Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 208 Dansa dalam uluran.


__ADS_3

Acara pesta terus berlanjut. MC yang di undang pada acara itu terus berbicara menyampaikan maksud dari acara tersebut. Tetapi Felly yang selalu penasaran dengan Lusi dan Laura memilih pergi untuk mencari tahu apa yang terjadi. Langkahnya begitu cepat melewati orang-orang yang ada di pesta itu dengan wajahnya yang tampak begitu penasaran, wajah tampak panik dan juga penuh kecemasan.


Tap.


Tiba-tiba mati lampu membuat langkah Felly berhenti dan ruangan itu seketika menjadi gelap dan Felly menjadi panik dengan melihat-lihat di sekelilingnya, keatas dan di sekitarnya yang memang gelap merata dan hanya terdengar suara-suara orang-orang yang bercakap-cakap. Karena lampu yang mati tiba-tiba.


" Kenapa bisa mati lampu tiba-tiba, bagiamana ini," batin Felly yang terlihat cemas memegang dressnya yang memang dua sangat takut gelap. Tiba-tiba sebuah tangan menariknya dan membuat Felly kaget sampai melotot.


" Aaaaaaa," teriaknya pelan dengan suara kagetnya saat tubuhnya tertarik dan pinggangnya juga yang di pegang yang membuatnya semakin takut Karen tidak bisa melihat apa-apa.


Tap.


Lampu kembali menyala dan ternyata Felly yang memejamkan matanya sudah berada di tengah-tengah pesta. Felly membuka matanya perlahan yang ternyata Aditya lah Pria yang menariknya.


Felly kaget dengan Aditya yang berada di hadapannya dengan tangannya yang digenggam Aditya. Napas Felly bahkan terlihat naik turun karena masih panik. Melihat Aditya didepannya membuat Felly mundur ingin menjauh.


Tetapi Aditya menarik tangannya dan satu tangannya memegang pinggang Felly dan menarik Felly sehingga lebih dekat dengannya, wajah ke-2nya saling berdekatan tanpa ada jarak, sehingga napas ke-2nya saling menerpa.


Semua orang-orang melihat pasangan yang mencuri perhatian itu. Dengan senyum di wajah mereka.


" Ternyata tuan Aditya dan istrinya ingin menghibur kita dengan berdansa romantis," sahut MC yang bertepuk tangan. Mendengarnya Felly ikut panik dan melihat di sekelilingnya yang ternyata orang-orang sudah bertepuk tangan kepadanya dan tersenyum melihatnya. Dia tidak menyadari jika dia telah menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan, lepaskan aku!" ucap Felly berusaha melepaskan diri tetapi Aditya semakin mendekatkan tubuhnya. Sehingga sekarang hidung Felly dan Aditya bersentuhan yang membuat Felly seketika gugup dengan debaran jantungnya yang tidak menentu.


" Jika kamu semakin bergerak. Maka tidak akan ada jarak lagi," ucap Aditya dengan serak yang berbicara menatap Felly dengan dalam-dalam dan Felly juga menatap mata itu dengan deru napasnya yang naik turun.


Alunan musik dansa yang selow pun telah di perdengarkan. Aditya melepas tangannya yang berada di pinggang Felly, sedikit mendorong Felly dan menuturkan tubuh Felly lalu kembali Felly berada di pelukan Aditya dengan ke-2 tangan Felly yang berada di dada bidang Aditya dan ke-2 tangan Aditya berada di pinggang Felly.


" Kau berusaha menghentikanku," ucap Felly yang mengetahui Aditya sengaja melakukan ini semua ini.


Mati lampu dia juga yakin perbuatan Aditya dan menariknya ke altar dansa juga karena perbuatan Aditya. Karena pasti Aditya memang berniat menghentikannya untuk tidak mengikuti Lusi dan juga Laura.


" Kamu benar, aku memang sengaja menghentikanmu. Biarkan mereka yang bekerja. Dan kamu tidak bisa ikut dalam urusan mereka. Karena itu sangat berbahaya," ucap Aditya jujur yang terus berdansa dengannnya.


" Kau tau alasan hal yang paling aku benci dalam hidupku. Itu karena kau tidak pernah mempercayaiku. Kau selalu merasa aku tidak bisa melakukan apa-apa," sahut Felly.


" Felly jangan pernah gegabah untuk melakukan sesuatu. Tetaplah di sisiku, jangan pergi dariku," sahut Aditya yang menatap Felly dalam-dalam dan Felly terdiam mendengarnya yang terus mengikuti arahan langkah Aditya.


" Kau selalu menyuruhku tetap bersamamu. Tetapi kau selalu merahasiakan semuanya dari ku. Jika kau ingin aku ada di sisimu. Lalu kenapa kau tidak pernah mengijinkanku ikut campur untuk semuanya," ucap Felly dengan suara yang begitu pelan.


" Sama halnya dengan hari ini. Aku jelas tau kau sedang merencanakan sesuatu. Tetapi apa kau menarikku kemari. Kau menghentikanku. Agar aku tidak tau apa yang kau, Laura dan Tante Lusi lakukan. Lalu jika aku berada di sisimu. Posisi apa yang aku dapatkan. Hanya wanita yang menemanimu di ranjang yang setiap waktu aku hanya di bayang-bayangi rasa penasaran," ucap Felly.


" Aditya. Aku sudah kehilangan bayiku. Aku juga punya cara sendiri. Untuk kematian janin di dalam kandunganku. Jika kau tidak ingin aku mengetahui dan ikut dalam setiap tindakan yang kau lakukan. Aku juga punya cara sendiri untuk mengambil tindakan atas kematian janinku," tegas Felly dengan matanya berkaca-kaca.

__ADS_1


" Kau jauh lebih berpengalaman di bandingkan aku Aditya. Kau jauh lebih tau bagaimana hancurnya perasaanmu saat melihat kematian di depan matamu. Sama seperti itu. Aku hanya bisa diam menangis saat melihat janinku sudah menjadi darah. Jadi aku juga punya cara sendiri untuk membalas kematian janin di dalam kandunganku," ucap Felly dengan meneteskan air matanya.


Aditya bisa melihat jika Felly memang memiliki dendam pada Rebecca. Karena kata-kata Felly di awal juga sudah jelas memperlihatkan semuanya. Aditya langsung memegang kedua pipi Felly dengan mengusap air mata Felly.


" Aku mengerti perasaanmu. Aku tau apa yang kamu rasakan. Katakan kepadaku Felly, apa yang harus aku lakukan. Agar kamu memaafkanku?" tanya Aditya dengan tulus.


" Tidak ada yang perlu kamu lakukan. Karena semuanya sudah terlanjur. Andai kata kamu tidak meninggalkan ku malam itu mungkin aku masih bersama bayiku. Memang Rebecca yang sudah membunuh janin di dalam kandunganku. Tetapi kau yang sudah memulai semuanya," ucap Felly menegaskan dan membuat Aditya menyadari semuanya.


Felly pun melepas diri dari Aditya dan melangkah ingin pergi. Namun Aditya menariknya dan memeluknya membuat Felly memejamkan matanya saat mendapatkan pelukan dari Aditya yang bisa di akuinya itu sebuah ketenangan.


" Kau jangan mengulur waktu Aditya. Biarkan aku pergi dan tau semuanya," tegas Felly yang terus di pelukan Aditya.


" Tidak akan. Tidak akan sama sekali, kau akan tetap di sini," sahut Aditya yang terus memeluknya


" Kau bisa merasakan debaran jantungku Felly. Debaran ini terus ada saat bersamamu. Jadi tetaplah seperti ini," tegas Aditya yang tampaknya tidak ingin melepas Felly.


Posisi dansa mereka memang benar-benar berubah di mana sekarang mereka tetap berdansa dengan berpelukan yang kembali menumpahkan perasaan mereka masing-masing.


Orang-orang yang menjadi penonton di sana hanya tersenyum. Melihat pasangan itu tampak romantis. Tanpa mereka tau apa yang terjadi sebenarnya.


Rebecca dan Damar juga melihat pasangan itu yang berdansa yang pasti tidak membuat Rebecca maupun Damar suka dengan keromantisan itu.

__ADS_1


Yang akhirnya membuat Damar memilih pergi karena pasti cemburu dengan apa yang di lihatnya.


Bersambung


__ADS_2