
Damar memegang pipinya mendapat tamparan dari Felly membuatnya cukup kaget. Dan jelas ini pertama kali tapi dulu Damar juga pernah menampar Felly.
" Aku sudah katakan jangan menyentuhkan. Aku sudah menikah. Jadi tolong hargai aku," ucap Felly dengan tegas.
" Kau menamparku dan mengingatkan ku pada statusmu. Apa kau sangat bangga menikah dengan Aditya dengan cara berselingkuh," teriak Damar yang ternyata emosinya naik ketika mendapat tamparan dari Felly.
" Terserah apa katamu. Apapun itu. Aku sudah menikah dengan Aditya dan aku adalah kakak iparmu. Jadi tolong hormati itu. Jadi kau keluarlah dari kamar ku," usir Felly menegaskan.
" Aku benar-benar tidak percaya Felly denganmu yang seperti ini. Kau benar-benar sangat menyanjung suamimu itu," sahut Damar tersenyum dengan geleng-geleng.
" Dia suamiku. Jadi jelas aku lebih berpihak padanya. Jadi pergilah dari sini," Felly melangkah mendekati Damar untuk mendorong Damar agar keluar dari kamarnya.
" Keluar dari kamar ku," ucap Felly mendorong Damar. Tetapi Damar menahannya. Membuat Felly kaget.
" Kau benar-benar menguji Kesabaranku Felly," ucap Damar yang langsung mendorong Felly keatas kasur sampai Felly terbaring dan kaget dengan tindakan Damar.
" Apa yang kau lakukan lepaskan aku," teriak Felly saat Damar menindihnya. Dan Felly memberontak untuk dilepaskan.
" Kita memang sudah putus dan aku akan membuat kenangan bercinta dari ku untukmu," ucap Damar yang terbakar hasrat. Mendengarnya Felly kaget dan menggelengkan-gelengkan kepalanya.
" Apa yang kau katakan. Jangan kurang ajar kepadaku. Menjauh dariku," Felly memberontak kak berteriak agar ada yang menolongnya Damar. Dengan cepat Damar menutup mulutnya sehingga tidak ada suara Felly lagi.
"'Hmm- Hmm, Hmm," Felly kesulitan bicara karena Damar menutup mulutnya dan Damar juga berusaha untuk mencium lehernya. Damar yang emosian dan juga hasratnya memuncak membuatnya tidak bisa mengendalikan dirinya.
Sementara ternyata Rebecca berada di luar kamar dan Rebecca menutup pintu kamar Felly yang ternyata tidak Damar sadari masih terbuka. Rebecca tersenyum dengan menarik pintu itu.
" Baiklah Damar mama tidak akan melarangmu melakukan itu. Mungkin kamu ingin memberinya pelajaran karena sudah menghiyanatimu. Tetapi seharusnya kamu menutup pintunya. Agar kamu bisa memberinya pelajaran tanpa ada yang mengetahui," batin Rebecca dengan tersenyum penuh kemenangan dengan tindakan anaknya.
Bukannya melarang anaknya melakukan hal itu malah mendukung anaknya. Memang Rebecca tidak tau wanita yang seperti apa.
" Tuan Aditya," tiba-tiba Rebecca tersentak kaget saat mendengar seseorang memanggil Aditya.
" Aditya, sial," desis Rebecca langsung bersembunyi. Dia tidak ingin Aditya mengetahui dia berada di depan kamar itu.
__ADS_1
Ternyata Aditya langsung pulang begitu mendapatkan foto-foto itu. Langkahnya yang begitu Arrogant menuju kamarnya. Rahang kokohnya yang mengeras yang masih jelas menunjukkan dia sangat marah dengan apa yang di lakukan Felly.
Karena Damar menutup mulut Felly. Tidak terdengar suara Felly sampai Aditya sudah berada di depan kamar itu dan Aditya langsung membuka pintu kamar.
Betapa terkejutnya Aditya melihat apa yang terjadi di atas tempat tidur itu di mana terlihat Damar yang menindih Felly istrinya dan terlihat seperti bercumbu.
Mata Aditya melotot sampai mau keluar dengan apa yang di lihatnya. Sampai dia mengepal tangannya.
" Felly," teriak Aditya. Mendengar suara itu Damar langsung menarik tangannya dari mulut Felly dan tidak jadi meraih meraih leher wanita itu.
Damar langsung bangkit dari badan ketika melihat Aditya yang sudah berdiri di depan pintu dengan kemarahan.
" Sial kenapa dia datang," batin Damar yang merasa rencananya berantakan untuk menyetubuhi Felly.
Felly juga langsung bangkit dan merasa lega. Karena Aditya datang di waktu yang tepat dan napasnya yang naik turun karena memang baru bisa bernapas sekarang. Karena sejak tadi mulutnya yang ditutup.
Melihat napas Felly yang seperti itu membuat Aditya semakin berpikiran buruk dan langsung membanting pintu membuat Felly tersentak kaget. Aditya langsung menghampiri Damar dan mencengkram kerah baju Damar.
" Apa yang kau lakukan berengsek," teriak Aditya dengan kemarahannya yang tinggi.
" Apa yang kau katakan?" tanya Felly. Aditya sudah menatap mata Felly dengan tajam.
" Aku tidak mungkin masuk jika tidak di undang," sahut Damar.
Mulut Felly terbuka mendengarnya. Air matanya langsung jatuh dengan dadanya yang semakin sesak. Saat Damar telah memfitnahnya. Mata Aditya tidak lepas menatap tajam Felly.
" Aku tidak melakukan apapun. Dia datang sendiri kemari. Aku tidak mengajaknya," ucap Felly mencoba membela diri.
Damar langsung menyinggirkan tangan Aditya dari kerah bajunya.
" Jangan melakukan apa pun Felly. Jujurlah kepadanya. Bahwa kau memang mengundangku untuk di puaskan. Karena tidak mendapat sentuhan darinya," ucap Damar lagi. Felly semakin kaget mendengarnya.
" Selesaikan urusan kalian. Minta tuntaskan kepadanya," ucap Damar lagi yang langsung pergi dengan tersenyum miring. Sementara Aditya sudah mengepal ke-2 tangannya menatap Felly tajam.
__ADS_1
" Aku tidak melakukan apapun dia ingin mem..
" Diam!" teriak Aditya yang langsung memukul meja di samping Felly sampai Felly tersentak kaget dengan kemarahan Aditya.
Aditya yang di penuhi emosi langsung mencengkram tangan Felly dengan kuat menatap Felly dengan matanya yang memerah.
" Aku sudah menduga. Jika kau memang akan seperti ini kau mencari laki-laki lain untuk menyentuh tubuhmu itu," teriak Aditya yang tidak bisa mengendalikan dirinya.
" Aku tidak melakukan apapun yang kau tuduhkan," ucap Felly.
" Kau masih mau mengelak. Kau benar-benar wanita murahan. Kau seakan menjadi sok pahlawan di meja makan. Supaya apa. Supaya aku berpikir bahwa kau dan dia memang tidak ada apa-apa dan aku bisa meninggalkanmu. Tapi kau langsung mengambil kesempatan dengan bercumbu di sini," teriak Aditya benar-benar marah dan menghina Felly tanpa ampunan.
" Kau segitunya ingin di sentuh. Apa aku harus mengingatkanmu pada hal itu. Supaya kau sadar diri," teriak Aditya yang langsung menarik tangan Felly dan membawanya keluar dari kamar.
" Aditya lepas!" ucap Felly saat Aditya menyeretnya dengan kasar dan bahkan menaiki anak tangga.
Sementara Rebecca melihat hal itu langsung tersenyum penuh kemenangan dengan Aditya yang benar-benar di landa kemarahan.
" Akhirnya apa yang aku tunggu-tunggu juga telah tiba," batin Rebecca dengan senyum penuh kemenangan.
Sementara Aditya terus menyeret Felly dan Felly hanya bisa memberontak dan berteriak minta di lepaskan tidak tau kemana Aditya membawanya. Tetapi Felly semakin panik saat dia dan Aditya sudah berada di depan kamar. Kamar milik Aditya yang telah memperkosanya di sana
Aditya membuka pintu kamar itu dan langsung menghempaskan Felly kedingding. Felly langsung ketakutan saat dia berada dikamar itu.
Matanya melihat di sekelilingnya dan benar-benar teringat bagaimana dia di perlakuan Aditya. Dia di perkosa di kamar itu. Felly yang tidak tahan akhirnya melangkah untuk pergi. Tetapi Aditya langsung menghentikannya dan menghimpitnya kedingding.
" Mau kemana kau," tanya Aditya geram.
" Aku mohon keluarkan aku dari sini. Aku mohon," ucap Felly ketakutan dengan tubuhnya yang sudah bergetar hebat berada di dalam kamar yang menakutkan itu.
" Aku sudah mengatakan kepadamu. Jangan melakukan hal yang tidak aku sukai. Tetapi kau masih saja melakukannya dan kali ini kau sungguh kelewatan," teriak Aditya.
" Aku tidak melakukannya," bantah Felly. Aditya langsung memukul dingding di samping Felly dengan kuat sampai Felly tersentak kaget
__ADS_1
" Kau masih berbohong," teriak Aditya. Felly kembali kaget sampai Felly memejamkan matanya karena memang sangat ketakutan. Bukan hanya karena kamar itu. Tetapi karena kemarahan Aditya.
Bersambung.....