
Mentari pagi kembali tiba. Kamar Felly terlihat tenang damai. Ternyata posisi tidur Felly sudah berubah yang tadinya membelakangi Aditya dan di peluk Aditya dari belakang. Sekarang sudah berada di pelukan Aditya. Tidur nyaman di bidang dada Aditya dengan tangannya yang memeluk erat pinggang Aditya.
Sementara 1 tangan Aditya berada di bawah kepalanya dan 1 lagi memeluk pundak Felly. Tidak tau kenapa posisi tidurnya bisa berubah. Tetapi yang jelasnya. Dia sudah tertidur lelap dan bahkan sudah pagi tidak membuatnya terbangun.
Padahal biasanya dia cepat bangun. Tetapi kali ini dia tidak terbangun dan asyik tidur di dalam pelukan sang suaminya. Seakan tidak ingin terlepas dari pelukan itu.
Tetapi Aditya sudah terbangun. Dan tidak membangunkan Felly. Malah seakan senang dengan apa yang di lakukan Felly. Terlebih lagi pucuk kepala Felly tepat di bibirnya. Jadi selain memebelai rambut Felly dengan lembut. Aditya juga mengambil kesempatan untuk mencium beberapa kali pucuk kepala itu. Toh Felly juga tidak terbangun.
" Kau lebih baik tidur seperti ini. Agar mulutmu bisa diam, dari kemarin kau tidak pernah diam. Banyak bertanya dan banyak protes. Jadi tidurlah, agar telingaku tidak mendengar ocehanmu," ucap Aditya dengan pelan sambil tersenyum melihat Felly dengan dalam.
Walau kesulitan melihat wajah istrinya yang berada di dada bidangnya. Tetapi seakan Aditya berusaha untuk melihatnya. Karena sepertinya sayang. Jika tidak melihat wajah cantik yang polos itu.
Seketika Felly menggerakkan wajahnya dan ternyata saat wajahnya bergerak pancaran sinar matahari mengenai matanya dan membuatnya mengkerutkan matanya.
Aditya yang melihatnya mendengus. Sudah tau silau bukannya bangun malah terus mengerutkan matanya. Aditya pun menutup cahaya mata hari itu dengan telapak tangannya. Seakan tidak ingin matahari itu mengganggu tidur istrinya.
Dia memang bertahan di untuk melakukan hal yang tidak pernah di lakukannya. Padahal sudah siang. Bukannya bangkit untuk kekantor malah mencuri-curi kesempatan dengan memanfaatkan Felly. Ya kapan lagi kalau bukan sekarang.
..." Minta maaf lah pada istrimu,"...
Ternyata kata-kata sang kakak yang tempo lalu di ucapkan kakaknya membuatnya teringat kembali dan memang dia tidak melakukan apa yang di katakan kakaknya. Padahal kakaknya menyuruhnya melakukannya sudah lama sekali.
" Apa aku minta maaf kepadamu?" tanya Aditya dengan lembut.
" Bukannya kau memancingku melakukan hal itu. Tepi memang itu bukan salahmu dan aku hanya terbawa emosi. Aku sangat membencinya Felly. Jadi aku tidak bisa mengontrol diriku," ucap Aditya lagi dengan lembut kepada Felly.
" Maafkan aku Felly," ucap Aditya dengan lembut yang akhirnya mengatakan maaf itu pada istrinya. Tetapi sayang dia mengatakan itu pada saat Felly masih sibuk dengan alam tidurnya. Aditya mencium kembali pucuk kepala Felly dengan lembut.
Sesaat itu juga Felly yang mungkin sedang kembali ke alam sadarnya, mengerjapkan matanya. Aditya yang melihatnya langsung menegakkan kepalanya dan memejamkan matanya dengan cepat. Ada adegan pura-pura tidur yang di lakukannya.
Felly pun menguap pelan saat merasa sudah sangat kenyang tidur matanya pun terbuka sempurna. Dan sejenak dia kaget dengan keberadaannya yang ada di pelukan Aditya.
Felly menengok kebelakang dan tangan Aditya memeluk pundaknya. Felly kaget dengan hal itu dan perlahan mengangkat kepalanya dan melihat Aditya yang tertidur.
" Astaga kenapa aku bisa seperti ini," batin Felly yang kebingungan.
" Felly, kamu itu benar-benar sangat bodoh, bisa-bisanya kamu sampai seperti itu," batinnya lagi merasa dirinya sangat bodoh. Sama halnya dengan Aditya. Meski sudah bangkit Felly malah betah dengan posisinya.
Matanya bahkan menatap wajah Aditya yang terlihat tenang yang seakan menghilangkan sisi kejamnya yang selama ini ada.
__ADS_1
" Wajahmu saat tidur sangat berbeda pada saat wajahmu yang marah," ucap Felly di dalam hatinya.
Felly terus menatap wajah itu sampai akhirnya Aditya membuka matanya dengan cepat dan Felly tidak sempat melakukan apa-apa.
Langsung kaget dengan matanya yang membulat sempurna. Sementara Aditya menaikan 1 alisnya yang menangkap Felly memandangnya dalam diam.
" Ahhhh," teriak Felly yang langsung menjauh dan bahkan mendorong Aditya. Aditya memejamkan matanya bising mendengar teriakan Felly.
" Apa yang kau lakukan?" tanya Felly sudah duduk. Aditya mendengarnya bingung dengan maksud Felly.
" Apa maksud mu?" tanya Aditya sudah menyusul duduk.
" Ya kau, apa yang kau lakukan. Kenapa kau ada di kamarku," ucap Felly dengan suara kuatnya yang menunjuk Aditya. Aditya mendengarnya mendengus.
" Apa maksudmu. Apa kau lupa. Kau yang mengajakku untuk tidur di sini," sahut Aditya geram. Felly terdiam mendengarnya dengan menelan salavinanya sudah tidak tau lagi apa yang harus di katakan.
" Ya, ya, ya, ya," Felly gugup tidak tau mau bicara apa. " Ya kan, hanya tidur di ujung, aku juga mengatakan kalau aku tidur kau boleh pergi. Lalu kenapa kau memeluk- meluk ku. Kau mengambil kesempatan saat aku tidur iya kan," lanjut Felly dengan menunjuk Aditya dengan penuh curiga.
Aditya yang mendapat tuduhan itu mendengus kasar dengan geleng-geleng.
" Jelas-jelas dia yang melakukannya," desis Aditya pelan.
kau sengaja melakukannya, mencuri kesempatan dalam kesempitan," sahut Felly lagi dengan sewot.
Felly hanya marah-marah untuk menghilangkan kecanggunganya. Dia sangat takut jika Aditya berpikiran bahwa dia mengharapkan Aditya bersamanya. Makanya dia marah-marah tidak jelas seperti itu. Seakan-akan terdzolimi.
" Kau terlihat gugup saat bicara. Kenapa kau sangat nyaman bersamaku dan masih kurang bersamaku," sahut Aditya tersenyum sinis. Felly mendengarnya mengkerutkan dahinya.
" Apa yang kau katakan, jangan bicara sembarangan jangan ke geeran. Kau yang mencuri kesempatan untuk memelukku," ucap Felly salah tingkah. Aditya kembali geleng-geleng dengan senyum tipisnya.
" Wajahmu memerah, jadi jelas kau gugup saat bersamaku,"'goda Aditya. Refleks Felly memegang wajahnya.
" Tidak, siapa bilang," sahut Felly mengelak. Aditya terlihat tersenyum puas membuat Felly menjadi salah tingkah. Felly yang merasa di kerjain langsung mengambil bantal dan melempar Aditya. Aditya berhasil menangkap bantal itu.
" Sudah sana pergi!" usir Felly dengan kesal pada Aditya.
" Kau yakin mengusirku?" tanya Aditya menyunggingkan senyum.
" Jadi menurutmu. Aku harus ragu-ragu begitu," sahut Felly semakin kesal.
__ADS_1
" Sana pergi!" usir Felly lagi dengan merapatkan giginya. Dia malu dengan Aditya. Dan mending mengusir Aditya dari pada semakin bodoh di depan Aditya.
" Kau yang menyuruhku menemani dan sekarang kau malah mengusirku," ucap Aditya.
" Tolong di ralat kata-kata mu. Aku tidak menyuruhmu tidur di sini. Tadi malam. Aku jelas mengatakan itu kemauan bayi yang ada disini. Bukan aku," sahut Felly menegaskan.
" Kau hanya beralasan, memang dia bisa bicara," sahut Aditya yang belum puas menggoda Felly.
" Issshhh, itu karena bukan kau yang hamil, jadi kau tidak tau apa yang aku rasakan," sahut Felly geram.
" Benarkah!" sahut Aditya menaikkan 1 alisnya.
" Iya," sahut Felly menekankan.
" Kalau begitu, aku sudah menuruti permintaan anakku dan sekarang aku juga mengatakan sesuatu kepadanya," sahut Aditya membuat Felly bingung dengan mengkerutkan dahinya.
" Apa maksudmu?" tanya Felly heran.
Aditya dengan cepat langsung telungkup dan tau-tau kepalanya sudah berada di depan perut Felly dan membuat Felly kaget. Sampai mulutnya menganga dan matanya melotot.
Aditya tidak bicara. Dia mengelus-elus lembut perut ramping Felly. Membuat Felly diam tanpa memberontak dan bahkan kesulitan menelan salavinanya.
Aditya juga mencium perut Felly. Dan jelas membuat jantung Felly berserat tidak beraturan. Aditya mengangkat kepalanya dan melihat wajah Felly yang bengong seperti kesurupan.
" Aku tidak tau apa yang aku dengar denyut jantung janin ini atau denyut jantungmu," ucap Aditya. Mata Felly semakin terbuka lebar. Dan refleks mendorong dada Aditya karena kesal. Lalu Felly langsung turun dari tempat tidur.
" Keluar dari kamarku!" usir Felly menunjuk pintu sementara Aditya yang juga sudah berdiri tersenyum penuh kemenangan melihat Felly yang benar-benar salah tingkah.
" Cepat keluar," desak Felly melototkan matanya.
" Aku juga mau keluar," sahut Aditya yang langsung pergi.
Felly langsung menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan.
" Ishhhhh, aku benar-benar menyesal mengajaknya tadi malam, kenapa sih Felly, kamu malah membuatkannya melakukan hal itu," oceh Felly yang sekarang giliran menyadari kebodohannya.
Karena Aditya yang berhasil membuatnya benar-benar salah tingkah dan terlihat bodoh di depan Aditya.
Bersambung.....
__ADS_1