Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 252 Hasil yang di dapatkan.


__ADS_3

Felly, Anderson, Andre, Agni, Sabila dan Aditya sedang sarapan bersama.


" Hmm, Andre penyidik sudah memeriksa kediaman Damar?" tanya Anderson pada anaknya.


" Tuan Mark bilang hari ini penyidik baru melakukan pemeriksaan ke kantor Damar," jawab Andre.


" Bukannya kak Elia kemarin bilang harusnya Kerumah dulu," sahut Felly yang mendengar kabar itu dari suaminya.


" Itu hanya strategi Felly. Semuanya di sengaja mengatakan penyidik memeriksa rumah kakek. Itu hanya untuk pengalihan. Agar mereka tidak peduli dengan kantor dan tidak sempat melakukan apa-apa. Dan saat itu penyidik akan datang tiba-tiba. Jadi semuanya hanya strategi," jelas Andre.


" Ohhh, begitu rupanya, ya semoga saja semuanya lancar," sahut Felly mengangguk-angguk.


" Amin," sahut semuanya serentak.


" Kamu jangan khawatir bee," sahut Aditya. Membuat semua orang melihat ke arah Aditya yang memanggil Felly dengan sebutan aneh dan Felly kaget mendengarnya.


" Bee, semuanya akan berjalan dengan lancar. Kamu jangan memikirkan apapun ya bee," lanjut Aditya membuat Felly melotot pada suaminya dengan merapatkan giginya menyuruh Aditya diam.


" Kok, kak Aditya memanggil kak Felly bee," sahut Aqni heran.


" Ohhh, itu panggilan sayang kami," sahut Aditya tersenyum lebar. Sementara Felly sudah malu dan pasrah. Yang lain hanya tersenyum aneh dengan Aditya yang bisa-bisanya memanggil Felly dengan kata-kata itu.


" Iya kan bee?" tanya Aditya mengusap-usap pundak istrinya dengan mengedipkan 1 matanya.


" Ya ampun so sweet banget kalian berdua. Jadi pengen nikah," sahut Aqni yang senyum-senyum.


" Sekolah dulu Aqni," sahut Sabila.


" Aditya, kamu benar-benar bikin malu," batin Felly dengan geram dengan kelakukan suaminya yang tidak bisa di kondisinkan. Aditya tampaknya memang sengaja.


" Ayo bee jangan diam saja. Makan lagi," ucap Aditya seoalah-olah suami romantis. Anderson hanya geleng-geleng melihat menantu dan anaknya itu. Yang pasti sebagai ayah dia begitu bahagia.


********


" Felly, kamu kenapa ngambek coba?" ucap Aditya yang mengejar istrinya yang memasuki kamar dan memegang tangan istrinya agar berhenti berjalan.


" Kamu ini apa-apaan sih, panggil-panggil kayak gitu di depan orang-orang," sahut Felly marah-marah.

__ADS_1


" Ya kan itu panggilan kita. Lagian kamu yang menyuruhnya," sahut Aditya dengan santai.


" Ishhh, tapi kan aku bilang tidak di depan orang," geram Felly mengepal tangannya di depan wajah suaminya ingin meninju menjambak suaminya saking geramnya.


" Kamu ini makin lama makin menakutkan ya," ucap Aditya ngeri dengan istrinya.


" Biarin," jawab Felly ketus dengan mengalihkan wajahnya dari Aditya. Wajahnya yang penuh kemarahan yang kesal dengan suaminya gara-gara malu di depan orang tuanya.


" Kamu memang sengaja membuatmu malu," geram Felly dengan tangannya di lipat di dadanya. Bibirnya mengerucut saking marahnya pada Aditya. Aditya tersenyum dan memegang lengan istrinya.


" Bee, jangan marah, aku minta maaf," ucap Aditya dengan lembut membujuk istrinya.


" Jangan memanggilku dengan sebutan itu," sahut Felly kesal.


" Kan kamu yang menyuruh," sahut Aditya.


" Udah, stop semuanya batal. Nggak ada panggilan- panggilan kayak gitu," ucap Felly kesal.


" Jangan marah terus, nanti cantiknya hilang," bujuk Aditya.


Aditya pun semakin mendekati istrinya memegang dagu lancip sang istri, mensejajarkan wajah istrinya padanya dan menatap istrinya yang masih tidak mau melihatnya.


" Aku takut melihatmu marah," ucap Aditya dengan lembut mengusap pipi Felly.


" Kamu sih, yang cari masalah," sahut geram.


" Kan aku sudah minta maaf, lagian kamu langsung sensitif," ucap Aditya.


" Itu semua gara-gara kamu. Tidak ada maaf untukmu," ucap Felly menegaskan dan langsung pergi.


" Felly!" panggil Aditya dengan menggaruk-garuk rambutnya. Sekarang dia benar-benar pusing menghadapi istrinya yang ngambekan. Ya salah sendiri cari gara-gara sekarang harus memikirkan beribu cara agar istrinya tidak ngambek lagi.


*********


Perusahaan utama sekarang di datangi penyidik. Sialnya Damar baru mengetahui hal itu dan bahkan mobilnya sampai di perusahaan utama bersama mobil penyidik yang pasti para penyidik akan memeriksa ruangannya. Semuanya memang sesuai rencana.


" Ayo Laura cepat," ucap Damar yang ternyata membawa Laura. Laura mengangguk dan membuka sabuk pengamannya dengan buru-buru dan langsung keluar dari mobil dan damar memegang tangannya buru-buru masuk kedalam Perusahaan tetapi tidak lewat depan.

__ADS_1


" Kenapa dia tidak lewat depan," batin Laura yang mengikuti saja Damar yang membawanya lari-larian.


Dan tidak lama akhirnya Damar sampai ke depan ruangannya dan langsung membawa Laura masuk ke dalam ruangannya di perusahaan itu.


" Damar kita mau ngapain dan kenapa banyak orang di perusahaanmu seperti seorang penyidik?" tanya Laura pura-pura tidak tau.


" Nanti aku akan memberi tahumu," ucap Damar terlihat membuka laptop dengan buru-buru dan memindahkan sesuatu pada Flasdisk, sembari menunggu Damar dengan buru-buru mengambil beberapa dokumen yang terlihat penting dan dengan cepat mencopot Falsdisk tersebut dari komputernya.


Dan menghampiri Laura yang terlihat bengong- bengong saja.


" Bawa ini kemobil simpan semua ini. Aku akan menemuimu nanti. Cepat sana sebelum mereka sampai," ucap Damar yang tergesa-gesa dan sebentar-sebentar melihat ke luar ruangannya.


" Apa ini?" tanya Laura bingung.


" Nanti aku akan menjelaskannya kamu bawa saja," ucap Damar dengan yang mendesak Laura. Laura pun mengangguk dan menuruti Damar dan langsung pergi. Mungkin itu rahasia Damar yang takut di temukan penyidik dan memberikan pada Laura yang sudah di percayakan nya.


Damar membuang napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan yang merasa sedikit lega.


Rebecca juga sudah sampai pada perusahaan utama yang pasti juga sudah spot jantung dengan kejadian yang tiba-tiba datang.


" Sila, bagaimana jika mereka menemukan semua itu di brankas damar. Sial, seharusnya aku tidak menyimpannya semua di tempat Damar. Jika sampai polisi menemukannya. Semuanya akan berantakan." batin Rebecca yang melangkah buru-buru memasuki Perusahaan tersebut.


Laura juga buru-buru pergi dan Laura melihat Rebecca. Laura menghentikan langkahnya melihat wanita itu yang berjalan buru-buru.


" Tidak. Aku tidak boleh bertemu dengan Rebeca. Apa lagi sampai Rebecca melihatku membawa ini yang ada Rebecca akan merampasnya. Ini pasti yang di sembunyikan mereka selama ini," batin Laura. Tidak berpikir panjang Laura pun langsung mencari jalan lain untuk keluar dari perusahan agar tidak bertemu dengan Rebecca.


Tidak lama Laura pun akhirnya sampai mobil Damar. Laura tidak menghilangkan sedikit kesempatan pun dengan waktu yang di milikinya dengan cepat Laura membuka-buka semua dokumen itu dan langsung memotonya dengan ponselnya dan Flasdisk yang di berikan Damar langsung di salinnya di laptopnya.


" Kamu memang bodoh Damar. Bisa-bisanya kamu mempercayakan semua ini kepadaku. Kamu benar-benar sangat mudah di pengaruhi," batin Laura menyunggingkan senyumannya yang merasa berhasil menaklukkan Damar.


Laura cukup lama menunggu di mobil dan melihat para penyidik keluar dari perusahaan dan melihat membawa banyak dokumen -dokumen yang mungkin akan di periksa.


Dan tidak lama Laura juga melihat Damar dan Rebecca ke luar dari perusahaan itu dan melihat ibu dan anak itu tampaknya sedang berdebat.


" Apa yang mereka ributkan. Ya ampun tinggal menyerahkan diri saja apa susahnya," batin Laura yang hanya mengamati dari dalam mobil perdebatan Damar dan Rebecca yang tidak kedengaran namun terlihat Rebecca tampak marah-marah dan Damar juga terlihat melawan setiap kata-kata Rebecca.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2