Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 173 Memberi peringatan Leon.


__ADS_3

Kepergian Aditya begitu saja membuat air mata Felly harus menetes.


" Laura, aku tidak tau kenapa Aditya sangat mempercayainya. Apa Laura bekerja sebagus itu sampai Aditya benar-benar melindunginya dan bahkan mengatakan yang tidak-tidak kepadaku," batin Felly dengan kekecewaannya terhadap perkataan Aditya.


Hubungan mereka bukannya semakin membaik. Justru hubungan mereka semakin sekarat yang mungkin memang karena Felly yang terlalu penasaran dan Aditya yang tidak bisa menceritakan masa lalunya pada Felly walau Felly sudah mengetahuinya.


**********


Aditya bertemu dengan Laura di dalam mobil bersama Bion.


" Apa kamu sudah menyimpan file itu dengan aman?" tanya Aditya.


" Sudah, aku sudah menyimpannya di tempat yang aman dan aku yakin File itu cukup bukti untuk kepengadilan. Dan tuan Anderson benar-benar akan terbebas, dan kecucarangan Damar dan Rebecca akan terungkap dengan terbongkarnya fitnah kasus korupsi yang di tuduhkan pada tuan Anderson," ucap Laura dengan penjelasan.


" Itu bagus, dengan begitu, Rebecca akan mendapat ganjarannya," sahut Aditya.


" Kasusnya papanya Felly, yang akan membalaskan dendamku padamu Rebecca, kau akan tamat setelah ini. Kau akan memulai hidupmu, di jeruji besi. Sebelum kau mati. Dan putramu akan mendapatkan apa yang akan pertanggung jawabannya. Keadilan untuk mama dan kakak akan segera di dapatkan," batin Aditya dengan mata bergenang yang jika mengingat penderitaan mama dan kakaknya. Akan sedih.


" Lalu bagaimana dengan Felly. Felly selalu berusaha untuk mengetahui semuanya. Aku takut dia malah membuat penyamaran ku terbongkar," sahut Laura yang merasa cemas.


" Jangan khawatir, aku sudah mengingatkannya dan kami juga akan pulang besok, dan kau urus yang lainnya, lalu kita bawa buktinya ke tuan Mark. Agar di serahkan ke pengadilan," ucap Aditya menjelaskan.


" Baiklah, kalau begitu," ucap Laura.


" Bion, kau harus tetap mengawasi kak Elia. Kau harus tetap menjaganya. Jangan sampai kau lengah!" titah Aditya lada Bion.


" Baik tuan," sahut Bion.


" Dan jangan lupa, kau salin semuanya berkas-berkas yang aku bilang kemarin dan kirim pada Andre. Agar dia mempelajarinya," ucap Aditya lagi.


" Baik tuan," sahut Bion menundukkan kepalanya.


" Aku rasa cukup sampai di sini pertemuan kita. Kalian laksanakan tugas masing-masing dan ingat jangan ada yang menganggap spele," ucap Aditya mengingatkan.


" Baik," sahut Laura. Aditya langsung keluar dari mobil dan pergi langsung.

__ADS_1


*********


Felly keluar dari kamarnya dan tidak sengaja berpapasan dengan Leon. Dan Felly langsung menghentikan langkahnya dan sedikit panik berhadapan dengan Leon dan memilih untuk pergi.


" Nona Felly tunggu sebentar," ucap Leon membuat Felly tidak jadi melangkah.


" Ada apa?" tanya Felly dengan wajah takutnya dan suara bergetarnya.


" Aku hanya ingin bertanya, apa kau melihat kakakku Rebecca?" tanya Leon dengan suaranya yang lembut dan senyumnya yang terlihat miring.


" Aku tidak melihatnya sedari tadi," jawab Felly.


" Hmmm, kira-kira di mana ya dia?" tanya Leon dengan wajah berpikir yang sepertinya ingin berlama-lama berhadapan dengan Felly.


" Aku tidak tau, kau cari saja," sahut Felly yang langsung berbalik badan ingin pergi. Namun tangannya langsung pergi. Tetapi Leon langsung menahannya. Memegang pergelangan tangan Felly yang membuat Felly kaget dan menghadap kembali ke arah Leon.


" Kamu buru-buru sekali," ucap Leon yang kurang ajar memegang tangan Felly dengan mengelusnya.


" Lepaskan tanganku," ucap Felly memberontak.


Aditya yang kebetulan lewat dan lewat dan melihat Leon yang mengganggu istrinya.


" Kurang ajar," desis Aditya penuh emosi dan langsung melangkah dengan kakinya yang panjang. Aditya yang juga melewati ruang tamu dan tangannya langsung mengambil pisau yang ada di keranjang buah di meja ruang tamu dan langsung mengarah pada Leon.


Aditya langsung menarik tangan Leon dari istrinya dan ingin memotongnya.


" Berani sekali kau mengganggunya," geram Aditya saat pisau itu sudah ingin menancap di pergelangan tangan Leon.


" Sorry, Sorrry," sahut Leon yang langsung pucat yang hampir saja tangannya terpotong. Sementara Felly berdiri di belakang Aditya dengan memegang pergelangan tangannya yang meraba akibat perbuatan Leon.


" Aku tidak akan mengampuni perbuatanmu," ucap Aditya kembali ingin menancapkan pisau.


" Sorry, Aditya, ampun Aditya," sahut Leon yang kembali meminta ampun. " Kau salah paham, aku hanya menanyakan kakak ku kepadanya," sahut Leon mencoba menjelaskan. Sok memancing Aditya. Baru saja di buat seperti itu Sudak pucat.


" Apa kau pikir itu urusannya," geram Aditya yang ingin menerkam Leon.

__ADS_1


" Oke-oke aku tau kau hanya salah paham. Semua tidak seperti yang kau pikirkan," ucap Leon yang berusaha membuat Aditya dengan tangannya yang masih di pegang kuat Aditya dan juga pisau yang ingin memotong tangan itu.


" Kau dengar baik-baik. Aku tidak akan hanya memotong tanganmu. Bahkan aku akan mencongkel matamu dan memberikannya pada anjing liar. Jika kau berani melihat istriku dan apa lagi tangan mu itu berani menyentuhnya. Kau hanya menunggu organ tubuhmu yang tidak berguna itu di makan oleh anjing liar dan juga elang," ucap Aditya dengan penuh ancaman yang jelas Leon yang sok hebat langsung pucat.


Aditya pun menjatuhkan kasar tangan Leon dan melempar pisau tepat di sepatu Leon dan kaki Leon langsung di angkatnya, karena pisau hampir menancap di kakinya.


" Awas saja, jika aku melihat mu lagi melakukan hal itu," ucap Aditya memberi peringatan lagi dan langsung menggengam telapak tangan Felly dan membawanya pergi dari Pria yang membuatnya emosi itu.


Leon langsung membuang napasnya perlahan merasa lega. Karena tangannya tidak jadi terpotong.


" Berani mengancamku," ucapnya merapikan jasnya. Leon memang sok-sokan.


Tetapi sudah pucat setengah mati. Mungkin Aditya sudah menahan selama ini. Tetapi kembali lagi dia punya strategi. Jadi dia tidak bisa gegabah untuk menyerang Leon.


Aditya membawa Felly kedalam kamar dan mendudukkan Felly di sisi ranjang. Aditya bergerak ke nakas, membuka laci dan mengambil salep. Lalu Aditya berjongkok di depan Felly dan langsung mengolesi salep itu pada lengan yang sudah memerah itu.


" Aku kira kau sudah tidak peduli kepadaku," batin Felly yang mungkin mengingat kata-kata menyakitkan Aditya tadi malam.


" Kenapa kau bisa bertemu dengannya?" tanya Aditya.


" Aku tidak sengaja berpapasan, saat aku keluar kamar," jawab Felly.


" Lain kali berhati-hati lah dengannya. Bukannya kau tau siapa dia," ucap Aditya mengingatkan Felly.


" Bukannya kau mengatakan, aku harus melupakan apa yang aku dengar. Jadi anggap saja aku melupakannya dan tidak tau siapa dia dan aku akan bertanya padamu siapa dia sebenarnya?" ucap Felly dengan lembut. Aditya mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Felly.


Mereka saling melihat dan saling menatap sebentar.


" Lupakan lah. Bersiaplah, nanti sore kita kembali," ucap Aditya yang mengalihkan pandangannya yang tampak tidak ingin memberitahu apa-apa pada Felly.


" Masih, saja tidak memberi tahuku," batin Felly.


" Belum waktunya kau harus mengetahui semuanya," batin Aditya yang masih tidak siap menceritakan masa lakunya pada Felly.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2