Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 57 Sama sekali tidak takut


__ADS_3

Sabila memang tidak pernah bertemu dengan Damar. Karena memang tidak pernah ada moment untuk bertemu. Dan Felly memang tidak pernah mengenalkan Damar kepada mamanya.


Sebelum mamanya sakit Felly memang tidak pernah membawa Damar kerumahnya. Jadi wajar mamanya tidak mengenali Damar. Damar memang baru di kenal keluarganya. Saat Sabila masuk rumah sakit dan saat itu Damar ada di sana.


Dan keluarganya tau kalau itulah kekasih Felly. Dan Untuk Sabila sendiri jelas tidak pernah menemuinya. Sabila mengetahui Damar hanya dari orang-orang di rumahnya.


Sabila juga mengetahui jika putrinya sudah putus dan jelas sekarang dia heran tiba-tiba ada orang yang datang kerumahnya dan mengatakan kekasih anaknya. Mungkin Sabila heran. Karena merasa sangat cepat.


" Saya Harison, kakeknya Aditya," sahut Harison yang juga mengenalkan dirinya mengulurkan tangannya dan di sahut Sabila m


" Sabila," sahut Sabila tersenyum penuh kebingungan.


" Maaf, ada maksud apa bapak dan nak Aditya datang merumah kami?" tanya Sabila dengan sopan.


" Apa Felly belum menceritakannya?" tanya Aditya melihat kearah Felly yang langsung mendekati intinya.


Sontak hal itu membuat Felly kaget dan bahkan mamanya sudah melihat kearahnya seakan bertanya ada apa. Felly menatap Aditya dengan wajah yang benar-benar cemas.


" Kamu tidak menceritakannya kepada mamamu?" tanya Aditya lagi. Membuat Felly menelan salavinanya.


" Felly memang ada apa?" tanya Sabila penasaran.


Felly terdiam dengan tangannya yang saling mengatup di atas pahanya. Mungkin jika Sabila memegang tangannya akan sangat dingin.


" Begini Bu," sahut Aditya. " Kedatangan saya kemari membawa kakek saya. Ingin melamar Felly menjadi istri saya," lanjut Aditya dengan tegas mengatakanya.


Sontak hal itu membuat Sabila kaget. Felly juga sangat kaget. Walau dia yang sudah memberi syarat itu. Tetapi rasanya tidak mungkin jika sungguhan Aditya melamarnya.


" Felly, seharusnya kamu mengatakan kepada keluarga mu. Jika kita akan menikah. Bukannya kita sudah membahas ini sebelumnya, orang tuamu tidak perlu kaget seperti ini," sahut Aditya terus menatap Felly dengan sinis.


" Maaf nak Aditya pak Harison saya memang benar-benar kaget. Karena memang Felly tidak mengatakan apa-apa. Jadi saya tidak tau harus menanggapi apa," sahut Sabila yang benar-benar bingung.


" Tidak apa-apa Bu. Saya juga kaget. Ketika Aditya meminta saya untuk melamar seorang gadis saya merasa juga tidak mungkin," sahut Harison tersenyum


" Apa harus kakek mengatakan itu," batin Aditya kesal dengan kakeknya yang selalu ingin mempermalukannya.


" Anak-anak ini memang penuh kejutan. Sehingga kita para orang tua kesulitan mengatasinya," lanjut Harison lagi.


" Bapak Benar," sahut Sahut Sabila.


" Felly benar kamu sudah mengambil keputusan ini untuk menikah dengan Aditya?" tanya Sabila melihat ke arah Felly membuat Felly semakin gugup dia tidak tau harus menjawab apa.

__ADS_1


" Aditya benar-benar melakukannya. Apa yang harus aku katakan. Dia bahkan membawa kakeknya kerumah ini dan melamarku. Apa yang harus aku jawab," bagi Felly yang benar-benar tidak bisa berkutik apa-apa.


" Wanita ini benar-benar, dia yang menyuruh dia yang schok sendiri. Dia benar-benar mengujiku dan sekarang di tanya malah diam. Apa dia terkena serangan bisu mendadak," batin Aditya sangat kesal melihat Felly yang diam tanpa menanggapi. Walau dia sangat suka melihat ketakutan di wajah Felly


" Assalamualaikum," sapa Agni yang tiba-tiba datang pulang dari sekolah.


" Walaikum salam," sahut semua yang ada di ruang tamu


Agni mendekati ruang tamu dan heran melihat tamu mereka yang dia tau pasti bukan orang sembarang terlihat dari mobil yang terparkir di luar.


" Siapa ma?" tanya Agni heran.


" Ini calon suami kakakmu dan ini kakeknya," ucap Sabila yang mengatakan langsung membuat Agni kaget.


" Benarkah, kok cepat sekali dapat gantinya," celetuk Agni.


" Agni," desis Sabila menegur putri bungsunya.


" Maaf ma," sahut Agni langsung tertawa cengengesan.


" Ayo Salim! suruh Sabila. Agni mengangguk dan Meyalim Harison. Harrison tersenyum melihat kesopanan para keluarga itu.


" Jadi ini yang namanya Agni?" tanya Aditya masih memegang tangan Agni.


Hal itu membuat debaran jantung Felly berdetak kencang dengan ketakutan. Bahkan matanya melotot saat melihat Aditya mengusap lengan itu dengan jarinya dan seriangi nakal di wajahnya.


" Kakak mengenalku?" tanya Agni polos.


" Felly sering cerita. Ternyata sangat cantik. Jika dari dekat," sahut Aditya menyunggingkan senyumnya. Membuat Felly semakin ketakutan dan reflek berdiri dan menjauhkan tangan Agni dari Aditya.


" Kita bicara sebentar," ucap Felly langsung keluar. Aditya menyunggingkan senyumnya melihat ketakutan di wajah Felly.


" Tante saya permisi sebentar," ucap Aditya pamit.


" Iya nak," jawab Sabila. Aditya pun keluar menemui Felly.


" Agni ayo masuk ganti baju!" suruh Sabila.


" Iya ma," jawab Agni langsung per


Saat berada di luar Felly menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menghadap Aditya yang mengikutinya.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan tadi?" tanya Felly menekan suaranya memukul dada Aditya dengan kuat.


" Aahhhh," lirih Aditya saat dadanya yang di pukul bagian dari lukanya.


" Kau," desis Aditya menahan sakit.


" Kau benar-benar keterlaluan. Bisa-bisanya kau melakukan itu kepada adikku di depan mamaku," ucap Felly ingin kembali memukul dada Aditya. Tetapi kali ini menahah 2 lengannya dan mencengkeramnya kuat.


" Kenapa, kau kepanikan, atau kau jangan -jangan cemburu melihatku seperti itu," sahut Aditya dengan menyunggingkan senyumnya dengan percaya dirinya.


" Tutup mulutmu aku tidak sudi cemburu dengan orang seperti mu," sahut Felly menekan suaranya. Membuat Aditya tersenyum.


" Tapi apa yang aku katakan tadi memang benar. Jika adikmu sangat cantik jika dari dekat. Bagaimana jika lebih dekat lagi," ucap Aditya yang memang sengaja membuat Felly ketakutan.


" Dasar kurang ajar," teriak Felly kehabisan kesabarannya.


" Berteriak lah, agar ibumu datang kemari," sahut Aditya mengingatkan.


Felly melihat kearah rumahnya. Memang jika dia meluapkan semua kemarahannya yang ada orang di rumahnya akan keluar.


" Lepaskan tanganku," desis Felly melepas tangannya dari Aditya dang mengusap-usap lengannya nya yang memerah akibat ulah Aditya.


" Apa kau masih kaget melihat kedatanganku. Sampai kau seperti patung di dalam sana?" tanya Aditya menyunggingkan senyumannya.


" Kau benar-benar wanita paling hebat. Berani menantangku untuk datang melamarmu. Tetapi kau malah diam di dalam sana. Apa kau sengaja ingin mempermalukan ku," ucap Aditya sinis.


" Atau kau tidak menyangka jika aku benar-benar datang. Atau sungguh kau berpikiran. Jika aku sudah mati hah?" tanya Aditya sinis. Felly langsung melihat Aditya.


" Iya, aku pikir kau sudah mati terseret ombak," jawab Felly dengan ketus.


" Kau memang sangat berani kepadaku. Kau tau perbuatan mu adalah tindakan kriminal kau bisa membusuk di penjara karena ulahmu sendiri," ucap Aditya dengan geram memberikan Felly peringatan.


" Aku tidak masalah membusuk di penjara. Asalkan kau mati di tanganku," sahut Felly menekan suaranya benar-benar tidak peduli dengan Aditya.


" Cu Cu Cu Cu Cu," Aditya sampai geleng-geleng mendengar kata-kata Felly yang sama sekali tidak ada takutnya.


" Aku mengakui keberanianmu. Apa kau seberani ini. Karena punya pegangan kakekku dengan senjata yang kau punya berupa pengaduan," sahut Aditya dengan sinis.


" Terserah apa katamu," sahut Felly membuang wajahnya kesamping tidak sudi menatap Aditya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2