
Aditya menoleh ke arah Felly yang tampak gugup. Aditya juga bisa melihat wajah Felly mulai memucat. Tetapi kecantikannya tidak berkurang sama sekali.
" Kau hanya perlu mengikuti permainanku. Kau tidak perlu bermain drama dengan wajah kasihanmu itu di sana. Ingat jangan melakukan kesalahan, jika sampai kau melakukannya, kau akan tau akibatnya," tegas Aditya penuh ancaman.
Felly hanya diam tanpa menanggapi apapun yang di katakan Aditya. Dia hanya ingin semua ini cepat berlalu mendapatkan uang. Lalu mamanya di operasi.
" Anggap saja, ini bayaran tambahan pelayanmu," lanjut Aditya, Felly langsung menoleh dan menatap Aditya dengan penuh kemarahan.
Aditya memang tidak akan puas jika tidak menghinanya. Felly yang hanya bisa menahan amarahnya. Lalu langsung keluar dari mobil itu. Membuat Aditya mendengus dan mengikut keluar.
" Tenanglah Felly, kamu harus tenang semua demi mama, aku melakukannya demi mama, demi Agni," batin Felly ketika berada di depan rumah itu, mengepal ke-2 tangannya. Untuk yang ke-3 kalinya Felly datang kerumah itu.
Aditya yang sudah keluar langsung meraih tangan Felly menggenggamnya dan membawanya masuk.
" Kau tidak perlu melakukan ini, lepaskan tanganku!" berontak Felly.
" Diam! ikuti saja," tegas Aditya dengan matanya ingin keluar.
Jantung Felly semakin bergetar, saat langkah mereka semakin dekat dengan 3 orang yang beberapa kali di temuinya.
Tangannya yang dingin yang mungkin bisa di rasakan Aditya. Tetapi Aditya terlihat santai seperti biasa hanya menunjukkan sikapnya yang Arrogant
Pandangan Rebecca langsung melihat ke arah hentakan heels tersebut. Rebecca kaget melihat Aditya yang datang bersama Felly mantan calon menantunya. Mata Rebecca juga turun pada tangan yang saling menggenggam itu.
Penampilan Felly juga terlihat berbeda. Seperti wanita kaya raya dengan balutan pakaian yang melekat ditubuhnya yang pasti Rebecca tau betapa mahalnya itu.
Sementara Damar belum melihat karena memang membelakangi Aditya dan Felly dan damar juga tidak peduli wanita seperti apa yang di bawa saudara tirinya itu. Dia mengikuti makan malam hanya sekedar menghormati saja.
" Felly," lirih Rebecca ketika wanita dan Pria itu semakin dekat.
Mendengar nama Felly membuat Damar kaget dan menoleh kebelakang. Damar kaget melihat kedatangan Felly bersama Aditya dengan tangan yang saling bergandengan.
Damar dan Rebecca sama-sama berdiri ketika Felly dan Aditya sudah di berada di area meja makan.
Sang kakek juga menoleh. Harison sedikit kaget dengan cucunya yang datang bersama wanita yang seharusnya menjadi menantu di rumahnya. Tapi kagetnya tidak sekaget ibu dan anak itu.
" Felly, kamu kenapa bisa datang bersamanya?" tanya Damar melihat tangan Felly dan Aditya saling menggenggam. Sementara Felly hanya menunduk.
" Lepas," Damar ingin melepas tangan Aditya dari Felly, namun langsung di tahan Aditya.
__ADS_1
" Jangan biasakan, menyentuh calon istri orang," ucap sinis Aditya membuat Damar tersentak kaget.
Rebecca langsung melebarkan matanya sehingga mau keluar. Harison yang juga kaget melihat ke arah Felly yang menunduk dengan tubuh bergetar.
Bukan hanya Damar dan Rebecca yang kaget. Felly juga kaget mendengar kata calon istri. Aditya sebelumnya tidak mengatakan itu.
Aditya hanya mengatakan bahwa dirinya dan Aditya berhubungan di belakang damar kata kasarnya berselingkuh. Jadi kata calon istri membuatnya kaget.
" Apa maksudmu?" tanya Damar dengan suara menekan. Bagai bom yang meledak saat Aditya berani menyebut Felly calon istrinya.
" Aku rasa kau tidak tuli dengan kata-kata ku," sinis Aditya.
" Kurang ajar," batin Rebecca yang sudah mengepal tangannya.
Felly melihat tatapan itu reflex menunduk dia benar-benar tidak berani melihat wanita yang seharusnya menjadi calon mertuanya.
Eratnya genggaman tangan itu membuat Aditya menoleh ke arah Felly. Pandangan Aditya melihat Rebecca yang kesetanan. Aditya mendengus menyimpan senyumnya.
" Kakek apa kita sudah bisa makan malam, aku tidak punya waktu banyak," ucap Aditya melihat ke arah kakeknya.
" Silahkan!" ucap Harison dengan santai.
Aditya menarik kursi untuk Felly.
Felly yang sedari tadi menahan air matanya hanya menurut. Setelah itu Aditya duduk di sampingnya. Damar tidak terima dengan semua ini dan menarik Felly keluar dari kursi itu.
" Kita haru bicara," ucap Damar ingin membawa Felly. Aditya geram dan langsung berdiri dan mencegah Damar.
" Aku sudah mengatakan jangan menyentuh sembarangan calon istri orang," ucap lagi Aditya mengulang kata-katanya dengan penuh ketegasan.
" Apa yang kau katakan," tekan Damar yang benar-benar tidak terima.
" Payah!" sinis Aditya
" Apaan ini Felly, apa yang di katakannya, kamu bercandakan Felly, kamu tidak perlu mengerjai aku, ini tidak lucu Felly," ucap Damar yang butuh penjelasan.
Felly yang menunduk mengangkat kepalanya dan menatap damar, melihat wajah Damar yang benar-benar membutuhkan penjelasannya.
" Katakan jika ini tidak benar!" ucap Damar penuh harapan. Felly mengepal ke-2 tangannya seakan memberi kekuatan untuk dirinya.
__ADS_1
" Maaf mas Damar, tapi apa yang di katakannya benar. Selama ini aku menjalin hubungannya dengannya di belakang kamu dan itu juga alasanku, membatalkan pernikahan kita. Karena hubungan ku dengannya," ucap Felly membenarkan semuanya. Kata-kata itu membuat Aditya tersenyum.
Damar menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang di katakan Felly. Ucapan Felly sangat menyayat hatinya. Tetapi dia tetap tidak percaya.
Sementara Harison mendengar kalimat yang keluar dari mulut wanita yang seperti tertekan itu. Hanya menanggapi dengan santai di saat semua penghuni meja makan tegang. Dengan santainya Harison meneguk kopinya.
Rebecca merapatkan giginya mendengar pengakuan Felly yang sangat kurang ajar. Rebecca langsung keluar dari area kursinya dan menghadap Felly.
Plakkkk.
1 tamparan keras melayang kepipi Felly, membuat Damar, Harison dan Aditya kaget. Dengan tamparan keras itu membuat kepala Felly miring kekanan.
Felly memegang pipi kanannya yang memerah akibat tamparan itu. Tetapi dia memang pantas mendapatkan itu. Dan iya itu sudah termasuk resiko yang di pikirkannya. Tetapi pasti air matanya yang sedari tadi di pertahankannya untuk tidak jatuh akhirnya jatuh.
" Ma, apa yang mama lakukan," teriak Damar masih membela Felly dan mendekati Felly karena khawatir tetapi Felly mundur memundurkan setengah langkah menjauh dari Damar.
" Diam kamu!" Bentak Rebecca.
" Apa dia pikir dia sudah merasa hebat menampar sembarangan," batin Aditya kesal dengan Rebecca menampar Felly dan membiarkan itu.
Karena memperkenalkan Felly sebagai calon istrinya merupakan penghinaan untuk Aditya ketika Felly mendapat tamparan.
" Kamu masih membela perempuan ini. Perempuan tidak tau malu, berani kamu mempermainkan putra ku. wanita miskin rendahan seperti kamu sangat tidak tau diri. Sudah syukur kamu akan di nikahi oleh Damar orang yang terpandang. Tetapi kamu malah berselingkuh di belakangnya, sangat memalukan," teriak Rebecca benar-benar emosi melihat Felly.
" Memalukan apa dia dulu dia tidak sadar dia juga berselingkuh dengan suami orang demi kekayaan," batin Aditya mengingat ibu tirinya kenapa bisa menikah dengan papanya karena sebuah perselingkuhan di mana wanita itu menggoda sang papa dengan caranya yang frofesional.
" Kamu sudah mempermalukan keluarga Harison dengan pembatalan pernikahan dengan memilih selingkuhan kamu," lanjut Rebecca dengan teriakannya yang menggelegar.
" Maaf, Tante, tetapi itu kenyataan, maaf," sahut Felly yang benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa. Dia menahan sesak di dadanya dengan penghinaan yang memang pantas di dapatkannya.
" Tidak Felly, itu tidak mungkin, aku sangat mengenal kamu, kamu tidak mungkin melakukan itu. Kita akan bicarakan masalah ini" sahut Damar yang masih tidak percaya dengan ucap Felly.
" Kamu belum terlalu mengenalku, aku memang bermain di belakang kamu dengan kakakmu," tegas Felly sekali lagi.
" Jadi jangan ganggu aku. Hubungan kita sudah selesai," tegas Felly lagi.
Kata-kata itu membuat kesenangan di hati Aditya. Apa lagi melihat ibu dan anak yang benar-benar seperti kebakaran jenggot.
Sementara Harison hanya geleng-geleng menangkap cucunya Aditya yang tersenyum di tengah keributan. Seakaan Harison bisa menarik kesimpulan dari kericuhan itu.
__ADS_1
Mendengar hal itu sekali lagi, membuat Rebecca benar-benar murka. Wanita itu seperti tidak tau malu. Dan seperti sangat bangga dengan perselingkuhannya.
Bersambung...