Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 227 Situasi yang buruk.


__ADS_3

Akhirnya mereka pun mulai menjalankan aksi mereka. Di mana Laura dan Felly sudah memakai pakaian cleaning servis dengan tetap memakai topi dan juga masker agar tidak ada yang mengenali mereka. Mereka sudah berada di depan pintu ruangan yang sepertinya menjadi target mereka.


" Mereka ada di dalam?" tanya Felly.


" Hmm, mereka ada di dalam. Mereka pasti sedang membicarakan untuk trik mereka besok. Kita harus bisa membaca situasi agar kita tidak mudah di kecohkan mereka itu sangat licik. Jadi kita harus lebih licik lagi," ucap Laura.


" Lalu kita akan masuk kedalam untuk menguping begitu?" tanya Felly. Laura mengangguk.


" Ini," kamu masuk kedalam dan tempelkan ini di dekat mereka agar rekaman suara mereka tersaring ke mama dan kak Elia yang menunggu di mobil," ucap Laura yang memberikan benda hitam yang Felly tidak tau apa itu.


" Bagaimana caranya aku masuk?" tanya Felly heran.


Laura melihat-lihat di sekitarnya dan melihat seorang pelayan yang tiba-tiba datang membawa kan teh dengan nampan. Laura berlalu dari hadapan Felly dan langsung menghampiri cleaning servis yang berpakaian sama dengan mereka.


" Biar saya saja yang mengantarnya," ucap Laura menghentikan wanita itu.


" Tidak apa-apa, biar aku saja. Ini sudah tugasku," sahut wanita itu.


" Tidak aku saja, kamu kerjakan yang lain," ucap Laura menegaskan dengan wajahnya yang tampak tenang.


" Hmmm, baiklah kalau begitu," sahut wanita itu yang memberikan nampan itu kepada Laura lalu pergi. Felly yang melihatnya tersenyum.


" Dia memang sangat ahli. Bahkan dia juga melakukan banyak hal untuk papa dan aku malah salah paham kepadanya," batin Felly yang salut dengan Laura dan menyesal sudah dengan semua yang di lakukannya pada Laura.


Setelah mendapatkan apa yang di ingin kan Laura. Laura kembali pada Felly.


" Ini bawa kedalam," ucap Laura memberikan pada Felly dan Felly langsung mengambilnya dengan ke-2 tangannya.


" Kamu hanya perlu memberikan mereka minuman ini, menuangkan layaknya seorang bawahan. Kamu tidak boleh gugup. Kegugupan mu akan membuat penyamaran mudah terbongkar," ucap Laura memberikan pesan.

__ADS_1


" Baiklah, aku akan melakukan apa yang kamu katakan," ucap Felly. Laura mengangguk tersenyum.


" Aku akan menjalankan misi pertamaku. Untuk menyaring suara mereka," ucap Felly.


" Semoga sukses," sahut Laura yang menepuk bahu Felly. Felly mengangguk dan menarik napas panjang dan membuangnya perlahan dan meyakinkan dirinya untuk masuk kedalam.


" Semoga semuanya lancar-lancar saja," batinnya penuh keyakinan.


Setelah mengetuk pintu dan di persilahkan masuk yang pintu di bukakan oleh bodyguard yang berdiri di depan pintu. Felly pun langsung memasuki tempat itu dengan tenang agar dia tidak ketahuan sama sekali.


Dengan langkahnya yang santai. Felly melihat Rebecca, Damar, 2 Pria yang tadi kata Laura adalah pengacara hebat yang menjadi kekuatan Rebecca dan Damar dalam melawan kasus papanya.


Orang-orang itu bersama Wiliam tampak bicara serius. Tetapi Felly tetap menjalankan tugasnya dengan apa yang perintahkan Laura. Felly sudah mendekati meja dan menata gelas di atas meja untuk orang- itu.


" Aditya bukan orang sembarangan, kita harus hati-hati, jangan sampai kita kalah dengannya," sahut Rebecca.


" Tapi sayang, kamu William sangat tidak bisa di andalkan. Kamu bisa-bisanya meloloskan Aditya yang nyawanya hanya di ujung, padahal sebentar lagi pria itu akan mati," sahut Rebecca yang kembali menyalahkan Wiliam.


" Kau terus menyalahkan ku. Lalu kau sendiri bagaimana apa kau pernah berhasil menyinggirkannya," sahut William yang tidak terima dengan Rebecca terus menyalahkan.


" Lalu Rebecca, jika memang Aditya nyawanya tinggal sedikit lagi. Bukannya itu berarti dia sekarat dan tidak bisa melakukan apa-apa," ucap salah satu pria yang bernama tengker pengacara hebat itu.


" Iya, itu menjadi keuntungan kita. Dia pasti sekarat. Karena dia tidak pernah datang kerumah dan dengan ke untungan itu. Aditya tidak bisa melakukan apa-apa dan pasti dia juga tidak akan punya waktu untuk mengurus kasus ini. Atau jangan-jangan dia sudah mati," ucap Rebecca dengan sinis. Dan Felly yang masih menuang teh hanya diam saja pasti juga geram dengan Rebecca yang terus ingin berbuat jahat pada istrinya.


" Belum tentu apa yang mama katakan itu benar. Siapa tau Aditya sudah sembuh dan punya rencana lain," sahut Damar.


" Kamu diam, nggak usah ikut-ikutan," sahut Rebecca ketus.


" Sudahlah, kita jangan ribut di sini. Kita akan menang besok dan Anderson akan terus membujuk di penjara," sahut Tengker yang sangat yakin. Rebecca dan yang lainnya menyunggingkan senyumnya.

__ADS_1


Felly mengambil kesempatan untuk menempelkan apa yang di berikan Laura padanya di sisi meja yang menurutnya aman tidak ketahuan. Setelah menuang teh. Felly pun langsung berbalik badan dan untuk buru-buru keluar dari ruangan itu sebelum dia ketahuan.


" Tunggu!" panggil Rebecca tiba-tiba membuat langkah Felly berhenti dengan matanya terbuka lebar dan jantungnya berdetak ingin copot.


" Gawat, apa Tante Rebecca mencurigaiku," batin Felly yang panik.


" Kamu tidak tau sopan santun ya. Kamu hanya menuang saja dan pergi begitu saja. Kenapa perusaahan ini harus memperkerjakan orang seperti kamu," ucap Laura marah-marah.


Felly menarik napas panjang lega sedikit. Karena dia tidak ketahuan melainkan Rebecca hanya menegur cara kerjanya. Felly membalikkan tubuhnya dan menundukkan kepalanya.


" Maaf kan Sanya nyonya. Jika pekerjaan saya tidak bejus. Saya tidak akan mengulanginya lagi," ucap Felly dengan tenang.


" Minta maaf kamu bilang, buka masker kamu, saya ingin melihat wajah kamu yang bicara maaf dengan mudah. Biar sekalian kamu di keluarkan dari perusahaan ini," ucap Rebecca dengan sinis. Felly melototkan matanya saat mendengar Rebecca menyuruhnya untuk membuka masker.


" Gawat bagaimana ini. Apa yang harus aku lakukan," batin Felly dengan gugup.


Sementara di dalam mobil Lusi dan Elia saling melihat ketika mendengar suara dari ruangan itu di mana Felly sedang dalam bahaya.


" Felly, kamu tenang, kamu jangan gugup, kamu santai saja," ucap Lusi mencoba bicara dengan Felly. Felly dapat mendengarnya dari anting yang di pakainya.


" Benar Felly, kamu cari alasan agar masker kamu tidak di buka," tambah Elia.


" Ya Allah, tolong aku. Jangan biarkan orang-orang ini menang lagi. Aku hanya berusaha untuk memberikan ke adilan pada papa dan juga keluarga Aditya," batin Felly yang berusaha tenang.


Rebecca bangkit dari kursinya dan menghadap Felly yang membuat Felly semakin dek-dekan yang benar-benar terjebak di dalam ruangan itu. Jangan tanya tangannya pasti sudah dingin. Tetapi dia kembali hanya berusaha tenang.


" Kamu kenapa diam, ayo buka masker kamu. Agar saya melihat wajah kamu itu. Kamu tidak punya etika dalam bekerja. Jadi cepat buka masker kamu!" perintah Rebecca lagi yang penasaran melihat Felly. Sementara yang lainnya juga melihat kearah Felly.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2