
Aditya keluar dari kamar sang kakek dengan bergerutu kesal penuh kemarahan dengan kakeknya yang banyak bicara dan pasti ujung-ujungnya menyalahkan dirinya.
" Sial bisa-bisanya kakek mengetahui semua itu. Tidak bisa jika kakek tau apa yang aku lakukan kepada wanita itu, semuanya bisa berantakan," batin Aditya benar-benar tidak menyangka hal itu.
Aditya memang sangat ceroboh bisa-bisanya dia memperkosa Felly di rumah Kakeknya yang jelas banyak penghuninya. Dia juga membiarkan Felly keluar sendirian.
Aditya baru kepikiran bagaimana Felly keluar malam itu. Sementara rumah kakeknya banyak penjaga di mana-mana dan apa tidak ada yang bertanya kepadanya. Hal itu baru kepikiran oleh Aditya.
Kekesalan Aditya juga di tambah dengan kakeknya yang malah mengintimidasinya dan berusaha mencari kesalahannya di bandingkan Damar yang jelas-jelas sudah membuat onar di Restaurantnya.
Aditya yang ingin keluar rumah berpapasan dengan Damar yang memasuki rumah. Aditya hanya melihat Pria itu sinis. Lebih tepatnya mereka berdua saling menatap sinis.
Sebenarnya masih ingin baku hantam agar bisa mencari kepuasan sendiri. Karena apa yang terjadi di restauran jelas belum puas.
Tetapi Aditya tidak bersemangat untuk ribut. Dia sangat malas harus mengeluarkan tenaga untuk damar. Aditya lebih memilih untuk melewati saja dari pada harus meladeni Damar yang ada emosinya akan semakin naik.
" Kekanak-kanakan sekali," ucap Damar yang membuat langkah Aditya berhenti.
Aditya harus membalikkan tubuhnya melihat pria yang berani bicara kepadanya dan Pria itu sampai saat ini masih tetap membelakanginya.
" Kau bicara denganku?" tanya Aditya dengan suara Datar.
" Apa disini ada orang lain selain dirimu," sahut Damar yang sudah membalikkan tubuhnya. Menatap kakak tirinya dengan tatapan kebencian.
Tidak ada kata selain kebencian. Karena memang itu yang paling tepat. Bagaimana tidak membencinya. Pria yang sudah merebut kekasihnya.
Berselingkuh di belakanganya. Pernikahannya berantakan. Bukan hanya pernikahannya. Tetapi juga dirinya.
" Kau mengatakan aku kekanak-kanakan, kau sedang berkaca dengan dirimu. Atau kau tidak bisa berkaca. Atau tidak memiliki kaca. Apa uangmu sudah habis sehingga tidak mampu membeli kaca. Siapa yang kenak-kanakan. Aku atau kau. Kau datang ke Restauranku dan menampar kekasihku. Apa itu tidak kekanak-kanakan," ucap Aditya dengan menekan suaranya menyinggung kejadian yang baru saja terjadi.
__ADS_1
Mengatakan kekasih jelas Damar naik pitam. Memang Aditya tidak pernah tau malu. Sangat bangga berselingkuh dengan Felly.
Aditya bisa melihat Damar kembali terpancing emosi. Dengan tangan Damar yang mengepal kuat. Jelas hal itu membuat kebahagian tersendiri bagi Aditya.
" Kekasih katamu, kau mengatakan kekasih kepada wanita yang jelas adalah tunanganku, sungguh tidak tau malu," sahut Damar sinis.
" Tidak tau malu katamu. Kau yang tidak tau malu," sahut Aditya.
Damar dan Aditya memang tidak pernah membicarakan wanita yang membuat keduanya berperang. Dan memang baru tadi ke-2 nya benar-benar serius seakan memperebutkan Felly.
" Jelas kau yang tidak tau malu. Berselingkuh dengan tunanganku," sinis Damar.
" Tunangan. Apa kau semarah itu karena dia tidak memilihmu sampai kau terus masih menganggap dia sebagai tunangan, sebagai kekasih atau sebagai calon istri. Hey, kau tidak tuli dia mengatakan sudah berkali-kali di telingamu. Jika dia tidak memilihmu dan memilihku," sahut Aditya dengan sinis dengan ke-2 tangan di masukkan kesakunya.
Dia sangat puas berbicara mengenai hal itu kepada Damar. Seakan Aditya membuat Damar sadar jika Felly hanya menghiyanatinya dan bahkan memilihnya. Walau semua itu adalah sandiwara Aditya.
" Wanita lain katamu. Kenapa bukan kau saja yang melakukannya. Dan memang harus kau melakukannya kau harus mencari wanita lain. Agar bisa move-on dari calon istriku, karena aku tidak ingin ada pria yang menyukai istriku kelak. Apapun itu bukannya kau harus memanggilnya kakak," sahut Aditya tersenyum miring.
" Kau sangat bangga mengatakan Felly sebagai calon istrimu. Apa kau tidak merasa malu akan menikahi wanita bekas dari ku," sinis Damar yang juga ingin memancing amarah Aditya.
Kata bekas pasti membuat Aditya marah. Tidak bisa di pungkiri jika Felly mantan kekasih Damar dan memang iya pasti itu bekas.
Tetapi ternyata kata-kata itu tidak berpengaruh kepada Aditya. Dia malah tersenyum menanggapi kata bekas yang di katakan Damar.
" Apa katamu bekas. Bekas yang mana. Bekas kekasih. Atau bekas tubuh," sahut Aditya melangkah maju lebih dekat kepada Damar. Berbicara dengan seriangi nakal di wajahnya.
" Memang apa yang kau lakukan kepadanya selama 1 tahun berpacaran. Memegang tangannya, memeluknya, menciumnya atau melakukan hal lain yang seharusnya di lakukan," ucap Aditya, Damar mengepal tangannya sangat mengerti kata-kata Aditya.
" Tidak, kau tidak melakukan 2 yang terakhir ku ucapkan. Hey kau harus tau aku sangat ahli dalam melakukan semua itu. Dan hubungan ku dengan dia tidak sekaku hubunganmu dengannya dan jika kau mengatakan bekas kau salah. Karena aku tau bagaiman tubuh wanita yang menjadi kekasihku," bisik Aditya.
__ADS_1
Mendengar bisikan itu membuat Damar geram mengepal tangannya semakin kuat. Damar yang terpancing emosi langsung menarik kerah kemeja Aditya dengan matanya yang melotot.
" Apa yang kau lakukan kepadanya?" tanya Damar menekan suaranya. Aditya mengendus kasar melihat Damar seperti monster. Tetapi tidak bisa melakukan apa-apa. Damar memang terpancing kembali.
" Ada apa, kenapa kau marah. Aku punya cara sendiri untuk berhubungan. Apa aku juga harus mengajarimu cara berhubungan dengan wanita,"
" Baiklah! Aku akan mengajarimu agar ketika kau nanti punya pacar lagi. Kau tidak hanya jalan, makan, dan pegangan tangan, atau berpelukan, kau bisa bawa dia keranjang mu agar hubungan kalian hangat dan mungkin dia tidak akan bermain di belakangmu," ucap Aditya dengan entengnya.
Dia memang tidak peduli lagi. Dia hanya ingin membuat Pria itu hancur- sehancur nya. Dan sepertinya berhasil.
" Brengsek," geram Damar yang ingin menonjok Aditya.
Tetapi Aditya menahan kepalan tangan itu dengan telapak tangannya dan mendorong kasar tubuh Damar dari hadapannya.
" Aku sedang tidak ingin ribut denganmu. Aku rasa semuanya sudah jelas. Bagaiman hubunganku dengan Felly dan kau hanya mantan kekasihnya. Dia memilihku. Karena aku pintar dalam segala hal," ucap Aditya merapikan bajunya.
" Jadi belajarlah cara berpacaran yang benar agar kekasihmu tidak lari lagi di kemudian hari," ucap Aditya memberi damar saran. Aditya pun langsung berbalik badan dengan senyum kemenangan.
" Kau tidak akan bisa bersamanya," sahut Damar kembali menghentikan langkahnya.
" Jika mengambilnya dari ku. Maka aku juga akan mengambilnya kembali dan aku juga harus tau apa dia bekas dari mu," sahut Damar seperti menantang Aditya.
" Sial," desis Aditya.
" Dia akan kembali memilihku. Karena cuma aku yang bertanggung jawab akan hidupnya. Tidak sepertimu yang mungkin sekarang hanya bermain-main saja," ucap Damar.
" Kau menguji kesabaran ku, akan kita lihat nanti," batin Aditya yang langsung pergi. Bisa-bisa dia akan kembali emosi dengan Damar yang terus mencari masalah dan akan menimbulkan keributan.
Bersambung..
__ADS_1