
Aditya terus melajukan mobil dengan kecepatan yang paling tinggi dan orang-orang yang tadi menyerang mereka mengejar mereka dengan mobil dan juga menembaki ban mobil Aditya.
" Jangan lihat kebelakang," ucap Aditya pada Felly yang terus melihat kebelakang. Dia melihat mobil yang mengejar itu semakin dekat.
" Siapa mereka dan kenapa sampai mengejar kita?" tanya yang di penuhi ketakutan.
" Aku sudah katakan tidak tau dan yang pasti mereka ingin melenyapkan kita. Jadi tenanglah dan jangan banyak bicara," ucap Aditya menegaskan pada Felly sambil melihat ke arah Felly.
Felly memegang perutnya, kepalanya tertunduk melihat perut ramping itu. Dia pasti mencemaskan bayinya. Dia akan takut terjadi sesuatu pada bayinya.
" Dia akan baik-baik saja," sahut Aditya menyakinkan Nayra.
" Aku juga berharap seperti itu," sahut Nayra.
" Siapa mereka, apa yang mereka inginkan. Apa ini suruhan Rebecca," batin Aditya yang langsung berpikiran pada Rebecca. Karena memang Rebecca adalah musuhnya di dunia ini.
" Aku tidak tau apa yang terjadi. Tetapi perasaanku. Sangat tidak enak. Aku tidak tau siapa kamu sebenarnya Aditya. Tetapi aku takut terjadi sesuatu padamu," batin Felly dengan tubuhnya yang bergetar hebat.
shitttt.
Suara bam kempes terdengar kuat yang ternyata ban mobil belakang Aditya tertembak.
" Sial," desis Aditya memukul stir mobil. Felly semakin panik dengan mobil yang melaju semakin tidak benar.
" Aditya apa yang terjadi, kenapa seperti ini?" tanya Felly yang semakin panik.
" Tenanglah, semua akan baik-baik saja," jawab Aditya yang terus membuat Felly tenang. Tetapi mana mungkin tenang dengan mobil yang mereka kendarai sudah entah bagaimana.
Aditya melihat dari kaca spion dan melihat mobil lawannya semakin dekat. Dengan cepat Aditya membanting stir kekanan, sehingga memasuki hutan dan mobil yang mengejar mereka kelewatan dengan strategi Aditya
Tetapi 2 mobil itu langsung putar arah dan mengejar Aditya memasuki hutan.
Sementara Aditya salah sasaran, mobil yang di kenderainya yang melaju tidak menentu masuk semak-semak dan menabaraki ranting-ranting pohon.
Aditya pun melentangkan tangannya di depan Felly, seperti melindungi Felly agar tidak terkena benturan atau apapun yang mencelakai istrinya.
__ADS_1
Mobil itu berjalan terus dan sepertinya sudah masuk tahap rem bolong sampai Aditya yang sedari menginjak rem. Sama sekali tidak berfungsi dan membuat Aditya yang semakin panik.
" Aditya, apa yang terjadi, kenapa tidak berhenti saja?" tanya Felly kepanikan.
" Remnya blong," jawab Aditya.
Felly mendengarnya semakin kaget dan dan pasti ketakutan dan sudah pasrah dengan keselamatannya.
Mobil melaju terus sampai sudah berada di depan sungai. Mata Felly dan Aditya sama-sama terbelalak lebar dengan mau di depan Mereka.
Aaaaaaaaaaaa
Teriakan Felly terdengar kuat dengan menyilangkan tangannya saat mobil itu masuk sungai. Namun tangan Aditya yang satunya masih melindungi Felly dengan melentangkan tangan itu di hadapan Felly.
Byurrrr mobil itu pun akhirnya tenggelam ke dasar sungai.
*********
Rebecca yang berada di kamarnya tersenyum dengan wajah liciknya dengan ke-2 tangannya berada di silangkan di dadanya dan ponsel yang digenggamnya.
Dugaan Aditya memang benar. Jika Rebecca adalah ulah dari semuanya. Dia yang merencanakan penyerangan untuk Aditya dan Felly.
Awalnya pasti Felly adalah targetnya. Tetapi Aditya lah target yang sebenarnya yang harus di musnahkan nya.
" Aku akan menjadi penguasa sesungguhnya. Aku benar-benar akan Menyinggirkan keturunan dari wanita yang sudah mati itu," batinnya dengan wajahnya yang benar-benar sangat licik.
*********
Mobil Aditya dan Felly sudah berada di dalam sungai, Felly menahan napasnya di dalam air dengan posisinya yang masih sama. Masih tetap di tempat duduknya. Dengan sabuk pengaman yang masih terpasang dan untunglah memang terpasang sehingga dia tidak mengapung di dalam mobil.
Aditya yang juga menahan napasnya membuka sabuk lengannya dengan kesulitan dan akhirnya bisa. Aditya membuka pintu mobil dengan kuat sampai akhirnya terbuka. Aditya melihat ke arah Felly yang begitu kesulitan dan buru-buru berenang lewat dari mendekati Felly.
" Apa aku akan berakhir di sini," batin Felly yang pasrah dengan hidupnya.
Tanpa iya sadari Aditya sudah ada di sampingnya dan memukul-mukul pintu mobil. Menyuruh Felly membuka pintu mobil. Felly mengangguk dan membukanya.
__ADS_1
Aditya pun menarik pintu mobil dengan kesulitan, tetapi akhirnya berhasil. Membantu Felly membuka seat belt nya dan langsung mengeluarkan Felly dari dalam mobil dengan memeluk pinggangnya.
Felly benar-benar kehabisan napas di dalam air. Di tambah dia memang tidak bisa berenang dan pasti tidak tau bagaimana cara bernapas di dalam air yang berbeda dengan Aditya.
Aditya yang memegangnya dan memeluk pinggang Felly menghadapkan Felly ke arahnya dan meraup bibir Felly, memberikan Felly oksigen agar Felly bertahan.
" Kau harus bertahan Felly, harus," batin Aditya yang terus memberikan oksigen kepada Felly.
" Kasih aku sempatkan untuk mengetahui apa yang terjadi, jangan ambil nyawaku secepat ini," batin Felly yang semangatnya untuk hidup kembali. Padahal dia tadi sudah pasrah dengan ke adaannya.
Lama berenang di dalam dasar air sampai akhirnya mereka tiba di permukaan air dan Aditya membantu Felly terlebih dahulu naik, baru dia menyusul.
Uhuk, uhuk, uhuk, uhuk, Felly terbatuk-batuk dan memang baru bisa bernapas sekarang dengan dadanya yang semakin sesak.
Aditya duduk di depan Felly dan memegang ke-2 pipi Felly yang menunduk terbatuk-batuk.
" Kau tidak apa-apa?" tanya Aditya panik dengan menyinggirkan rambut Felly yang ada di wajahnya dengan ke-2 tangannya. Felly menggeleng. Bohong jika dia tidak apa-apa. Dia bahkan sudah lemas dan dan napasnya juga sudah naik turun.
" Apa kita akan bisa pulang?" tanya Felly dengan suara serak.
Aditya melihat di sekitarnya. Masih hutan dan tidak tau ada di mana. Dan hari yang tadinya gelap mulai terlihat cahaya yang bisa di pastikan sudah subuh.
" Aditya, kenapa diam?" tanya Felly. Menatap Felly dalam-dalam.
" Kita akan pulang, jangan khawatir," ucap Aditya meyakinkan Felly. Tangan Aditya memegang perut Felly tanpa melepas pandangannya dari Felly.
" Asal kau bisa menjaganya. Maka aku bisa menjagamu," ucap Aditya. Kata itu sangat menyentuh sehingga membuat Felly terdiam dan menatap dalam-dalam Aditya.
Jantungnya berdetak mendengar kalimat yang sedikit itu namun dia merasakan ada ketulusan yang sangat besar. Ketulusan itu juga terlihat dari sorot mata Aditya.
" Kau mengerti kan?" tanya Aditya lagi. Felly menganggukkan matanya.
" Jadi jangan khawatir, semua akan baik-baik saja," ucap Aditya yang terus menyakinkan Felly.
" Iya, aku percaya. Jika semua benar-benar baik-baik saja," sahut Felly.
__ADS_1
Bersambung....