Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 196 Melepas itu sulit.


__ADS_3

Langkah Felly akan mendekati ruang tamu di mana kakaknya berada. Felly menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dan mengusap air matanya memastikan tidak ada lagi yang tersisa. Karena dia juga tidak ingin sang kakak bertanya-tanya.


" Kak!" sapa Felly ketika sudah berada di ruang tamu.


" Felly," sahut Andre tersenyum lalu berdiri, " kamu sudah siap?" tanya Andre.


" Iya kak, sudah. Ayo kita pergi," ucap Felly. Andre melihat-lihat kearah belakang Felly seperti mencari sesuatu.


" Suami kamu mana. Kamu tidak berpamitan dulu?" tanya Andre heran.


" Tadi sudah berpamitan, kita pergi saja," jawab Felly dengan cepat.


" Kakak belum berpamitan. Kaka menemuinya dulu," ucap Andre melangkah namun dengan cepat di hentikan Felly.


" Aditya sedang menelpon, sepertinya sangat penting. Tadi Aditya sudah menyampaikan pesan dan juga salam kepada kakak. Jadi kakak tidak perlu menemuinya," ucap Felly bohong.


" Hmmm, begitu rupanya. Hmmm, sayang sekali," sahut Andre yang tampaknya percaya-percaya saja.


" Iya kak, jadi sebaiknya kita pergi saja," ucap Felly sedikit mendesak.


" Hmmm, baiklah kalau begitu," sahut Andre yang langsung mengambil alih koper Felly dan menyeretnya dengan langkah berat Felly pun menyusul sang kakak. Tetapi kepalanya masih menengok kebelakang seakan mengharapkan sosok di sana yang datang.


Felly dan Andre sudah berada di depan rumah dengan mobil yang terparkir 2 di sana. Hal itu membuat Felly heran.


" Felly, kamu akan di antar Bion sampai Kerumah dan kakak akan naik mobil teman kakak," ucap Andre.


" Kenapa berbeda. Kenapa Felly tidak sama kakak saja?" tanya Felly heran.

__ADS_1


" Kaka ada urusan sebentar. Dan kamu sebaiknya duluan saja. Jangan khawatir bukannya Bion akan menjaga kamu sampai kerumah. Jadi kamu akan aman," jelas Andre.


" Ya sudah," jawab Felly yang tidak mau memperlama. Yang penting dia bisa pulang.


" Mari nona," ucap Bion membuka pintu mobil mempersilahkan Felly masuk. Tetapi Felly masih diam dan terus melihat kedalam rumah.


Dia juga pasti berat hati untuk meninggalkan Aditya. Tetapi derita yang di alaminya membuatnya lelah dan akhirnya lebih baik pergi.


" Nona Felly!" tegur Bion. Membuat Felly tersentak kaget dan akhirnya memasuki mobil dengan keyakinan yang besar.


Felly menurunkan kaca mobil dan melihat keatas melihat ke arah kamarnya di mana Aditya berdiri di sana dan mereka saling melihat.


" Aku merasa tidak ada yang perlu di pertahankan. Semua begitu menyakitkan dan memang alangkah baiknya jika kita sendiri-sendiri. Kasih aku waktu untuk memperjelas hatiku," batin Felly yang terus melihat Aditya.


" Aku memang tidak pantas mendapatkan maaf dan kesempatan dari mu Felly. Aku sudah menyakitimu, menghancurkan hidupku. Jika di sisiku adalah sakit untukmu dan jika tidak berada di sisiku. Bisa membuatmu hidup damai. Mungkin memang ini jalan yang terbaik untuk menebus kesalahanku memberimu kebebesan," batin Aditya merasakan sesak di dalam sana. Saat melihat Felly pergi dan dia tanpa bisa melakukan apa-apa.


" Kenapa mencintaimu sesakit ini Aditya. Kenapa semuanya berakhir seperti ini," ucapnya menangis terisak-isak di dalam mobil.


" Hikss, hikss, hiks, hiks," Felly menangis sengugukan di dalam mobil dengan sedikit menunduk dan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya. Tangisnya benar-benar pecah di dalam mobil saat mobil itu sudah tidak berada di are rumah Aditya.


Felly tidak peduli di mana dia berada. Dia terus menangis senggugukan dan Bion sesekali melihat dari kaca spion yang tampak kasihan dengan istri atasannya itu yang sepertinya sangat hancur.


Suara tangisan itu tidak tau seberapa keras. Mungkin memang Felly harus mengeluarkannya untuk menenangkan dirinya.


Sama halnya dengan Aditya yang juga air matanya tidak pernah berhenti. Aditya duduk menyandarkan punggungnya di dingding dengan satu kakinya lurus kedepan dan satu di tekuknya tempat sikut tangannya menyanggah dengan memijat dahinya.


Bayangan kebersamaannya dengan Felly terus terlintas di pikirannya. Membuat air mata itu semakin tidak pernah berhenti. Aditya hanya meratapi penyesalan yang lagi-lagi pasti datang terlambat. Bukan hanya kehilangan calon anaknya. Tetapi juga kehilangan istrinya.

__ADS_1


Semuanya hanya terangkum dalam penyesalan. Ternyata Aditya baru merasakan betapa sakitnya. Ketika wanita yang di jadikannya sebagai alat balas dendam itu benar-benar pergi. Sama halnya dengan Felly yang mungkin hal itu tidak akan sakit jika tidak ada cinta di dalam sana.


Ternyata setiap apapun kalau sudah perasaan ikut campur masalahnya akan berbeda. Terakhir kali Aditya menangis mungkin saat usianya 10 tahun di saat kehancuran keluarganya.


Tetapi dia kembali menangis dan begitu lemah saat bertemu Felly. Tidak jarang air matanya keluar hanya untuk wanita yang secara tidak langsung mengubah kehidupannya dan memberikan hidupnya warna dan semuanya berakhir dengan secepat itu.


**********


Aditya berdiri di depan Elia yang tampak kecewa dengan Aditya.


" Apa yang kamu lakukan Aditya. Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu. Kakak sudah mengatakan. Kamu boleh mencari keadilan untuk Kakak dan mama. Tapi jangan melibatkan orang lain. Tapi apa kamu membohongi kakak. Kamu menikah dengan Felly hanya karena Felly kekasih Damar. Kamu menikahinya hanya untuk menjadikannya alat untuk balas dendam," ucap Elia yang tampak kecewa dengan Aditya.


Elia memang mengetahui hal itu ketika tidak sengaja mendengar pertengkaran Aditya dan Felly. Dan Elia mempertanyakan hal itu. Aditya pun jujur dan kejujuran dari adiknya menghancurkan hatinya dan membuatnya tidak henti-hentinya menangis.


" Kenapa kamu bisa sejahat ini Aditya. Kamu tidak ada bedanya dengan orang-orang itu. Kenapa kamu sanggup menghancurkan hati seorang wanita. Kamu tau Aditya apa yang kamu lakukan terhadap Felly sama saja kamu menyakiti kakak. Kenapa kamu seperti ini," ucap Elia dengan tangisannya di hadapan adiknya yang hanya menunduk dan tidak mampu menjawab apa-apa.


" Aditya, kenapa kamu diam bicaralah. Apa yang di pikiran kamu. Kamu lihat perbuatan kamu. Lihat akibatnya. Felly yang tidak tau apa-apa harus menanggung semuanya dan anak kalian menjadi korbannya. Apa kamu manusia Aditya. Kenapa kamu begitu jahat," ucap Elia memukul-mukul Aditya dengan tangannya.


Aditya menangkap tangan sang kakak dan langsung memeluk sang kakak yang meronta-ronta di dalam pelukannya.


" Maafkan aku kak. Aku tau aku salah. Aku memang sangat bodoh. Maafkan aku kak," ucap Aditya dengan kata maaf memeluk erat kakaknya.


" Apa kamu pikir dengan kata maaf maaf kamu masih berguna. Kamu sudah melukai Felly. Kamu menghancurkan hidupnya. Apa kamu pikir kamu pantas di maafkan. Aditya semua yang kamu lakukan hanya akan menyatu kamu dan juga Felly. Felly yang kamu jadikan alat hanya akan membuat kamu hancur," ucap Elia.


" Kakak sudah mengingatkan mu dari awal. Tapi kamu tidak mendengarkan kakak dan bahkan membohongi kakak," ucap Elia penuh kekecewaan.


Aditya tidak berani bicara lagi dan terus memeluk kakaknya yang terus menangis meronta-ronta.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2