
Tidak terasa beberapa hari lagi akan menjelang pernikahan Felly. Hari pernikahan Felly semakin dekat. Bahkan Felly dan Aditya sudah melakukan fitting baju pengantin.
Persiapan yang lainnya juga sudah di siapkan dari gedung, souvernir, katering, dekor, tamu undangan dan selebihnya juga sudah dipersiapkan. Karena mengingat waktu yang semakin dekat.
Untuk urusan itu Harison memang ikut memantau. Karena apapun itu dia bahagia ketika cucunya yang keras kepala itu menikah. Walau dia tidak tau apa motif pernikahan itu.
Tetapi dengan melihat Felly Harison seakan tenang dan punya feeling baik. Jika Aditya akan berubah jika terus bersama Felly. Makanya itu menjadi salah satu alasannya untuk menyetujuinya.
Meski pernikahan itu kontrak. Tetapi Aditya tetap melaksanakan pernikahan yang mewah dan pasti tidak di tutup-tutupi. Dia memang pasti sengaja melakukannya.
Agar menarik perhatian para Pembisnis dan sahamnya semakin banyak dan pundi-pundi kekayaannya yang akan semakin melimpah.
Dan sangat berbeda dengan Rebecca yang pasti kepanikan. Rencananya belum saja terwujud. Karena Felly tidak pernah lepas dari Aditya.
Hanya saat tidur malam saja Felly yang berpisah dari Aditya. Jadi dia kesulitan untuk menjalankan aksinya. Belum lagi di rumahnya yang sangat banyak orang. Dan aksesnya mencelakai Felly benar-benar tidak ada.
Berita pernikahan Aditya yang merupakan cucu pertama Harison. Memang menjadi tranding topik. Efeknya memang sangat besar membuat para pengusaha hebat berlomba-lomba Inging bekerja sama dengan Aditya.
Bahkan beberapa dari mereka mempercayakan sahamnya kepada Aditya. Sepertinya Felly benar-benar membawa berkah. Aditya seperti menyelam sambil minum air.
Meski pada akhirnya Aditya akan bercerai dengan Felly. Tetapi dia tidak peduli. Karena Aditya sangat yakin sebelum bercerai dengan wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya. Semua dendamnya pasti sudah terbalas dan tidak akan ada masalah dalam hal itu.
Baskoro ayah dari Aditya dan Damar. Harus mendengar pernikahan itu dari media dan untuk memastikannya.
Baskoro yang sedang mengurus perusahaan di Papua barat menelpon sang papa dan menanyakan kabar tersebut dan memang benar putranya akan menikah.
Sangat kecewa jika sang anak tidak memberitahunya dan memang di sangat tau anaknya itu yang tidak pernah mau menemuinya.
Tetapi karena paksaan sang papa akhirnya Baskoro juga pulang ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan putranya.
Harison tau pertemuan anak dan ayah itu hanya membuat kegaduhan. Karena setiap bertemu pasti tidak akan ada yang namanya perang dingin.
__ADS_1
Tetapi Harison harus tetap menghadirkan Baskoro agar tidak banyak pertanyaan dari media yang menimbulkan spekulasi yang negatif. Dan dia pasti tidak mau hal itu terjadi.
Dan harus menjadi Resiko Baskoro harus berada di antara anak dan ayah itu yang baru bertemu 10 menit yang lalu sudah melakukan perang mulut.
Bagaimana Aditya tidak kesal. Bisa-bisanya papanya datang dan langsung mengatakan kenapa harus menikahi wanita yang seharusnya menjadi istri adiknya.
Pasti pertanyaan itu karena efek yang awalanya mendapat hasutan dari ibu tirinya. Jelas hal itu membuat Aditya emosi.
" Kau harus memikirkan sebelum menikah. Apa kata media. Jika tau kau menikahi wanita yang seharusnya di nikahi adikmu," jelas Baskoro yang sepertinya sangat tidak menyukai hubungan itu. Aditya memang sudah tau ayahnya itu mana pernah mendukungnya.
" Aku tidak peduli apa kata orang. Lagian aku menikah Felly bukan orang-orang," sahut Aditya dengan santai. Dia sudah sangat muak mendengarkan kata-kata yang itu-itu lagi.
" Walau seperti itu. Seharusnya kau memberitahuku pernikahan itu langsung. Aku tidak perlu tau dari media dengan berita sebesar ini," ucap Baskoro seakan sangat kecewa.
" Aku sibuk. Lagian aku tidak bermaksud untuk mengundang pala," sahut Aditya dengan santainya bicara.
" Aditya," tegur Harison.
" Aku masih orang tuamu Aditya. Aku tau kau sudah menjadi orang besar. Tetapi kau harus menjaga kata-kata. Bukan semakin lama kau semakin lama semakin tidak beradap," ucap Baskoro dengan menekan suaranya
Sakit hatinya memang tidak akan hilang kepada pria yang masih di panggilnya papa karena masih menghargai kakeknya.
" Kau benar-benar Aditya semakin kurang ajar," sahut Baskoro mulai emosi.
" Aditya jaga sopan santun mu. Kau tidak pantas bicara seperti itu dengan papamu," sahut," sahut Harison.
" Tapi kakek taukan bicara ku memang seperti ini. Baiklah, dari pada kita semakin ribut dan kata-kata ku semakin banyak keluar membuat Kakek dan anak kakek semakin darah tinggi. sebaiknya aku pergi," ucap Aditya berdiri.
" Papa mu belum selesai bicara," sahut Harison.
" Sudah kek, karena yang di omongkan sama sekali tidak berpengaruh. Tapi baiklah! Karena papa sudah ada di sini. Maka hadiri pernikahanku. Walau tidak berminat mengundang," ucap Aditya dengan santai dan langsung melangkahkah pergi. Tidak berminat untuk banyak berbicara lagi yang bisa akan membuat emosinya semakin naik.
__ADS_1
" Kembalikan putriku," ucap Baskoro tiba-tiba membuat langkah Aditya berhenti. Mendengar kata putri Aditya mengepal tangganyan dengan kuat.
Aditya membalikkan tubuhnya dan tersenyum tipis. Baskoro pun langsung berjalan mendekati Aditya berdiri di depannya.
" Putri yang mana?" tanya Aditya dengan sinis. Suara yang tadi santai itu bahkan terdengar sangat menekan.
" Elia. Di mana dia, mau berapa lama kau membunyikannya dari ku. Aku adalah ayahnya," ucap Baskoro.
" Jadi dia putrimu juga. Aku sudah lupa. Bukannya putrimu sudah mati. Dia mati kerena tertekan, karena di masukkan kerumah sakit jiwa. Di anggap gila, oleh ayahnya sendiri," sahut Aditya mengingatkan perbuatan ayahnya.
" Jika ingin menemuinya carilah kerumah sakit jiwa di mana kau membuangnya. Dan mungkin tidak akan bertemu. Karena dia sudah lama tiada," tegas Aditya.
" Jaga bicara mu. Aku tau dia masih hidup. Dan kau dengar. Aku tidak pernah membuangnya. Aku melakukannya demi kesehatannya. Demi kebaikannya. Tetapi kau yang dengan lancang sudah membawanya pergi memisahkan aku dengannya selama bertahun-tahun. Elia adalah putriku," teriak Baskoro menegaskan kepada Aditya.
" Kau masih menganggapnya Putri setelah menghancurkan masa depannya. Istrimu telah menghancurkannya, membuatnya kehilangan masa depan. Ingin melenyapkan diri dan kalian mengatakan dengan mudahnya dia melakukan itu karena stres masalah sekolahnya. Tapi kalian seakan menutup mata dan telinga bagaimana kakakku yang mentalnya hancur karena perbuatan wanita ular itu," teriak Aditya yang benar-benar kehilangan kendalinya.
" Kalian bahkan dengan gampangnya. membuangnya kerumah sakit jiwa karena saran dari wanita itu," lanjut Aditya dengan matanya yang memerah. Rahang kokoh yang mengeras berbicara dengan suara yang meninggi
" Kau masih mengatakan dia putrimu, sadarlah bahkan anak kucing saja tidak Sudi memiliki orang tua sepertimu," teriak Aditya.
Plakkkk
Baskoro yang merasa terhina dengan kata-kata Aditya langsung menampar keras pipi Aditya. Aditya mendengus kasar saat menerima tamparan. Dia hanya membalas dengan senyuman mengejek.
" Jaga bicara mu, aku masih ayahmu. Kau bisa mengurangi kata-kata...."
" Tidak masuk akal,bItu yang ingin diucapkan" sahut Aditya memotong pembicaraan Baskoro.
" Aku sebagai anak akan menerima tamparan ini. Tetapi ketika aku benar-benar sudah tidak ingin lagi menjadi anak. Aku akan memotong tangan orang yang menamparku. Kerena dulu aku tidak sempat melakukan itu saat kakakku yang tidak bersalah di pukul ayahnya sendiri," tegas Aditya yang penuh ancaman. Aditya pun langsung pergi meninggalkan tempat itu.
" Aditya!" panggil Harison Aditya sama sekali tidak menghentikan langkahnya dan pergi dengan penuh amarahnya.
__ADS_1
Bersambung
.