Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 45 Pindah


__ADS_3

Ide Felly untuk meninggalkan Jakarta juga bisa di terima sang bibi. Tetapi tetap saja dalam masa seperti ini akan kesulitan mencari uang. Mengeluarkan surat pindah dari sekolah itu tidak gampang, butuh waktu dan pasti biaya yang banyak.


" Lagi pula Felly kalau pindah seperti ini selain biaya, anak-anak juga pasti kaget tiba-tiba pindah sekolah," lanjut bi Wanti yang memang lebih memikirkan pendidikan.


" Bibi jangan khawatir, masalah biaya Felly masih ada tabungan. Biar urusan sekolah Felly yang mengurusnya. Felly juga yakin anak-anak pasti memaklumi dan tidak akan menyulitkan suasana. Mereka anak yang baik dan pasti akan setuju saja dengan keputusan untuk pindah. Yang penting kak Andre dan Bibi setuju untuk kita pindah," ucap Felly dengan yakin.


" Bagaimana?" tanya Felly memastikan melihat bibi dan kakaknya secara bergantian.


" Kakak akan bicarakan dengan mama dulu. Karena apapun itu keputusan ada di tangan mama," sahut Andre yang belum bisa memutuskan apa-apa. Mamanya sebagai kepala keluarga memang yang berhak mengambil keputusan.


" Bibi juga akan ikut mendiskusikannya, jika mama kamu setuju, mau bilang apa lagi," sambung Wanti yang juga mengikut Andre.


" Baiklah, kita akan diskusikan dengan mama," sahut Felly.


" Aku berharap rencanaku berhasil," batin Felly.


Dari jawaban itu Felly mengantungi 50% setuju. Ya dia juga akan ikut membujuk mamanya agar bisa pindah dari Jakarta.


Dia memang akan menjadi pengecut kali ini. Karena melarikan diri. Melarikan diri dari Pria kejam yang jelas tidak bisa di hadapinya.


Selama ini dia tidak pernah tidak menghadapi masalah secara pengecut Sebesar apapun pasti di hadapinya. Tetapi kali ini dia harus lari dari masalah.


Aditya bukan tandingannya. Sampai kapanpun dia tidak akan bisa menang dari Aditya. Aditya juga beberapa kali mengancamnya dengan hal-hal yang menakutkan yang membuat hidupnya tidak tenang.


Dari pada bertahan untuk semua itu. Felly lebih memilih pergi. Membawa luka yang di didapatkannya. Sudah nasibnya menjadi wanita malang.


Kehilangan kehormatan. Pernikahan yang batal. Dihina kekasih sendiri. Mendapat cemoohan di anggap sampah dan yang lebih parah hampir menjadi wanita malam. Semua di dapatkannya dalam berturut-turut.


Mentalnya sudah cukup kuat menahankan semua itu selama berhari-hari, Minggu bahkan sudah mau 1 bulan. Dan dia ingin melanjutkan hidupnya walau dengan keadaannya seperti itu.


Dia harus hidup. Dia ingin hidup. Dan dengan cara seperti itu. Felly bisa hidup. Lari dari semuanya. Lari dari Aditya untuk selama-lamanya. Dan pasti melupakan masa lalunya yang sudah di kecewakan nya.

__ADS_1


**********


Setelah bersusah payah membujuk keluarganya. Akhirnya semua penghuni rumahnya setuju dengan Felly yang benar-benar ingin pindah.


Mamanya juga setuju untuk pindah. Dia juga merindukan rumahnya yang dulu dan mungkin benar kata Felly. Siapa tau di sana mereka akan menemukan kedamaian, ketenangan dan mungkin bisa bangkit pelan-pelan.


Karena apapun itu mereka tidak mungkin bertahan dalam keadaan yang keras di Jakarta. Mamanya sangat mengerti.


Selama hidup susah di Jakarta pasti anak-anaknya mengalami tekanan yang banyak dan mungkin meninggalkan kota yang menakutkan itu akan jauh lebih baik.


Felly dan keluarganya sudah mulai mengemasi barang-barang mereka. Memasukkan pakaian kedalam koper dan beberapa barang-barang yang di masukkan kedalam kerdus-kardus.


Felly juga sudah mengurus semua surat pindahan adiknya dan juga anak dari bibinya. Hal itu juga sangat di mudahkan pihak sekolah. Jadi tidak membutuhkan waktu lama Felly mendapatkan surat pindah itu.


Andre juga sudah mengurus pekerjaannya dan menerima pesangon. Walau bosnya pelit. Masih syukur dia mendapatkan pesangon lumayan untuk tambahan biaya membangun kehidupan yang baru.


Begitu juga dengan Felly yang juga sudah mengambil semua upah dari pekerjaannya. Dia juga mendapatkan dengan mudah tidak ada kendala yang sempat di khawatirkan nya.


Dan untuk di Restaurant sangat bertepatan dengan Felly yang gajian. Jadi dia tidak perlu mengatakan berhenti bekerja. Yang mungkin akan menimbulkan insiden dan bisa sampai ketelinga Aditya. Rencananya bisa berantakan jadi moment itu memang tepat.


Mobil truk milik teman Andre sudah terparkir di depan rumah itu. Andre dan temannya mengangkat barang-barang berat kedalam truk itu.


Seperti lemari, sofa murah, tempat tidur dan beberapa meja yang memang ada di dalam rumah itu. Saat pindah kerumah itu memang kosong. Dan barang-barang mereka yang ada di dalam barang-barang yang mereka beli. Jadi harus di bawa karena memang pasti sangat di perlukan.


Untung teman Andre berbaik hati meminjamkan truknya yang bisa mengangkut semua barang-barang mereka yang memang tidak seberapa.


Sementara Agni, Felly, Lulu, Dody saling mengoper kerdus-kerdus yang sudah berisi barang-barang yang di susun rapi di dalam truk tersebut.


Felly cukup terburu-buru melakukannya. Karena takut Aditya akan mengetahui kepergiannya. Dia tidak ingin semuanya gagal.


Memang selama 3 hari ini Aditya tidak menemuinya. Felly mendengar isu-isu jika Aditya ada perjalanan bisnis keluar Negri. Jadi itu suatu keuntungan untuknya agar Aditya tidak mengetahui kepergiannya.

__ADS_1


Setelah memasukkan semua barang-barang Andre membantu sang mama untuk naik kedalam truk, menyusul Dody, lulu dan Agni.


Andre dan temannya juga memasang tenda agar jauh terlindung dari hujan dan juga panas matahari. Mereka memang tidak punya uang lagi untuk menyewa mobil. Jadi hanya bisa menggunakan truk yang sekalian bisa mengangkat barang-barang.


Felly meletakkan pamlet di depan pintu rumahnya. Rumah ini di jual lengkap dengan no hpnya. Felly menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan.


" Semoga aku bisa menemukan hidupku yang baru. Semoga dengan langkahku meninggalkan rumah ini adalah jalan yang tepat," batin Felly dengan kepalanya berkeliling melihat di sekeliling rumahnya.


Sangat berat pasti meninggalkan rumah yang menemani masa-masa sulit itu. Tetapi itu jalan yang harus di ambil.


" Ayo Felly naik," tegur Andre membuat Felly tersentak kaget.


" Iya kak," jawab Felly. Felly pun akhirnya menaiki truk di bantu kakaknya.


Setelah memastikan aman Andre dan temannya memasuki mobil bagian depan. Temannya tetap mengemudi dan Andre duduk di sebelahnya.


Setelah saling melihat dengan temannya akhirnya temannya mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan normal. Tidak laju dan tidak pelan.


" Selamat tinggal hidupku yang sangat kelam," batin Felly dengan matanya berkaca-kaca.


***********


Terang hari sudah berubah menjadi malam hari. Mereka juga sudah selesai menikmati makan malam yang apa adanya di dalam truk. Tadi mereka singgah di jalan membeli nasi bungkus dan memakannya di dalam bus.


Sekarang Dody dan Lulu yang sedari tadi lelah bermain akhirnya tertidur di paha Wanti. Begitu juga Agni yang tertidur di pangkuan sang mama.


Sementara Felly yang berbaring miring dengan meringkuk membelakangi semuanya. Dengan ke-2 tangannya berada di bawah pipinya. Felly tidak tidur. Pikirannya masih tidak tenang.


Dia sebenarnya merasa bersalah karena meninggalkan papanya. Tetapi dia juga ingin melanjutkan hidupnya dan menjaga keluarganya dari ancaman.


" Maafin Felly pa, Felly janji setelah merasa aman Felly akan menjenguk papa. Felly akan mengunjungi papa. Felly dan keluarga hanya pergi dari rumah. Tetapi tidak pernah meninggalkan papa. Felly sayang sama papa. Felly akan tetap menyayangi papa apapun itu," batin Felly yang kepikiran dengan papanya.

__ADS_1


Karena saat mereka pindah Felly dan keluarganya tidak sempat berpamitan dengan sang papa.


Bersambung.....


__ADS_2