
Apa yang di nanti-nantikan akhirnya telah tiba. Di mana akhirnya Elia akan menikah dengan Bion. Setelah mapan dan merasa pantas untuk mempersunting Elia. Masalah Gina juga akhirnya telah terselesaikan. Bion tidak akan menunggu lama-lama lagi.
Hari ini dia akan menjadikan Elia sah sebagai istrinya. Persiapannya cukup cepat. Pernikahan Elia yang di adakan di hotel berbintang 5. Bion dan Elia tadi subuh sudah melaksanakan ijab kabul dengan lancar.
Malam ini tinggal di adakan resepsi pernikahan mewah ala negeri dongeng. Hotel mewah itu sudah di sulap seperti istana kerajaan yang memang pernikahan yang di impikan Elia sejak kecil.
Jalan panjang Athar pernikahan menuju pelaminan, di lapisi kaca-kaca yang di bagian bawahnya terdapat kolam ikan yang memanjang, dekor dalam resepsi itu benar-benar sangat mewah.
Para tamu juga berdatangan tamu-tamu dari Bion, Aditya dan pasti rekan-rekan yang lainnya, para Pembisnis, pengusaha, politikus dan lain sebagainnya.
Di sana terlihat Felly yang menggunakan dress biru langit tanpa lengan yang panjangnya sampai kebawah dress yang melekat di tubuhnya yang mengikuti lekuk tubuhnya, dengan rambutnya yang di sanggul cepol yang memakai anting panjang dan kalung untuk memperindah agar tidak terlalu polos kali.
Untuk Aditya tersendiri memakai kemeja yang di balut dengan jas mahal, yang mana Aditya sedang menggendong Askara yang juga masih bayi sudah di pakaikan jas oleh mama tercintanya.
Selain pasangan suami istri itu, Laura juga hadir di sana dengan dress merah yang di pakai sesuai ukuran tubuhnya yang mana sedang hamil tua. Laura juga di temani mamanya Lusi yang juga akan hadir di pernikahan keponakannya.
Harison juga hadir pastinya, orang tua Felly Sabila dan Anderson. Serta adik Felly Agni dan pasti Andre juga yang tidak kalah tampan hadir di acara wanita yang di cintainya. Namun sudah di relakannya.
Bukan hanya mereka yang datang, Citra dan bahkan Gina juga hadir untuk memeriahkan pernikahan itu.
Suara lantunan musik biola terdengar di mana pemain musik biola berbaris di pinggir-pinggir jalan lantai kaca tersusun rapi dari ujung sampai ke ujung.
Bion yang begitu tampan dan gagah berdiri di paling ujung di dekat pelaminan dengan ke-2 tangannya ke belakang. Yang mana Bion layaknya pangeran di negri dongeng.
__ADS_1
Tidak lama pintu dari ujung yang berhadapan dengan Bion yang jauhnya 15 meter terbuka. Yang mana menampilkan Elia dengan gaun besarnya. Gaun berwarna pink yang di bagian bawahnya di beri volume yang berlampu-lampu. Dengan Selayar yang panjang kebelakang. Layaknya seorang ratu.
2 anak kecil yang memakai dress putih yang berjalan di depan Elia dengan membawa kantin kelopak bunga mawar dan menaburi kelopak itu di lantai. Ke-2 tangan Elia juga di pegang 2 anak kecil yang seakan menuntunnya berjalan. Elia begitu cantik yang melangkah menghampiri suaminya.
Bion yang dari kejauhan tersenyum melihat pengantinnya yang semakin lama semakin dekat dengannya. Semenjak akad nikah tadi pagi Bion memang tidak melihat Elia sampai malam hari dan baru ini dia melihat Elia yang begitu cantik yang membuat Bion seperti Pria yang paling beruntung malam ini.
Tamu-tamu juga takjub dan pangling melihat kecantikan Elia yang sangat luar biasa cantiknya.
" Sayang aunty kamu sangat cantik," ucap Aditya mengatakan pada anaknya yang memuji kakaknya yang memang begitu cantik.
" Lebih cantikan mana aku apa kak Elia," sahut Felly yang tidak mau kalah.
" Kamu tetap yang paling cantik," sahut Aditya membuat Felly melayang-layang saat mendapat pujian itu.
Lalu Bion berdiri dan meletakkan satu tangan Elia di bahunya dan satu tangannya menggenggam tangan Elia dan 1 tangan Bion berada di pinggang Elia yang mana mereka berdua pun berdansa mengikuti irama alunan suara biola.
Wajah ke-2 pasangan pengantin itu begitu berseri-seri. Senyum indah yang terpancar yang terpancar di antara ke-2nya.
" Kamu cantik sekali hari ini!" puji Bion pada Elia istrinya
" Kamu juga sangat tampan," jawab Elia yang tidak kalah mengeluarkan pujian itu.
" Aku sangat bahagia Elia, bisa menikah denganmu," ucap Bion.
__ADS_1
" Aku juga sangat bahagia Bion. Bahkan aku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi dalam pernikahan ini, aku sangat bersyukur di dalam hidupku pernah menemuimu," ucap Elia dengan matanya yang tidak henti-hentinya menatap suaminya Bion.
" Terima kasih sudah memberiku banyak kesempatan dalam pernikahan kita," ucap Bion.
" Sama-sama Bion," sahut Elia.
Mereka kembali berdansa dengan romantis. Dengan orang-orang yang tersenyum melihat romantisnya pasangan pengantin baru itu. Bion mendekatkan wajahnya pada Elia memegang dagu Elia dengan matanya yang tidak henti-hentinya lepas dari menatap Elia. Secara perlahan wajah wajah Bion mendekati Elia dan mencium bibir Elia yang membuat Elia begitu bahagia dengan kecupan ciuman itu.
Elia memejamkan matanya dengan menikmati ciuman yang di berikan Bion. Para tamu hanya dibuat iri dengan Bion dan Elia yang menunjukkan keromantisannya.
Aditya dan Felly juga tidak kalah bahagianya melihat kebahagian Elia.
" Terima kasih Bion. Kamu telah menerima kakak ku apa adanya," batin Aditya yang terharu dengan pernikahan sang kakak.
" Aditya pasti sangat bahagia dengan kebahagian Kaka Elia. Selama ini dia menjaga kak Elia dengan baik dan sekarang Aditya akan menjadi lempang dengan mempercayakan kak Elia kepada Bion," batin Felly yang juga terharu melihat suaminya bahagia.
" Aku memang mencintai kamu Elia. Tapi sekarang aku menyadari. Jika Bionlah yang jauh lebih mencintai kamu," batin Andre yang pasti sudah ikhlas melepaskan Elia dan menyerahkan Elia kepada Bion.
" Cucu-cucuku jatuh pada orang yang tepat. Aditya jatuh pada wanita yang tepat. Felly membawa pengaruh yang besar pada keluarga kami. Dan sekarang Elia yang akhirnya menikah dengan Bion yang mana Bion telah menerimanya apa adanya. Damar juga mendapatkan Wanita yang baik. Yang menerima segala kekurangannya. Aku berharap Damar segera bebas dan bisa bahagia bersama istrinya," batin Harison yang matanya bergantian melihat kearah cucunya dan juga Laura dan Felly.
Di mana Laura sekarang sedang mengusap-usap perut buncitnya.
" Damar sebentar lagi aku akan lahiran, ini sudah masuk pada bulan kelahiranku, aku masih menunggumu dan juga anak kita. Aku tau aku tidak akan bisa melahirkan di temani olehmu. Aku tidak apa-apa Damar. Asalkan kamu bisa cepat pulang dan menemuiku, juga anak kita nanti," batin Aurelia yang teringat pada suaminya.
__ADS_1
Bersambung