
Damar yang di bawa polisi menoleh kebelakang melihat Laura yang juga melihatnya. Tatapan Damar penuh dengan kekecewaan. Tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena mungkin Damar merasa takdirnya seperti itu.
" Maafkan aku Damar, semuanya memang harus di korbankan," batin Laura seakan merasa bersalah pada Damar. Setelah mendengar bicara Pria itu. Melihat tatapan mata Pria yang terlihat tulus itu.
" Laura kamu tidak apa-apa?" tanya Felly memegang lengan Laura. Felly merasa Laura sedang tidak baik-baik saja.
" Aku tidak apa-apa," jawab Laura melepas tangan Felly dari tangannya, " aku harus pulang," ucap Laura yang pergi begitu saja. Kelihatan seperti banyaknya beban yang di pikirkannya. Felly hanya melihat kepergian Laura begitu saja.
" Ayo Felly!" ajak Aditya yang meletakkan tangannya di pundak Felly. Mengajak Felly untuk meninggalkan tempat itu.
" Akhirnya Damar juga bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya. Terima kasih ya Allah untuk semua keadilan yang engkau berikan," batin Elia yang merasa sangat lega.
*********
Setelah acara pesta berakhir. Aditya dan Felly pulang kerumah mereka. Felly juga sudah bersih-bersih dan juga sudah mengganti pakaiannya. Begitu juga dengan Aditya yang sudah mengganti pakaiannya dan sudah berada di atas ranjang.
Felly menaiki ranjang dan langsung memeluk suaminya yang ingin bermanja di dada bidang suaminya. Aditya tersenyum mencium pucuk kepala istrinya.
" Sayang!" tegur Felly.
" Hmmm, ada apa sayang?" tanya Aditya begitu lembut.
" Kenapa aku merasa, seperti ada sesuatu pada Laura ya," ucap Felly tiba-tiba kepikiran pada Laura.
" Maksud kamu?" tanya Aditya heran.
" Masalah penangkapan Damar. Aku tidak tau ada hubungan apa Damar dan Laura dan sejauh mana hubungan mereka. Apa kah Laura juga bermain perasaan atau hanya sekedar pura-pura saja. Aku tidak tau. Tapi saat Damar di bawa polisi tadi aku bisa melihat mata Laura yang berbeda," ucap Cherry yang berusaha untuk mengamati.
__ADS_1
" Memang ada apa di matanya, sampai kamu kepikiran seperti ini?" tanya Aditya.
" Aku bisa melihat Laura dan Damar sepertinya bermain perasaan," ucap Felly menebak-nebak.
" Mungkin Damar itu Felly. Karena itu tujuan kak Elia. Tapi kalau aku rasa Laura tidak mungkin. Karena aku sangat tau Laura. Dua tidak mudah menyukai orang lain. Apa lagi dia tau siapa Damar. Jadi mana mungkin dia bermain perasaan dengan Damar," ucap Aditya.
" Tapi aku bisa melihat. Jika pandangan itu sangat berbeda," ucap Felly mengangkat kepalanya melihat suaminya dan Aditya juga melihatnya.
" Lalu memang betul?" tanya Aditya.
" Ya, aku hanya kasihan dengan Laura. Dia harus mengorbankan hal besar untuk semua ini. Karena segala sesuatu yang bermain dengan perasaan hanya menimbulkan penyesalan dan sakit hati," ucap Felly dengan wajah sendunya.
" Hmmm, kamu benar Felly. Tapi mau gimana lagi semua sudah terlanjur dan lagian Laura yang memilih jalan itu dan dia juga tidak bermaksud untuk mempermainkan perasaan Damar. Tetapi semuanya hanya berjalan begitu saja," ucap Aditya.
" Iya sih, tapi tetap saja kasihan Laura," sahut Felly dengan bibir kerucutnya.
" Hmmm, kamu benar, aku hanya berharap Laura tidak kenapa-kenapa. Dan masalah Damar dia memang harus berada di tempat yang semestinya. Karena yang membuat kesalahan dan harus mempertanggung jawab kannya," sahut Felly.
" Iya, ya sudah sekarang kita istirahat. Ini sudah malam," ucap Aditya. Felly mengangguk-angguk. Aditya mencium kembali pucuk kepalanya.
" Aku mencintaimu," ucap Aditya.
" Aku juga sangat mencintaimu," sahut Felly dan semakin mempererat pelukannya pada suaminya.
**********
Rebecca yang berada di dalam sel tahanan terlihat berantakan. Rambutnya berantakan layaknya seperti orang gila. Di mana Rebecca yang melihat televisi yang menggantung yang berada di luar sel tahanan.
__ADS_1
" Pemirsa kabar bahagia datang dari tuan Harison pemilik perusahaan terbesar di Asia yang mana Pria berusia 68 tahun itu. Sekarang sudah pensiun dan menyerahkan Perusahaan utama yang di kelolanya selama ini pada cucu ke- 2 nya Aditya Sebastian Harison. Penyerahan itu pun di resmikan kemari yang bertempat di perusahaan utama.
Selain kebahagian penyerahan Perusahaan itu. Ternyata cucu ke-2 juga memberikan kado besar untuk sang kakek. Di mana Felly istri dari Aditya telah mengandung Kehamilan wanita cantik itu membawa kebahagiaan untuk keluarga Harison.
Tetapi tidak ada yang tau. Ternyata di balik kebahagian penyerahan perusahaan dan akan hadirnya malaikat baru. Di tempat yang sama dan waktu yang sama. Damar cucu ke-3 dari Harison harus di bawa polisi. Yang sudah di tetapkan sebagai tersangka. Karena kasus Perusahaan tuan Anderson yang tak lain adalah ayah dari kakak iparnya sendiri,"
Tutur pembawa berita dengan lancar dan Rebecca melihat berita itu terlihat schok.
" Damar, Damar!" lirih Rebecca saat melihat putranya di borgol dan di bawa polisi.
" Tidak, tidak. Ini tidak mungkin. Perusahaan menjadi milik Aditya dan Damar tidak mendapatkan apa-apa. Damar di penjara dan aku sudah hancur. Tidak, tidak ini tidak mungkin!" teriak Rebecca dengan histeris memegang kepalanya kuat dengan mencengkram rambutnya yang semakin berantakan.
" Tidak! tidak!!!" teriaknya yang tidak menerima kenyataan. Yang akhirnya anaknya juga ikut masuk penjara melihat kebahagian Aditya yang membuatnya kesetanan. Rebecca terus berteriak-teriak layaknya orang gila di dalam sel.
**********
Damar memang akhirnya masuk buih juga dan tinggal mengikuti persidangan yang akan menentukan masa tahanannya. Di dalam sel hanya dia sendiri memakai baju orens duduk memeluk tubuhnya di sudut ruangan yang terlihat frustasi. Bahkan beberapa kali mengacak, menarik-narik kuat rambutnya.
" Aku juga menyukaimu Damar. Aku tidak tau kapan tapi aku juga menyukaimu," kata-kata Laura teringat di dalam pikirannya. Di mana saat dia menyatakan perasaannya pada Laura dan Laura juga menerima perasaannya dan membalasnya.
Teringat dengan hal itu membuat Damar beberapa kali meneteskan air matanya. Dia mengingat bagaimana pertama kali bertemu Laura. Mengingat kata-kata lembut Laura membayangkan wanita itu. Perhatiannya kepadanya yang rasanya damar merasa tidak mungkin jika Laura hanya berpura-pura.
Terdapat goresan luka yang sangat dalam. Dengan Laura yang ternyata mempermainkan perasaannya membuatnya jatuh cinta pada Laura, mempercayai Laura. Namun Damar langsung mendapat penghiyanatan yang sangat besar.
" Kenapa Laura, kenapa kamu melakukan ini kepadaku. Kenapa harus aku yang menanggung kesalahan mama sampai kamu mempermainkanku seperti ini. Aku tidak percaya Laura. Aku bisa jatuh cinta padamu. Kehadiranmu membuatku lupa pada Felly. Tetapi kamu malah mempermainkan ku Laura. Kamu benar-benar sanggup melakukannya Laura," ucap Damar dalam air matanya yang mengalir dengan tatapan mata yang kosong. Tatapan yang sangat penuh kekecewaan.
Bersambung
__ADS_1