
Bion pun akhirnya menghampiri Felly kedalam kolam ikan. Tetapi Bion menggunakan payung yang mungkin akan di berikan pada Felly.
Sementara Felly masih tetap mencari flashdisk itu untuk memberikan pada Aditya. Untuk menebus kesalahannya dan kecerobohannya.
" Kenapa tidak ketemu juga! kemana Flashdisk itu. Aku harus menemukannya," ucap Felly yang tidak henti-hentinya untuk semangat menemukan flashdisk yang di carinya.
" Nona Felly!" tegur Bion dengan menguatkan volume suaranya agar Felly mendengarnya.
" Ada apa Bion?" tanya Felly yang berbicara kesulitan karena air hujan masuk kedalam mulutnya dan beberapa kali dia mengusap wajahnya yang basah.
" Ayo keluar nona, nanti nona sakit," ucap Bion.
" Tidak Bion. Aku sedang mencari Flasdisk itu. Kamu pergilah," sahut Felly yang keras kepala dan tetapaku tidak akan keluar sebelum aku mendapatkan apa yang di carinya.
" Tapi non Felly bisa sakit, jadi keluarlah dari kolam itu. Tuan Aditya juga akan marah jika melihat nona seperti ini," ucap Bion yang berusaha membujuk Felly.
" Aditya justru akan marah, jika aku tidak mendapatkannya. Jadi kamu pergilah. Aku tidak apa-apa. Sebentar lagi juga akan ketemu," sahut Felly yang tetap kekeh dan tidak mempedulikan Bion.
" Nona, ayolah keluar, tidak mencarinya," sahut Bion lagi yang seperti membujuk anak kecil.
" Tidak, Bion. Jelas ada gunanya. Aku sudah mengacaukan semuanya jadi biarkan aku di sini. Kamu pergilah," sahut Felly yang tetap dengan pendiriannya dan mengusir Bion dan Felly tetap mencari apa yang di carinya tidak mempedulikan Bion.
" Bagaimana ini. Non Felly tetap tidak mau pergi. Hujannya malah semakin deras," batin Bion yang kewalahan dengan Felly yang seperti membujuk anak kecil.
Bion melihat ke atas dan melihat Aditya masih menonton di sana. Bion seakan menunjukkan ekspresi lelah dan menyerah yang tidak bisa membujuk Felly. Tetapi Aditya seakan memberi kode untuk tetap membawa Felly pergi dari tempat itu dan Bion terpaksa harus mengangguk lagi.
" Non Felly, saya mohon keluarlah, dari kolam," ucap Bion dengan suara tidak semangatnya. Felly tidak mempedulikannya dan tetap mencari apa yang di carinya.
Aditya yang di atas balkon dengan ke-2 tangannya di sakunya benar-benar kesal melihat tingkah Felly.
" Kenapa dia begitu keras kepala," desis Aditya dengan geram. Aditya membuang napasnya perlahan. Lalu langsung pergi dari tempat itu dan Bion. Tetap pada pekerjaannya yang membujuk Felly tetapi tetap Felly dengan keras kepalanya.
" Bagaimana lagi aku harus membujuk nona Felly. Dia seakan tidak mau mendengarku," batin Bion yang terus pasrah dengan tingkah istri bosnya.
Tiba-tiba Aditya datang dengan langkah yang panjang membuat Bion kaget.
__ADS_1
" Maaf tuan, nona Felly. Tetap tidak mau keluar," ucap Bion menundukkan kepalanya. Adita tetap melangkah tanpa merespon ucapan Bion dan Aditya memasuki kolam ikan membuat Bion kaget karena tuanya juga hujan-hujanan.
Aditya tanpa aba-aba langsung mengangkat Felly, menggendongnya ala bridal style dan membuat Felly kaget dengan matanya yang melotot.
" Aditya, apa yang kau lakukan?" tanya Felly yang mencoba memberontak. Tetapi Aditya tidak peduli.
" Aditya turunkan aku! aku harus mencari Flasdisk itu. Turunkan aku!" berontak Felly minta di turunkan. Tetapi Aditya dengan wajah dinginnya tidak peduli dan tetap membawa Felly keluar dari kamar kolam itu memasuki rumah.
Aditya pun berhasil keluar dari kolam dan melewati Bion yang masih berdiri mematung dan Aditya melanjutkan jalannya memasuki rumah dengan Felly yang terus memberontak.
" Huhhhhhh," syukurlah tuan Aditya berhasil membawa nona Felly," gumam Bion merasa lega.
Sementara Aditya membawa Felly masuk kekamar dengan basah kuyup dan pasti meninggalkan jejak di lantai akibat basahnya pasangan suami istri itu. Aditya mendudukkan Felly di atas ranjang ketika sudah masuk kamar.
" Diamlah! di sini dan jangan pergi kemana-mana," tegas Aditya dengan suara menekannya.
" Aku hanya ingin mencari Flasdisk itu," jawab Felly dengan suara bergetarnya.
" Kau tidak perlu melakukannya. Karena itu sudah tidak penting," ucap Aditya menegaskan kepada Felly.
" Itu sangat penting, dan aku akan tetap mencarinya," ucap Felly berdiri dan ingin pergi tetapi Aditya menahan Felly dengan memegang bahunya dan kembali mendudukkan Felly di tempatnya semula.
" Aku hanya ingin menebus kesalahan ku. Agar kamu bisa memaafkanku," ucap Felly dengan pelan.
" Itu tidak perlu. Perbuatanmu sudah mengacaukan semuanya. Jadi jangan menambahi pikiranku dengan tinggkahmu yang bisa mencelakai dirimu," tegas Aditya.
" Kau peduli kepadaku," sahut Felly. Aditya terdiam sejenak dengan kata-kata mungkin keceplosan di ucapkannya.
Karena memang itu kata-kata dari hatinya. Yang pasti tidak ingin terjadi sesuatu pada Felly. Walau semarah apapun tetapi dia tetap tidak bisa melihat Felly kenapa-kenapa dan jelas itu menyiksanya.
" Aku tidak peduli kepadamu," sahut Aditya bohong.
" Jika kau tidak peduli. Kau tidak mungkin menghampiri ku kekolam ikan dan membawaku kemari," ucap Felly membuat Aditya terdiam.
Tangan Felly memegang tangan Aditya yang tampak dingin.
__ADS_1
" Aditya, kasih aku kesempatan. Aku tau kecerobohanmu membuatmu marah. Tapi aku benar-benar ingin menebusnya," ucap Felly dengan tulus.
" Aku sudah memperingatkan mu berkali-kali. Tetapi kau tetap tidak mendengarkanku," ucap Aditya dengan suara seraknya, " Kau selalu ingin tau. Padahal sudah tau," lanjut Aditya yang bicara tanpa melihat Felly.
" Aku melakukannya karena aku cemburu," ucap Felly yang mengakui perasaannya. Aditya terdiam mendengarnya, tidak tau kenapa rasanya sakit ketika Felly mengatakan kata-kata itu.
" Aku sangat cemburu, melihat kamu dan Laura. Aku seakan ingin menonjol di depanmu dan kamu lebih berbagi dan melibatkan ku di bandingkan Laura," lanjut
Felly yang sudah tidak peduli dengan harga dirinya yang menyatakan perasaannya.
Yang mungkin Aditya bisa menarik kesimpulan dari kecemburuan Felly. Aditya terlihat membuang napasnya perlahan kedepan dan melepas tangan Felly dari tangannya.
" Kau dengarkan aku Felly. Laura dan kau jelas berbeda. Kau adalah wanita yang sengaja kumasukkan kedalam hidupku untum balas dendam dan Laura adalah wanita yang penurut yang mengerti dan bisa di andalkan yang pasti bisa memenuhi apa yang aku inginkan. Yang jelas tidak sepertimu yang selalu jual mahal," ucap Aditya yang sengaja menyakiti hati Felly. Dan memang benar luka itu semakin besar dengan kata-kata Aditya. Sampai air mata Felly harus menetes.
" Kenapa bicara harus berbohong," sahut Felly dengan suara tertahan. Suaranya bahkan sulit untuk bicara. Karena ada sesak di dadanya. Aditya terdiam mendengar kata-kata Felly.
" Kau bahkan berbicara tanpa melihatku. Jadi mana mungkin aku percaya kata-katamu. Aditya aku hanya ingin menjadi bagian dalam hidupmu. Aku mengalah untuk semuanya. Aku hanya ingin merasakan sakit di dirimu," ucap Felly. Membuat Aditya menelan salavinanya.
Aditya mendengus kasar lalu melihat Felly, walau matanya melihat Felly. Tapi terlihat jelas, tatapan Aditya begitu lelah.
" Kau benar-benar sudah masuk kedalam perangkap ku Felly. Aku tidak menyangka semuanya secepat itu. Kau sangat menyedihkan Felly. Aku tidak melihat gengsimu yang tinggi dan juga jual mahal mu saat ini. Apa kau benar-benar jatuh cinta kepadaku?" tanya Aditya.
" Mungkin iya," jawab Felly jujur. Aditya terdiam mendengarnya. Namun tiba-tiba tersenyum miring.
" Aku benar-benar pemenangnya, aku berhasil membuatmu benar-benar menggilaimu," sahut Aditya dengan menyunggingkan senyumnya.
" Aku jatuh cinta. Karena kamu yang terlebih dahulu jatuh cinta padaku," sahut Felly.
" Kau terlalu percaya diri. Bahkan aku tidak pernah mempunyai perasaan apapun kepadamu. Dan aku hanya tertarik dengan tubuhmu," sahut Aditya yang terus membohongi perasaannya.
" Kau selaku berbohong Aditya. Saat kau mengucapkannya. Kau bahkan tidak melihatku lagi. Jadi mana mungkin aku percaya," sahut Felly.
" Terserah apa yang kau katakan. Aku tidak pernah peduli dengan dirimu. Karena bagiku kau tetap wanita yang kujadikan sebagai alat," tegas Aditya dengan menekan suaranya dan langsung pergi dari kamar itu.
" Aku tidak menyerah Aditya. Aku tau bagaimana perasaanmu kepadaku. Aku tidak menyerah sampai kapanpun," batin Felly dengan menyeka air matanya.
__ADS_1
" Kita akan lihat apa kau bisa melihatku kenapa-kenapa. Kau tidak akan bisa. Kau sangat mencemaskanku. Kau tidak akan membawaku dari kolam. Jika kau tidak peduli kepadaku," batin Felly lagi yang hanya berusaha memperbaiki hubungannya dengan Aditya.
Bersambung.