Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 217 Melewati tahap aman.


__ADS_3

Setelah di tangani Dokter. Dan kondisi Aditya ada peningkatan. Aditya melewati masa kritisnya. Tetapi dia belum sadar sama sekali. Aditya masih berada di dalam kamar yang tadi Dokter menanganinya. Dokter hebat itu bisa menyelamatkan nyawa Aditya.


Felly yang sudah tidak memakai gaunnya yang penuh darah. Dia sudah menggantinya dengan dengan dress lengan panjang berbahan rajut sampai selututnya. Andre yang memberikan kepadanya dan Felly baru menggantinya.


Felly duduk di samping Aditya dengan memegang tangan Aditya. Dia terus menggenggam tangan itu dengan erat. Air matanya bahkan tidak pernah berhenti. Dia terus melihat dengan sendu Pria yang tidak sadarkan diri itu.


Pria itu sangat lemah, kegagahannya, kekejammannya, seketika hilang dalam diamnya yang tertidur tanpa bersuara. Beberapa kali Felly juga harus menyeka air matanya. Air matanya bahkan tidak habis-habis. Padahal matanya sudah membengkak. Karena menangis terus-menerus.


" Bangunlah cepat Aditya. Aku mohon. Jangan membiarkan ku menangis terus. Aku capek Aditya menangis terus. Aku mohon bangunlah," ucapnya dengan suara seraknya. Suaranya bahkan hampir hilang karena terus menangis.


Krekk.


Andre memasuki kamar itu dan melihat adiknya yang terus menangis. Andre pun mengahampiri dan mengusap pucuk kepala Felly.


" Kamu sebaiknya istirahat. Aditya akan secepatnya sembuh," ucap Andre membujuk adiknya. Felly mendongakkan kepalanya ke atas dan melihat sang kakak.


" Kakak kenapa bisa ada di sana. Apa kakak tau sesuatu?" tanya Felly. Dia memang belum sempat menanyakan hal itu pada kakaknya.


" Iya. Kakak tau sesuatu. Karena kakak mengetahuinya. Makanya kakak ada di sana," jawab Andre.


" Apa yang kakak ketahui?" tanya Felly yang takut jika kakaknya mengetahui perbuatan Aditya padanya.


" Semenjak Aditya menangani kasus papa. Kakak juga ikut menyelidiki. Dan kakak tau jika Aditya punya masa lalu yang membuatnya dendam. Pada orang-orang yang kakak tau siapa saja," jawab Andre.


" Hanya itu saja?" tanya Felly.


" Alasan kamu pergi dari Aditya. Karena kamu marah kepadanya. Karena gara-gara Aditya yang mempunyai dendam. Kamu hampir kehilangan nyawa kamu. Kamu di culik oleh Rebecca dan juga orang-orangnya. Kamu pergi dari rumah Aditya. Karena kamu marah. Karena kamu kehilangan janin dalam kandunganmu. Karena masalah itu," jelas Andre. Felly kaget mendengarnya. Dia tidak habis pikir jika kakaknya mengetahui semuanya.


" Kakak tau, kalau aku sudah keguguran?" tanya Felly dengan suara seraknya. Andre mengangguk.

__ADS_1


" Apa lagi yang kakak ketahui?" tanya Felly lagi.


" Tidak ada. Kakak hanya menyimpulkan. Jika Aditya sengaja menikahi kamu untuk balas dendam nya pada orang-orang yang menghancurkan keluarganya," jawab Andre. Membuat Felly kaget mendengarnya.


" Kak, Felly mohon sama kakak, jangan marah pada Aditya. Jangan melakukan apapun kepadanya. Mungkin memang iya. Aditya hanya memanfaatkan Felly. Tapi itu bukan yang Felly rasakan. Felly tidak pernah merasakan di manfaatkan," ucap Felly yang menangis memohon pada kakaknya.


Andre berjongkok dan mengusap air mata adiknya.


" Kakak juga tidak buta Felly. Kamu tidak mungkin menyusulnya. Jika kamu tidak memiliki perasaan apa-apa kepadanya. Kakak juga tidak buta. Kakak melihat dia bukan orang jahat. Dia sudah menyelamatkan keluarga kita. Jadi jelas tidak ada alasan untuk kakak marah kepadanya. Dia sudah menjaga adik kakak. Di memberikan adik kakak kebahagian. Lalu kenapa kakak harus marah kepadanya," sahut Andre dengan matanya berkaca-kaca.


" Felly, bukan kakak yang marah kepadanya. Tetapi kamu. Kamu yang yang marah kepadanya. Sehingga dia berusaha melakukan yang terbaik untuk kamu. Di saat dia sudah sekarat. Dia masih berusaha untuk melindungi kamu. Di depan mata kakak sendiri. Beberapa kali Aditya menyelamatkan nyawa kamu. Jadi kamu yang seharusnya berhenti marah kepadanya," ucap Andre.


" Jika kamu masih di beri kesempatan. Maka jangan pergi darinya. Tetaplah di sisinya. Dia sangat membutuhkan kamu. Mungkin kamu sudah takdir yang sengaja di pertemukan untuk didekatnya," ucap Andre. Felly mengangguk-angguk dan langsung memeluk kakaknya.


" Sudah-sudah, shutttt, jangan menangis lagi. Aditya tidak akan kenapa-kenapa. Kakak juga tidak akan melakukan apa-apa kepadanya. Kakak juga tidak mungkin membuat adik kakak sakit lagi. Jadi jangan menangis lagi ya," ucap Andre mengusap-usap rambut adiknya.


Bukannya diam Felly malah menangis semakin menjadi-jadi di pelukan kakaknya.


Elia sedang duduk di ruang tamu dengan dengan beberapa kali mengusap wajahnya. Meski sang adik membaik. Tetapi jika belum sadar Elia tetap merasa khawatir.


" Non Elia," tegur Bion. Elia langsung mengangkat kepalanya melihat Bion yang berdiri di sampingnya yang memberikannya air putih.


" Minumlah dulu," ucap Bion. Elia langsung mengambilnya.


" Terima kasih Bion," sahut Elia yang langsung meminumnya. Tidak lama Andre pun menghampiri Bion dan Elia.


" Apa Felly sudah baik-baik saja?" tanya Elia.


" Dia sudah istirahat di samping Aditya," sahut Andre.

__ADS_1


" Syukurlah kalau begitu," sahut Elia.


" Hmm, oh iya makasih ya Andre kamu sudah menolong kami," sahut Elia.


" Tidak, aku tidak melakukan apapun. Lagian itu sudah menjadi tugasku. Felly adalah adikku dan itu berarti kalian juga keluargaku," sahut Andre.


" Kamu tau dari mana jika Aditya ada di sana?" tanya Elia.


" Bukan pertanyaan itu yang di ajukan padaku. Tetapi pada Felly. Karena saat itu aku hanya mengikuti Felly yang tiba-tiba pergi dari rumah dan aku sempat kehilangan jejaknya saat di dekat lokasi. Tetapi aku bertemu dengan Bion dan kita berdua mengatur siasat agar bisa meloloskan diri. Karena tidak mungkin kita melawan mereka, kita hanya sedikit," jelas Andre dengan singkat dan padat.


" Begitu rupanya," sahut Elia. Bion ikut mengangguk. Ketika Elia melihatnya.


" Lalu apa yang akan terjadi lagi. Dan bagaimana dengan aku. Aku sudah membunuh salah satu dari mereka?" tanya Elia yang tampaknya juga takut.


" Non Elia tenang saja. Tidak akan ada pengaruh apapun. Di sana banyak orang yang tewas dan itu tidak akan berpengaruh pada apapun. Mereka sendiri yang akan membereskannya," sahut Bion.


" Benar apa kata Bion. Hanya saja mereka akan semakin memperkuat diri. Setelah kejadian ini dan bisa di pastikan akan pasti ada nyawa yang juga akan di pertaruhkan lagi," sahut Andre


" Dan Wiliam. Juga masih hidup dia dan Rebecca akan semakin menjadi-jadi," lanjut Andre.


" Lalu apa yang harus kita lakukan. Mereka orang yang jahat. Kita di sini. Belum tentu aman dan aku bisa menebak keluarga mu juga pasti dalam bahaya," sahut Elia cemas.


" Jangan khawatir, mama dan adikku, bibiku dan 2 keponakanku. Akan datang kemari. Aku tidak akan membiarkan sedikit peluang untuk Rebecca dan yang lainnya untuk memanfaatkan mereka. Jadi jangan memikirkan hal itu," sahut Andre yang sudah mengatur rencana dengan baik.


" Lalu apa tempat ini aman?" tanya Elia.


" Tempat ini jauh lebih aman," sahut Andre.


" Benar nona ini tempat yang memang paling aman, sampai tuan Aditya sembuh," sahut Bion menjelaskan.

__ADS_1


" Syukurlah kalau begitu," sahut Elia merasa lega.


Bersambung


__ADS_2