Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 304 Beberapa bulan kemudian.


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Tidak terasa perjalanan hidup sangat cepat berlalu. Bahkan Kandungan Felly sekarang sudah semakin membesar. Hari ini jadwal USG nya bersama dengan Aditya yang pasti menemaninya.


Felly sudah berbaring di atas ranjang dengan Dokter yang memeriksa perut buncitnya itu. Tangan pasangan suami istri itu saling menggengam dengan melihat ke layar monitor di mana terlihat nyata bayi mereka yang begitu aktif yang membuat Felly dan Aditya tidak henti-hentinya tersenyum lebar.


" Dok apa calon anak kami baik-baik saja?" tanya Aditya.


" Sangat baik Pak Aditya. Bayinya begitu aktif. Dan juga tidak ada masalah sama sekali," jawab Dokter wanita yang tersenyum cantik itu.


" Lalu kapan istri saya bisa melahirkan secepatnya. Soalnya saya sudah tidak sabar ingin menggendong anak saya," sahut Aditya membuat Felly dan Dokter tertawa-tawa.


" Tidak lama lagi Pak Aditya. Ini USG terakhir Bu Felly dan Pak Aditya. Karena Bu Felly sudah masuk bulan lahiran. Jadi Bu Felly hanya bersiap-siap saja. Pelatihan untuk lahiran nanti. Agar di lancarkan melahirkan," ucap Dokter memberi saran.


" Iya Dokter. Saya akan melakukan apa kata Dokter," jawab Felly.


" Baiklah Bu Felly. Ingat ya. Bu Felly lahir secara normal. Jadi rajin mengkonsumsi obatnya dan ingat rajin gerak dengan pelatihan yang banyak. Biar nanti lahirannya bisa lancar dan Pak Aditya harus terus membantu istrinya. Agar istrinya semangat dalam pelatihannya," ucap Dokter yang juga memberi pesan pada Aditya.


" Iya Dok, makasih sarannya. Saya pasti akan terus mengingatkan istri saya," ucap Aditya dengan penuh semangat.


" Baiklah kalau begitu. Cukup sampai di sini pemeriksaannya. Karena tidak ada masalah jadi aman-aman saja. Bu Felly dan Pak Aditya jangan khawatir," ucap Dokter.


" Iya Dok. Ayo sayang!" ucap Aditya membantu sang istri untuk duduk. Felly pun akhirnya sudah duduk.


" Terima kasih banyak Dokter untuk semuanya. Kalau begitu saya dan suami saya kembali dulu," ucap Felly yang pamitan.


" Iya Bu Felly dan Pak Aditya!" sahut Dokter.


" Mari Dokter!" ucap Aditya pamit.


" Mari," sahut Dokter mengangguk.


Aditya pun membantu sang istri turun dari ranjang dan mereka berdua setelah berpamitan kembali pada Dokter langsung keluar dari ruangan Dokter.


" Kita pulang sekarang?" tanya Aditya.


" Bukannya kamu bilang kita mau belanja perlengkapan buat anak kita. Kan belum ada sama sekali. Aku sudah memasuki bukan lahiran. Tapi dari kemarin tidak jadi-jadi membelinya," cerocos Felly dengan wajah merengutnya.


" Iya sayang, kamu langsung marah-marah gitu. Ya sudah sekarang kita belikan perlengkapan untuk anak kita. Kamar anak kita sekarang kita isi. Jadi kamu jangan cemberut lagi. Toko perlengkapan bayinya akan kita kosongkan hari ini juga," ucap Aditya yang ingin memanjakan istrinya.


" Benar ya," sahut Felly dengan tegas. Yang takut jika suaminya itu akan mengulur-ulur waktu lagi.


" Benar sayang. Mana mungkin aku bohong. Ayo cepat. Kita kosongkan toko itu," ucap Aditya.


" Ya sudah. Aku telpon kak Elia dulu untuk menyusul. Soalnya aku mana tau apa-apa saja yang harus di beli," ucap Felly.

__ADS_1


" Hmmm, baiklah terserah kamu," sahut Aditya. Felly tersenyum mengembang dan langsung menelpon kakak iparnya. Hari ini dia akan memorotin suaminya itu.


Beberapa kali Felly memang meminta Aditya untuk mengosongkan waktu untuk menemaninya berbelanja perlengkapan bayi. Tetapi namanya juga Felly.


Aditya akhirnya hanya melanggar janjinya dan lama-kelamaan tidak jadi. Tapi hari ini Felly tidak akan bisa membiarkan hal itu terjadi lagi. Dia harus membeli perlengkapan bayi bersama suaminya tercinta.


********


Lain Felly yang selalu ada suaminya menemani hari-hari dalam kehamilannya. Tidak dengan Laura yang memang menjadi wanita kuat dalam kehamilannya dengan perutnya yang sudah mulai membesar. Kandungannya memasuki bukan ke 7. Jarak kehamilannya dengan Felly hanya 2 bulan saja.


Laura tampak sibuk di butik sang mama. Dia memang ingin aktif untuk menghibur dirinya sendiri. Seperti sekarang dia sedang memasangkan pakaian ke patung hasil karyanya.


Gaun indah yang berwarna merah itu yang sedari tadi masih di model-modelnya. Yang selalu merasa ada yang kurang. padahal gaun itu sudah sangat indah.


" Laura kamu itu ya nggak ada capeknya, dari tadi itu terus yang di bongkar-bongkar," ucap Lusi yang membawakan segelas susu untuk Lusi anaknya.


" Mama lihat sendiri deh. Kayak ada yang kurang gitu," ucap Laura yang merasa tidak puas.


" Memang kurang semuanya. Sudah kamu bongkar saja," sahut Lusi kesal.


" Mamah," sahut Laura dengan suara manjanya.


" Nih, kamu minum susunya dulu," ucap Lusi memberikan pada Laura.


" Kamu ya Laura. Jangan-jangan capek-capek. Lihat kandungan kamu sudah semakin membesar. Jadi kamu jangan aneh-aneh," ucap Lusi mengingatkan.


" Iya mama bawel," ucap Laura yang meneguk susunya.


" Ya sudah kamu ingat jangan capek-capek. Mama mau pergi dulu!" ucap Lusi menyarankan.


" Mau kemana mama?" tanya Laura.


" Mau kemana lagi. Kalau bukan mau kesel tahanan menemui Damar, mengantarkannya makanan," ucap Laura dengan menekan suaranya. Laura tersenyum mendengarnya.


" Ya ampun. Mama ku ini memang selain mama idaman juga mertua idaman. Baik banget," sahut Laura.


" Sudah-sudah kamu nggak usah memuji-muji mama. Mama pergi dulu. Nanti suami kamu itu kelaparan," ucap Lusi yang langsung pergi. Laura hanya tersenyum melihat mamanya.


" Lihat lah sayang Oma kamu memang baik. Dia selalu perhatian pada papamu," ucap Laura yang tersenyum mengusap-usap perutnya.


Memang sudah sebulan penuh Laura tidak mengunjungi suaminya. Dokter melarangnya dengan alasan tertentu. Jadi mau tidak mau mamanya yang turun tangan yang rutin untuk mengunjungi Damar. Damar memang beruntung mempunya mertua seperti Lusi. Walau ketus dan omongannya pedas. Tapi sangat perhatian.


**********


Mobil Andre berhenti di depan Mall yang mana ada Elia di dalamnya.

__ADS_1


" Makasih ya sudah nganterin. Kamu tidak mau masuk sekalian?" tanya Elia.


" Nggak Elia. Aku harus langsung kekantor. Ada meeting mendadak," jawab Andre.


" Oh, begitu ya sudah aku masuk dulu," sahut Elia.


" Iya, kamu sampaikan sama Felly. Aku tidak bisa menemaninya belanja," sahut Andre.


" Oke," sahut Elia. Andre mengangguk dan Elia langsung keluar dari mobil. Dan memasuki Mall untuk menyusul Aditya dan Felly yang sedang melakukan shoping besar-besaran di dalam sana.


********


Elia dan Felly terlihat sudah memilih-milih perlengkapan bayi. Banyak sekali baju lucu-lucu untuk anak laki-laki Felly dan Aditya. Felly memang hari ini menjadi istri yang royal. Tidak tau diri yang memang ingin membuat suaminya miskin dengan belanja banyak.


Walau satu Mall di belanjakan Felly. Tetap suaminya itu tidak akan miskin sama sekali. Jadi jangan khawatir dia mau belanja banyak atau sedikit.


" Yang itu lucu deh," ucap Felly menunjukkan jaket yang tergantung.


" Iya lucu banget. Kalau kalian liburan kan bisa buat babynya," sahut Elia yang pasti satu hati dengan Felly.


" Iya benar banget," sahut Felly kesenangan.


" Mau aku ambilin?" tanya Elia.


" Boleh!" sahut Felly mengangguk dengan semangat.


" Tunggu sebentar," sahut Elia yang langsung menuju baju berjarak 5 meter dari Felly. Tempatnya agak tinggi dan Elia harus jinjit untuk mengambilnya. Namun tetap saja dia tampak kesulitan.


Di tengah dia yang jinjit meraih baju itu. Tiba-tiba sebuah tangan yang panjang mengambilnya.


" Terima kasih," ucap Elia merasa tertolong dengan membalikkan tubuhnya untuk melihat orang yang menolongnya. Namun wajah Elia langsung berubah menjadi syok ketika melihat seorang Pria gagah yang berdiri di depannya.


" Bion!" lirih Elia.


" Elia!" sapa Bion tersenyum dengan menundukkan kepalanya masih hormat pada Elia. Walaupun Elia bukan majikannya lagi.


Elia dan Bion tampaknya sama-sama terkejut dengan pertemuan pertama mereka yang sudah beberapa bulan tidak bertemu. Pasti tidak percaya bisa bertemu di tempat seperti itu.


" Mas sudah selesai!" tiba-tiba terdengar suara wanita yang mengagetkan Bion dan Elia. Wanita cantik itu pun menghampiri Bion.


" Oh, sudah Gina," sahut Bion. Mata Elia pun melihat ke arah wanita yang tersenyum di samping Bion dan mata Elia turun pada perut wanita itu yang terlihat membesar yang bisa di tebak-tebak wanita itu hamil 5 bulan.


Elia masih terkejut dengan pertemuannya dengan Bion. Namun lebih terkejut dengan wanita hamil memanggil Bion dengan mas yang seakan ada banyak pertanyaan di dalam sana.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2