Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 228. Diantara 2 pria.


__ADS_3

Rebecca tampak mendesak Felly untuk membuka maskernya yang membuat Felly semakin gemetar. Rebecca bahkan ingin menarik masker dengan tangannya yang membuat jantung Rania semakin berdebar tidak beraturan.


" Ma, sudahlah, ngapain sih mengurusi pelayan, sudah biarin aja," sahut Damar yang mencegah mamanya membuat Felly membuang napasnya dengan lega.


" Sana kamu balik!" perintah Damar. Felly menganggukkan kepalanya dan langsung berbalik badan melangkah keluar dari tempat itu yang merasa aman yang tidak jadi ketahuan.


Lusi dan Elia juga bernapas lega yang ada di dalam mobil.


" Syukurlah Felly tidak kenapa-kenapa," ucap Elia yang menyandarkan tubuhnya yang membuang napasnya panjang. Lusi juga sama-sama merasa lega.


" Ayo kita lanjutkan," ucap Lusi. Elia mengangguk dan melanjutkan misi mereka.


Sementara Bion, Raihan, Andre dan Laura juga bergerak masing-masing untuk mendapatkan hal-hal yang mereka butuhkan dengan kelincahan tangan mereka yang memang sudah ahli dan tidak perlu di ragukan lagi. Setelah mendapat apa yang mereka mau mereka semua kembali kemobil begitu juga dengan Felly yang sudah bersama Rendy.


" Semuanya beres?" tanya Lusi. Bion mengangguk.


" Kalau begitu ayo kita jalan, kita akan bahas di tempat lain, sebelum ada yang mencurigai kita," perintah Aditya. Yang lainnya mengangguk dan supir pun malajukan mobil tersebut.


Mereka berdiskusi dan kembali dengan serius untuk besok persidangan terakhir papanya Felly yang akan menentukan apakah papanya akan mendapat keadilan atau tidak akan sama sekali dan akan tetap di hukum tanpa bersalah.


Setelah berdiskusi Aditya kembali membagi tugas masing-masing. Laura dan Lusi yang di butik sibuk dengan laptop dan dokumen-dokumen yang berserakan di meja mereka.


Andre, Bion dan Elia juga tampak serius dalam melakukan pekerjaan yang di tugaskan Aditya dengan wajah mereka yang tampak serius.


Di mana Elia berada di tengah-tengah Bion dan Andre dan dengan laptop mereka masing-masing yang tepat berada di depan mereka.


" Kalau non Elia mau istirahat, maka istirahatlah," ucap Bion yang melihat Elia tampak lelah.


" Tidak aku tidak apa-apa, aku hanya sedikit lelah," jawab Elia yang memaksakan dirinya. Karena memang harus menyelesaikannya. Dia tidak ingin bermalas-malasan.


" Kamu yakin tidak apa-apa, ini hanya tinggal sedikit, biar aku yang menyelesaikannya," sahut Andre.


" Tidak kalian tidak perlu berlebihan, aku sungguh tidak apa-apa," sahut Elia.


" Hmmm, aku kedapur dulu. Aku mau mengambil minum," ucap Elia pamit dengan memijat kepalanya. Elia pun berdiri dan saat berdiri Elia terasa pusing dan hampir jatuh.

__ADS_1


" Non Elia," sahut Bion panik yang langsung berdiri sama halnya dengan Andre yang juga spontan berdiri dan ke-2 pria tampan itu sama-sama memegang Elia yang hampir jatuh. Elia bak seorang wanita istimewa yang mendapatkan perlakukan baik.


" Non Elia tidak apa-apa?" tanya Bion.


" Kamu tidak apa?" tanya Andre yang mana Elia melihat ke-2 Pria itu secara bergantian.


" Aku tidak apa-apa," sahut Elia dengan suara seraknya yang sepertinya Elia memang sangat lelah dan wajahnya juga sudah pucat.


" Kamu benar tidak apa-apa?" tanya Andre lagi yang masih memegang lengan Elia yang menahan tubuh Elia. Elia kembali menggeleng dan perlahan tangan Bion melepas dari Elia yang membiarkan Andre menahan tubuhnya.


" Wajah kamu sangat pucat. Kamu pasti kelelahan. Sebaiknya kamu istirahat saja," ucap Andre.


" Ya sudah, aku memang sebaiknya istirahat," sahut Elia yang mengalah.


" Aku akan mengantarmu," ucap Andre. Elia mengangguk. Dan Andre memegang pundak Elia membawanya ke dalam kamar agar Elia bisa istirahat dan Bion hanya melihat dengan wajahnya yang terlihat sedikit sendu yang.


Bion bahkan membuang napasnya perlahan lalu kembali melanjutkan pekerjaannya melihat kearah laptop. Namun. Bion masih menoleh kebelakang nya. Melihat Elia dan Andre. Sepertinya Bion ada sesuatu yang membuatnya wajahnya terlihat murung dengan apa yang di lihatnya.


**********


Menyadari keberadaan Felly yang sudah ada di sampingnya. Aditya melihat ke arah Felly yang berdiri dengan wajah mengantuk Felly.


" Kenapa bangun?" tanya Aditya.


" Aku yang tanya, kamu kenapa tidak tidur," sahut Felly dengan wajah kesalnya. Aditya hanya tersenyum tipis.


" Sebentar lagi," jawab Aditya dengan santai.


" Mau jam berapa. Bukannya kamu menyuruh yang lainnya untuk bangun besok lebih awal. Kamu menyuruh bangun jam 5 dan ini sudah jam 2 lalu kamu mau tidur jam berapa lagi. Kamu tidak akan tidur sampai besok," ucap Felly yang tampak marah-marah. Namun Aditya hanya tersenyum dan menjulurkan tangannya.


" Kemarilah! kamu temani aku. Biar aku cepat selesainya," ucap Aditya mengajak istrinya.


" Aku tidak mau. Aku hanya mau kamu tidur," sahut Felly dengan tegas.


" Ayo kemari!" ajak Aditya lagi dengan lembut dan Felly pun akhirnya menurut dan meraih tangan Aditya. Lalu duduk di samping Aditya dengan memeluk pinggang Aditya meletakkan wajahnya di dada bidang itu seakan bermanja.

__ADS_1


" Kenapa harus terus bekerja," Felly melihat ke layar laptop yang lagi-lagi tidak di mengertinya apa itu.


" Besok adalah sidang papa dan aku tidak boleh santai-santai," jawab Aditya dengan mengusap-usap lengan Felly dan mencium pucuk kepala Felly.


" Apa besok papa akan keluar dari penjara?" tanya Felly yang juga mencemaskan hal itu.


" Hmmm, papa akan bebas besok," sahut Aditya dengan yakin. Felly mengangkat kepalanya dan melihat Aditya.


" Terima kasih, kamu melakukan banyak untuk keluargaku. Untuk kebebesan papa," ucap Felly. Aditya tersenyum mendengarnya.


" Jangan mengucapkan terima kasih, karena itu adalah tugasku. Kamu adalah kewajibanmu dan itu berarti keluargamu," ucap Aditya.


" Aku akan tetap mengucapkan terima kasih padamu," sahut Felly.


" Baiklah, aku akan menerima terima kasih mu," sahut Aditya. Felly tersenyum dan kembali memeluk Aditya.


" Apa kakek besok ikut dalam persidangan?" tanya Felly.


" Iya kakek, harus ikut. Karena dia harus melihat perbuatan menantunya dan juga cucunya," jawab Aditya.


" Aditya, mereka menganggap kamu sudah sekarat. Dan bahkan mereka masih ingin membunuh kamu," ucap Felly uang mengingat apa yang di dengarnya kemarin.


" Hmmm, tidak apa-apa, mereka memang hanya bisa bicara. Kamu jangan menakutkan apapun. Kau tidak akan apa-apa. Lagian besok kita akan memberikan kejutan untuk mereka," ucap Aditya. Felly kembali menoleh ke arah Aditya.


" Apa kamu yakin mereka akan kalah?" tanya Felly yang ragu.


" Aku yakin. Aku tidak akan bisa di lawan mereka. Mereka akan benar-benar kalah. Damar akan mendapatkan balasan dari perbuatannya dan Rebecca juga akan masuk bui karena terbukti bersalah karena membantu Damar. Lalu Rebecca akan memulai hukumannya yang sebenarnya," ucap Aditya menegaskan dengan yakin.


" Aku berharap semuanya lancar," ucap Felly. Aditya mengangguk dengan memeluk Felly lebih erat.



...Para readers yang baik hati mohon untuk mampir kemari ya. Soalnya butuh banget dukungannya. Like, komennya, makasih ya uang setia bersamaku....


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2