Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Epiosede 311 Kagetnya Aditya.


__ADS_3

Elia yang baru saja mendapatkan berita kebenaran bahwa Bion sebenarnya belum menikah merasa lega. Elia duduk di taman dengan wajahnya yang terlihat begitu murung. Walau lega dengan Bion yang belum menikah. Tapi tetap saja Elia terlihat banyak pikiran.


" Jadi Gina, itu memang bukan istrinya dan Bion kemarin menemuiku. Pasti ingin menjelaskan hal itu. Tetapi aku tidak mendengarkannya. Aku malah marah-marah kepadanya. Terlebih lagi kau menamparnya," ucap Elia merasa bersalah. Elia mengusap wajahnya dengan kasar dengan ke-2 tangannya.


" Elia, Elia kamu sih apa-apaan. Kenapa coba kamu sampai seperti itu. Seharusnya kamu mendengarkan Bion dulu. Baru marah-marah sekarang lihatlah apa yang terjadi. Kamu memukulnya. Padahal dia memiliki niat baik kepadamu," Elia terus merasa bersalah dengan sikapnya kepada Bion yang melewati batasnya.


Di tengah kegelisahannya sendiri dan rasa bersalahnya. Tiba-tiba Elia melihat Bion yang berjalan yang sepertinya Bion ingin menemui Gina.


" Itu Bion!" lirih Elia yang langsung semangat.


" Apa sebaiknya aku menanyakan semuanya pada Bion. Aku mendapat penjelasan yang akurat yang langsung dari Bion," batin Elia yang langsung berdiri yang ingin mengejar Bion.


" Elia!" tegur Andre membuat langkah Elia terhenti. Elia membalikkan tubuhnya dan melihat Andre.


" Andre!" lirih Elia.


" Kamu mau kemana?" tanya Andre.


" Oh, itu aku aku hanya. Tidak mau kemana-mana," sahut Elia yang tampaknya tidak ingin Andre tau.


" Hmmm, kalau begitu ayo, Felly mencari kamu," ucap Andre.


" Oh, iya ayo," sahut Elia yang tidak jadi pergi. Andre berjalan terlebih dahulu dan Elia menyusul namun matanya masih tetap saja melihat kearah Bion yang melihat Bion semakin jauh. Elia harus mengurungkan niatnya untuk hal itu.


" Mungkin nanti saja," batin Elia tidak jadi bicara dengan Bion.


*********


Aditya duduk di samping ranjang Felly yang sekarang menyuapi Felly makan. Setelah melahirkan laparnya Felly memang semakin menjadi-jadi, perutnya semakin kosong.


" Kak Elia belum kemari juga?" tanya Aditya yang tadi meninggalkan istrinya sebentar.

__ADS_1


" Kak Andre sudah menjemputnya," sahut Felly sambil mengunyah makanannya.


" Lalu kok mereka belum datang?" tanya Aditya lagi.


" Biarin ajahlah, lah sayang mungkin kak Andre masih mengajak kak Elia makan jalan atau apapun," sahut Felly, " namanya juga pedekate ya biarin aja," ucap Felly membuat Aditya menatap istrinya serius.


" Maksud kamu?" tanya Aditya tampak heran.


" Issshhh, kamu ini ya nggak peka-peka. Masa kamu tidak tau sih. Kalau kak Andre itu menyukai kak Elia dan sekarang dia itu berusaha membuat kak Elia itu nyaman di sisinya. Jadi biarin ajalah mereka berduan supaya semakin dekat," jelas Felly membuat Aditya kaget.


" Apah, Andre menyukai kak Elia," pekik Aditya yang kelihatan schok.


" Hmmm, benar, masa kamu tidak tau. Ya aku senang sih kalau kak Andre menyukai kak Elia. Jadi kak Elia bisa bahagia, dan kak Andre juga tulus kepadanya dari cara kak Andre bercerita kepadaku. Aku yakin kak Andre menyayangi kak Elia apa adanya," ucap Felly dengan tersenyum yang tampak begitu setuju dengan kakaknya dan kakak iparnya itu bersatu.


Namun Aditya wajah tampan itu masih saja tetap terkejut dan seperti tidak percaya dengan apa yang di katakan Felly. Karena selama ini dia memang tidak melihat gerak-gerik Andre yang mempunyai perasaan yang lain pada kakaknya.


" Jadi Andre menyukai kak Elia. Lalu perasaan kak Elia sendiri bagaimana dan Bion bagaimana," batin Aditya yang sepertinya mengetahui sesuatu.


Flashback.


" Bion!" panggil Aditya yang ternyata sedari tadi berdiri di depan pintu.


" Tuan Aditya!" sahut Bion kaget yang langsung menundukkan kepalanya. Aditya berjalan menghampiri Bion dengan ke-2 tangan Aditya berada di saku celananya.


" Ada apa tuan?" tanya Bion.


" Saya berharap sebelum kamu pergi. Jujur satu hal kepada saya. Tidak menutupi apapun dari saya," ucap Aditya. Mendengar perkataan itu membuat Bion bingung.


" Maksud tuan apa?" tanya Bion bingung.


" Saya yang harus bertanya seperti itu. Kamu pergi pasti bukan alasan yang tadi yang kita bicarakan. Tetapi pasti ada yang paling besar, iya kan?" tanya Aditya yang mencurigai Bion.

__ADS_1


Bion menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Bion yang tampak tidak bisa berbohong dengan Aditya.


" Katakan ada apa?" tanya Aditya dengan menaikkan 1 alisnya. Bion menundukkan kepalanya di hadapan Aditya.


" Maaf tuan jika saya lancang. Maaf sekali lagi jika dengan berani saya menyukai nona Elia," ucap Bion dengan gugup jujur pada Aditya.


Bion harus mengeluarkan keberaniannya untuk mengungkap perasaannya itu.


" Maaf tuan!" ucap Bion lagi. Aditya mendengus tersenyum mendengarnya.


" Lalu jika menyukainya kenapa pergi?" tanya Aditya.


" Saya hanya ingin mandiri. Saya ingin berusaha untuk menjadi orang siap dalam segala materi. Saya ingin menjadi orang sukses yang setara dengan nona Elia. Lalu akan kembali kepadanya setelah saya mensejajarkan derajat saya kepadanya," jelas Bion.


" Apa kamu pikir. Kakak ku mata duitan," sahut Aditya menaikkan 1 alisnya.


" Saya tau nona Elia tidak memandang hal itu. Tapi saya hanya ingin pantas bersanding dengannya," jelas Bion lagi.


" Lalu jika kamu sudah memiliki segalanya nanti. Apa mungkin kamu akan kembali pada kakakku, jangan - jangan kamu tidak akan meliriknya sama sekali," ucap Aditya.


" Tidak tuan!" sahut Bion dengan cepat mengangkat kepalanya, " saya mencintai nona Elia dan saya sungguh-sungguh hanya pergi sebentar," ucap Bion meyakinkan Aditya. Sebagai adik Aditya kelihatan begitu terharu jika ada pria yang mencintai kakaknya.


" Baiklah Bion, terima kasih untuk kejujuran kamu. Dan terima kasih untuk perasaan kamu kepada kakak ku. Tapi Bion kak Elia tidak butuh materi yang ingin kamu cari. Tapi mungkin kamu punya cara sendiri untuk menggapai wanita yang kamu cintai. Saya tidak melarang kamu. Ya saya hanya berharap kamu bisa kembali kepadanya," ucap Aditya yang dengan santai bicara pada Bion.


" Apa itu artinya tuan Aditya tidak mempermasalahkan perasaan saya?" tanya Bion ragu.


" Saya tidak punya hak untuk itu," sahut Aditya menepuk bahu Bion, " pergilah raih apa yang ingin kamu raih dan kembalilah pada kakak ku. Dan satu lagi saat kembali panggilan namanya sebagai tanda kamu bukan bawahannya lagi. Tanda jika kamu akan lebih serius kepadanya," ucap Aditya berpesan lada Bion.


" Baik tuan, saya akan melakukannya," jawab Bion merasa lega. Aditya tersenyum.


" Jangan lama-lama perginya soalnya saya tidak mungkin menjaganya terus," ucap Aditya.

__ADS_1


" Iya tuan, terima kasih untuk kepercayaannya," sahut Bion. Aditya mengangguk dan kembali memeluk Bion. Dia adik yang begitu bahagia. Bahwa ada pria yang mencintai kakaknya. Aditya juga tidak memandang materi dan apapun.


Bersambung


__ADS_2