Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 56 tamu yang tidak terduga


__ADS_3

Felly sedang berada di dapur memasak makan siang bersama mama dan bibinya. Sementara kakaknya bekerja. Kakanya bekerja sebagi nelayan. Memang rata-rata pencarian di desa itu adalah sebagai nelayan dan juga petani.


Sementara Felly memang belum bekerja. Dia hanya membantu mama dan bibinya membuat kue-kue basah yang akan di titipkan kewarung-warung.


Seharusnya Felly memang masuk kerja dalam Minggu ini di salah satu Cafe. Tetapi karena dia hamil dan sering mual-mual membuatnya tidak memungkinkan untuk bekerja.


Di rumah saja dia sudah kesulitan menyembunyikan rasa mualnya. Apa lagi jika nanti dia bekerja. Makanya dia jarang keluar kamar. Tetapi hari ini dia harus ikut membantu memasak.


Felly sedang mencuci ikan. Bayangkan dia harus menahan mual. Karena bau ikan membuatnya semakin mual.


tok-tok-tok-tok


" Siapa yang datang? tanya Wanti heran yang sedang mengulek sambal. Seharunya jika orang rumah harus masuk saja. Tidak perlu mengetuk pintu.


" Biar Felly buka saja," ucap Felly mengambil alih. Sekalian bisa lolos dari ikan-ikan tersebut.


" Biar bibi aja," sahut Wanti. Felly mengangguk lesu. Tidak jadi lepas dari ikan.


Wanti pun langsung menghampiri pintu. Wanti membuka pintu dan kaget melihat orang yang bertamu kerumah mereka.


1 Pria tua yang menopang tongkat kecilnya dan 1 lagi Pria tampan yang mungkin seumur hidup Wanti baru pertama kali melihat Pria setampan itu. Ternyata tamu itu adalah Aditya dan Harison.


" Siapa mereka. Apa.mereka penagih hutang," batin Wanti benar-benar kaget. Wanti juga meliahat kebelakang. Melihat mobil mewah yang berada di depan rumahnya.


" Selamat siang Nyonya," sapa Harison dengan sopan.


" Iya selamat siang," jawab Wanti benar-benar gugup.


" Mereka memang sepertinya penagih hutang. Apa Felly belum membayar hutang bank," batin wanti yang memang berpikiran jika Harison dan Aditya penagih hutang.


" Kenapa dia berdiri terus? Apa dia tidak punya rencana menyuruh masuk. Apa dia pikir aku patung. Kaki sudah pegal berdiri," batin Aditya yang langsung protes karena merasa lama berdiri dan wanita yang dia tidak tau siapa hanya diam dan kebingungan.


" Boleh kami masuk?" ucap Aditya langsung to the point. Harison menoleh ke Aditya yang memang cucunya tidak punya sopan santun.


" Oh, iya, silahkan," sahut Wanti yang memang kebingungan sampai membiarkan tamunya berdiri berlama-lama.


Harison dan Aditya pun masuk. Kepala Aditya berkeliling melihat rumah itu. Sementara Harison yang sudah duduk lebih dulu terlihat sangat santai.


" Apa dia bisa hidup di tempat seperti ini," oceh Aditya sudah mulai duduk di sofa yang pasti sangat keras dan tidak sempuk yang ada di rumahnya.

__ADS_1


" Dia pasti sengaja membuat syarat seperti itu. Untuk mengerjaiku. Sudah mencoba membunuhku sekarang malah mengerjaiku. Lihat saja nanti," batin Aditya yang terus bergerutu kesal.


" Apa ibu ini ibunya Felly?" tanya Harison kepada Wanti yang masih berdiri dengan penuh kebingungan.


" Oh, bukan saya bibinya Felly," jawab Wanti.


" Apa kami boleh menemui ibunya dan juga Felly?" tanya Harison yang benar-benar sangat ramah.


" Oh pasti, baiklah! Saya akan memanggilnya. sebentar," ucap Wanti yang langsung buru-buru kedapur.


Harison menoleh kearah Aditya yang begitu gelisah.


" Kau seperti seorang Pria yang sungguh akan melamar kekasihnya," sahut Harison mengejek Aditya. Aditya hanya melihat sebentar dan tidak menanggapi kata-kata kakekknya.


Aditya memang pada akhirnya menghubungi kakeknya dan meminta kakeknya untuk melamar Felly. Justru hal itu akan membuat Harison benar-benar kaget. Jika cucunya yang dia tau tabiatnya bisa melakukan hal semulia itu.


Harison juga tidak tau apa rencana cucunya itu yang jelas dia hanya mengikuti saja. Walau dia yakin Aditya terpaksa melakukan itu. Makanya dia bisa mengatakan hal tadi seakan mengejek Aditya.


" Di mana dia lama sekali," batin Aditya yang benar-benar gelisah.


*********


" Siapa yang datang Wanti?" tanya Sabila yang mengaduk sayur.


" Anu, anu, itu mbak," sahut Wanti yang benar-benar gugup. Membuat Felly dan Sabila heran.


" Siapa Bi yang datang?" tanya Felly penasaran.


" Nggak tau deh, pokonya Mbak sama Felly ke depan mereka soalnya nyari mbak sama Felly. Mereka kayaknya penagih hutang," jawab Sabila yang benar-benar sulit untuk bicara dan tetap dengan pikirannya Aditya yang penagih hutang.


" Sudah buruan cepat sana," Wanti yang tidak sabaran langsung mendorong kakaknya itu.


" Kamu juga Felly! suruh Wanti mendesak.


" Iya Felly cuci tangan dulu," jawab Felly yang bingung.


" Sana buruan, biar bibi yang lanjutin masak," desak Wanti lagi.


" Iya Bi," sahut Felly melap tangannya dan menyusul mamanya ke menuju ruang tengah. Dia juga penasaran siapa yang mencarinya dan mamanya.

__ADS_1


" Siapa ma?" tanya Felly yang sudah di ruang tamu.


Felly langsung tercengang kaget se kagetnya sampai matanya ingin keluar saat melihat 2 orang yang duduk di depan mamanya. Kakek Harison yang tersenyum kepada Felly dan Pria yang duduk di sebelah Harison menatap Felly dengan tajam.


" Kau salah menantangku," batin Aditya tersenyum miring ketika melihat wajah Felly yang schok. Wajah melebihi seperti melihat hantu yang menyeramkan. Tetapi jelas Aditya lebih menyeramkan dari pada hantu.


" Aditya, tidak mungkin," batin Felly dengan debaran jantungnya yang tidak menentu. Dia merasa tidak mungkin Aditya datang kerumahnya. Bahkan dia berpikir jika Aditya sudah mati terseret ombak.


" Apa mungkin dia datang karena," Felly bertanya-tanya tentang kedatangan Aditya. Karena memang hanya ada 2 kemungkinan. Aditya datang karena ingin memenjarakan Felly karena mencelakainya. Atau karena syarat yang di ajukan Felly.


" Selamat siang Felly, kamu apa kabar? tegur Harison dengan sopan.


Felly tidak menjawab karena dia masih sibuk dengan hatinya yang bertanya-tanya. Aditya mendengus kasar ketika melihat wanita itu diam tanpa berkutik sedikit pun.


" Felly," tegur Sabila memegang tangan Felly yang berdiri di sampingnya.


" Ha iya ma," sahut Felly gagap.


" Kamu sedang di tanya ayo duduk!" ucap Sabila. Felly kembali melihat Harison dan Aditya dengan menelan salavinanya.


" Ayo duduk," tegur Sabila lagi dengan pelan. Felly mengangguk dan duduk di sebelah mamnya berusaha tenang.


" Kamu mengenal mereka?" tanya Sabila. Felly kembali melihat Harison yang tersenyum dan Aditya yang pasti melihatnya dengan sinis.


" Felly," tegur Sabila melihat anaknya yang malah bengong.


" Saya Aditya kekasihnya Felly," sahut Aditya langsung mengenalkan dirinya bahkan mengulurkan tangannya.


Hal itu membuat Felly kaget. Tetapi paling tidak dengan kata kekasih. Berati Aditya datang bukan untuk menyeretnya tetapi.... Felly belum berani untuk mengambil kesimpulan itu.


Sabila menyambut uluran tangan itu heran. Ketika anak muda itu menyebutkan kata kekasih. Sampai Sabila melihat kearah Felly kembali.


Sementara harison hanya santai saja. Dia ingin melihat seperti apa gentelment cucunya saat berhadapan dengan ibu seorang wanita. Karena selama ini Aditya sangat keras dan selalu berani.


Dia juga melihat apakah Aditya juga akan berani kepada ibu dari seorang wanita yang katanya akan menjadi mertuanya itu.


" Saya ibunya Felly," jawab Sabila dengan wajah herannya. Bagaimana tidak heran setau Sabila nama kekasih putrinya itu Damar. Dan sekarang Aditya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2