Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 188 Hal tidak terduga.


__ADS_3

Felly terus berlari untuk menghindari kejaran orang-orang yang ingin menangkapnya. Dengan sekuat tenaga dia berlari agar tidak tertangkap.


" Sayang, kamu harus kuat, kita hanya berdua. Kamu harus berjanji menemani mama terus," batinnya di tengah larinya yang kencang yang.


Felly mengingat hal ini pernah terjadi padanya bahkan tidak lama. Di mana dia dan Aditya juga berlari kencang Karen di serang tiba-tiba. Tetapi kala itu masih ada Adita yang menggengam tangannya dan membuatnya tidak takut apapun.


Tetapi sekarang semuanya berbeda. Dia hanya bersama bayinya dan tidak ada kepikiran lagi untuk Felly mengharapkan Aditya datang. Karena sakit yang di terimanya benar-benar menutup hatinya.


Air mata Felly pun harus menetes ketika mengingat semua kenangan manis bersama Aditya. Yang di katakan Aditya hanya sandiwara.


" Auhhhhh," Felly terjatuh karena kakinya tersandung ranting dengan lututnya menyentuh tanah dan lagi-lagi Felly merasakan sakit di perutnya.


" Tidak, bayi ku tidak boleh kenapa-kenapa. Aku tidak boleh kehilangan bayiku. Kamu harus kuat Felly kamu harus kuat. Bertahanlah untuk keluargamu dan juga bayimu. Kamu pasti bisa Felly kamu pasti bisa melawan semua ini. Kamu pasti bisa," ucap Felly dengan menahan tangisnya.


Felly kembali berjuang dan berdiri dengan sekuat tenaganya. Untuk bertahan hidup dan terbebas dari orang-orang yang mencelakainya.


Sementara di sisi lain Aditya berada di dalam mobil dengan menyetir dengan kecepatan tinggi. Leon sudah memberikan alamat di mana Felly untuk barter dengan dokumen yang di milikinya yang sebenarnya Aditya juga sudah tau di mana tempat itu.


Aditya juga menyebar semua anak buahnya untuk jaga-jaga, karena dia tau Leon dan yang lainnya bukan orang sembarangan.


Sepenjang menyetir perasaan Aditya tidak pernah tenang. Dia terus memikirkan Felly dan juga janin yang di kandung istrinya.


" Bertahanlah Felly, aku akan datang, kamu harus bertahan," ucap Aditya dengan wajahnya yang panik yang takut terjadi sesuatu pada Felly dan juga bayinya. Aditya terus menyetir yang fokusnya hanya pada Felly.


Sementara Felly terus lari dengan sekuat tenaganya di dalam hutan untuk mencari pertolongan.


Bahkan tenaganya sudah benar-benar habis dan sekarang tangannya memegang pohon sebagai alat penahan tubuhnya yang begitu lemas dan napasnya yang terdengar naik turun dengan keringat yang membasahi dahinya dan beberapa kali Felly melap keringat itu dengan lengannya.


Pandangan mata Felly sudah buram. Sepertinya tenaga yang sisa sedikit itu sudah habis. Sampai Felly melihat sudah tidak sempurna. Tepat di bawah terik matahari Felly benar-benar sangat lemah.

__ADS_1


" Maafkan mama, maaf," lirihnya dengan suara beratnya.


Brukkkk.


Felly akhirnya terjatuh tergeletak lurus di atas tanah dan sudah tidak sadarkan diri. Felly ternyata tidak sekuat itu. Tidak mendapatkan air dan juga perut kosong dan kondisi yang juga tidak sehat akhirnya membuatnya lemah dan tidak berdaya dan akhirnya tidak sadarkan diri bersamaan dengan air matanya yang masih sempat menetes.


Sementara Aditya yang menyetir terus memikirkan Felly dengan perasaannya yang tidak karuan. Takut pasti dan sebagainya. Aditya hanya berusaha untuk cepat sampai dengan mengepal tangannya yang di letakkan di mulutnya dengan matanya yang memerah.


" Kamu akan segera terbebas. Tidak akan ada yang terjadi padamu. Tidak akan ada Felly. Percayalah padaku," batinnya yang terus berdoa dan mencoba untuk tenang.


*********


Ternyata nasib sial memang menghampiri Felly. Anak buah Rebecca berhasil mendapatkan Felly dan kembali menyeret Felly kedalam tempatnya semula dan tanpa sadarkan diri.


Leon, Rebecca dan William berdiri di depan Felly dengan menatap sini wanita itu.


" Dasar perempuan kurang ajar selalu membuat ulah. Kau hanya perempuan penambah masalah," ucap Rebecca dengan kesal.


" Kalian sudah pasang semua bom di gedung ini?" tanya Rebecca.


" Sudah, semuanya sudah terpasang," sahut Leon.


" Bagus jika begitu. Jadi mungkin semua akan menjadi akhir, begitu kamu mendapatkan dokumen dari Aditya. Aku akan meledakkan bomnya dan wanita bodoh ini benar-benar akan mati," ucap Rebeca dengan rencana jahatnya.


" Apa gunanya membunuh wanita ini. Musuh kita adalah Aditya dan itu sama saja jika kita membunuh wanita ini. Aditya akan semakin murka," sahut William.


" Aditya tidak akan membiarkan wanita ini mati sendirian. Dia akan datang sendiri menyusulnya dan terakhir mereka berdu-2 akan terpanggang," ucap dengan senyum liciknya. William dan Leon saling melihat dan tersenyum dengan rencana Rebecca yang benar-benar tidak pernah gagal.


" Jadi ikuti semua rencana dan ingat Aditya tidak bodoh. Dia pasti sudah mengarahkan semua anak buahnya untuk mengawasi kita. Jadi dengan peledakan akan maka semuanya akan teralih dan kita yang akan menjadi pemenangnya," ucap Rebecca dengan menyungging kan senyumnya.

__ADS_1


William dan Leon tertawa mendengar rencana indah Rebecca.


" Dia sudah datang," sahut seorang pria berbadan tegar yang memberikan informasi, Rebecca, William, dan Leon sama-sama melihat orang yang melapor itu.


" Hmmm, baguslah. Cepat kalian laksanakan tugas kalian," ucap Rebecca menegasakan.


" Baiklah," sahut Leon dan William yang langsung pergi.


Dan Rebecca masih berada di dalam dengan terus menatap Felly yang tertidur dengan lemah.


" Wanita bodoh. Kau terlalu berkhayal ingin menjadi penerus di keluarga Harison. Nyawamu cukup banyak. Padahal aku sudah mencoba membunuhmu di saat malam pernikahan mu. Tetapi kau masih hidup. Aku juga mendorongmu kedalam kolam renang dan kau masih hidup. Bahkan aku juga menyerangmu saat kau bersenang-senang dengan suamimu yang sama bodohnya itu. Tetapi kau tetap masih hidup. Tetapi kali kau tidak akan hidup lagi.


" Karena tempat ini akan meledak dalam hitungan menit dan di saat itu juga kau akan mati dan jika suamimu masih ingin melihatmu untuk yang terakhir kalinya maka dia juga akan mati bersama dengan mu,"


" Ya kau harus menerima konsukuensi masuk kedalam keluarga Harison. Memang itu akibatnya. Apa lagi karena ulahmu yang berani menghiyanati putraku. Jadi semuanya setimpal dengan apa yang kau lakukan," ucap Rebecca dengan tersenyum sinis dengan tangannya yang di silangkan di dadanya.


" Jadi tamatlah riwajatmu gadis bodoh," ucap Rebecca. Lalu Rebecca membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Felly. Tetapi kakinya tertahan dan membuat Rebecca kaget dan dengan cepat menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya ternyata tangan yang menangkap kakinya adalah Felly.


" Felly," lirih Rebecca benar-benar terkejut.


" Kau benar-benar wanita jahat. Kau bukan hanya memfitnah keluargaku. Tetapi kau juga mencoba membunuhku berkali-kali. Kau benar-benar sangat kejam. Kau adalah iblis yang sesungguhnya," ucap Felly dengan suaranya yang seraknya dengan melototkan matanya kepada Rebecca dan cengkraman tangannya yang kuat di kaki wanita itu.


" Jadi kau sedari tadi sadar. Kau mendengar semuanya," sahut Rebecca benar-benar tidak percaya.


" Iya. Kenapa kau takut. Jika aku lolos maka semua perbuatan mu akan ketahuan. Aku baru melihat wajahmu yang penakut itu. Dan ketamutanmu akan terwujud. Karena aku sudah tau siapa kau sebenarnya," ucap Felly dengan menegaskan.


" Lalu apa yang akan kau lakukan. Kau pikir aku takut kepadamu," sahut Rebecca.


" Kau tidak akan takut kepadaku. Tetapi jelas kau takut pada kematianmu. Jika aku berhasil lolos dari sini. Maka kau juga akan lolos dan semua kebusukanmu akan terbongkar dan jika aku tidak lolos maka kau juga tidak akan lolos. Karena orang sepertimu. Lebih baik mati dari pada hidup meresahkan orang lain," ujar Felly dengan menekan suaranya yang tidak takut pada Rebecca. Dan jujur membuat Rebecca ketakutan padahal Felly hanya berkata-kata saja.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2