Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 321 Happy ending


__ADS_3

Damar dan Laura sama-sama berpelukan dengan erat yang meluapkan rasa kerinduan di antara ke-2nya dengan air mata yang membasahi baju Laura dan juga Damar di mana ke-2nya melepas rindu.


Karena merasa lama dengan Laura yang membuka pintu dan seperti ada sesuatu membuat, Felly, Luci dan Aditya akhirnya menyusul keluar. Sama dengan Laura. Mereka ber-3 juga kaget melihat apa yang terjadi. Felly dan Lusi sama- sama menutup mulut mereka dengan 1 tangannya yang di percaya. Jika nyata Damar ada di sana.


" Damar!" lirih Aditya yang tidak kalah terkejutnya yang melihat kehadiran adik tirinya itu. Memang Damar dia tidak salah lihat lagi. Itu adalah Damar.


" Damar kamu sudah kembali," sahut Lusi dengan dengan wajah terkejutnya. Damar dan Laura sama melepas pelukan itu dan Damar melihat Lusi.


" Iya mah, ini adalah Damar, suami Laura, dia benar-benar sudah pulang," sahut Laura dengan penuh tangisan air matanya.


" Ya Allah mama sampai tidak percaya jika Damar benar-benar pulang, mama sungguh tidak percaya," ucap Lusi sampai tidak bisa berkata apa-apa.


Tidak menyangka secepat itu Damar telah pulang. Damar melihat ke arah Aditya dan Damar langsung menghampirinya dengan berlutut mencium kaki Aditya yang membuat orang-orang ada di sana kaget sampai Aditya mundur kebelakang. Mungkin Damar merasa banyak melakukan kesalahan pada Aditya.


Orang-orang yang ada di sana kaget melihat tindakan Damar yang tiba-tiba mencium kaki Aditya. Namun Aditya langsung berjongkok dan membawa Damar berdiri dan langsung memeluknya.


" Kamu tidak pantas melakukan itu, jangan berlutut atau bersujud," ucap Aditya memeluk erat Damar.


" Maafkan aku, aku minta maaf, aku banyak melakukan kesalahan," ucap Damar yang memohon maaf pada Aditya.


" Kita sudah membahas ini sebelum kamu masuk sel, dan kita sudah saling memaafkan. Jadi jangan meminta maaf lagi. Karena masalah di antara kita sudah selesai," ucap Aditya.


Suasana haru semakin menyelimuti dengan pelukan adik dan kakak itu, terlepas adik tiri atau apapun. Yang jelas ke-2nya sudah sama-sama dewasa dan saling memaafkan. Mereka saling melepas pelukan dengan Aditya menepuk bahu Damar.


" Kamu sudah bebas?" Tanya Aditya memastikan. Damar mengangguk.


" Kenapa bisa secepat itu, bukannya seharunya masih lama?" sahut Lusi yang masih tidak percaya dengan kebebasan Damar.


" Damar bebas bersyarat," sahut Harison yang tiba-tiba datang. Pandangan mata mereka pun tertuju pada Harison. Di mana Harison melangkah mendekati yang lainnya.


" Maksud kakek apa?" tanya Felly.


" Damar ini bebas bersyarat. Masa tahannya belum murni berakhir. Namun hukum memberikan Damar baby keringanan setelah melakukan banyak pertimbangan. Terlebih lagi dengan Pak Anderson yang tidak menuntut apa-apa. Jadi Damar bebas bersyarat dan pasti akan terus wajib lapor," ucap Harison menjelaskan.


" Jadi kakek yang sudah membantu Damar?" tanya Laura yang masih menangis.


" Kakek tidak melakukan apa-apa Laura. Kakek hanya melakukan hal yang sewajarnya dan untuk Damar dan Damar juga sudah mempertanggungkan jawabkan kesalahannya," ucap Harison.


" Sudahlah yang terpenting sekarang Damar ada di sekitar kita. Dia sudah bersama kita sudah berkumpul dengan kita. Itu yang paling tepat," sahut Lusi.


" Benar kata Tante Lusi, ini suatu Anugrah di mana akhirnya Damar terbebas dan kembali bersama kita," sahut Felly menambahi. Laura dan Damar saling melihat dan kembali berpelukan dengan erat.


" Maafkan aku Laura!" lirih Damar yang tidak henti-hentinya meminta maaf. Laura hanya mengangguk-angguk dalam pelukan yang terus melepaskan kerinduan yang luar biasa.


Di dalam pelukan itu tiba-tiba Laura merasa sakit di bagian perutnya. Suaranya terdengar menahan sakit dengan berdesis.


" Ahhhhh," lirih Laura dengan perlahan melepas pelukan itu membuat Damar panik dengan memegang tangan Laura.


" Laura kamu kenapa?" tanya Damar panik.


" Sakit, perut aku tiba-tiba sakit," keluh Laura dengan wajahnya yang mendadak pucat dan dengan cepat dahinya berkeringat.

__ADS_1


Mata Felly tiba-tiba melihat lantak dan melihat air yang menetes yang menjulur dari paha Laura.


" Air ketuban Laura pecah, Laura sudah kontraksi," sahut Felly panik. Yang lainnya kaget dan ikut-ikutan panik.


" Bukannya ini belum waktunya," sahut Aditya yang sok tau.


" Air ketubannya pecah berarti ini sudah waktunya," sahut Felly.


" Sakit, sakit!" keluh Laura yang berteriak kesakitan.


" Ayo bawa Laura kerumah sakit," sahut Harison. Damar pun buru-buru menggendong istrinya ala bridal style dengan panik dia membawa Laura kedalam mobil di bagian belakang.


Aditya dan Felly langsung menyusul duduk di bagian depan di mana Aditya yang menyetir. Lusi juga naik dan duduk di bagian belakang bersama Damar dan Laura. Sementara Harison naik mobil lain bersama supir.


Dengan panik dan buru-buru mereka menuju rumah sakit. Karena sangat khawatir dengan kondisi Laura yang tiba-tiba kontraksi. Padahal Laura sebelumnya baik-baik saja dan barusan juga saat sarapan mereka membahas masalah kehamilan. Eh tau-tau Laura sudah kontraksi saja.


*********


Tidak lama sampai di rumah sakit. Laura langsung di masukkan kedalam ruangan persalinan di mana Laura memang benar-benar akan melahirkan. Ada 1 Dokter wanita dan 3 suster yang membantu Laura melahirkan. Sementara Damar terus berada di sisinya menggengam tangan Laura yang berteriak-teriak saat berusaha untuk melahirkan.


Yang lainnya panik dengan gelisah menunggu di luar yang mana pengantin baru Bion dan Elia juga sudah datang. Yang mereka mendengar Laura yang ingin melahirkan langsung buru-buru kerumah sakit.


" Argggghhh, Argggghhh, Ahhhhhh," Laura mengedan sekuatnya agar sang bayi keluar, dahi berkeringat, air mata menetes dengan infus yang juga terpasang di hidungnya.


Damar yang kepanikan hanya berusaha menenangkan istrinya, menguatkan istrinya. Yang berjuang mati-matian dalam melahirkan anak mereka. Buah cinta mereka.


Owe owe owe owe owe owe owe


Tangisan Laura juga adalah kebahagian yang tidak akan pernah terlupakan nya. Keinginannya melahirkan di dampingi Damar terwujud. Walau Laura merasa itu tidak pernah mungkin. Namun ternyata itu nyata suaminya benar-benar ada di sampingnya.


" Aku mencintaimu Laura, terima kasih sudah bertahan untukku, terima kasih sudah menghadirkan buah hati yang cantik untuk kita," ucap Damar.


" Sama-sama, aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu," sahut Laura yang mencium pipi Damar.


Rasa bahagia juga menyelimuti, Felly, Aditya, Lusi, Elia dan Bion, juga kakek Harison yang mana saat mendengar suara tangisan bayi membuat mereka merasa haru.


*************


1 bulan kemudian.


Felly, Aditya, Laura, Damar, Laura dan Bion, berkunjung kemakam orang tua mereka. Mereka menabur bunga di pusarah makan Baskoro dan juga Mariyati dengan berjongkok di samping makam itu.


" Pah, mah, kalian apa kabar di sana. Kami datang kemari. Kami merindukan kalian dan juga cucu-cucu kalian sudah mulai besar," ucap Aditya mengusap mesan mamanya itu.


" Askara sekarang sudah bisa telungkup, mulutnya juga sudah ingin sekali bicara, dia sangat bijak pah," sahut Felly menambahi.


" Bukan cuma Askara, tetapi Priliy juga," sahut Laura yang tidak mau kalah. " Prilly juga semakin cepat berkembang, sama seperti Askara," lanjut Laura.


" Hanya saja Prilly agak cengeng," sahut Damar menambahi.


" Mama, papa, doain juga Elia ya, supaya cepat punya baby seperti ke-2 adik Elia Aditya dan Damar," sahut Elia yang tidak lupa meminta doanya.

__ADS_1


" Aku dan Elia akan menambah cucu untuk kalian secepatnya," sahut Bion menambahi yang membuat tawa semua orang yang ada di sekitar makam itu.


" Mama sama papa jangan khawatir di sana. Kami semua akan bahagia di sini. Kami akan terus mengirim doa dan kita pasti akan bertemu di sana nanti," ucap Elia dengan rasa harunya.


" Amin," sahut semuanya serentak.


" Ya sudah kita balik?" ajak Damar yang lainnya mengangguk dan mereka satu persatu berdiri dan mengusap mesan itu kembali lalu menggandeng pasangan masing-masing dan langsung pergi.


Saat melewati malam Rebecca yang tidak jauh dari makam Baskoro dan Mariyati. Mereka ternyata berhenti dan meletakkan boucket bunga dengan mengusap mesan itu bergantian dengan ketulusan masing-masing.


Dendam, kebencian, semuanya sudah hilang dengan sendirinya. Tidak ada lagi semua itu. Semuanya benar-benar hilang dan hanya tinggal kebahagian yang akan mereka dapatkan. Melupakan masal lalu dan memaafkan adalah menuju kebahagian yang akan menjadi abadi seperti cinta yang mereka miliki.


***********


beberapa tahun kemudian. Lapangan golf yang menjadi favorite Harison yang selalu bermain dengan cucunya Aditya dan Damar. Di mana kakek tua itu walau sudah begitu tua. Tetapi saat bermain golf masih bisa mengalahkan Aditya dan Damar.


Tapi sayang para bocah Askara dan priliy merecoki tempat itu di mana mereka lari-larian di sekitar lapangan golf dan mengambil bola-bola lalu melempari. Oma Sabila. Opa Anderson dan Oma Luci harus lari-larian untuk mengejar para bocah kecil itu yang takut terjadi sesuatu. Maklum para nenek memang khawatirnya jauh lebih kuat.


Sedangkan mamanya Felly dan Laura asyik bergosip dan Elia sendiri yang bersama Bion yang mana Elia menggendong bayi yang mengajak bayi berjemur.


Semuanya terlihat begitu bahagia dengan keluarga kecil itu. Kebahagian memang tidak harus mewah. Namun kebersamaan yang membuat semuanya menjadi begitu bahagia.


Aditya melihat ke arah istrinya, tersenyum pada istrinya.


" Terima kasih Felly kau sudah hadir dalam hidupku. Kau sudah mengajarkan ku arti kehidupan dan cinta. Terima kasih sudah menghadirkan Askara di kehidupan kita. Aku sangat mencintaimu Felly," batin Aditya yang tidak henti-hentinya menatap penuh cinta kepada istrinya.


Harison yang selesai bermain golf melihat di sekitarnya dengan tersenyum bahagia.


" Aku sangat bersyukur dengan kebahagian di masa tuaku itu, Tuhan mempertemukan cucuku istri dan suami yang begitu baik dan sangat tulus. Terima kasih untuk kebahagian yang begitu besar ini," batin Harison dengan matanya berkaca-kaca.


Kebahagian memang tidak harus dengan kemewahan. Sekarang mereka sudah begitu sangat bahagia dengan Felly yang sekarang memeluk Aditya dan Askar harus berlari yang tidak ingin mamanya memeluk papanya dan mau tidak mau Aditya harus saling berebut untuk mendapatkan pelukan Felly dengan beberapa kali Aditya mengucap cinta pada istrinya.


Begitu juga dengan Damar yang malah mengejar-ngejar Laura yang berlari dengan memegang tangan Prilly dengan tawa lebar dari mereka.


Bion dan Elia yang sama-sama mengasuh bayi mereka hanya tersenyum dengan Bion mencium keningnya. Sementara untuk para orang tua harus iri dengan kebahagian muda-mudi itu yang mana mereka sudah tua-tua itu hanya membuat jiwa muda mereka bangkit lagi.


Dendam, kebencian, Amarah, emosi, yang ternyata bisa di selesaikan dengan cinta yang begitu tulus. Karena cinta yang memang yang akan menjadi penguat dalam segala hal.


Jangan lupa mampir ke karya terbaru aku.


j



...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนTammmatttt ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...Terima kasih untuk kalian semua yang begitu setia mengikuti novel Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan ku....


...Aku selalu menerima kritikan kalian yang membuatku banyak belajar....


...Jangan lupa mampir ke karya-karya aku yang lainnya yang terbaru dan juga yang lama....

__ADS_1


...I love you so much....


__ADS_2