu aku tidak akan menikah dengan mu," sahut Felly dengan nada mengancam membuat Aditya menghentikan tawanya. Aditya merapatkan giginya semakin geram dengan Felly.
" Aku sudah katakan berkali-kali. Aku tidak menyuruhmu untuk menolak. Karena kau tidak punya pilihan lain selain menikah denganku. Jadi jangan mengajukan syarat yang tidak mungkin ku lakukan," tegas Aditya.
" Aku hanya meminta hal itu dan kau tidak mau. Aku tidak ingin menikah denganmu jika tidak dengan cara seperti itu. Aku tidak ingin orang tuaku memikirkan hal aneh tentangku. Jadi aku akan menikah dengan mu. Jika kau juga juga melakukan apa yang aku katakan," sahut Felly yang juga menegaskan tanpa rasa takut kepada Aditya.
" Kau dengar baik-baik. Aku tidak akan melakukannya. Jika kau tidak mau menikah denganku. Maka apa yang aku katakan kemarin masih berlaku. Jadi jangan banyak tingkah," ucap Aditya kembali mengingatkan Felly dengan ancamannya.
" Jika seperti itu. Sebelum kau melakukannya Aku bisa menghentikanmu," sahut Felly membuat Aditya tersenyum miring.
" Kau ingin menghentikanku. Kau pikir kau bisa apa. Jika apa yang aku katakan maka akan terjadi. Jadi jangan berpikir bisa menghentikanku," tegas Aditya.
" Aku bisa menghentikanmu dengan mengatakan semuanya kepada kekekmu," sahut Felly dengan tegas penuh ancaman.
Senyum Aditya sampai hilang mendengar hal itu membuat Aditya kaget sampai melototkan matanya. Dengan wajahnya memerah rahang kokohnya mengeras seketika.
__ADS_1
Ke-2 tangan di bawah sana mengepal kuat. karena Felly berani mengancamnya dengan membawa nama kakeknya.
Aditya mendekatkan dirinya kepada Felly dan mencengkram kuat lengan Felly menatapnya dengan tajam bahkan mata Aditya sampai ingin keluar. Sangking geramnya dengan Felly. Aditya melebihi monster yang kelaparan.
Sangat jelas terilihat kemarahan di sana. Kemarahan yang tidak terbendung kan. Karena keberanian Felly mengancam dirinya dengan menggunakan nama sang kakek.
" Berani kau mengancamku. Kau pikir kau siapa?" ucap Aditya menekan suaranya. Kesabarannya bisa habis gara-gara Felly.
" Semua tergantung padamu. Aku tidak main-main dengan perkataanku. Aku tinggal mengirim rekaman pengakuanku yang sudah aku buat. Atas apa yang kau perbuat kepadaku. Jika polisi dan orang lain tidak mempercayaiku. Tetapi kakekmu aku rasa akan mempercayaiku," sahut Felly dengan berani berbicara kepada Aditya.
" Tidak hanya itu. Mungkin mas Damar juga akan mempercayaiku. Dan sisanya hanya kau dan dia yang menyelesaikannya. Jika aku kau tarik dalam urusanmu. Karena urusanmu dengan dia. Maka kau juga yang akan menyelesaikan dengannya," jelas Felly yang benar-benar tidak main-main dengan ucapannya.
Hal itu membuat kemarahan Aditya semakin besar terlihat dari cengkraman tangan yang semakin kuat itu.
" Kau," geram Aditya.
" Aku tidak akan menikah denganmu. Jika tidak dengan cara apa yang aku katakan. Jadi pertimbangkan," tegas Felly penuh penekanan. Dia memang tidak ingin menikah asal. Karena dia tidak ingin orang tuanya mempunyai banyak pertanyaan kepadanya.
Aditya semakin melotot kepada Felly. Giginya di dalam mulutnya merapat geram dengan wanita yang tidak di sangkanya akan senekat itu mengancamnya.
" Ahhhhhh," lirih Aditya saat mendapat serangan tiba-tiba. Aditya melirik dadanya yang tertancap batu dan masih di pegang Felly. Mata Aditya kembali menatap mata Felly yang penuh kebencian.
" Kau," lirih Aditya menahan sakit.
" Kau pantas mendapatkannya," tekan Felly menarik tancapan itu.
ditya kembali meringgis kesakitan saat Felly tanpa ampunan menarik tusukan itu kembali. Mata Aditya kembali melihat dadanya sudah berdarah.
Felly dengan matanya yang bergenang juga bisa melihat darah yang deras berkeliaran dari dada Aditya.
Tetapi Felly tidak peduli dan mendorong Aditya membuat Aditya mundur selangkah dari depannya.
" Seharusnya aku tidak langsung pergi malam itu. Seharunya aku membunuhmu malam itu. Agar aku tidak melihat wajahmu yang sangat menjijikkan itu dan kau tidak mengganggu hidupku lagi," ucap Felly dengan sinis.
__ADS_1
" Felly," serak Aditya yang sedari tadi menahan sakit. Bahkan dahinya berkeringat.
" Kau mengajukan syarat kepadaku dan aku juga mengajukannya. Aku menandatanganinya dan kau juga harus menandatanganinya dan melakukan apa yang kau aku katakan jika kau ingin menikahiku," jelas Felly lagi.
" Jika aku tidak menikahimu. Bagaimana anak di dalam kandunganmu. Apa ada yang akan menikahimu dan keluargamu bagaimana menerima semua itu?" tanya Aditya dengan suara melemah.
" Jika kandunganku menjadi masalah. Kenapa tidak membuatnya tidak ada di rahimku," sahut Felly dengan enteng. Tetapi air matanya menetes saat megatakan hal itu. Dia seakan ingin melenyapkan bayinya.
" Kau akan membunuhnya?" tanya Aditya. " Tapi aku rasa kau tidak akan melakukannya," lanjut Aditya yakin.
" Aku tidak punya waktu untuk banyak bicara denganmu. Jika kau berani menganggu keluargaku. Ancamanku juga berlaku," tegas Felly tanpa rasa takut kembali mengingatkan.
" Aku rasa kau tau di mana aku tinggal. Datang lah bersama keluargamu dan minta aku kepada mamaku untuk menjadi istirimu," tegas Felly lagi lagi.
" Aku akan menunggunya," lanjut Felly lalu pergi.
Aditya tidak bisa bicara dan hanya menahan amarah dan rasa sakit yang membuatnya lemah dengan apa yang di lakukan Felly. karena darahnya semakin banyak mengalir bahkan wajahnya yang tadi sangat angkuh sekarang menjadi pucat lemah tidak berdaya.
Tiba-tiba Felly menghentikan langkahnya dan kembali berbalik badan. Felly melemparkan batu yang sedari tadi di genggamnya ke samping kaki Aditya.
" Alat itu yang sama kugunakan untuk melenyapkan diriku. Dan kau merasakannya betapa sakitnya itu," ucap Felly kembali sebelum pergi. Setelah puas Felly melanjutkan langkahnya.
Aditya membuang napas kasar melihat kepergian Felly. Matanya melihat punggung wanita itu yang berlari. Dan semakin lama punggung wanita itu semakin jauh darinya.
" Sial, berani sekali dia melakukannya. Dia mengancamku dan bahkan melukaiku, wanita sialan," teriak Aditya dengan sisa suara yang di milikinya.
Kehilangan kesabarannya dengan tindakan Felly yang tidak disangka-sangka nya.
Mata Aditya turun ke batu yang tadi menusuknya.
" Wanita sialan," teriak Aditya menedang batu itu dengan kuat sampai melambung kepantai.
Bayangkan saja. Kemarahannya sangat besar jadi wajar saja batu itu melayang jauh.
__ADS_1
Bersambung.