
Felly dan Aditya masih berada di ruang tamu masih membahas tentang apa yang di dapatkan Felly dari kakek Harison. Felly pasti tidak menyangka atas apa apa di dapatkannya. Dia bisa kembali melanjutkan pendidikannya.
" Ya sudah Felly hanya itu saja yang ingin kakek berikan sama kamu. Kakek harus meninggalkan kalian berdua. Karena kakek ada keperluan penting," ucap Harison.
" Iya kek. Sekali lagi Felly ucapkan terima kasih sama kakek. Karena sudah memberikan semua ini pada Felly. Felly tidak percaya akan mendapatkan semua ini," sahut Felly.
" Hmmm, sama-sama," sahut Harison yang ingin berdiri.
" Aku ingin bicara sebentar," sahut Aditya. Harison tidak jadi berdiri dan melihat kearah Aditya.
" Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Harison. Bertanyanya Harison bersamaan munculnya. Damar dan Rebecca. Dan Aditya sudah melihat ibu dan anak yang di benci itu.
" Aku ingin memimpin salah satu Perusahaan," jawab Aditya. Damar dan Rebecca langsung saling melihat. Wajah ibu dan anak itu antara penasaran, juga terlihat khawatir.
" Apa dia ingin menggantikan Damar menjadi wakil CEO di perusahaan utama," batin Rebecca yang mulai khawatir dengan hal itu.
" Dia ingin memimpin perusahaan. Perusahaan yang mana yang ingin di pimpinnya. Apa akan perusahaan utama. Dia memanfaatkan kejadian kemarin untuk mengambil alih posisiku," batin Damar yang juga penasaran dan pasti cemas. Jika kakak tirinya tiba-tiba yang ingin meminta pemimpin perusahaan.
" Kenapa kau ingin memimpin salah satu Perusahaan. Sementara kau juga banyak pekerjaan?" tanya Harison yang pasti permintaan Aditya menurutnya tidak masuk akal.
" Aku tidak pernah memimpin atau mengelola apapun milik kakek. Jadi tidak akan masalah bukan jika aku ingin mengelolah sesuatu. Aku ingin mengembangkan salah satu perusahaan kakek," jawab Aditya.
" Apa Aditya akan ribut dengan kakek hanya karena perusahaan," batin Felly yang mulai merasa cemas.
Dia melihat wajah Aditya sangat serius dan Felly takut Harison tidak akan memberikan apa yang di minta Aditya dan Aditya bisa saja mengamuk.
" Aku juga sebelumnya pernah meminta pabrik yang terbengkalai pada kakek. Tapi kakek tidak memberikannya dan kakek juga jangan lupa dengan ucapan kakek aku bisa meminta yang lain. Jadi aku harap. Kali ini kakek memberikan apa yang aku mau," ucap Aditya.
Harison tampak terlihat berpikir. Pasti dia penasaran apa yang di inginkan Aditya dan pasti. Jika sesuatu yang tidak cocok di hatinya. Kemungkinan dia dan Aditya akan perang mulut lagi.
" Baiklah, kalau begitu. Katakan kau ingin memimpin perusahaan yang mana?" tanya Harison.
" Mitra Erlaine," jawab Aditya. Jawaban Aditya membuat, Damar, Rebecca kaget. Mata mereka sama melebar seakan ingin keluar.
__ADS_1
" Apa maksud mu," sahut Damar yang langsung menyambar. Felly langsung menoleh ke arah Damar dan terlihat Damar begitu marah.
" Bagaimana kek?" tanya Aditya yang tampak mempedulikan Damar yang protes. Pasti Damar akan protes dengan perusahaan yang sudah di kembangkan ya itu.
" Tidak bisa kek. Kakek jangan lupa. Jika aku yang sudah mengembangkan perusahaan itu. Aku yang sudah membuat perusahaan itu menjadi besar dan aku tidak mau kakek memberikan itu padanya," sahut Damar yang benar-benar tidak akan rela. Jika Aditya akan memimpin perusahaan itu.
" Benar pa, lagian sangat tidak masuk akal. Papa tidak bisa memberikan sesuatu kepadanya yang sudah di kembangkan Damar. Papa harus tau itu perusahaan kecil yang sudah di kelolah Damar dan menjadi besar. Jadi papa tidak bisa sembarangan memberikannya pada Aditya," sahut Rebecca lagi yang pasti paling nomor satu menentang apa yang di dengarnya.
" Aku meminta pada kalian. Jadi jangan mencampuri urusanku," sahut Aditya dengan sinis.
" Seharusnya kau tau diri. Kau tidak seharusnya tunggal enak. Aku yang bersusah payah memimpin perusahaan itu aku membuatnya menjadi besar dan kau ingin mengambilnya dengan intas. Apa kau tidak tau malu," sahut Damar dengan kemarahan di wajahnya.
" Tidak tau malu katamu, instan katamu. Berkacalah di kaca yang besar. Kalau kau juga mengembangkan perusahaan itu dengan instan. Perusahaan Layer yang tidak apa-apanya kau kembangkan dengan mencuri perusahaan milik orang lain," sahut Aditya yang membuat semua orang kaget.
" Apa maksud mu. Jangan bicara sembarangan. Kau tidak tau apa-apa tentang perusahaan itu. Jadi jangan bicara sembarangan," sahut Damar yang mulai menekan suaramu.
" Apa aku harus mengingatkan mu. Jika perusahaan Layer yang kau satukan menjadi perusahaan Mitra Elain. Sebelumnya adalah perusahaan Exlain yang kau curi dari pemiliknya," ucap Aditya menegaskan.
Damar, Rebecca dan Harison kaget mendengarnya. Tetapi Felly terlihat bingung tampak memikirkan sesuatu. Ketika mendengar kata Exlain.
" Aku sudah mengatakan Aditya. Jangan sok tau Aditya. Kau bukannya pembisnis seharusnya kau tau bagaimana cara berbisnis. Mau aku gabungkan dengan perusahaan yang lain. Itu urusanku. Bukan urusanmu. Mau aku menyatukan banyak perusahaan lain itu juga urusanku," sahut Damar menekan suaranya. Aditya mendengus mendengarnya.
" Walau kau mencurinya dan menjatuhkan pemiliknya. Itu juga akan menjadi urusanmu," sahut Aditya.
" Mencuri katamu. Aku tidak mencurinya. Tetapi memang pemiliknya yang tidak bisa dalam memimpin dan juga membuat banyak kerugian perusahaan Layer. Dia juga terlibat korupsi besar-besaran dan itu bukan salahku. Jika akhirnya Exlain jatuh ketangan ku," sahut Damar dengan tersenyum miring.
" Kalau begitu. Aku membersihkan semuanya. Aku tidak ingin perusahaan yang sudah di bangun kakek. Menjadi kotor oleh tanganmu," sahut Aditya.
" Cukup Aditya. Kau tidak bisa melakukan itu sesuakamu dan menuduh Damar yang tidak-tidak. Karena Damar mengembangkan perusahan itu dengan kerja keras dan kau tidak bisa mengambil alih," sahut Rebecca menekankan.
" Kek aku meminta perusahaan itu untuk aku bersihkan namanya. Agar aku dan Felly tidak terjadi salah paham di antara kami," ucap Aditya tiba-tiba. Membuat Harison yang sedari tadi menyimak. Sekarang menjadi bingung.
" Salah paham, apa maksud Aditya," batin Felly bingung dan melihat kearah Aditya.
__ADS_1
" Apa hubungannya dengan Felly?" tanya Harison.
" Perusahan Exlain yang sudah di rampas Damar adalah perusahaan dari tuan Anderson yang tak lain adalah papa mertuaku," jawab Aditya.
Felly kaget mendengarnya. Yang pasti juga Damar dan Rebecca. Juga Harison yang baru tau masalah itu. Jika pimpinannya adalah orang tua Felly.
" Apa," sahut Felly dengan suara seraknya. Wajahnya yang sangat terkejut.
" Apa maksudmu?" tanya Damar.
" Aku rasa kau tidak tuli. Jika Apa yang kukatakan adalah kebenarannya," sahut Aditya memperjelas.
" Oh, jadi wanita ini adalah anaknya Anderson yang karupsi dan bikin ulah itu," sahut Rebecca. Felly yang tadinya masih schok langsung melihat ke arah Rebecca.
" Felly adalah anak dari Anderson," batin Damar yang tidak percaya dengan hal itu.
" Kau jaga bicaramu. Jangan sembarang bicara jika kau tidak bisa membuktikan ucapanmu," sahut Aditya.
" Aditya-Aditya. Kau lihat TV dan bagaimana kasus Anderson yang sangat besar. Bahkan sudah membusuk di penjara," sahut Rebecca. Felly mendengarnya berkaca-kaca.
" Aku jelas melihat TV dan aku bisa melihat bagaimana perkembangan kasusnya dan kau tidak perlu mengajariku untuk melihat televisi karena. Salah satu tujuanku untuk memimpin perusahaan itu. Untuk mengembalikan apa yang sudah kalian ambil dan termasuk aku juga akan mengembalikan banyak dana yang kau suntikkan untuk perusahaan Layer yang kalian jadian Mitra Elain," sahut Aditya dengan penegasan.
Mendengarnya Rebecca semakin kaget. Dia tidak tau apa yang sudah di lakukan Aditya. Sampai Aditya bisa mengatakan suntikan dana.
" Apa maksudmu Aditya?" tanya Harison yang menanggapi dengan serius.
" Aku sudah jelas mengatakannya. Jika ada suntikan dana yang di berikan menantu kakek," sahut Aditya.
" Jaga bicaramu Aditya," teriak Rebecca yang mulai ketakutan.
" Kau sudah ketakutan. Aku baru mengatakan itu saja. Bagaimana jika aku memberikan semua bukti. Apa yang kalian ber-2 lakukan. Perusahaan Exlain bekerjasama dengan perusahaan Layer, perusahaan itu telah membantu perusahaan Layer. Tetapi kalian tidak berterimah kasih. Kalian malah menghiyanatinya dan mengkambing hitamkannya membuatnya di penjara tanpa bersalah," sahut Aditya menjelaskan.
Mendengar hal itu air mata Felly menetes. Tidak menyangka jika apa yang terjadi pada papanya. Adalah perbuatan Damar. Damar yang telah mengambil semua milik keluarganya. Membuat hidup mereka menderita selama bertahun-tahun.
__ADS_1
Bersambung