
Sangat betah memandangi sang istri. Dan beberapa kali mencium lembut kening itu. Akhirnya Felly membuka matanya perlahan, dan langsung melihat Aditya.
Wajahnya langsung memerah saat Aditya tersenyum padanya. Mungkin dia mengingat bagaimana percintaan tadi malam. Makanya dia sampai seperti itu.
" Kamu sudah bangun?" tanya Aditya lembut. Felly menganggukkan matanya. Aditya mengusap-usap lembut pipi Cherry dengan jarinya dan kembali mencium keningnya.
Jantung Felly dari tadi malam tidak pernah berhenti berdetak. Jantung itu dengan perasaannya terus saja seperti itu. Membuat Felly sangat gugup dengan Aditya.
" Sudah jam berapa sekarang?" tanya Felly dengan suara seraknya.
" Masih jam 7," jawab Aditya. " Apa kamu mau sarapan?" tanya Aditya pelan. Felly mengangguk-angguk. Dia memang sangat lapar. Aditya tersenyum mendengarnya.
" Boleh, aku kekamar mandi, aku ingin mandi dan pakai baju aku kedinginan," ucap Felly pelan. Aditya tersenyum mendengarnya.
" Apa pelukanku tidak bisa menghangatkan mu?" tanya Aditya yang mempererat pelukannya. Pertanyaan itu tetap membuat Felly malu. Wajah mulus putih itu semakin memerah.
" Baiklah, kamu kekamar mandilah," ucap Aditya yang tidak ingin menggoda Felly. Felly tersenyum mendengarnya.
" Lalu jika kamu terus memelukku bagaimana aku bisa kekamar mandi?" tanya Felly.
Aditya mendengus dengan menyunggingkan senyumnya. Lalu dengan berat hati melepaskan pelukan itu. Padahal dia masih ingin memeluk Felly dan mungkin masih ingin bermesraan dengan Felly.
Felly langsung bergerak dengan memegang erat selimutnya. Aditya melihat pergerakan Felly yang masih saja ingin menutup tubuhnya, sehingga menarik-narik selimut.
" Kalau selimut itu terus sama kamu. Aku tidak akan memakai apa-apa, karena aku juga tidak memakai apa-apa," ucap Aditya dengan menaikkan 1 alisnya. Felly mengkerutkan dahinya mendengarnya. Mungkin dia akan melihat Aditya tanpa memakai sehelai benang pun.
Lama berpikir akhirnya. Felly dengan cepat menarik selimutnya dan langsung pergi kekamar mandi tanpa melihat Aditya dengan selimut yang membalut tubuhnya. Aditya mendengus dengan geleng-geleng melihat kelakuan lucu Felly yang sangat menggemaskan.
__ADS_1
" Kenapa dia terus-menerus pelit dengan tubuhnya. Apa dia pikir aku tidak melihat tubuhnya tadi malam, Felly-Felly kamu selalu saja jual mahal. Tetapi itu yang membuatku ingin kejadian tadi malam terulang lagi. Apa kita ber-2 akan menjadikan hal itu menjadi rutin," ucap Aditya yang sepertinya ingin mendapatkan jatah setiap waktu dari istrinya.
Felly sudah mandi dengan rambutnya yang basah. Felly sudah memakai pakaian yang tadi malam yang sudah kering. Felly melihat ke cermin dan menepuk-nepuk pipinya. Lalu tersenyum dengan manis.
" Felly kenapa wajah kamu ini masih memerah saja," ucap nya menepuk-nepuk pipinya. Lama menatap wajahnya di cermin Felly akhirnya keluar dari kamar mandi.
Tetapi terlebih dahulu wajahnya yang keluar dari kamar mandi. Mengintip apa kah Aditya sudah memakai pakaian atau belum dan ternyata Aditya sudah memakai pakaian. Felly menarik napasnya panjang.
Lalu membuangnya perlahan dan keluar dari kamar dengan Merapi-rapikan rambutnya. Aditya tersenyum melihat Felly.
" Aku mau kekamar mandi. Apa kamu masih tetap ingin berdiri di sana?" tanya Aditya melihat Felly yang sangat betah berdiri di kamar mandi.
" Hmmm, iya, kamu mandilah," ucap Felly dengan gugup. Aditya tersenyum mendengus mendengarnya dan melewati Felly yang sangat gugup. Lalu memasuki kamar mandi. Setelah Aditya pergi. Felly beralih ke ranjang dan duduk di pinggir ranjang.
Kepalanya menoleh ke arah ranjang mengusap ranjang dengan tangannya dan tersenyum. Dia seakan sangat bahagia dengan apa yang terjadi tadi malam. Seakan dia merasa sempurna saat memberikan apa yang di inginkan Aditya.
Dia jadi senyam-senyum kala mengingat percintaan panas mereka. Wajahnya terus saja memerah dengan apa ingatannya.
Dratttt Dratttt Dratttt.
Ponsel Aditya kembali berdering. Ponsel itu masih sama di atas ranjang. Tangan Felly mengambil ponsel itu dan melihat panggilan masuk dari Laura. Wajah Felly langsung berubah ketika melihat siapa yang memanggil suaminya membuatnya benar-benar merasa kesal.
Tadi malam, Aditya bahkan ingin mengangkat telpon itu. Tetapi Felly mencegahnya dengan triknya. Felly harus mengakui dia sangat cemburu dengan Laura. Karena dia tidak tau siapa wanita itu dan Aditya terus dekat dengannya.
Ceklek. Aditya keluar dari kamar mandi. Dan Felly tersentak kaget dengan ponsel yang masih berdering di tangannya. Aditya juga melihat hal itu dan Felly dan Aditya sama-sama saling melihat.
Wajah Felly tampak kesal dan Felly langsung meletakkan ponsel itu di atas ranjang dan langsung bangkit dari ranjang. Felly mengambil tas dan ponselnya di atas nakas dan langsung keluar dari kamar dan Aditya hanya memperhatikan kepergiannya yang tiba-tiba.
__ADS_1
Tetapi Aditya mendengus melihat kepergian itu. Bahkan menyunggingkan senyumnya.
" Dia memang akan berubah. Jika dipenuhi rasa cemburu," batin Aditya geleng-geleng.
Aditya juga mengingat bagaimana Felly tadi malam. Yang hanya karena cemburu bisa melakukan hal yang di luar dugaannya.
Felly keluar dari hotel dan menghampiri mobil mereka yang terparkir di parkiran hotel. Dan Bion yang semalam tidur di dalam mobil sudah bangun dan sekarang berada di samping mobil.
Bion langsung menundukkan kepalanya dan membuka pintu mobil untuk Felly. Felly pun langsung masuk.
Tidak berapa lama Aditya keluar dari hotel dan Felly yang ada di dalam yang sudah sarapan dengan sandwich yang tadi di mintanya untuk Bion mencarinya. Felly melihat ke arah luar.
" Lama sekali dia. Apa-apa saja yang di bicarakannya dengan Laura sampai selama itu," gerutu Felly dengan kesal sambil mengunyah makanannya.
Aditya pun memasuki mobil dan melihat Felly duduk paling ujung dan makan dengan cueknya. Aditya pun duduk dan rapat-rapat denga Felly. Membuat Felly emosi tingkat dewa.
" Kamu hanya membeli satu?" tanya Aditya melihat Felly. Felly tidak peduli ada yang bicara atau tidak yang penting dia hanya makan saja.
"Kamu tidak akan membagiku?" tanya Aditya. Felly tetap acuh.
" Felly lihat aku," ucap Aditya memegang dagu Felly dan akhirnya Felly melihatnya. Wajah Felly sangat kesal melihat Aditya. Bahkan menatap Aditya dengan horor. Aditya mengusap-usap lembut pipi Felly dan mengecup bibir Felly membuat Felly mendorong Aditya.
" Kamu selalu mau suka-suka," ucap Felly yang tampak kesal. Cup. Aditya kembali menciumnya. Felly tambah kesal dan langsung mengalihkan pandangannya. Aditya tersenyum melihat Felly yang semakin cemberut.
Aditya pun memakan sandwich yang di makan Felly, dia semakin bersemangat mengganggu istrinya membuat istrinya cemberut
" Makanlah, kamu jangan cemberut terus. Wajahmu sangat jelek jika cemberut. Jadi jangan cemberut saja. Aku melihatmu cantik di setiap waktu,"'ucap Aditya. Felly tersenyum mendengarnya. Namun tetap masih ada kekesalan di wajah manis itu.
__ADS_1
Aditya meletakkan tangannya di bahu Felly, menarik Felly lebih dekat dengannya memeluknya dengan erat. Felly kembali tersenyum saat Aditya yang berusaha mengembalikan moodnya. Bahkan dia menawarkan apa yang di makannya untuk Aditya dan Aditya pun memakannya dengan menatap dalam-dalam wajah itu.
Bersambung....