Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 50 Hamil


__ADS_3

" Kenapa dia diam tanpa menjawab apa-apa," batin Aditya heran.


" He Felly, angkat kepalamu. Jika aku berbicara maka lihat orangnya jangan menunduk terus," ucap Aditya dengan kesal. Tidak ada jawaban lagi dari Felly.


" Heh," Aditya menyenggol bahu Felly dengan jarinya dan Felly langsung yang ternyata sudah tidak sadarkan diri.


" Felly," tegur Aditya. Aditya mengangkat kepala Felly dan Menyinggirkan rambutnya agar dapat melihat wanita itu.


Aditya keget saat melihat Felly yang memang benar-benar tidak sadarkan diri dengan wajahnya yang pucat. Bibir merah itu juga sudah membiru.


" Apa yang terjadi apa dia sakit. Atau pura-pura?" tanya Aditya kebingungan.


" Felly bangun! bangun Felly, He bangun," ucap Aditya menggoyang-goyangkan tubuh Felly agar terbangun.


" Kenapa dia tidak bangun juga," ucap Aditya mulai panik. Dia memang yakin jika Felly benar-benar pingsan.


" Felly bangun, bangun Felly," Aditya memukul-mukul pipi Felly lembut berusaha membangunkannya. Tetapi tidak juga terbangun.


" Sial," desis Aditya.


Aditya langsung melepas ikatan tangan Felly dari pohon besar itu. bukan hanya tubuhnya yang terikat. Ke-2 tangannya juga terikat di belakang tubuh Felly. Aditya juga melepasnya dan melihat lengan tangan itu memerah.


" Apa dia gila mengikatnya sampai seperti ini," oceh Aditya malah menyalahkan orang yang menyandra Felly.


Saat ikatan itu terlepas. Felly langsung berbaring di atas pasir tanpa sadarkan diri. Mungkin ikatan ditubuhnya membuatnya kesulitan bernapas.


" Apa yang terjadi dengannya," ucap Aditya kepanikan. Lelah membangunkan Felly akhirnya Aditya menundukkan kepalanya mendekatkan wajahnya pada Felly dan langsung memberikan Felly napas buatan.


Tetapi tidak ada reaksi. Setelah melakukan banyak pertolongan pertama kepada Wanita yang masih terdapat air mata di pipinya itu. Bahkan Aditya melakukan sudah 3 kali. Felly tetap tidak sadar juga.


Aditya yang tidak ingin membuang banyak waktu. Aditya langsung menggendongnya ala bridal style dan buru-buru berlari membawa Felly pergi dari tempat itu. Dia tidak mungkin membiarkan Felly mati di tempat itu.


Jika di tanya khawatir jelas Aditya sangat khawatir dengan Felly yang benar-benar tidak sadarkan diri.


Bagaimana tidak pingsan. Sudah lah kondisinya yang lemah di tambah lagi dia di ikat. Berteriak-teriak dan Aditya yang terus menekannya.


Siapa yang tahan dengan hal itu sekuat-kuatnya Felly dia tetap manusia yang pasti akan jatuh juga karena tidak tahan dengan beban yang di pikirkannya.


**********

__ADS_1


Rumah sakit.


Aditya membawa Felly ke rumah sakit yang ada di desa tersebut. Dia menunggu di luar sementara Dokter sedang memeriksa Felly yang masih tidak sadarkan diri.


" Sial, kenapa dia sampai pingsan, dasar lemah," batin Aditya kesal. Jika di tanya wajahnya jangan tanya dia jelas sangat khawatir.


" Apa dia sengaja seperti itu. Supaya aku kasihan kepadanya. Salah sendiri seharusnya tidak mencari masalah denganku," Aditya terus mengoceh di hatinya.


" Bikin susah saja," desisnya memijat kepalanya.


Tidak berapa lama akhirnya Dokter keluar dari ruangan di mana Felly di periksa. Melihat Dokter keluar Aditya langsung berdiri dengan cepat dan langsung menghampiri Dokter.


" Bagaimana keadaannya?" tanya Aditya.


" Sebentar lagi dia akan siuman. Perutnya kosong. Mungkin dia belum makan sejak tadi pagi, makanya dia tidak bertenaga," jawab Dokter.


" Apa dia tidak punya beras sampai tidak bisa makan," batin Aditya semakin geram dengan Felly.


" Selain itu juga pikirannya sedang tidak baik," lanjut Dokter.


" Makanya jangan berpikiran untuk kabur," batin Aditya terus bergerutu.


" Mungkin sebentar lagi. Ketika sudah siuman tolong diberikan obatnya. Mari ikut keruangan saya," ajak Dokter langsung pergi. Aditya yang tidak bertanya lagi langsung mengikut saja.


Sesampai di ruangan Dokter. Aditya dan Dokter duduk saling berhadapan. Dokter menulis dengan lincah resep obat yang akan di berikan pada Aditya.


" Ini pak, silahkan tebus di apotik," ucap Dokter. Aditya langsung mengambilnya.


" Dan ini resep untuk mengurangi rasa mualnya. Karena untuk usia kandungan yang masih muda memang sangat biasa mengalami mual-mual berlebihan," ucap Dokter membuat Aditya langsung menatap Dokter dengan wajah kagetnya.


" Apa maksud Dokter?" tanya Aditya dengan debaran jantungnya yang tidak menentu.


" Apa dia hamil," tebak Aditya.


" Iya, istri anda sedang mengandung 7 Minggu," jawab Dokter membenarkan.


" Anda tidak tau jika istri anda hamil?" tanya Dokter yang melihat Aditya diam dan tidak bisa berbicara apa-apa lagi. Malahan bengong.


Kehamilan Felly jelas membuatnya kaget. Dia juga tau jika bayi yang di kandung Felly pasti anaknya. Selain mengambil kesucian Felly. Aditya secara sadar jika dia mencurahkan ribuan benih kepada rahim Felly.

__ADS_1


Aditya memang tidak memakai pengaman saat itu. Karena mungkin suasana membuatnya melupakan hal itu. Dan terakhirnya apa yang di lakukannya membuat felly hamil.


" Pak Aditya," tegur Dokter. Aditya pun tersentak kaget.


" Iya Dok," sahut Aditya gugup.


" Bagaiman apa sudah mengerti apa yang saya katakan?" tanya Dokter memastikan.


" Iya, saya tau, saya akan lakukan," jawab Aditya.


" Baiklah. Tolong jaga kondisi istri anda. Agar bayi tetap sehat. Atur makannya dengan baik dan juga jangan biarkan dia steres," jelas Dokter memberi saran.


" Baik Dok terima kasih atas sarannya," sahut Aditya.


**********


Aditya memasuki kamar mandi membasuh wajahnya di wastafel. Kata-kata Dokter masih teringat di pikirannya mengatakan jelas kondisi kehamilan Felly.


Aditya menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan di depan cermin melihat wajahnya di cermin. Wajahnya yang begitu berantakan. Tidak tau apa yang di pikirkannya tetapi dia tidak tenang saat ini.


" Jadi dia hamil," hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.


*********


Sementara Felly yang sudah sadarkan diri. Berbaring miring. Felly juga sudah tau mengenai kehamilannya langsung dari Dokter.


Sekarang Felly hanya bisa menangisi apa yang terjadi padanya. Dia sudah tidak tau bagaimana lagi nasibnya dengan semua ini. Pemerkosaan itu berefek panjang dan mungkin aibnya akan terbuka dengan munculnya kehamilannya


Karena semakin lama perutnya akan semakin membesar. Dia tidak akan bisa menutupi apa yang sudah di sembunyikannya selama ini. Felly benar-benar tidak bisa berpikir dengan jernih lagi. Dan hanya menangis terisak-isak dengan kabar kehamilannya.


Mungkin wanita di luaran sana akan bahagia dengan berita kehamilan yang pasti hal yang di inginkan wanita di dunia ini. Tetapi mungkin Felly akan menjadi salah satu dari wanita itu. Jika dia hamil setelah pernikahan.


Tetapi berbeda. Felly hamil tanpa pernikahan dan hamil anak dari Pria yang memang sengaja merusak kehidupannya. Membuatnya sudah tidak tau harus berbuat apa-apa lagi.


Aditya yang keluar dari kamar mandi memasuki kamar perawatan Felly. Aditya melihat Felly yang berbaring miring membelakanginya dan pasti Aditya mendengar suara tangisan itu.


Bersambung.


Jangan lupa Vote like koment Dan follow aku terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2