Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 310 Mengetahui yang sebenarnya.


__ADS_3

Felly sudah di pindahkan ke ruangan perawatan setelah proses persalinannya sudah selesai. Aditya terus berada di sampingnya mengusap-usap pucuk kepala Rania. Dengan wajah mereka yang sedari tadi begitu berseri-seri yang tersenyum penuh kebahagian.


Di dalam ruang perawatan itu juga sudah ada Sabila, Anderson, Aqni, Andre, Harrison, Laura, Lusi, yang mana mereka pasti tidak sabaran menunggu bayi tampan Felly dan Aditya.


Tidak lama suster pun datang membawakan bayi tampan yang begitu anteng dan bahkan tidak menangis sama sekali.


" Ini Bu Felly bayinya," ucap suster memberikan pada Felly.


" Sini, suster biar saya gendong," sahut Sabila. Suster menganggu dan memberikan pada Omanya.


" Kalau begitu saya permisi dulu," ucap suster pamit. Yang lainnya mengangguk dan suster pun keluar dari ruangan itu.


" Ya Allah, begitu tampan sekali kamu nak," ucap Sabila yang memuji bayi yang tenang itu.


" Namanya kak Aditya tampan. Jadi wajar kalau debaynya juga tampan," sahut Aqni.


" Tuh, Aqni tau jawabannya," sahut Aditya yang telinganya langsung mengembang baru juga di puji seperti itu.


" Tapi debaynya juga mirip Felly. Bahkan banyak miripnya dengan Felly," sahut Elia yang membuat Felly tersenyum.


" Benar, bahkan tidak ada mirip kamu Aditya," sahut Laura menambahi yang membuat Aditya tampak mulai kesal.


" Ya, asalkan melakukannya jangan mirip Aditya," sahut Harison menyinggung cucunya itu.


" Kakek memang aku kenapa. Lagian aku adalah papa yang baik dan jika kelakukan anakku. Mirip dengan ku. Apa yang salah," sahut Aditya.


" Jangan dong, kamu kan kelakuannya aneh-aneh aja. Udah mirip Felly aja," sahut Lusi.


" Aditya baik, jadi jangan seperti itu," sahut Anderson membela Aditya.


Pihak Aditya akan berpihak pada Felly dan pihak Felly akan berpihak pada Aditya. Ya begitulah memang keluarga kecil itu.


" Tapi nanti aku ingin anak ini seperti suamiku, dia sangat baik, penyayang," sahut Felly yang berpihak pada Aditya.


" Tuh, kalian dengar sendiri. Istriku yang paling tau siapa aku," sahut Aditya merasa menang karena ada yang membelanya.


" Iya deh, ada yang belain," sahut Elia.


" Sudah-sudah jangan membahas soal kelakukan dulu. Sekarang bayi tampan ini akan di beri nama apa," sahut Andre.


" Hmmm, benar, namanya siapa. Masa iya harus di panggil debay segala," sahut Aqni.


Aditya dan Felly saling melihat.

__ADS_1


" Kamu sudah menyiapkan nama untuknya," sahut Felly.


" Oh, iya siapa namanya," sahut Laura.


" Askar Jaya Sebastian," sahut Felly. Yang lain saling melihat dengan tersenyum mendengar nama dari Felly.


" Ya ampun bagus sekali namanya," sahut Aqni yang tampak sangat setuju dengan nama bayi tampan itu.


" Ya namanya sangat cocok," sahut Harison yang juga terlihat setuju-setuju saja.


" Mohon doanya untuk semuanya, agar anak kami bisa menjadi anak yang baik yang berguna bagi orang lain, anak yang berbakti dan pasti anak yang selalu rendah hati," sahut Felly.


" Amin," sahut semuanya serentak dengan mengusap wajah mereka.


" Askar pasti akan menjadi anak yang berbakti. Karena dia orang tuanya yang tulus kepadanya," sahut Harison. Aditya dan Felly kembali saling melihat dengan tersenyum dan Aditya mencium lembut kening istrinya.


" Makasih, sudah melahirkannya ke dunia ini," ucap Aditya yang masih terharu.


" Sama-sama," sahut Felly yang tersenyum bahagia.


Ruangan itu menjadi ruangan yang begitu tenang. Energi positif yang ada di dalam ruangan itu dengan mereka yang begitu bahagia kehadiran Askar.


**********


" Kamu sudah bawa catatannya kan?" tanya Elia.


" Sudah kak tenang saja. Aku sudah mencatat semua makanan yang mereka pesan," sahut Laura dengan mengacungkan jempolnya.


" Ya, sudah kita beli saja semuanya," sahut Elia.


" Lagian Andre juga ada. Kenapa juga bukan dia yang membelinya," sahut Laura tampak mengeluh.


" Tidak apa-apa. Sekalian jalan-jalan. Lagian kamu juga harus banyak gerak. Supaya bisa lahiran dengan lancar," ucap Elia.


" Hmmm, kakak benar," sahut Laura. Saat Laura dan Elia sama-sama berjalan. Tiba-tiba dari salah satu kamar perawatan ke luar Dokter yang di kenal Laura.


" Citra!" tegur Laura begitu melihat Citra.


" Hey, Laura," sahut Citra, " kamu ngapain di sini?" tanya Citra.


" Aku lagi temani istri sepupu aku yang lagi lahiran," jawab Laura.


" Oh, begitu," sahut Citra mengangguk-angguk.

__ADS_1


" Oh, iya kak Elia, ini kenalin teman aku Citra, dia Dokter psikologi," ucap Laura.


" Hay, aku Elia," sahut Elia menyapa dengan ramah sembari menjulurkan tangannya.


" Aku Citra," jawab Citra tidak kalah ramahnya.


" Kak, Elia ini adik iparnya yang melahirkan," ucap Laura sedikit penjelasan.


" Oh, begitu ya selamat ya," sahut Citra. Elia hanya mengangguk dengan tersenyum.


" Oh, iya kamu sendiri ngapain di sini?" tanya Laura.


" Pasien yang aku ceritain kemarin. Dia di rawat di rumah sakit ini. Dia kembali drop dan sekarang di sini," jawab Citra.


" Hmmm, begitu kasihan sekali ya," sahut Laura.


" Ya seperti yang aku bilang sama kamu semuanya serba salah," sahut Citra.


" Aku penasaran melihatnya, aku boleh tidak melihat?" ucap Laura.


" Boleh, tapi lihat dari jendela saja ya. Soalnya aku takut dia bangun," sahut Citra masih tidak enak.


" Ist oke," sahut Laura.


Dan Laura pun melihat dari jendela kaca yang bisa melihat kedalam ruangan itu dan memang benar Elia juga penasaran dengan orang yang di lihat Laura dan ikut melihatnya. Namun saat Elia melihatnya. Elia kaget melihat wanita yang terbaring lemah itu adalah wanita yang di kenalnya.


" Gina!" batin Elia yang sangat jelas mengingat wanita itu. Elia begitu schock melihat Gina.


" Kasian ya dia," sahut Laura merasa simpatik.


" Memang dia sakit apa?" tanya Elia.


" Itu loh, kak Elia, yang pernah aku bahas. Wanita yang mengalami trauma karena di tinggal suaminya dan menganggap orang lain suaminya," jawab Laura. Elia kaget mendengar pernyataan Laura.


" Maksud kamu, jadi sebenarnya dia tidak mempunyai suami?" tanya Elia.


" Benar," sahut Citra. " namanya Gina, suaminya sudah pergi saat dia hamil dan efek buruk pada kejiwaannya. Sampai harus menganggap sepupunya adalah suaminya dan kemarin dia sempat drop. Gara-gara Gina mendapati sepupunya bersama wanita lain dan merasa dia di selingkuhi. Padahal suaminya bukan itu. Suaminya entah kemana dan yang menjadi korban harus sepupunya yang sangat baik. Lagian sepupunya juga tidak punya pilihan lain," lanjut Citra yang menjelaskan dengan detail.


Elia terdiam yang benar-benar schok mendengarnya dia tidak percaya jika apa yang di dengarnya barusan.


" Jadi, Bion bukan suaminya dan hanya sepupunya," batin Elia yang sudah bisa mengambil kesimpulan sendiri.


" Ya ampun semoga saja ada jalan yang terbaik untuk keduanya," sahut Laura yang hanya berdoa dengan harapannya. Namun Elia masih terdiam yang baru menyadari jika selama ini dia salah paham dengan Bion.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2