
Jakarta.
Akhirnya Felly, Harison dan Aditya tiba di Jakarta. Felly semakin gemetar saat sudah berada di Jakarta. Jantungnya semakin tidak aman ketika sebentar lagi akan sampai ke rumah itu.
Memang itu lah yang paling di takutkannya selama ini. Padahal dia tidak ingin berurusan lagi dengan keluarga calon mantannya itu. Tetapi Aditya harus menyeretnya Kesana.
" Bagaimana tanggapan Mas Damar setelah ini. Dan apa yang akan di katakan Tante Rebecca. Mereka akan sangat marah kepadaku. Aku tidak tau apa lagi yang akan mereka katakan," batin Felly yang terus merasa ketakutan.
" Felly kamu harus kuat, kamu harus bisa kuat Apapun yang mereka katakan kamu memang harus bisa menahannya. Ini sudah resiko yang kamu ambil. Kamu sudah memilih jalan ini, jadi kamu harus bisa menahannya. Kamu harus sabar. Nak semoga kita kuat dalam menghadapi semuanya," batin Felly yang berusaha menguatkan dirinya sendiri.
Dia juga akan siap. Jika pada akhirnya akan mendapat hinaan dan makian dari Rebecca dan memang itu pasti akan di dapatkannya.
" Aku tidak tau apa yang akan terjadi dengan ibu dan anak itu. Ketika melihat aku membawa wanita ini kerumah itu. Mungkin mereka akan jantungan dan mungkin juga akan mati di tempat," batin Aditya dengan menyunggingkan senyumnya.
Dia sudah tidak sabar cepat-cepat sampai kerumah. Ingin melakukan pertunjukkan yang heboh. Agar Rebecca dan Damar langsung spot jantung.
************
Rebecca keluar dari kamarnya dan melihat orang-orang di rumah sangat sibuk. Bahkan ada pelayan yang membersihkan kamar Aditya. Membuat Rebecca heran tidak biasanya kamar itu bersihkan sampai 3 pelayan berada di sana.
" He, kemari!" Panggil Rebecca pada salah satu pelayan. Pelayan tersebut langsung keluar dan menghampiri Rebecca.
" Iya nyonya," ucap pelayan dengan menundukkan kepalanya kepada majikannya yang sangat galak.
" Kenapa kalian membersihkan kamar itu. Sampai bertiga seperti itu. Apa ada tamu yang istimewa yang akan datang, atau dia akan tinggal di kamar itu kembali?" tanya Rebecca sinis.
" Benar nyonya, tuan Harison menyuruh kami untuk membersihkan, kamar milik tuan Aditya. Karena calon istrinya akan menginap di dalam kamar ini," jawab Pelayan dengan menunduk.
Mendengarnya Rebecca langsung kaget dengan kata calon istri yang berarti itu Felly.
" Apa katamu, calon istrinya?" pekik Rebecca.
" Iya nyonya," jawab pelayan.
__ADS_1
" Sudah sana!" usir Rebecca pada pelayan yang memberikan kabar yang membuatnya kesal. Pelayan itu pun langsung pergi sebelum di sembur oleh Rebecca.
" Sial, jadi papa benar-benar akan memberi izin Aditya untuk menikahi wanita itu. Papa benar-benar tidak menghargai Damar. Bisa-bisanya dia mengijinkan Aditya menikahi wanita yang sudah mempermalukan keluarga ini," desis Rebecca dengan geram mengepal tangannya.
" Tapi tidak apa-apa, biarkan saja mereka melakukan semuanya. Mereka hanya bermimpi saja akan ada pernikahan. Karena sebelum pernikahan itu terjadi. Wanita itu akan mati. Aku akan melenyapkannya terlebih dahulu," batin Rebecca dengan matanya yang memerah tersenyum miring dengan rencananya.
Dia memang harus secepatnya membunuh Felly agar perusahaan utama tidak jatuh pada Aditya. Dia jelas tidak ingin. Aditya mewarisi semuanya dan yang adanya dia dan anaknya tidak akan mendapatkan apa-apa.
Ditengah pemikiran Rebecca yang benar-benar cemas. Mobil yang menjemput Felly akhirnya tiba di depan rumah itu.
Felly yang masih berada di dalam mobil terus meremas jarinya yang benar-benar ketakutan. Perasaannya mulai tidak tenang saat akan kembali menginjakkan kaki di rumah itu.
Terakhir dia menginjakkan kaki di sana. Ketika Harison membawanya ke rumah itu untuk di obati. Dan saat itu dia masih beruntung tidak bertemu Rebecca yang selalu menatapnya dengan tatapan sinis.
" Ayo turun!" ucap Harison yang sudah di bukakan pintu mobil oleh bodyguard yang berjaga di rumah.
Felly menarik napasnya panjang, membuatnya perlahan. Aditya menoleh ke arahnya. Aditya jelas melihat Felly sangat ketakutan. Bahkan Felly lebih takut berada di rumah itu. Dari pada dengan dirinya.
" Apa tidak bisa nanti Aditya?" tanya Harison yang tidak jadi turun.
" Ini mendadak," jawab Aditya. Harison geleng-geleng dan langsung turun.
" Turunlah! Perintah Aditya. Bodyguard bahkan sudah membukakan pintu untuk Felly. Tetapi Felly masih diam Karena Felly masih ragu untuk turun. Pada akhirnya Felly pun akhirnya turun.
Ternyata dari lantai atas. Damar yang berada di teras kamarnya melihat Felly yang di bawa Aditya dan kakeknya. Damar mendengar pernikahan itu. Tetapi dia merasa benar-benar tidak mungkin. Jika Aditya akan menikahi mantan kekasihnya.
" Felly, dia benar-benar ada di sini," batin Damar dengan mengepal tangannya. Damar langsung pergi dari tempat itu dan langsung melihat ke bawah dengan jelas.
Setelah Felly keluar dari mobil. Aditya dan Bion langsung pergi. Dia memang harus kekantor. Karena ada yang harus diurusnya.
Padahal sayang sekali dia ingin sekali melihat ekspresi Rebecca dan Damar ketika sampai sana. Tetapi tidak bisa melihat ekspresi kaget itu.
" Kenapa dia malah pergi," batin Felly yang seakan takut jika tidak ada Aditya.
__ADS_1
" Ayo Felly masuk," ucap Harison. Felly mengangguk dengan wajahnya yang benar-benar pucat.
Harison sudah masuk terlebih dahulu. Felly pun menyusul di belakang Harison. Saat Felly ingin masuk tiba-tiba Rebecca langsung datang dan berdiri di depannya dengan tatapan monster yang ingin menerkam.
Jantung Felly langsung berdetak kencang tanpa ada bicara apa-apa. Rebecca langsung mendorong dada Felly dengan kuat. Sampai Felly terjatuh terduduk di lantai dengan ke-2 telapak tangannya menyentuh lantai.
" Rebecca," tegur Harison saat menoleh kebelakangl nya dan melihat apa yang di lakukan menantunya.
" Apa yang kau lakukan?" tanya Harison yang berdiri di samping Rebecca.
" Rumah ini tidak Sudi di injakan kaki wanita murahan sepertinya," desis Rebecca dengan ke-2 tangannya dada di lipat di dadanya. Felly yang terduduk hanya menunduk dengan dan pasti air matanya sudah jatuh lantai.
Dia sudah tau akan seperti ini dan seharusnya dia tidak perlu menangis. Seharusnya dia memang pantas di perlakuan seperti itu.
" Apa maksud mu?" tanya Harison.
" Seharusnya aku yang bertanya sama papa. Bisa-bisanya papa membawa wanita ini kerumah ini. Dia sudah mempermalukan keluarga kita. Semuanya berantakan. Papa bisa melihat Damar yang hancur karena wanita ini dan papa dengan mudahnya membawanya kemari," ucap Rebecca dengan emosinya yang tingkat dewa menunjuk-nunjuk Felly yang masih duduk di bawah.
" Tapi kau tidak perlu seperti itu. Dia akan menjadi menantu di rumah ini," sahut Harison menegaskan.
" Papa benar-benar keterlaluan. Papa menikahkan Aditya dengan wanita ini. di atas penderitaan Damar. Apa papa merasa sangat bahagia," teriak Rebecca.
Mobil Aditya kembali kerumah sang kakek. Karena ada yang ketinggalan. Jadi terpaksa Aditya menyuruh Dion untuk putar balik. Ketika sampai di depan rumah itu.
Betapa terkejutnya Aditya saat melihat Felly yang sudah tersungkur di lantai dan melihat Rebecca yang menunjuk-nunjuk Felly.
" Kurang ajar," desis Aditya langsung keluar dari mobil dengan buru-buru dan langsung menghampiri Felly
" Apa yang kau lakukan kepadanya?" teriak Aditya menekan suaranya dan membantu Felly berdiri. Dia benar-benar emosi mendapati Felly dalam ke adaan seperti itu dan pasti dia tau itu perbuatan ibu tirinya.
" Kurang ajar kenapa anak ini kembali," batin Rebecca yang melihat kedatangan Aditya yang penuh kemarahannya.
Bersambung
__ADS_1