
pagi-pagi sekali Bi Warmi memasuki kamar Felly. Bi Warmi sudah membuka horden kamar itu sehingga Felly yang masih tidur nyenyak harus mengkerutkan matanya. Karena sinar matahari yang begitu cerah yang membuat matanya silau.
Matanya masih terbuka menyipit dan tidak melihat jelas. Jika Bi Warmi ada di sana. Felly menguap lebar dengan menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Dan dengan malasnya berusaha untuk duduk. Karena nyawanya yang memang belum terkumpul.
" Bibi," ucap Felly khas suara bangun tidur. Saat Bi Warmi mendekati ranjang Felly dan Felly sibuk mengucek-ngucek matanya.
" Non Felly, minum susunya dulu, setelah itu siap-siap. Tuan Aditya sedang menunggu di bawah," ucap Bi Warmi.
" Memang ini jam berapa?" tanya Felly.
" Sudah jam 7 non," jawab Bi Warmi. " Ayo non minum susunya!" ucap Bi Warmi yang mempersilahkan. Felly melihat kesampingnya. Tepatnya di atas meja yang terdapat susu yang biasa di minumnya.
" Oh, iya bibi bilang, Aditya menunggu ku. Memang ada apa?" tanya Felly penasaran. Sambil menyeruput minumannya.
" Tidak tau non, bibi hanya di perintahkan untuk membangunkan non Felly dan di suruh untuk siap-siap," jawab Bi Warmi yang memang tidak tau apa-apa.
" Oh begitu rupanya, ya sudah aku akan mandi dulu," sahut Felly.
" Iya non bibi keluar dulu," ucap bibi pamit. Felly mengangguk dan akhirnya keluar dari kamar Felly.
" Apa lagi pagi-pagi sudah menunggu. Biasanya juga dia langsung cuek dan pergi suka-suka," batin Felly bingung. Felly menghabiskan susu yang di buatkan Bibi dan langsung bangkit dari ranjang.
*********
Akhirnya Felly sudah selesai mandi dan sekarang wanita yang memakai dress biru Navy di atas lututnya tampak cantik, sangat manis dan begitu anggun sedang menyisir rambutnya dan menoleh wajahnya dengan sedikit bedak.
" Memang mau kemana lagi, kenapa harus menungguku segala," ucap Felly sambil menepuk-nepuk spon pada kulitnya.
" Aku rasa sudah cukup," ucapnya melihat wajahnya yang merasa sudah cukup cantik. Lalu Felly mengambil ponselnya dan langsung pergi keluar dari kamarnya.
Felly menuruni anak tangga dan ternyata memang benar Aditya sudah menunggu. Tetapi langkah Felly menelan saat melihat Aditya yang berpakaian tidak biasa.
Aditya memakai kemeja putih yang di masukkan kedalam celananya dan celana yang tidak biasa untuk pakaian kantor yang biasanya identik dengan stelan jas. Dan sekarang suaminya itu terlihat santai membuatnya bingung. Tetapi Felly tetap penasaran ada apa dan melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga.
" Ehem, kenapa kau memanggilku?" tanya Felly yang sudah berdiri di depan Aditya. Aditya mengalihkan pandangannya dari ponselnya dan langsung melihat Felly.
" Ayo pergi," ucap Aditya langsung berdiri tanpa menjawab pertanyaan Felly.
" Mau kemana?" tanya Felly. Aditya tetap melangkahkan kakinya.
" Jangan banyak tanya ayo," sahut Felly.
" Aku belum sarapan, aku lapar," sahut Felly membuat langkah Aditya terhenti dan harus membelikan tubuhnya melihat Felly dengan menaikkan 1 alisnya.
__ADS_1
" Aku ingin sarapan sebentar," ucap Felly.
" Di mobil saja, waktu ku tidak banyak," sahut Aditya. Lalu kembali melanjutkan langkahnya dan pergi.
" Ishhh, kenapa dia mau suka-suka," desis Felly dengan wajah merengutnya. Felly pun terpaksa harus mengikuti Aditya sampai ke luar dari rumah yang ternyata menuju mobil dan Aditya sudah masuk kedalam mobil itu.
" Ayo masuk, kenapa masih diam di situ," ucap Aditya yang sudah masuk terlebih dahulu dan Felly masih bengong berdiri di samping mobil.
Felly yang pasti masih bertanya-tanya kemana Aditya membawanya. Kembali mengikut saja. Memasuki mobil menyusul Aditya. Aditya memakai sabuk pengamannya begitu juga dengan Felly yang ikut memakai sabuk pengamannya.
" Kemana sih dia membawaku. Apa ke tempat kakek," batinnya bertanya-tanya.
************
Felly dan Aditya masih di dalam mobil dan masih dalam perjalanan. Felly yang duduk di dalam mobil sedang menikmati bubur ayam yang tadi ingin di makannya.
Tetapi wajahnya tidak bisa bohong. Bahwa dia sepenasaran itu. Kemana suaminya membawanya pergi. Kepalanya juga melihat ke jendela dan melihat jalanan yang sepi hanya ada beberapa kendaraan yang melintas satu-satu dan di pinggir jalan banyak pohon-pohon.
Yang jelas dia tidak sedang berada di kota. Sudah begitu dia merasa sudah lama sekali berada di dalam mobil. Tetapi sama sekali tidak sampai-sampai.
" Kita mau kemana sebenarnya?" tanya Felly sambil mengunyah makanannya.
" Sudah, jangan banyak tanya, kau makan saja yang benar," sahut Aditya yang benar-benar tidak menjawab pertanyaan Felly. Membuat Felly di terpa rasa penasaran.
" Apa susahnya memberitahu," batin Felly yang hanya bisa mengumpat di hatinya.
*************
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 3 jam. Akhirnya Felly dan Aditya pun sampai pada tujuan yang tadi membuat Felly penasaran. Mobil suaminya itu berhenti di pinggir sungai dengan arus yang mengalir dan terdapat bebatuan besar.
Kepala Felly berkeliling melihat situasi tempatnya dan membuatnya semakin bingung. Kenapa dia bisa ada di sana.
" Ayo tutu," ucap Aditya sudah membuka seat belt nya dan Felly masih sibuk dengan kebingungannya. Tetapi Felly pun langsung membuka seat belt nya. Dan keluar dari mobil.
Kepala Felly berkeliling melihat di sekitarnya dengan penuh pertanyaan sementara Aditya tampak mengeluarkan banyak barang dalam bagasi mobil yang dia tidak tau apa itu.
" Kenapa dia membawaku ketempat ini. Apa dia ingin membuangku di sini," batin Felly yang semakin kebingungan. Tempatnya memang indah. Tetapi dia juga takut.
Jika Aditya benar-benar akan membuangnya. Karena tempat itu sepi tanpa ada orang di sana.
Felly pun menghampiri Aditya yang mengeluarkan barang-barang dari sana.
" Kita ngapain di sini?" tanya Felly lagi. Aditya masih diam tanpa menjawab.
__ADS_1
" Aditya apa susahnya menjawab sih," sahut Felly geram.
" Aku ingin memancing, puas," jawab Aditya melihat Felly sebentar lalu pergi dari hadapan Felly.
" Memancing," gumam Felly mengkerutkan dahinya.
" Ada-ada saja memancing, apa bisa memancing di sini, lagian sejak kapan dia setidak punya kerjaan itu dan kenapa aku harus ikut-ikutan," oceh Felly bergerutu sendiri penuh dengan kebingungan.
" Ahhhh, sudahlah," Felly menggoyang-goyangkan kepalanya dan menyusul Aditya yang sekarang terlihat memasang tenda.
" Apa dia mau camping juga," batin Felly kebingungan yang melihat Aditya memasang tenda.
" Jangan diam saja, cepat bantu sini," ucap Aditya yang melihat Felly hanya bengong. Felly mengangguk saja dan ikut membantu Aditya. Walau dia tidak tau caranya. Dia hanya memegang saja.
Meski tidak saling bicara. Tetapi mereka tampak kompak memasang tenda dengan benar.
Dan sekarang mereka sudah berada di dalam tenda menyusun isi di dalamnya dengan barang-barang yang sudah di keluarkan Aditya dari dalam mobil.
" Ini seperti camping saja," batin Felly tersenyum tipis.
Dia justru senang jika harus melakukan kegiatan Camping. Karena sebelumnya itu terpikir di benaknya. Dan sekarang. Tenda yang memang untuk 2 orang itu sudah terpasang menghadap sungai yang indah yang hanya berjarak 10 meter sampai suara alirannya terdengar sangat indah di telinga.
Aditya sudah keluar dari tenda dan Felly yang berada di dalamnya melihat apa-apa saja yang di lakukan pria itu yang ternyata sedang mengeluarkan beberapa peralatan masakan dan juga bahan makanan.
" Kenapa dia tiba-tiba seperti ingin camping," batin Felly yang terus tersenyum dengan melihat Aditya. Dan tanpa aba-aba Aditya menoleh ke arahnya dan Felly dengan cepat membuang pandangannya. Dia malah terlihat salah tingkah. Karena jika ketahuan sedang melihat Aditya. Aditya pasti akan mengejeknya habis-habisan.
" Dari pada kau diam saja di sana. Mending kau kemari," ucap Aditya dengan Datar.
" Oh, oke kalau begitu," sahut Felly yang gugup dan langsung keluar dari tenda dan menyusul Aditya yang sepertinya sibuk.
" Kau bilang kau akan memancing, aku tidak melihat ada alat pancing di sini," ucap Felly dengan kepalanya melihat di sekitarnya.
" Ada di dalam mobil. Aku malas mengeluarkannya," sahut Aditya dengan cepat.
" Kalau begitu. Biar aku keluarkan saja," ucap Felly ingin berdiri.
" Tidak usah, kau di sini saja," sahut Aditya dengan cepat menahan Felly. Sampai Felly tidak jadi berdiri.
" Nanti saja di ambil," lanjut Aditya mengaskan.
" Kenapa harus nanti, bukannya lebih baik sekarang?" tanya Felly.
" Kau selalu saja banyak tanya, aku bilang nanti maka nanti. Jadi jangan banyak tanya lagi," sahut Aditya geram dengan Felly.
__ADS_1
" Ya sudah," ucap Felly. Aditya membuang napasnya perlahan ke depan dan melanjutkan kembali pekerjaannya. Begitu juga dengan Felly. Dari pada dia dan Aditya terjadi ribut kecil lagi. Jadi lebih baik dia diam saja.
Bersambung....