Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 160 Berusaha tidak menolak.


__ADS_3

" Kau menangis terus, sampai matamu melebihi panda hitamnya," ucap Aditya mengejek Felly.


" Kau memang selalu membuat mood berantakan," sahut Felly kesal, Aditya menyunggingkan senyumnya.


" Kau mau!" tawar Felly dengan apa yang di makannya.


" Tidak makanlah. Kau jauh lebih kelaparan di bandingkan aku," sahut Aditya menolak.


" Baguslah jika kau tidak mau. Jadi tidak akan berkurang," sahut Felly yang malah senang dan kembali memakannya, Aditya mendengus mendengar cuitan Felly.


" Aditya!" tegur Felly menghadap Aditya.


" Ada apa?" tanya Aditya yang juga melihat ke arah Felly.


" Aku benar-benar kali ini serius bicara kepadamu. Jangan mengganggu Aqni. Dia adik iparmu. Kau tidak pantas menjadikannya hanya alat becandaan mu," ucap Felly dengan wajahnya yang serius dan Aditya melihat ke seriusan wajah itu.


" Kau tau itu becandaan, lalu kenapa, kau menganggap serius," sahut Aditya dengan menatap Felly dalam-dalam.


" Karena kau tidak tau apa yang aku rasakan. Aku sangat takut. Jika terjadi sesuatu pada adikku, aku takut jika apa yang terjadi padaku. Terjadi padanya. Jadi jangan mengatakan apa-apa lagi tentang Aqni yang membuatku ketakutan," ucap Felly dengan wajahnya yang serius.


" Baiklah, aku tidak akan mengatakan apa-apa lagi. Aku tidak pernah ada niat untuk mengganggunya," sahut Aditya yang kali ini tumben tidak banyak cerita.


" Aneh sekali, tumben dia engge-engge aja," batin Felly yang malah heran sendiri.


Aditya terus menatap wajah Felly dan melihat di ujung bibir Felly yang terdapat cairan gula merah yang mungkin Felly tidak menyadari jika dia makan belepotan.


Hal itu membuat Aditya mendekatkan wajahnya pada Felly dan tangannya bergerak dan jempolnya mengusap lembut ujung bibir Felly. Membuat Felly menjadi gugup.


" Kau seperti anak kecil makan selalu berantakan," ucap Aditya dengan pelan. Napas Aditya bahkan menerpa wajah Felly dengan tatapan matanya yang begitu menggoda.


Felly dan Aditya sangat betah saling memandang, debaran jantung Felly kembali tidak bisa di ajak kerjasama berdetak tidak beraturan.


Mata Aditya turun pada bibir merah Felly yang bergetar, sementara wajah Felly sudah benar-benar merah. Aditya semakin mendekatkan wajahnya dan tanpa menunggu lama. Aditya meraih bibir Felly dan Felly sepertinya tidak menolah dan memejamkan matanya.

__ADS_1


Aditya memegang pipi Felly dengan ke-2 tangannya, mengantarkan wajah Felly lebih dekat kepadanya. Agar dia bisa memperdalam ciumannya. Felly meremas kemeja Aditya saat dia benar-benar terhanyut dalam sentuhan bibir suaminya.


Aditya terus memperdalam ciumannya dengan, menuntun Felly untuk membalasnya ciumannya itu. Tetapi Felly tidak semahir Aditya dan dia hanya mengikuti Aditya saja.


Dia mengikuti permainan Aditya yang membawanya terbang sampai ke awang-awang. Ciuman kali ini terlihat sangat ikhlas. Aditya bisa merasakan.


Jika Felly benar-benar seakan merelakan dan tidak ada paksaan seperti biasa yang membuatnya tidak ingin menyelesaikannya secepatnya.


Sadar dengan tempat mereka yang berada di alam terbuka dan tidak menutup kemungkinan, bisa saja orang di rumah Felly melihat mereka seperti itu. Memang tidak ada yang salah. Tapi jiwa malu masih di miliki Aditya.


Hal itu membuat Aditya harus melepaskan ciuman itu dengan perlahan. Walau dia tidak ingin berhenti sama sekali. Mata Felly dan Aditya sama-sama perlahan terbuka dengan napas Felly yang naik turun.


Wajahnya semakin memerah dengan Aditya yang menatapnya dengan tatapan penuh gairah. Sentuhan lembut jari Aditya di pipinya membuatnya merinding.


" Apa kita harus melanjutkannya di dalam kamar," ucap Aditya dengan suara seraknya. Felly terdiam, tidak langsung menyambar seperti biasa, atau langsung mendorong Aditya. Karena dia begitu sensitif dengan hal-hal seperti itu.


Kali ini dia diam mematung, menatap sayu suaminya itu. Seakan memikirkan pertanyaan Aditya. Yang tidak bisa dipungkirinya. Jika dia sudah terhipnotis oleh Aditya dan takut jika pertahannya benar-benar akan runtuh.


" Kamu kenapa diam?" tanya Aditya dengan lembut. Mengusap rambut Felly.


" Dia sangat manis," ucap Aditya tersenyum simpul mengusap bibirnya dengan jempolnya.


Dia merasakan ada sesuatu. Sehingga sangat sabar menahan hasratnya yang pasti ingin secepatnya di tuntaskan. Tetapi seakan dia ingin memberikan kenyamanan pada Felly dan mungkin tidak akan melakukannya tanpa persetujuan dari Felly.


*************


Felly memasuki kamar mandi dan mencuci wajahnya di wastafel, Felly mantap wajah merahnya di depan cermin. Dia terus membuang napasnya kedepan. Napas yang belum stabil dengan mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya. Dia merasa kepanasan.


Tubuhnya mungkin sangat panas. Mendengar kata-kata Aditya dan juga habis mendapatkan ciuman yang bergairah dari Aditya. Jadi jelas dia kepanasan.


" Apa yang kamu pikirkan Felly, jangan memikirkan apa-apa. Felly tidak mungkin. Kamu tidak mungkin memberikan hal itu," batin Felly sepertinya ada rencana untuk melayani suaminya.


Felly akhirnya keluar dari kamar mandi setelah merasa tenang dan dia di kejutkan dengan Aditya yang berdiri di sisi ranjang. Hal itu membuat Felly kikuk.

__ADS_1


Bisa-bisanya ada Aditya di dalam kamar itu. Setelah pikirannya tadi melayang-layang. Wajah Felly semakin panik dan terlihat beberapa kali membuang napasnya kedepan.


" Aku akan membantu mama untuk menyiapkan makan siang," ucap Felly yang langsung melangkah untuk menghindari Aditya.


Namun Aditya memegang tangannya, sehingga langkahnya Benar-benar terhenti dan Aditya melangkah menghadap Felly.


Felly semakin gugup dan tidak berani menatap Aditya. Dia malah terlihat gelisah dengan Aditya yang tangannya bukan hanya memegang tangan Felly, tetapi mengusapnya lembut.


" Kau terlihat sangat gugup," ucap Aditya.


" Tidak! aku tidak gugup," jawab Felly bibir bergetar jelas sangat gugup.


Aditya memegang dagu lancip Felly dan mensejajarkan wajah Felly, sehingga kegugupan Felly semakin jelas di lihatnya. Dan Aditya mencium lembut kening Felly. Sentuhan itu kembali membuat Felly terhanyut.


Dia yang adanya bisa mati kaku dengan Aditya yang memperlakukannya sangat manis. Kedua, tangan Aditya mengusap lengan Felly dari bawah sampai atas, membuat Felly benar-benar merinding bulu kuduknya benar-benar naik.


Aditya menatap dalam-dalam Felly mendekatkan lagi Felly dan tanpa Felly sadari Aditya sudah menggendongnya ala bridal style yang jelas membuat Felly semakin panik.


Beberapa kali Felly menelan salavinanya dan dengan debaran jantungnya yang semakin bergetar hebat dan napasnya yang naik turun. Dia tidak mengeluarkan suara sama sekali dan hanya mengeluarkan suara napas beratnya.


Aditya langsung mengantarkan tubuh kecil itu keatas ranjang. Membaringkan dengan lembut yang apa yang akan dilakukan Aditya pasti akan mengarah ke arah sana.


Aditya kembali mencium kening Felly dan Felly memejamkan matanya. Saat mendapat kecupan yang manis dan hangat itu.


Ciuman Aditya turun pada perut Felly membuat Felly meremas seprai dengan matanya memejam, karena benar-benar sentuhan Aditya membuatnya begitu terhanyut. Baru melakukan itu. Felly sudah goyah.


" Aku ingin mengunjunginya," ucap Aditya dengan menatap dalam-dalam Felly dan Felly yang tidak tahan dengan tatapan itu, memalingkan wajahnya kekirinya.


Bersambung.



Para readers kesayangan aku. Aku minta dukungan nya ya untuk mampir ke novel terbaru aku yang berjudul tertulis dalam imam ku.

__ADS_1


Punya cerita yang pasti berbeda dengan Novel-novel yang lainnya. Mohon tinggalkan jejak, like, komennya, dan vote, sebanyak-banyaknya ya.


Terimah kasih untuk semuanya.


__ADS_2