
Elia dan Bion sama-sama tersenyum yang masih saling berhadapan. Dari tatapan mata mereka memang sudah menjelaskan jika mereka ber-2 ada cinta. Namun belum terucapkan sama sekali tentang cinta itu.
Di tengah mereka pandang-pandangan tiba-tiba Gina dan Citra berjalan berduan.
" Kamu harus banyak istirahat Gina, jangan memikirkan apapun," ucap Citra memberi pesan. Mendengar suara Citra membuat Bion kaget yang melihat Citra berjalan mengarah padanya dan Elia.
" Terimakasih Citra sudah banyak membantuku," sahut Gina. Citra dan Gina berjalan semakin dekat membuat Bion panik yang takut Gina akan histeris ketika melihat dia dan Elia.
Tidak mau mengambil resiko Bion langsung menarik tangan Elia sehingga membuat Elia kaget untuk mereka bersembunyi di balik tembok agar tidak terlihat Citra dan Gina.
Untung saja Bion dan Elia sudah bersembunyi. Karena kepala Gina sedang berkeliling mencari-cark seseorang.
" Mas Bion di mana ya?" tanya Gina.
" Hmmm, mungkin lagi cari makan," jawab Citra yang juga tidak tau di mana keberadaan Bion.
" Aku telpon aja dulu," sahut Gina mengambil handphonenya menelpon Bion.
Bion bersama Elia di balik tembok yang tidak jauh dari Citra dan Gina. Di mana Bion menghimpit tubuh Elia ke dingding dengan ke-2 tangan Bion berada di ke-2 bahu Bion.
Wajah Bion begitu panik yang sebentar-sebentar mengawasi Citra dan Gina namun Elia yang begitu dekat dengan Bion. Hanya terus melihat wajah Bion yang panik itu dengan debaran jantung Elia yang sama seperti dulu.
Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.
Mata Bion melotot saat ponselnya bergetar yang pasti panggilan masuk dari Gina. Elia juga mendadak panik saat itu dan mereka ber-2 sama-sama bingung. Yang takut ketahuan Gina yang nanti bisa-bisa Gina histeris kesetanan lagi.
" Citra kamu dengar suara nada dering tidak?" tanya Gina yang melihat-lihat di sekelilingnya yang mencari-cari bunyi handphone itu. Sementara Elia dan Bion semakin bertambah panik.
" Kayak nada dering mas Bion," ucap Gina lagi.
Citra tiba-tiba melihat ada cermin. Mata Citra melotot saat melihat bayangan dari cermin yang mana ternyata Bion yang sedang bersembunyi dengan seorang Wanita.
" Bion," batin Citra panik.
Gina yang merasa nada dering itu dekat. Melangkah mencari nada dering itu yang bisa di pastikan hantu adalah nada dering handphone Bion.
" Gina tunggu!" cegah Citra menahan tangan Gina saat ingin sampai ke tempat persembunyian Bion dan Elia.
__ADS_1
" Ada apa?" tanya Gina.
" Bion baru ngechat aku, dia lagi nungguin kita, ayo," ucap Citra yang melihatnya tidak ingin Gina menemukan Bion dan Elia.
" Oh, benarkah!" sahut Gina mematikan panggilan telponnya.
" Hmmm, ayo nanti kita kelamaan nunggu," sahut Citra yang langsung menarik tangan Gina dan Gina pun menurut saja pergi dari tempat itu.
Bion membuang napasnya perlahan kedepan yang merasa lega karena Gina tidak menemukannya. Bion melihat ke arah wajah Elia yang ada di depannya yang begitu dekat dengannya.
Mata Bion berkeliling menatap wajah Elia yang terlihat tenang di depannya. Bion pun langsung memeluk Elia membuat Elia kaget saat dengan spontan Bion memeluknya.
Suara napas berat Bion terdengar saat pelukan Bion semakin erat dengannya. Seakan melepaskan kerinduan di antara mereka. Elia begitu bahagia yang tidak percaya bisa berpelukan dengan Bion yang membuat jantungnya semakin tidak bisa di kondisinkan.
Namun mereka sama-sama melepas kerinduan. Di mana kerinduan itu di lakukan dengan eksen dan bukan kata-kata. Tidak ada yang di bicarakan Bion selain memeluk erat Elia dengan mengusap-usap punggung Elia.
***********
Elia dan Bion berada di dalam mobil Bion yang masih berada di rumah sakit. Ternyata Elia dan Bion melihat Gina dan Citra menaiki Taxi yang keluar dari rumah sakit. Bisa-bisanya Bion mengawasi Citra dan Gina.
" Mau kemana mereka?" tanya Elia yang sudah melihat Taxi itu berjalan.
" Aku menyuruh Citra membawa Gina pulang," jawab Bion.
" Kalian tinggal 1 Apertemen bareng?" tanya Elia Bion menganggukkan kepalanya.
" Hanya berdua?" tanya Elia lagi yang ingin tau.
" Ada satu suster," jawab Bion.
" Gina menganggapmu suaminya apa kamu dan Gina juga tidur satu kamar?" tanya Elia yang begitu ingin tau.
" Tidak Elia, kami tidak tidur satu kamar. Gina tidur bersama suster. Dan Gina menerima alasan dia harus tidur dengan suster demi keselamatan bayinya," jelas Bion dengan singkat. Elia tersenyum yang merasa lega.
" Lalu apa dia pernah memintamu untuk tidur di kamarnya?" tanya Elia yang begitu kepo.
" Karena dia sudah tau dia butuh suster. Jadi dia tidak pernah memintaku untuk berada di kamarnya," jawab Bion jujur.
__ADS_1
" Kalau dia memintamu apa yang akan kamu jawab?" tanya Elia.
" Pasti masih banyak alasan. Aku tidak menyukai Gina, tidak mencintainya dan aku bukan suaminya. Jadi tidak ada alasan untukku harus satu kamar dengarnya," jawab Bion dengan singkat. Jawaban itu seakan membuat Elia begitu bahagia. Tersenyum lepas dengan jawaban itu.
" Memang sudah lama Gina seperti ini?" tanya Elia penasaran.
" Kurang lebih 2 bulan belakangan ini," Jawab Bion.
" Begitu rupanya. Aku berharap dia cepat sembuh," sahut Elia. Bion mengangguk dengan tersenyum lepas pada Elia.
" Hmmm, ya sudah Bion, aku kembali kedalam dulu, keruangan Felly," ucap Elia yang membuka pintu mobil. Namun Bion menghentikan tangannya.
" Aku masih ingin bicara denganmu," ucap Bion dengan matanya yang menatap Elia begitu tulus.
" Bicara apa?" tanya Elia mendadak gugup.
" Aku sudah menyuruh Citra membawa Gina pulang. Itu karena aku ingin bicara banyak. Ingin menghabiskan waktu denganmu," ucap Bion. Elia menelan salavinanya mendengar ucapan Bion.
" Ya Allah, kenapa Bion bicara selembut itu," batin Elia yang debaran jantungnya tidak aman.
" Kamu mau kan, jalan berdua denganku?" tanya Bion yang menatap mata itu dengan tulus.
" Elia!" tegur Bion yang butuh kepastian.
" Hmmm, aku mau jalan ber-2 denganmu," sahut Elia mengangguk tersenyum. Bion yang mendengar jawaban Elia juga ikut tersenyum.
" Kamu mau kemana?" tanya Bion.
" Kamu yang mengajak. Jadi kamu yang menentukan tempatnya," ucap Elia.
" Baiklah kalau begitu," sahut Bion mengangguk.
Elia tersenyum begitu bahagia dengan hubungannya yang begitu baik dengan Bion. Tanpa menunggu lama Bion pun melajukan mobilnya dan dengan cepat yang dia tidak ingin membuang-buang waktu.
Bion ingin menghabiskan waktunya bersama Elia sekalian melepas rindu yang sudah tertahankan selama ini.
Bersambung
__ADS_1