Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 170 Rasa kecewa.


__ADS_3

Malam hari telah tiba. Ternyata Felly sedang tertidur di dalam kamarnya dengan memiringkan tubuhnya dan Aditya berada di belakanganya yang sibuk dengan laptopnya yang sepertinya mengerjakan hal-hal yang penting. Sehingga wajahnya begitu terlihat sangat serius.


Dratttt, Dratttt. Ponsel Aditya berbunyi dan Aditya langsung mengangkatnya.


" Ada apa?" tanya Aditya.


" Baiklah, kamu tunggu aku di sana," ucap Aditya mematikan ponselnya.


Lalu menutup laptopnya dan langsung bangkit dari tempat tidur dan buru-buru keluar dari kamar. Felly membuka matanya perlahan dan ternyata mendengar Aditya mengangkat telpon. Felly duduk dengan perlahan dan melihat ponsel Aditya yang tidak di bawa Aditya dan Felly melihat panggilan masuk yang ternyata Laura.


" Kenapa dia harus menelpon Aditya malam-malam," ucap Felly melihat ke arah pintu. Bukan Felly yang namanya tidak penasaran dan Felly langsung bangkit dari tempat tidurnya dan langsung ke luar dari kamar.


Di luar kamar yang begitu gelap membuat langkah Felly perlahan-lahan, layaknya seperti pencuri yang mengendap-endap yang mencari suaminya, Felly menemukan Aditya yang berjalan ke arah gudang dan Felly dengan cepat langsung mengikutinya.


Aditya melihat di sekitarnya dan memasuki gudang tersebut setelah memastikan aman dan Laura memang sedang menunggunya di sana.


" Ada apa?" tanya Aditya.


" Apa yang harus aku lakukan lagi, sepertinya Damar mencurigaiku," ucap Laura yang panik.


" Kamu harus lebih hati-hati. Karena tidak ada yang bisa kamu lakukan selain kamu harus hati-hati," ucap Aditya.


" Aditya, kenapa kita tidak kirimkan saja rekaman itu pada Rebecca. Agar dia takut dan merasa terancam," ucap Laura memberikan saran.


" Tidak! itu tidak ada gunanya dengan tindakan seperti itu. Rebecca hanya akan tau. Jika ada mata-mata di rumah ini. Jadi jangan melakukan hal yang hanya akan merugikan kita," ucap Aditya yang sudah tau ujungnya.


" Lalu kenapa kita tidak tunjukkan pada kakek kakek Harison langsung agar masalahnya cepat selesai," ucap Laura yang tergesa-gesa.


" Tidak Laura. Itu sama saja. Aku tidak akan bisa membalaskan perbuatan Leon dan William yang masih berkeliaran dan juga Rebecca yang tidak akan bisa mendapat balasannya. Lagian aku harus membebaskan tuan Anderson. Jadi jangan gegabah. Kita sudah membuat rencana dan ikuti saja," tegas Aditya yang selalu bermain dengan cantik.


" Dan apa menurut kamu, kita akan menang melawan mereka?" tanya Laura ragu.


" Walau mereka banyak. Tetapi jika kamu hati-hati dan cerdas sedikit. Maka mereka akan kalah. Jadi percayalah. Semuanya akan baik-baik saja," ucap Aditya dengan tenang sementara Laura sudah kepanikan dan sangat takut dengan Damar yang tampak mencurigainya.

__ADS_1


Ternyata di sisi lain Felly sudah sampai gudang itu dan mendengarkan apa-apa yang di bicarakan suaminya dengan wanita itu. Sebuah rencana yang dia tidak tau. Tetapi dapat menarik kesimpulan jika Aditya memang sedang membalas dendam atas apa yang terjadi pada kakeknya.


" Kenapa dia harus membicarakan hal itu pada orang lain. Aditya apa kamu tidak mempercayaiku. Sehingga kamu tidak menginginkanku mencampuri semuanya," batin Felly yang tampak kecewa. Dia merasa tidak di anggap, jika Aditya tidak bercerita kepadanya.


" Siapa di sana," sahut tiba-tiba suara seseorang membuat Felly tersentak kaget. Begitu juga dengan Aditya dan Laura yang ada di dalam gedung yang juga kaget.


Laura, Aditya saling melihat kaget dengan gertakan suara itu. Sementara Felly yang takut ketahuan langsung pergi dengan buru-buru yang kemungkinan jika dia ketahuan, Aditya juga bisa ketahuan. Dia pasti tidak ingin hal itu terjadi.


Felly berjalan di gelap-gelapan dengan langkah yang buru-buru agar bisa cepat sampai masuk kekamarnya karena firasatnya orang yang dia tidak tau siapa yang menggertak itu sedang mengikutinya dan berusaha menangkapnya.


" Bagaimana ini," batin Felly yang kepanikan dengan wajahnya yang memucat. Di tengah kepanikannya sebuah tangan kekar menarik tangannya membuat Felly tersentak kaget dengan matanya yang melebar.


" Aaa mp," teriak Felly kaget dan mulutnya langsung di tutup saat tubuhnya menempel di dinding yang ternyata orang yang menarik tangannya dan menutup mulutnya adalah Aditya yang sudah menghimpit tubuhnya.


" Aditya," batin Felly dengan matanya yang tidak lepas menatap Aditya dan tatapan Aditya terlihat dingin kepadanya.


" Siapa di sana?" gertak suara lantang itu lagi membuat ekor mata Aditya melihat ke arah suara tersebut.


Aditya melepas tangannya dari mulut Felly dan memegang lengan Felly lalu membawanya pergi dari tempat itu dan langsung berhadapan dengan Pria yang bertanya tadi yang menyorotkan cahaya senter pada Aditya dan Felly, membuat mata ke-2nya silau.


" Tuan Aditya," ucap Pria yabg ternyata pengawal di rumah itu. Begitu melihat Aditya pria itu langsung menunduk.


" Ada apa? kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Aditya.


" Maaf tuan, tadi saya melihat ada seseorang di gudang, dan sepertinya lari arah sini," ucap Pria itu.


" Tidak ada siapa-siapa di sini. Aku dan istriku sedari tadi mengobrol di sini. Jadi tidak ada siapa-siapa. Jika kau tidak bisa melihat dengan benar, sebaiknya jangan memperpanjang masalah," ucap Aditya dengan sinis. Sementara Felly masih panik. Walau sudah selamat. Tetapi dia tetap panik.


" Baik tuan," sahut Pria itu. Aditya pun membawa Felly pergi dari tempat itu.


Aditya langsung membawa Felly kedalam kamar dan melepas tangannya dari Felly.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Aditya menghadap Felly yang sekarang dek-dekan.

__ADS_1


" Tidak ada," jawab Felly pelan dan menundukkan pandangannya yang tidak berani melihat Aditya.


" Kenapa kau bisa ada di sana?" tanya Aditya lagi. Felly diam tanpa menjawab.


" Felly, baru saja aku mengingatkan mu dan ternyata aku lupa jika kau sangat keras kepala. Kau sangat ingin tau semuanya. Kau tau apa yang kau lakukan tadi bisa merusak rencanaku. Kecerobohan mu dan keingin tau mu, hanya akan merusak semuanya," ucap Aditya yang tampak marah.


" Kenapa Felly kau begitu susah di kasih tau," geram Aditya.


" Aku memperingatkanmu jangan melakukan hal itu lagi," ucap Aditya mencoba memengankan dirinya.


Karena dia juga menyadari kata-katanya barusan terlihat sangat marah dengan Felly. Aditya mendekatkan dirinya dengan Felly dan memegang dagu Felly mengangkatnya agar wajah Felly sejajar dengannya.


" Kau mengerti kan apa yang aku katakan. Kau hanya fokus pada dirimu dan juga anak kita. Dan masalah yang lainnya kau tak perlu ikut campur," ucap Aditya terus mengingatkan mengusap perut Felly dengan mata mereka yang saling menatap.


1 tangan Aditya memegang pipi Felly dengan mengusap-usap pipi Felly dengan lembut.


" Felly, jangan membantah apa yang aku katakan. Kamu mengerti kan," ucap Aditya. Ingin mencium kening Felly.


Tetapi seketika Felly yang sangat kesal menghindar dan menepis tangan Aditya dari perutnya dan juga dagunya. Hal itu membuat Aditya kaget dengan ketusnya Felly.


" Felly," lirih Aditya.


" Jika kau tidak bisa memberiku semua alasan atas apa yang terjadi. Aku rasa kau tidak perlu menyentuhku dan juga anakku," ucap Felly dengan menekankan. Aditya kaget mendengar perkataan Felly.


" Apa maksud kamu?" tanya Aditya.


Felly tidak menjawab dan langsung menaiki ranjang dan langsung menarik selimut dengan menutup tubuhnya.


" Aku kira kamu memiliki perasaan pada ku Aditya. Tetapi tidak, tetap saja apa yang terjadi beberapa waktu lalu hanya sebuah hasrat tanpa perasaan," batin Felly yang merasakan sakit hati dengan tindakan Aditya.


Felly sangat cemburu dengan Laura yang Aditya lebih memperdulikan dan lebih terbuka pada Laura di bandingkan dirinya yang berusaha untuk memahami Aditya. Tetapi dia mendapatkan luka saat Aditya benar-benar seakan tidak mempercayainya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2