Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Epis 243 Malam ber-2.


__ADS_3

Setelah menemani sang istri di pantai ternyata Aditya menemui Bion di dalam mobil yang terparkir di sekitar pantai. Sementara Felly masih menikmati suasana pantai walau sudah sore hari.


Namun Aditya yang ada di dalam mobil bersama Bion tetap mengawasi Felly. Matanya tidak lepas untuk melihat istrinya yang penuh dengan senyum itu.


" Di sini juga tuan!" tegur Bion memperlihatkan di mana harus di tanda tangan. Aditya tersentak dengan suara Bion.


" Hmmm, baiklah, Sorry saya kurang fokus," ucap Aditya geleng-geleng langsung menandatangani di mana yang di suruh Bion. Maklumlah Felly membuatnya hilang fokus.


" Apa semuanya baik-baik saja?" tanya Aditya.


" Semuanya baik-baik saja pak. Dan nona Elia juga baik-baik saja di rumah tuan Harison. Nona Elia bahkan sudah memberi Rebecca pelajaran," ucap Bion menyampaikan laporannya.


" Hmmm, baguslah kalau begitu. Itu memang yang terbaik, aku berharap. Kak Elia bisa puas dengan apa yang di lakukannya kepada orang-orang yang sudah menghancurkannya," sahut Aditya dengan penuh harapan. Bion hanya menganggukkan kepalanya.


" Ya sudah tuan, kalau begitu saya pamit dulu," ucap Bion pamit.


" Iya, kamu terus jaga kak Elia, jangan biarkan terjadi apa-apa padanya," ucap Aditya mengingatkan.


" Pasti tuan!" sahut Bion. Aditya mengangguk. Bion pun akhirnya keluar dari mobil untuk melanjutkan pekerjaan.


" Biarkan saja, Rebecca menerima pembalasan dari kak Elia," batin Aditya menyunggingkan senyumnya.


Mata Aditya melihat keluar mobil untuk melihat istrinya dan ternyata Aditya tidak melihat Felly lagi. Padahal sedari tadi Felly di tempat yang terus di awasinya.


" Di mana Felly!" ucap Aditya panik dengan matanya yang melihat di sekitar pantai. Namun tetap tidak ada istrinya.


Aditya pun dengan cepat keluar dari mobil untuk mencari istrinya. Aditya berlari di sekitar pantai mencari Felly. Dengan kepalanya yang berkeliling dan beberapa kali mengusap wajahnya kasar. Wajah yang penuh kepanikan dengan keringat yang khawatir karena istrinya tidak di temukannya.


" Di mana kamu Felly, kenapa kamu bisa pergi," ucap Aditya yang panik. Namun tiba-tiba masuk pesan Chat.


Aditya langsung membuka ponselnya dan wajahnya begitu terkejut melihat pesan chat itu dan Aditya langsung lari. Entah apa itu isi pesannya.

__ADS_1


Aditya berjalan memasuki hotel yang di dekat pantai tersebut, Aditya yang terlihat panik terus buru-buru memasuki hotel yang takut. Jika istrinya akan kenapa-kenapa. Aditya terus berlari di koridir-koridor hotel sampai langkahnya berhenti di kamar 207.


Dengan napas tersenggal-senggal Aditya memegang kedua lututnya dengan suara napasnya yang hebat.


" Felly, apa yang terjadi," lirihnya yang tampak panik dan dengan cepat tangannya memegang kenopi pintu dan langsung membukanya.


Aditya menutup pintu kamar dan heran dengan kamar yang di masukinya. Cahaya di kamar itu bukan dari terangnya lampu. Tetapi dari lilin yang tingkat dengan kamar yang berseprai putih dengan kelopak mawar yang ada di atas ranjang berbentuk hati.


Ranjang yang merapat ke dingding kaca yang langsung mengarah ke luar yang masih terlihat lautan di sana yang sekarang sudah malam dan diluar tetap indah dengan bintang dan bulan.


Aditya melangkah pelan dengan wajahnya yang penuh kebingungan namun berusaha menenangkan dirinya. Lantai juga di penuhi kelopak mawar. Kamar itu lebih dominan dengan kamar pengantin baru. Aromanya bahkan sangat wangi dan begitu romantis.


Bahkan terdengar suara musik yang begitu Selow yang berirama begitu romantis. Di tengah kebingungan Aditya tiba-tiba pintu kamar terbuka.


" Felly," lirih Aditya yang di kejutkan dengan kehadiran Felly. Felly yang tampak cantik berdiri tegak. Mata Aditya menelusuri tubuh Felly.


Melihat Felly dari bawah sampai atas. Di mana Felly menggunakan gaun putih panjang yang transparan tanpa lengan. Hanya bagian dada sampai pahanya yang tertutup. Dia sangat cantik malam ini dengan gaun yang di gunakannya.


Felly yang sudah berada di depannya langsung berjinjit dan mencium bibir Aditya. Aditya sempat kaget dengan hal itu. Felly mendekatkan diri pada Aditya memutar tubuh Aditya sehingga sekarang posisi Aditya sudah membelakangi ranjang.


Felly tersenyum manis dan langsung mendorong tubuh Aditya pelan sehingga terbaring di ranjang dan membuat Aditya heran dengan Felly. Dan Felly langsung naik letih Aditya.


" Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Aditya dengan suara seraknya.


" Aku ingin melakukan apa yang harus aku lakukan," jawab Felly lalu mencium pipi Aditya lembut.


" Aditya meraih tangan Felly dan mencium lembut telapak tangan itu.


" Kau membuat ku takut. Aku sampai bisa gila jika kau benar-benar pergi," ucap Aditya.


" Maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu khawatir. Tetapi malam ini. Sungguh aku hanya ingin kau bersamaku. Aku hanya ingin kita menghabiskan waktu berduaan," ucap Felly.

__ADS_1


" Kamu akan melakukannya?" tanya Aditya. y mengangguk.


" Apa kamu bisa melakukannya?" tanya Aditya. Felly mengangguk lagi dan tangannya perlahan membuka lembut kancing baju Aditya.


" Aku akan memberikan hadiah untuk mu, apa yang sudah aku janjikan kepadamu," ucap Felly. Dengan mencium bibir Aditya. Sampai Aditya memejamkan matanya membalas ciuman itu dengan lembut dengan tangan Aditya mengusap-usap punggung Felly.


Namun Aditya membalikkan posisi mereka dan sekarang Aditya yang menindih tubuh Felly dengan ciuman yang masih tetap. Tetapi Aditya melepas ciuman panas itu sehingga Felly merasa ada yang kurang.


" Jangan melakukannya. Jika itu hanya untuk hadiah atau kewajiban. Tetapi lakukanlah karena kamu mencintaiku. Lakukan semuanya dengan cinta," ucap Aditya dengan matanya yang sayu menatap wanitanya dan Felly tersenyum namun dengan cepat mengembalikan posisi awalnya di mana dia kembali berada di atas tubuh Aditya.


" Aku akan melakukannya dengan cinta. Lalu apa kamu mencintaiku?" tanya Felly. Walau sudah saling berbaikan tetapi belum pernah dia mendengarkan dari Aditya. Kalau Aditya mencintainya.


" Aku mencintaimu!" ucap Aditya membuat Felly tersenyum dengan keharuannya.


" Bukan hanya mencintaimu. Tapi bagiku. Kamu adalah wanita paling terpenting dalam hidupku. Jadi aku sangat mencintaimu," ucap Aditya dengan tulus.


Felly mencium kening Aditya dengan hatinya yang berbunga-bunga dan kembali mencium bibir Aditya dengan mata mereka yang sama-sama terpejam dan Aditya kembali mebalikkan posisi mereka di mana Felly kembali di bawahnya.


Aditya melepas ciuman itu lagi dengan menatap dalam-dalam mata Felly yang terlihat sayu dan tidak bisa di pungkiri begitu bergairah dan juga membuatnya kepanasan.


" Kamu adalah milikku Felly," ucap Aditya.


" Kamu juga adalah milikku," sahut Felly. Aditya mencium lembut kening Felly dan ciumannya turun keperut Felly mencium lembut. Lalu mengangkat kepalanya menatap istrinya.


" Biarkan benihku kembali berada di sana," ucap Aditya. Felly menganggukkan matanya. Dan Aditya langsung meraih bibir Felly lagi menciumnya dengan dalam dan tangan Felly mengalung di leher Aditya.




Bersambung

__ADS_1


__ADS_2