Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 99 memberi pekerjaan.


__ADS_3

Aditya terus bertahan dalam diamnya menatap Felly yang emosinya memang perlahan menurun. Seakan luluh dengan Felly yang terlihat penuh penyesalan di depannya.


" Aku tidak seharusnya melakukan itu. Aku memang tidak sadar dengan semuanya. Aku terlalu mudah untuk takut menyinggung perasaan orang lain. Tetapi aku tidak sadar jika aku sudah menyinggung mu dan membuatmu marah kepadaku. Yang seharusnya aku mendahulukan perasaanmu dulu. Baru orang lain," ucap Felly yang benar-benar mengakui jika dia sangat bersalah dan berbesar hati untuk meminta maaf dengan tutur kata yang lembut.


" Aku minta maaf Aditya," ucap nya lagi dengan lembut.


Menatap Aditya. Aditya menelan salavinanya dengan apa yang di dengarnya. Mungkin sedikit kaget dengan kata maaf Felly. Banyak hal yang di lakukan Felly.


Kesalahan yang membuatnya marah. Tetapi tidak sekalipun Felly mengucap Maaf. Seakan keras kepala dan tidak bersalah tetapi kali ini Felly meminta maaf. Sehingga membuat getaran di tubuhnya dan Aditya langsung menurunkan tangannya dari bahu Felly.


" Bersihkan semuanya," ucap Aditya dengan suara dingin dan langsung pergi. Aditya memasuki kamar dan meninggalkan Felly.


Felly membuang napasnya perlahan. Dan menyeka air matanya. Lalu mendekati pecahan gelas dan membersihkan semuanya.


" Seharusnya memang aku tidak melakukannya. Sangat aneh dengan sikap Tante Rebecca. Itu sangat tidak mungkin. Apa dia sengaja melakukan ini. Agar aku dan Aditya bertengkar," batin Felly yang baru menyadari. Jika dia seperti termakan omongan.


" Seharusnya lain kali. Aku bisa melihat situasi. Aku bisa melihat Aditya terus salah paham seperti ini," ucap Felly di dalam hatinya dan melanjutkan kembali membersihkan lantai tersebut.


Sementara Aditya duduk di pinggir ranjang dengan kakinya yang terbuka dan melihat ke arah Felly yang masih memberikan pecahan kaca.


Aditya menurunkan pandangannya pada kaki Felly melihat kaki itu yang sudah memerah yang mungkin mengenai air panas. Akibat ulahnya.


" Seharusnya kau tau apa yang harus kau lakukan dan tidak kau lakukan. Kau tidak tau saja. Wanita itu adalah ular yang sangat berbisa," ucap Aditya yang terus melihat ke arah Felly.


" Sial beraninya wanita itu mempengaruhi Felly. Aku tidak akan membiarkan. Kau menguasai pikiran Felly," batin Aditya mengepal tangannya.


Aditya sadar. Jika apa yang terjadi barusan. akibat ocohan dari Rebecca. Tetapi tetap emosi. Karena merasa Felly tidak pernah berusaha. Untuk menghindari semuanya.


Karena kembali lagi. Aditya sellau merasa. Jika Felly memang sengaja melakukannya. Felly seakan bangga melakukannya dan membuatnya marah. Ya pemikiran Aditya memang seperti itu.


**********


Setelah membersihkan lantai. Felly kembali memasuki kamar dan Aditya masih tetap duduk menenagkan dirinya. Felly tidak berani melihat Aditya dan pura-pura menyibukkan diri dengan merapikan tempat tidur.


Aditya meliriknya dan melihat kakinya yang memerah. Saat Felly melewatinya Aditya menahan tangannya membuat Felly kaget. Dan Felly menurunkan pandangannya melihat Aditya yang juga sudah melihatnya.


" Duduk!" ucap Aditya dengan suara berat. Felly heran dengan maksud Aditya.

__ADS_1


Aditya yang melihat Felly masih bingung. Aditya menarik Felly pelan. Sehingga Felly duduk di sampingnya.


Tetapi Aditya langsung berdiri dan Felly hanya tambah bingung. Mata Felly mengikuti kemana Aditya pergi. Aditya terlihat membuka laci di dan mengeluarkan botol kecil dari dalam sana. Lalu Aditya kembali menghampiri Felly.


Aditya berjongkok di depan Felly membuat Felly kaget. Tanpa basa-basi. Aditya langsung mengoleskan obat pada kaki Felly yang memerah karena air panas. Felly tambah kaget dengan perlakuan Aditya.


lembutnya perbuatan Aditya membuatnya rasa perih di kakinya bahkan hilang.


" Kenapa dia melakukan itu, dia bahkan seketika berhenti marah," batin Felly bertanya-tanya. Kenapa Aditya yang tadinya marah seperti Monster yang ingin menerkamnya.


Dan sekarang menjadi sangat lembut. Bahkan lukanya di obati. Tetapi Aditya hanya diam saja tanpa bicara. Sampai akhirnya Aditya selesai melakukan pekerjaannya. Aditya kembali berdiri dan mengembalikan obat itu ketempatnya. Dan Felly masih plongo-pelongo dengan Aditya.


" Ikut denganku," ucap Aditya dan pergi terlebih dahulu. Felly masih kebigungan. Tetapi langsung beranjak dari tempat tidurnya dan mengikuti Aditya. Dari pada Aditya marah lagi.


*********


Felly dan Aditya sudah berada di dalam mobil di bagian kursi penumpang. Mobil yang di setiri Bion.


" Mau kemana dia membawaku," batin Felly yang kebingungan dengan Aditya yang membawanya. Dan membuatnya kebingungan. Pria di sampingnya itu bahkan sedari tadi diam tanpa bicara.


Tidak mendapat jawaban apa-apa dari apa yang di pikirkannya. Sampai akhirnya mobil itu berhenti di depan Restaurant milik Aditya. Yang baru beberapa hari lalu dia juga Kesana untuk ikut merayakan ulang tahun Restaurant itu dan bahkan terjadi pertengkaran di sana akibat ulah Rebecca.


" Ngapain kiata kesini?" tanya Felly bingung ketika sudah turun dari dalam mobil dan sudah berdiri di samping Aditya.


" Jangan banyak tanya ikut saja," jawab Raihan dengan ketus. Lalu berjalan terlebih dahulu dan Felly pun akhirnya mengikuti kemana langkah Aditya berjalan.


Aditya memasuki Restaurant dan Felly mengikut di belakangnya. Beberapa karyawan yang berpapasan dengan mereka langsung menundukkan kepala. Felly merasa tidak enak mendapatkan perlakukan itu. Padahal dia dulu bekas karyawan yang ada di sana.


" Felly, ngapain dia kemari kok tumben-tumbennya," ucap Sofia yang dari kejauhan melihat kehadiran Felly dan membuatnya bertanya-tanya.


Felly yang merasa kurang nyaman dengan perlakuan orang-orang kepadanya hanya berusaha tenang dan terus mengikuti Aditya. Sampai Aditya memasuki ruangannya.


Saat memasuki ruangannya. Felly masih dia di depan pintu dan Aditya sudah masuk dan duduk di bangku kekuasaannya.


" Ngapain kamu masih berdiri di situ. Masuk," ucap Aditya. Felly yang dengan keraguan akhirnya pun masuk. Walau dia sangat bingung kenapa Aditya mengajaknya ketempat itu.


Felly berjalan mendekati meja Aditya dan sudah berdiri di depan Aditya. Aditya berdiri dan berjalan menuju lemari yang ada di belakang Felly.

__ADS_1


Aditya mengeluarkan tumpukan dokument dari dalam lemari itu dan langsung meletakkan di meja dengan sangat kasar. Sehingga suaranya membuat Felly tersentak kaget.


" Periksa kembali keuangan di Restaurant ini. Susun dengan Rapi jadikan 1 dokumen," ucap Aditya menegaskan pada Felly.


" Aku," ucap Felly menunjuk dirinya melihat ke arah Aditya.


" Apa di sini ada orang selain kamu," sahut Aditya dengan sinis.


" Ya tidak. Tetapi kenapa harus aku?" tanya Felly .


" Apa maksud kamu kenapa harus kamu?" tanya Aditya yang duduk di atas meja di hadapan Felly dengan ke-2 tangannya di letakkan di dadanya.


" Ya bukankah itu pekerjaan manager," sahut Felly. Aditya menaikkan 1 alisnya.


" Lalu kenapa. Jika pekerjaan itu aku limpahkan kepadamu. Kau keberatan. Kau memang menjadi istriku. Menjadi istri Aditya yang kaya raya. Tetapi bukan berati hidup enak dan makan gratisan di rumahku. Jadi kau juga harus bekerja. Jangan hanya hanya di kamar saja," tegas Aditya menceramahi Felly. Felly hanya diam saja mendengarnya dengan wajahnya yang merengut.


" Kalau saja membuatkan minuman orang lain. Tanganmu langsung sangat cepat," desis Aditya menyindir Felly.


" Bukannya aku sudah minta maaf," sahut Felly.


" Kau pikir minta maaf semudah itu. Jadi jangan banyak protes mulai sekarang kau setiap hari akan memantau Restaurant ini dan mengerjakan masalah keuangan di Restaurant ini. Sebelum aku menyuruhmu kembali menjadi pencuci piring," ucap Aditya dengan menegaskan.


" Lebih baik mencuci piring, kepalaku tidak akan pusing," batin Felly yang sangat terlihat jelas masih membantah.


" Kau mengerti?" tanya Aditya menekan suaranya.


" Hmmmm," jawab Felly dengan deheman. Pasti membuat Aditya kesal dengan jawaban itu.


" Ingat jangan bikin ulah. Dan kerjakan apa yang aku katakan," ucap Aditya. Lalu beranjak dari tempat duduknya.


" Kau mau kemana?" tanya Felly.


" Ya pergilah. Apa menurutmu aku akan menjadi mandor untukmu. Pekerjaan ku banyak. bukan seperti mu," sahut Aditya langsung marah kembali.


" Awas saja kalau tidak beres!" ucap Aditya sedikit mengancam. Lalu langsung keluar dari ruangan itu.


Aditya menutup pintu dan masih berdiri di depan ruangannya.

__ADS_1


" Memang sebaiknya dia di sini. Dari pada di rumah dan Rebecca bisa berbuat semaunya," batin Aditya yang sengaja memberi Felly pekerjaan agar tidak di rumah dan pasti Rebecca akan membuat ulah. Sementara Aditya tidak mungkin terus-menerus mengawasi Felly.


Bersambung


__ADS_2