Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 292 Damar dan Laura.


__ADS_3

" Bunuh aku Damar bersama anak yang aku kandung," ucap Laura membuat Damar kaget mendengarnya. Mata Damar melotot dengan wajahnya menatap serius Laura dan Rebecca juga kaget mendengarnya.


" Apa maksud kamu Laura?" tanya Damar suara beratnya.


" Kenapa bertanya. Kita melakukannya dan kamu meninggalkan ku dan aku hamil anakmu!" tegas Laura yang membuat Damar semakin tidak percaya.


" Jangan bicara sembarangan kamu!" Teriak Rebecca. Laura bergantian melihat serius ke arah Rebecca.


" Aku tidak bicara sembarangan calon ibu mertuaku," sahut Laura yang tersenyum miring dengan nada mengejek nya, " aku sedang mengandung cucu pertamamu. Hasil cintaku dengan anakmu. Jadi kalian ber-2 adalah ayah dan juga neneknya. Maka bunuhlah aku dan anakku. Karena aku juga tidak ingin hidup lagi," sahut Laura dengan santai bicara.


" Tidak mungkin," sahut Rebecca membantah. Sementara Damar masih diam yang belum bisa menenangkan dirinya.


" Apa yang tidak mungkin. Kalian akan menjadi ayah dan nenek yang memecahkan sejarah yang telah menghabisi janin yang tidak berdosa," sahut Laura.


" Diam kamu!" teriak Rebecca menyondongkan pistol ke kepala Laura. Yang membuat Damar kaget.


" Mah!" Lirih Damar.


" Eh, wanita bodoh. Kau pikir kata-kata mu itu mempan untukku hah! Kau pikir kau mengandung akan mengubah keputusanku untuk membunuhmu. Jika kau menambah-nambahi masalah maka kau lebih baik mati," tegas Rebecca dengan penuh emosi yang menekan pistol kepada Laura.


" Mah, cukup!" cegah Damar yang mencoba melerai mamanya.


" Jangan mencegahku untuk membunuh wanita ini. Jika kamu tidak bisa melakukannya. Maka aku yang akan membunuhnya," tegas Rebecca.


" Kalau begitu lakukan. Aku tidak takut mati. Aku bukan sepertimu yang takut mati," sahut Laura menantang.


" Kau menantangku. Maka matilah di tanganku," ucap Rebecca yang langsung menarik pelatuk pistol. Membuat Damar kaget. Sementara Laura pasrah, dia hanya melihat Damar dengan air matanya yang menetes dan memejamkan matanya saat Rebecca Benar-benar ingin menembak nya.


Tak,


Damar Langsung memukul punggung Rebecca dengan kayu dan membuat Rebecca pingsan dan tidak jadi menembak Laura. Laura membuka matanya dan melihat Rebecca sudah tergelatak di bawah kakinya.


" Kenapa kamu menghentikannya membunuhku. Bukannya kamu juga menginginkan aku mati," sahut Laura.


" Ayo pergi dari sini!" Damar membuka cepat ikatan Laura.

__ADS_1


" Mau kemana lagi. Kau membawaku hah! seharusnya kau membunuhku Damar. Kau itu bajingan!" teriak Rebecca. Damar kembali diam dan hanya buru-buru melepaskan ikatan Laura dan begitu selesai di lepas semua. Damar langsung menarik Laura.


" Lepaskan aku, mau kemana kamu membawaku, lepaskan aku! lepaskan!" teriak Laura memberontak namun Damar tidak peduli dan tetap membawanya ke Luar dari tempat itu.


Sampai akhirnya Laura berada di dalam mobil.


" Damar apa yang kau lakukan. Mau kemana kamu membawaku Damar!" teriak Laura. Namun Damar tidak menanggapi dan memakai cepat sabuk penanganannya dan mengemudi dengan kelakuan tinggi.


Di perjalanan Laura terus bertanya pada Damar. Tetapi Damar tetap tidak memberikan jawaban dan terus membawa Laura pergi sampai akhirnya mobil mereka berhenti di depan butik Laura.


Laura melihat di sekelilingnya dan menyadari tempat itu adalah milik mamanya.


" Kenapa kau membawaku kemari?" tanya Laura dengan wajahnya yang penuh kebingungan.


" Turunlah, jaga dirimu. Jangan sampai mama menemukanmu lagi," ucap Damar yang ternyata menyelamatkan Laura. Laura mendengarnya menyunggingkan senyumnya.


" Kenapa kamu membawaku pulang dan menyelamatkanku. Bukannya kamu mengatakan tidak mencintaiku. Bukannya kamu bilang hanya untuk membalasku. Dan kamu bahkan ingin membunuhku atas perintah Wanita itu. Lalu kenapa kamu membawaku pulang," tanya Laura dengan matanya memerah.


" Cukup Laura," sahut Damar dengan suara rendah, " aku tidak punya waktu banyak untukmu. Jangan menyia-nyiakan kesempatan jadi masuklah dan istirahat. Kamu jangan kemana-mana dan berhati-hatilah," ucap Damar yang melihat lurus kedepan tanpa melihat Laura.


" Aku juga tidak meminta pertanggungjawaban mu. Makanya aku ingin mati di tanganmu. Agar dendammu tuntas kepadaku," sahut Laura yang berusaha tegar.


" Masuklah Laura. Aku tidak punya waktu untuk mu," ucap Damar yang terus menahan air matanya. Namun Laura terus melihatnya, memperhatikan wajah Damar yang terlihat serba salah.


Laura membuka sabuk pengamannya dan mendekati Damar memegang tangan Damar yang berada di stir mobil. Tangannya yang begitu dingin.


" Damar, kembalilah kepadaku. Jika kamu membawaku pulang. Itu artinya kamu kembali kepadaku," ucap Laura meraih tangan Damar dan meletakkan tangan itu di perutnya membuat Damar yang tetap menatap lurus kedepan memejamkan matanya.


" Aku akan menunggumu. Aku tidak ingin bayi ini lahir tanpa seorang ayah. Menyerah lah Damar. Serahkan dirimu ke kantor polisi. Jalani hukumanmu. Aku tidak akan kemana-mana. Mau kamu di penjara sampai bertahun-tahun. Aku akan tetap menunggumu. Aku tidak peduli. Maka menyerahlah. Jangan ikuti wanita itu. Cukup Damar selama bertahun-tahun. Kamu menjadi orang jahat karena wanita itu. Aku memang baru mengenalmu. Tetapi aku tau bagaimana hati sebenarnya. Kamu adalah pria yang baik. Jadi aku mohon menyerahlah. Kamu sudah melakukan tugasmu sebagai seorang anak itu sudah cukup Damar, bukan kewajibanmu untuk mengikuti wanita yang membuatmu masuk kedalam lembah hitam," ucap Laura yang menangis membujuk Damar.


Tanpa Damar sadari air matanya akhirnya keluar. Namun tetap tidak berani untuk menatap Laura.


" Aku tau Damar. Kamu mencintaiku. Kata maaf yang sering kamu ucapkan adalah bukti jika kamu sangat menyesal melakukannya kepadaku. Kau menyesal membalaskan semuanya kepadaku. Aku tau Damar. Aku tau hatimu," ucap Laura yang terus menagis terisak-isak.


" Air matamu sudah menjelaskan kepadaku. Jadi aku mohon menyerahlah demi anak ini," ucap Laura.

__ADS_1


Damar diam tanpa bisa menjawab apa-apa.


" Damar aku takut kamu kenapa-napa. Aku mohon jangan jadikan anak ini Yatim. Aku mohon Damar," ucap Laura. Dengan perlahan Damar melihat ke arah Laura.


Di mana Damar jelas melihat wajah Laura yang penuh air mata penuh rasa lelah.


" Maafkan aku Laura. Aku tidak bisa melakukannya. Kamu tidak mengerti keadaanku. Aku sangat hancur Laura. Posisi yang aku jalani tidak mudah. Mengertilah keadaanku," ucap Damar.


" Apa yang harus aku mengerti Damar. Aku akan mengerti jika kamu menyerah kepada Polisi. Aku mencintaimu Damar. Aku yakin kamu juga mencintaiku. Jadi hanya itu yang akan aku mengerti. Aku hanya membutuhkan mu Laura. Aku hanya membutuhkanmu," ucap Laura.


Laura tetap memegang tangan Damar dan menatap dalam-dalam mata Damar.


" Apa kamu akan tetap mengikuti wanita itu?" tanya Laura memastikan.


" Aku tidak punya pilihan Laura. Aku harus melakukannya," ucap Damar. Laura tersenyum mendengarnya dan melepaskan perlahan tangannya dari Damar.


" Baiklah, kamu lakukanlah apa yang kamu mau. Aku menyadari. Aku tidak punya hak atas dirimu. Aku hanya sampah yang sudah kamu buang setelah kamu menghancurkan hidupku," ucap Laura yang putus asa dan merasa sia-sia dan menyeka air matanya. Lalu perlahan keluar dari mobil.


Laura pasrah yang tidak bisa membawa Damar kejalan yang benar. Sia-sia dengan semua yang di katakannya. Yang pada akhirnya dia memang terluka dan tidak bisa melakukan apa-apa. Dengan menutup pintu mobil pelan. Laura melangkah memasuki butik itu dengan langkahnya yang pelan dan terlihat tidak bersemangat dan Damar di dalam mobil hanya menatap nanar punggung Laura.


Damar seolah menyesal melakukannya. Tidak bisa berbuat apa-apa. Hidup serba salah dan terlihat wajah Damar penuh beban. Laura pun tidak melihat ke belakang lagi dan memasuki butik itu dengan cucuran air matanya. Namun dengan cepat Damar yang begitu dilema langsung keluar dari mobil.


Berjalan cepat menghampiri Laura yang sudah membuka pintu kaca butik yang masuk tanpa melihat kebelakang sedetikpun. Damar yang sudah berada di belakang Laura memegang tangan Laura membuat Laura berbalik kaget.


Kedua tangan Damar memegang tengkuk Laura dan langsung mencium bibir Laura dengan lembut membuat mata Laura memejam saat Damar menciumnya.


Air mata Laura semakin membanjiri pipinya ketika merasakan kerinduan yang terobati. Dia mana dia bisa merasakan perasaan Damar yang bercampur aduk.


Damar terus mencium dalam-dalam Laura. Yang juga mungkin mengungkap isi hatinya pada Laura. Mengungkap penyesalan karena sudah menyakiti Laura. Penyesalan karena berbuat sesuatu hal yang menghancurkan Laura.


Walau dia.menhabyadari jika dia memang sangat mencintai wanita yang di ciumnya itu. Cinta yang membuatnya harus keluar dari mobil untuk tidak menyakiti Laura.


Laura memang tau. Damar tidak mungkin membalasnya. Dia tau Damar mencintainya, makanya dia berusaha membawa Pria itu kembali kejalan yang benar.


Dan seperti apa yang di katakan Laura tadi. Dia ikhlas dan akan menunggu Damar. Walau Damar akan di penjara. Dia akan tetap setia menunggunya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2