
Brukkk.
Felly bahkan menutup pintu kuat sampai Aditya benar-benar geram.
" Wanita itu benar-benar," geram Aditya merapatkan giginya dengan kelakuan Felly yang terus membuatnya kesal.
" Mau ngapain dia kedapur malam-malam begini," ucap Aditya yang tampak penasaran. Tiba-tiba Aditya menoleh kesamping dan melihat ponsel Felly di atas tempat tidur.
Tidak tau kenapa tangannya ingin saja mengambil ponsel yang berbalik itu dan memang masih hidup. Aditya melihat ternyata Felly sedari tadi melihat menu makanan di ponselnya. Aditya menscroll sampai bawah melihat berbagai macam steak.
" Apa dia tidak punya pekerjaan selain melihat makanan. Seharusnya dia menggunakan internet untuk menambah wawasannya bukan untuk hal tidak bermutu seperti ini," desis Aditya menjatuhkan ponsel itu di sampingnya. Dan kembali Fokus pada laptopnya. Tetapi Fokusnya langsung hilang ketika pikirannya tertuju pada Felly.
" Benar-benar selalu menyusahkan," ucap Aditya kesal. Menutup laptopnya. Lalu langsung beranjak dari ranjang langsung keluar kamar.
*********
Felly memang berada di dapur. Dia sibuk membuka kulkas seperti mencari sesuatu. Karena memang sudah larut malam para pelayan di rumah itu sudah selesai bekerja dan sudah beristirahat.
Karena memang itu peraturan di rumah tersebut. Batas pelayan bekerja. Sampai pukul 10 malam.
" Di mana tempatnya," ucap Felly yang membungkuk. Melihat isi dalam kulkas.
" Ternyata tidak ada," gumamnya yang langsung lesu dan menutup kulkas kembali lalu membalikkan badannya.
" Hahhh," pekik Felly tersentak kaget. Saat Aditya sudah berada di depannya.
" Kau membuatku jantungan," ucap Felly dengan kesal memegang dadanya yang napasnya masih naik turun.
" Sedang apa kau?" tanya Aditya menaikkan 1 alisnya.
" Bukan urusanmu," sahut Felly ketus lalu pergi. Tetapi Aditya menahan bahunya dan mengembalikan Felly kedepannya bersandar pada kulkas.
" Aku sedang bertanya. Jadi jawab. Bukan pergi," ucap Aditya menundukkan sedikit kepalanya agar wajahnya sejajar dengan Felly.
" Aku mau makan, puas," jawab Felly. Aditya mendengus kasar mendengarnya.
" Perutmu itu. Perut apa bisa-bisanya kau masih ingin makan jam segini. Heh kau dengar wanita di luaran sana selalu menjaga makan mereka. Agar tubuh mereka bisa terbentuk sempurna," ucap Aditya.
" Dan aku tidak perlu menjadi wanita seperti mereka. Yang menjaga makannya. Karena aku sudah memiliki tubuh yang bagus," sahut Felly percaya diri. Membuat Aditya mendengus kasar.
Walau Aditya harus mengakui apa yang di katakan Felly memang benar tubuh Felly sudah sangat bagus tanpa harus mengikuti pola-pola yang sering di lakukan para wanita di luaran sana yang ingin memiliki tubuh bagus.
" Percaya diri sekali kau," sahut Aditya sinis.
__ADS_1
" Memang kenyataannya," jawab Felly.
" Sudah minggir, aku mau pergi!" usir Felly yang memang tidak akan jadi makan. Karena dia tidak menemukan bahan yang bisa di masakknya.
" Kau tidak jadi makan?" tanya Aditya.
" Nggak. Sudah kenyang," jawab Felly ketus dan ingin kembali pergi tetapi Aditya kembali menahannya.
" Apa lagi," sahut Felly geram.
" Tapi aku ingin makan," jawab Aditya. Menyinggirkan Felly dari depan kulkas. Sampai Felly terhuyung dan hampir jatuh.
" Benar-benar," desis Felly kesal dengan Aditya.
Aditya membuka kulkas dan langsung mengeluarkan daging dari dalam kulkas itu. Membuat Felly heran.
" Dari mana dia mendapatnya. Bukannya tadi aku mencarinya sejak tadi," batin Felly heran dengan mudah Aditya menemukan apa yang di carinya. Mungkin Aditya mencari dengan mata sementara Felly mencari dengan mulut. Jadi mana mungkin ketemu.
Felly masih dia berdiri dan melihat Aditya. Mengeluarkan bahan-bahan dari dalam kulkas dan beberapa bahan makanan itu adalah yang ingin di carinya.
" Mau masak apa dia," batin Felly yang penasaran.
" Ahhh, sudahlah biarkan saja," ucap Felly lalu melangkah pergi.
" Mau kekamar," jawab Felly.
" Enak saja, main pergi. Sini cuci itu," ucap Aditya menunjuk dengan matanya pada bahan yang sudah di kumpulnya.
" Kenapa harus aku," protes Felly pelan.
" Cepat! malah diam lagi," sahut Aditya menekan suaranya.
" Iya," sahut Felly dengan terpaksa dan langsung berjalan mendekati Aditya.
Felly berdiri di samping Aditya dan mencuci apa di perintahkan Aditya. Ada daging, kacang buncis, jagung, wortel, kentang dan ada beberapa lagi.
Ternyata Aditya benar-benar tidak membiarkan Felly. Sekarang Felly sedang memotong bahan makanan sementara Aditya terlihat memanggang daging. Felly sudah menebak. Jika Aditya memasak steak. Makanan yang tadi ingin di masaknya.
" Apa dia akan memakannya sendiri. Aku kan membantunya. Bukannya seharusnya dia membagiku," batin Felly yang terus menelan ludahnya. Sangat ingin memakannya. Mungkin Felly sedang ngidam.
Setelah menyelesaikan apa yang di suruh Aditya. Felly tampak duduk. Aditya menyuruhnya duduk. Dengan beralasan Felly harus membereskan dapur setelah dia selesai memasak. Jadi mau tidak mau Felly harus menunggu Aditya selesai memasak.
Aromanya yang sangat sedap membuat Felly terus menelan salavinanya dan bahkan terus mengusap perutnya.
__ADS_1
Aditya menoleh ke arahnya dan melihat Felly yang sangat jelas ingin memakan apa yang di masaknya. Aditya tersenyum tipis dan kembali memasak apa yang dia masak.
Tidak butuh waktu lama akhirnya Aditya sudah selesai memasak dan sudah menata di atas piring. Felly menoleh kebelakang dan melihat Aditya yang sudah tampak selesai.
" Memang dia manusia paling pelit. Apa susahnya membuat 1 porsi lagi," batin Felly kesal. Karena Aditya hanya membuat 1 piring yang berarti dia tidak akan dapat bagian.
Selesai membuatnya Aditya langsung menuju meja makan. Begitu Aditya sudah di sampingnya Felly langsung berdiri.
" Sudah selesaikan," ucap Felly ketus ingin membersihkan dapur. Tetapi Aditya menekan bahunya turun dengan satu tangannya sehingga Felly kembali duduk membuat Felly geram.
Aditya meletakkan piring yang sedari tadi dipegangnya di depan Felly.
" Makan! aku sudah tidak selera makan. Karena tanganmu ikut mengerjakannya," ucap Aditya sinis. Felly kaget dengan 1 piring steak yang dari penampilannya. Ala Restaurant bintang 5 itu untuknya.
" Cepat makan. Kalau tidak mau biar aku buang," sahut Aditya memberi ancaman dan sudah memegang piring. Tetapi Felly langsung menahannya.
" Jangan membuang-buang makanan. Sangat tidak baik," ucap Felly. Yang menyinggirkan pelan tangan Aditya dari piring tersebut dengan lembut.
" Aku akan memakannya," ucap Felly yang langsung mengambil garfu dan pisau.
Terlihat senyum tipis di wajah Aditya. Tanpa menunggu lama Felly langsung memotong apa yang sejak tadi diimpikannya itu dan Felly langsung memotong kecil dan memakannya. Seperti meneliti rasanya.
" Kenapa ini enak sekali," batin Felly yang memuji masakan Aditya di dalam hatinya. Dan kembali memotong lagi. Sangat sayang jika mulutnya berhenti mengunyah.
Aditya yang masih berdiri di sampingnya beranjak pergi dari Felly yang ternyata mengambil gelas dan menuang air putih lalu meletakkan di samping Felly yang makan tampak fokus. Sampai Felly tidak menyadari apa-apa.
Aditya tidak pergi meninggalkan Felly. Dia mengambil posisi duduk di samping Felly dan mengeluarkan ponselnya. Aditya terlihat fokus pada ponselnya. Tetapi sesekali melirik Felly yang makan dengan lahap.
" Apa dia memang se lapar itu," batin Aditya yang melihat Felly yang tidak mempedulikan apa-apa.
" Pantas saja dia suka menguji para Chef di Restaurant. Dia pintar memasak. Kakek memang benar. Aditya terlalu mandiri. Sampai bisa melakukan apapun," batin Felly yang tidak sadar jika dia sudah mengagumi sosok suaminya itu.
" Makanlah dengan benar. Jangan seperti orang kelaparan," sahut Aditya yang tidak akan puas jika tidak banyak protes.
" Memang aku lapar," sahut Felly santai sambil mengunyah makanannya.
" Bukannya tadi kau bilang sudah kenyang," sahut Aditya.
" Iya sudah kenyang. Tetapi ini sangat mubajir. Jika tidak di makan," jawab Felly. Aditya hanya mendengus kasar mendengarnya. Dia memang memasakkan makanan itu untuk Felly. Karena tadi melihat hp Felly. Tetapi namanya juga Aditya akan membuat skenario demi tidak menunjukkan jika dia peduli.
Malah mengatakan jika dia tidak mau memakan makanan itu. Karena sudah tercampur dengan tangan Felly. Padahal dia hanya gengsi mengatakan jika itu di masak untuk Felly.
Bersambung......
__ADS_1