
Felly memasuki rumah dengan basah-basahan dan tubuhnya yang benar-benar sangat mengigil dia berjalan dengan memeluk tubuhnya dengan ke-2 tangannya Karena dia sangat kedinginan.
Padahal beberapa kali dia berpapasan dengan para pelayan dan pelayan menanyakan dia dan mencoba membantu. Tetapi Felly menolak. Dan untuk Bion sendiri yang di perintahkan Aditya untuk menjaga Felly sedang berada di luar dan sama sekali tidak mengetahui kejadian itu.
Tidak sengaja berpapasan dengan Harison.
Harison kaget melihat Felly yang basah kuyup. Felly menghentikan langkahnya saat sang kakek berada di depannya.
" Felly, apa yang terjadi, kenapa kamu bisa seperti ini?" tanya Harison panik melihat Felly.
" Tidak, kek. Tidak apa-apa," jawab Felly dengan bibir yang bergetar. Karena dia memang sangat kedinginan.
" Tidak apa-apa bagaimana. Kamu sudah seperti ini?" tanya Harison dengan tegas. Dia benar-benar terkejut dengan keadaan Felly dan masih mengatakan tidak apa-apa.
" Felly hanya jatuh kekolam renang. Felly juga tidak apa-apa," jawab Felly. Harison membelalak kaget mendengarnya.
" Kamu jatuh kekolam. Kok bisa?" tanya Harison terkejut.
" Kek, Felly kekamar dulu, Felly mau ganti baju dulu," ujar Felly pamitan karena dia memang sangat kedinginan dan ingin mengganti pakaiannya agar rasa dinginnya kurang.
" Iya sana kamu keringkan diri kamu," ujar Harison. Felly mengangguk dan kembali melanjutkan langkanya dengan buru-buru.
" Aneh sekali. Kenapa dia bisa seperti itu, apa yang terjadi kepadanya," batin Harison geleng-geleng melihat punggung Felly yang semakin lama semakin jauh.
*********
Sementara Damar memasuki kamarnya dan juga mengeringkan tubuhnya dengan handuk.
Brukkk
Suara bukaan pintu yang kuat membuat Damar terkejut yang ternyata sang mama yang terlihat sedang marah.
" Apa yang kamu lakukan Damar?" tanya Rebecca yang langsung marah-marah membuat Damar heran.
" Apa maksud mama?" tanya Damar heran.
" Kenapa kamu menyelamatkan wanita itu. Kenapa kamu kau sok-sokan menjadi pahlawan," teriak Rebecca dengan matanya yang melotot.
__ADS_1
" Kamu seharusnya membiarkan dia tenggelam di dalam kolam renang. Jangan menolongnya. Kamu benar-benar ya. Kamu selalu melakukan sesuatu hal yang tidak mama sukai," lanjutnya yang marah terus menerus.
" Apa maksud mama. Jangan bilang jika mama yang membuat Felly terjatuh ke dalam kolam renang," ucap Damar menatap sang mama curiga.
" Mama yang melakukannya?" tanya Damar lagi.
" Apapun itu. Apa itu penting sekarang. Kamu sudah membuat onar. Kamu mengacaukan semuanya dan semuanya berantakan. Karena perbuatan kamu yang sok-sokan menjadi pahlawan untuk wanita itu, rencana mama gagal semuanya," ucap Rebecca terus marah-marah. Damar benar-benar kaget mendengarnya jika mamanya yang melakukan hal itu.
" Mama benar-benar keterlaluan. Bisa-bisanya mama melakukan hal itu. Mama tau apa yang mama lakukan membuat Felly bisa kehilangan nyawanya," ucap Damar dengan menekan suaranya yang tidak percaya dengan perbuatan mamanya dan sekarang kembali memarahi mamanya.
" Terus apa pedulinya sama mama. Memang itu yang harus kita lakukan. Kita harus Menyinggirkan nya, tapi kamu sudah menggagalkannya," tegas Rebecca yang terus menyalahkan Damar.
" Cukup ma. Aku memang setuju untuk membuat Aditya dan Felly berpisah. Tapi bukan berarti itu mencelakai Felly. Aku tidak setuju dengan hal itu," ucap Damar menegaskan.
" Sudahlah Damar cara yang paling singkat adalah menghilangkannya langsung dari bumi ini. Jadi jangan sok-sokan membantunya lagi," teriak Rebecca.
" Tidak ma. Aku tidak setuju. Apapun itu. Jika sampai membahayakan nyawa Felly. Damar tidak akan pernah setuju," sahut Damar yang sangat tidak ingin Felly sampai kenapa-kenapa.
Dia memang membenci Felly. Tetapi dia masih mencintainya dan tidak mau terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkannya.
" Kamu malah berani-beraninya mengancam mama. Terserah kamu mau bilang apa. Mama tidak peduli. Yang jelas bagi mama. Bagaimana caranya Menyinggirkan wanita itu," tegas Rebecca yang langsung pergi keluar dari kamar putranya.
Brukkk. Rebecca juga membanting pintu kamar Damar sangat jelas menunjukkan kemarahannya kepada anaknya itu yang sudah menggagalkan rencananya.
" Mama benar-benar keterlaluan. Bisa-bisanya mama mencelakai Felly. Untung saja aku cepat datang. Jika tidak, mungkin Felly bisa-bisa sudah mati, mama sungguh keterlaluan," ucapnya masih tidak percaya jika itu perbuatan mamanya.
**********
Felly berada di kamarnya dan sudah mengganti pakaiannya dan mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Felly yang duduk di pinggir ranjang mengusap perut rampingnya.
" Maafkan mama sayang. Kamu hampir saja celaka. Maafkan mama sayang. Mama janji. Lain kali mama akan hati-hati," ucap Felly merasa menyesal pada bayinya.
Dia masih kedinginan dan jantungnya masih tidak stabil karena kejadian tadi di mana kematian berada di depan matanya.
" Seperti ada yang mendorongku. Aku merasakan ada tangan di punggungku, siapa yang melakukannya," batin Felly yang merasakan ada yang tidak beres.
" Baru saja aku keluar kamar. Sudah ada seperti ini. Aku harus hati-hati lain kali. Aku harus menjaga bayiku. Aku tidak boleh sampai lengah lagi," batin Felly terus mengusap perutnya.
__ADS_1
Dia memang tidak mungkin terjatuh jika tidak terpeleset atau ada yang sengaja mendorongnya. Kecuali kolam renang itu memang berhantu. Jadi semuanya perbuatan setan dan memang benar semuanya perbuatan setan. Karena Rebecca melebihi seorang setan.
Tok-tok-tok-tok.
Ketikan pintu membuat Felly membuyarkan lamunannya dan Felly langsung berdiri dan membuka pintu.
" Kakek," ucap Felly yang ternyata melihat sang kakek Dan ada 1 pelayan di samping kakeknya yang membawa nampan.
" Berikan kepadanya!" perintah Harison. Pelayan pun memberikan nampan tersebut pada Felly dan Felly langsung meraihnya.
" Kamu minum teh hangatnya dulu, dan kamu sarapan," ujar Harison.
" Makasih kek," jawab Felly yang memang membutuhkan air hangat agar dia tidak terlalu merasa dingin.
" Felly rumah ini rumah kamu juga. Jika kamu ingin makan. Maka makanlah. Jangan hanya ada Aditya kamu baru makan. Kamu bisa melakukan apa di rumah ini. Jika kamu tidak suka masakan pelayan dan kamu ingin memasak. Masakan kamu sendiri. Maka masaklah. Lakukan semua yang kamu sukai," ucap Harison yang memang memperhatikan gerak-gerik Felly yang memang tidak sarapan dan tidak makan. Jika tidak ada Aditya di rumahnya. Felly memang tidak melakukan apa-apa. Bahkan makan saja. Felly tidak pernah. Dan tidak tau Felly memakan apa.
" Kamu jangan menganggap kamu sebagai orang asing di rumah ini. Karena kamu bukan orang asing," ucap Harison.
" Kamu mengerti Felly," ucap Harison.
" Iya kek," jawab Felly dengan gugup dan masih sangat kedinginan.
" Ya sudah kalau begitu. Kamu sarapan dan kamu istirahat," ucap Harison.
" Iya kek," jawab Felly.
" Kakek pergi dulu. Jik ada apa-apa kamu panggil pelayan di rumah ini," ucap Harison.
" Iya kek. Makasih kek," ucap Felly. Harison mengangguk lalu pergi dan di ikuti pelayan.
Felly menutup pintu kamar kembali dan meletakkan nampan tersebut di atas nakas. Dengan tangan bergetar. Felly mengambil secangkir teh hangat itu dan meminumnya.
Dia merasa sedikit hangat dan rasa kedinginan di tubuhnya sudah berkurang.
" Makasih kek sudah peduli pada Felly," batinnya yang merasa bahagia dan tidak perlu kesepian. Karena masih ada yang sayang kepadanya. Harison yang begitu memperhatikannya membuatnya merasa terlindungi sedikit.
Bersambung .....
__ADS_1