Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 182 Tindakan.


__ADS_3

...📞" Kenapa kak?" tanya Aditya dengan suara beratnya....


...📞" Kamu memang tidak akan pulang atau kamu lupa jalan pulang?" tanya Elia....


...📞" Aku sibuk, pekerjaanku banyak," sahut Aditya....


...📞" Aditya. Kamu tau tidak istri kamu sedang sakit. Bisa-bisanya kamu pergi dan meninggalkan dia," sahut Elia yang marah-marah....


...📞" Nanti aku akan kembali. Tetapi sekarang aku sedang sibuk. Kalau dia sakit. Kakak tinggal panggil Dokter jadi tidak ada masalah," jawab Aditya santai dan seakan tidak peduli....


...📞" Kamu ini ya Aditya. Kamu ya seperti tidak punya istri saja, kamu tau tidak kondisi Felly sedang tidak baik, dia makan aja susah," sahut Elia kesal mengomeli adiknya....


...📞" Sudahlah, kak. Kakak jangan marah-marah, aku sedang pusing. Nanti aku akan pulang," sahut Aditya yang langsung mematikan telponnya....


" Aditya!" panggil Elia kesal dengan telon yang mati tiba-tiba. Padahal dia belum selesai bicara.


" Kenapa sih Aditya. Mau suka-sukanya aja," geram Elia.


" Apa yang ada di pikirannya, kenapa dia seperti itu," batin Felly yang pusing. Felly melihat ke arah Felly yang sudah tertidur dan membuatnya merasa bersalah.


Aditya terlihat membuang napasnya panjang dan membuangnya perlahan dan memijat kepalanya.


" Kamu kenapa begitu keras kepala Felly," batin Aditya bertambah pusing.


Aditya langsung berdiri mengambil ponselnya dan keluar dari ruangan itu. Laura dan Bion menunggu di depan ruangannya. Dan ke-2 orang itu langsung menundukkan kepala.


" Siapkan mobil kita akan pulang!" perintah Aditya.


" Baik tuan," sahut Bion yang langsung bergerak.


***********


Felly yang tertidur di kamarnya. Walau tidur. Tetapi pasti tidak nyenyak. Karena pikirannya yang memang kemana-mana. Terbukti mendengar suara mesin mobil yang khas membuatnya terbangun.


" Aditya. Akhirnya dia pulang," ucap Felly dengan suara serak.


Yang bersyukur Aditya kembali dan dengan perlahan Felly mencoba duduk dengan menyibakkan selimut dari tubuhnya dan mengumpulkan tenaganya untuk duduk melangkah mendekati jendela untuk memastikan apakah benar suaminya pulang atau tidak.


Felly melangkah mendekati jendela dan membuka tirai jendela dan memang benar Aditya pulang, dan pasti ada Laura dan juga Bion.


" Akhirnya kamu kembali," ucap Felly yang merasa sedikit lega dan langsung melangkah ke luar kamar untuk menemui Aditya.


Mungkin karena mendapatkan Omelan sang kakak. Jadi Aditya pulang. Tetapi bukannya langsung kekamar Felly untuk mengecek kondisi Felly.


Tetapi Aditya malah memasuki kamar tamu dan merebahkan dirinya di atas tempat tidur dengan napasnya yang berat dengan tangannya memijat pelipisnya yang terasa berat.


" Besok aku akan menemui kakek. Aku akan menunjukkan data itu pada kakek dan masalah akan sedikit berkurang," ucap Aditya yang sudah membuat rencana pertemuan dengan sang kakek besok pagi.


" Bagaimana keadaan Felly," batinnya yang kepikiran dengan Felly. Tidak dapat di bohongi jika dia memang sangat mencemaskan Felly dan pupangpun karena takut dengan omongan kakaknya yang benar.


tok-tok-tok-tok. Ketukan pintu membuat Aditya melihat ke arah pintu.

__ADS_1


" Masuk!" perintah Aditya dari dalam.


Ceklek. Yang ternyata Laura yang datang.


" Ada apa?" tanya Aditya tanpa bangkit dari ranjang dan hanya mengangkat sedikit kepalanya agar bisa melihat Laura.


" Aku ingin mengambil data yang di salinkan Bion tadi siang," jawab Laura.


" Di atas meja," sahut Aditya menunjuk meja. Laura mengangguk dan langsung melangkah ke arah meja, saat mendekati ranjang. Lantai yang di injaknya licin dan membuat Laura kepeleset.


" Aaaaaaa," brakk, Laura langsung terjatuh tepat di atas tubuh Aditya.


" Auhhh," lirih Laura.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Aditya kesal.


" Maaf, maafkan aku. Aku kepeleset," ucap Laura yang masih berada di atas tubuh Aditya dan Aditya berdecak kesal.


" Maaf sekali lagi," ucap Laura.


" Bangkitlah!" suruh Aditya kesal. Laura pun mencoba untuk bangkit. Tetapi rambutnya lengket di kancing kemeja Aditya.


" Auhhhh, lirih Laura saat rambutnya tertarik.


" Apa lagi sih," sahut Aditya kesal dengan mengangkat kepalanya sedikit.


" Maaf rambutku," sahut Laura yang mencoba menarik rambutnya dari Aditya. Aditya hanya diam dan memang tidak bisa membantu sama sekali.


Felly tepat di depan pintu kamar Aditya. Dan pintu yang terbuka itu langsung menampilkan Laura yang berada di atas tubuh suaminya dan membuat Felly benar-benar terkejut. Bahkan air matanya menetes melihat hal itu.


" Apa yang kalian lakukan," lirih Felly dengan pelan.


Suara yang sangat tertekan itu membuat Aditya kaget dan begitupun Laura. Aditya langsung mengangkat kepalanya dan melihat kehadiran Felly membuat Aditya panik.


" Felly," lirih Aditya.


Felly mengepal tangannya dan melangkah masuk dengan cepat ke dalam kamar dan menarik tangan Laura dengan kasar, sehingga menyinggir dari tubuh suaminya dan pasti Laura merasakan sakit.


Karena rambutnya yang tertarik paksa, bahkan sampai kancing baju Aditya terlepas.


Felly langsung menghempaskan tubuh Laura.


" Plakkkkkkk," dan langsung melayangkan tamparan ke wajah Laura. Membuat Laura kaget, melotot dengan wajahnya yang miring kesamping.


Aditya langsung bangkit dari ranjang. Dia juga terkejut dengan tindakan Felly.


" Apa yang kamu lakukan bersama suami orang lain!" bentak Felly dengan penuh emosinya.


" Kamu salah paham," sahut Laura.


" Plakkkkkkk," Felly kembali menampar Laura dan kembali membuat shock.

__ADS_1


" Felly, cukup," sahut Aditya menghentikan Felly dengan memegang tangan Felly agar menjauh dari Laura.


" Kamu hanya pulang, hanya untuk bersenang-senang dengannya. Apa belum cukup selama beberapa hari ini," ucap Felly dengan sesak di dalam sana.


" Jangan bicara yang tidak-tidak. Aku tidak ingin ribut denganmu dan seharusnya kamu menampar Laura seperti itu," sahut Aditya dengan enaknya yang bukan merasa bersalah. Tetapi malah menyalahkan Felly.


" Jadi kamu masih membelanya," sahut Felly benar-benar kecewa.


" Cukup Felly! aku tidak ingin ribut denganmu," sahut Aditya dan langsung meraih tangan.


" Ayo kita pergi dari sini!" ucap aditya membawal Laura pergi.


" Aditya mau kemana kamu, Aditya!" panggil Felly yang tidak di pedulikan Aditya dan Felly mengejar Aditya.


Aditya sudah tidak memegang tangan Laura lagi dan mereka keluar dari rumah dan bukan hanya dari rumah bahkan dari pagar rumah yang ada mobil terparkir di sana yang di Kendarai Bion dan Bion ingin keluar.


" Ayo pergi!" perintah Aditya membuat Bion tidak jadi ke luar dan Laura masuk terlebih dahulu. Ternyata Felly mengejar Aditya sampai ke luar pagar.


" Aditya," panggil Felly membuat langkah Aditya terhenti.


" Kamu benar-benar akan pergi?" tanya Felly membuat Aditya tidak jadi masuk.


" Masuklah kedalam. Aku ada urusan," sahut Aditya dengan suara dinginnya.


" Dengan dia?" tanya Felly.


" Aku tidak punya waktu untukmu," sahut Aditya yang ingin masuk mobil kembali.


" Aku tidak akan memberi kesempatan 2 kali," sahut Felly membuat Aditya kembali tidak jadi masuk mobil.


" Ini sangat sakit. Jika kamu akan pergi. Kamu hanya akan menyesal. Dan aku tidak akan mengalah untuk yang ke-2 kalinya. Sudah cukup dan tidak akan ada kesempatan lagi," ucap Felly dengan linangan air matanya.


Aditya memejamkan matanya. Dan dengan berat hati dia tetap masuk mobil dan tidak mempedulikan kata-kata Felly.


Napas Felly semakin berat dengan Aditya yang benar-benar tidak peduli.


" Kamu akan menyesal Aditya," batin Felly dengan derain air matanya yang penuh kekecewaan melihat mobil itu berjalan dan membiarkannya menangis sendirian.


Di tengah tangis Felly. Tiba-tiba mobil berhenti yang berselih dengan mobil Aditya dan dengan cepat orang-orang keluar dari mobil itu dan langsung menutup kepala Felly dengan kantung.


" Hmmp, lepas, lepas," teriak Felly memberontak.


Ternyata dari kejauhan Bion melihat dari kaca spion.


" Nona Felly," ucap Bion. Aditya yang memijat kepalanya dan melihat kebelakang menyaksikan Felly yang di bawa masuk ke mobil dan membuat Aditya kaget.


" Putar balik!" perintah Aditya dengan suaranya yang menggelegar yang langsung panik.


" Baik tuan," sahut Bion langsung dengan cepat putar balik.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2