Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 112 Tidak sadarkan diri.


__ADS_3

Felly yang menjadi amukan Aditya hanya bisa menangis dengan menahan ketakutan di dalam tubuhnya. Di mana Aditya membawanya ke kamar yang menghancurkan hidupnya.


" Kau benar-benar menguji kesabaran ku Felly," teriak Aditya.


" Aku sudah katakan kepadamu. Aku tidak melakukan apapun. Terserah kau percaya atau tidak tidak kepadaku," tegas Felly dengan derain air matanya yang menatap Aditya.


" Kau pikir aku buta. Aku melihatnya sendiri bagaimana kau dengan mantan kekasihmu itu. Kalian bermesraan di kolam renang dan tidak hanya itu kalian melanjutkannya di dalam kamar. Apa kau segitu murahannya. Apa tubuhmu begitu ingin di sentuh," teriak Aditya.


" Baik jika itu yang kau mau. Aku akan melakukannya," ucap Aditya yang langsung melonggarkan dasinya dengan cepat. Membuat Felly kaget dengan tindakan Aditya.


" Apa yang kau lakukan Aditya. Aku mohon jangan lakukan itu," ucap Felly yang semakin takut.


" Kau benar-benar sangat munafik. Jika aku ingin menyentuhmu. Kau akan histeris seperti orang gila. Tetapi jika dia. Kau dengan senang hati menerimanya. Sampai napasnya tersengal-sengal menikmati semuanya," geram Aditya menekan suaranya yang membuka kancing bajunya perlahan.


" Kau hanya salah paham. Aku mohon jangan lakukan itu. Kau lupa sama perjanjian kita," ucap Felly kepanikan di depan Aditya.


" Persetan dengan perjanjian itu. Aku sudah mengatakan perjanjian itu akan berlaku. Jika kau melakukan sesuatu yang aku benci," tegas Aditya. Yang langsung mencium paksa bibir Felly.


" Aditya lepas, mpt mpt, lep," Felly kesulitan bicara karena Aditya mencium kasar bibirnya. Felly berusaha memberontak dengan memukul-mukul dada Aditya.


Tetapi tidak berpengaruh pada Aditya. Dia semakin kasar mencium paksa Felly. Emosi yang menggelegar di tubuhnya membuatnya benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya.


" Lepaskan aku," berontak Felly, saat berhasil mendorong Aditya yang sudah kesetannan.


" Kau menolakku dan menerimanya tanpa protes," geram Aditya.


" Terserah padamu," ucap Felly menekan suaranya dan langsung pergi. Tetapi Aditya menahan tangannya dan langsung menghempas Felly ketempat tidur.


Felly kaget dan kepalanya langsung menoleh kesamping, kekanan. Melihat di mana dia. Berada di atas tempat tidur saat di diperkosa.


" Kau pikir kau bisa lolos hari ini. Aku tidak akan mengampuni mau kali ini," ucap Aditya. Yang merangkak ketempat tidur.


" Tidak Aditya. Aku mohon jangan lakukan itu. Aku mohon cukup, aku mohon!" Felly memohon agar Aditya melepasnya.


Kepalanya benar-benar sakit dan ditambah lintasan saat dia di perkosa kembali muncul membuatnya ketakutan dan seperti orang gila. Tetapi Aditya menutup mata untuk melihat hal itu.


" Kau memohon kepadaku. Mengeluarkan air mata buaya mu. Tetapi tadi kau bersenang-senang dengan Pria itu," teriak Aditya. Felly geleng-geleng sangat takut dengan Aditya.

__ADS_1


Aditya menatap dengan penuh kebencian kepada Felly dan langsung menindih Felly.


" Lepaskan aku! lepaskan aku, jangan lakukan itu kepadaku, aku mohon hentikan, aku mohon," Felly terus memberontak saat Aditya menciumi kasar lehernya.


Felly terus menangis meminta agar Aditya menghentikannya. Tangannya memukul-mukul dada Aditya. Karena Aditya merasa tangan itu mengganggu aktivitas. Aditya mengambil dasinya dan mengikat tangan Felly di atas kepala Felly.


" Aditya lepaskan aku. Jangan lakukan ini kepadaku. Kau sama saja memperkosaku. Kau melakukan itu ke-2 kali kepadaku," ucap Felly dengan suara seraknya. Suara yang sangat melemah dan sekarang tidak bisa melawan karena tangannya sudah di ikat.


Apa yang di lakukan Aditya sama dengan dilakukannya saat memperkosa Felly dan membuat Felly benar-benar tidak berdaya. Isak tangis menyelimuti Felly. Menangis sekeras-kerasnya. Tidak akan mendapat ampunan dari Aditya.


Aditya yang di penuhi kemarahan terus menciumi Felly. Bahkan sudah merobek baju bagian depan Felly. Felly hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan Aditya kepadanya.


" Kau akan menyesal melakukan ini kepadaku. Aku tidak melakukan apapun yang kau tuduhkan. Aku masih menghormatimu sebagai suamiku. Tapi kau malah memperlakukanku seperti seorang binatang," ucap Felly dengan derain air matanya yang sudah lemah dan napasnya juga sangat sesak.


Apa yang di katakannya tidak membuat Aditya berhenti dan terus menjamah tubuh Felly. Sampai akhirnya Felly yang benar-benar pasrah dan bahkan rasa takut itu langsung hilang dan matanya tertutup.


Aditya saat menyentuh Felly merasa tidak ada perlawanan lagi. Memang tangannya sudah di ikat. Tetapi tadi tubuhnya masih melawan dan bergerak-gerak.


Tetapi sekarang diam mematung. Membuat Aditya mengangkat kepalanya dan melihat wajah Felly yang miring kesamping yang sudah tidak sadarkan diri.


"'Felly," tegurnya lagi dengan memukul pipi Felly lembut.


Tetapi tidak ada reaksi dan Aditya langsung bangkit dari tubuh Felly. Saat bangkit. Mata Aditya turun ke paha Felly dan melihat darah mengalir di paha mulus putih itu.


" Felly," ucap Aditya kaget melihat apa yang terjadi pada Felly.


" Felly bangun, bangun Felly, bangun Felly," ucap Aditya berusaha membangunkan Felly. Tetapi tidak ada respon dari Felly.


" Sial, apa yang aku lakukan," ucapnya baru sadar sekarang. Dengan cepat Aditya membuka ikatan tangan Felly. Pergelangan tangan itu. Sudah memar akibat ulahnya.


Aditya mengambil jasnya yang jatuh tadi kelantai dan langsung menutupkan pada Felly. Karena pakaiannya yang robek bagian depannya.


Dengan buru-buru. Aditya langsung menggendong tubuh Felly ala bridal style dan membawanya keluar dari kamar. Melihat darah di paha Felly. Membuat Aditya khawatir dan memikirkan hal yang aneh-aneh.


Aditya menuruni anak tangga dengan langkah yang cepat dan berpapasan dengan Harison.


" Apa yang terjadi kepada Felly?" tanya Harison yang melihat darah dari paha Felly. Aditya tidak menjawab dan buru-buru pergi. Dia harus membawa Felly ke rumah sakit.

__ADS_1


" Aditya!" panggil Harison panik. Tetapi Aditya tidak menjawabnya.


Rebecca melihat hal itu. Penasaran apa yang terjadi dengan Felly.


" Darah. Berarti memang sudah jelas. Wanita hamil. Tapi sepertinya. Felly keguguran," batin Rebecca tersenyum miring melihat apa yang terjadi pada Felly.


Sementara Aditya melangkah dengan tergesa-gesa menuju mobilnya.


" Bion!" teriak Aditya memanggil Bion. Karena Bion tidak datang saat dia memanggilnya. Aditya langsung membuka sendiri pintu mobil dan dengan terburu-buru mendudukkan Felly. Memasangkan cepat sabung pengaman.


" Bertahanlah Felly," ucap Aditya dengan suara bergerak panik dengan kondisi Felly yang sekarang wajah Felly semakin pucat.


Selesai memasangkan sabuk pengaman Aditya langsung berlari menuju kursi pengemudi. Dia menoleh kearah Felly dengan wajahnya yang juga takut.


Tidak ingin membuang waktu. Akhirnya. Aditya langsung menarik gas mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi membawa Felly kerumah sakit.


*********


Di tengah perjalanan mobil Aditya terjebak di tengah-tengah macet.


" Sial," teriak Aditya memukul kepala stir dan beberapa kali membunyikan klakson.


" Apa yang harus aku lakukan!" ucapnya mulai kebingungan dan melihat lagi kerah Felly yang benar-benar lemah tidak berdaya.


" Kenapa semuanya jadi seperti ini," desisnya mengusap wajahnya kasar dan kembali memukul stir mobil. Dia benar-benar baru menyesal dengan apa yang di lakukannya.


Aditya keluar dari mobil dengan buru-buru menuju pintu mobil Felly dan dengan cepat membuka seat belt Felly. Lalu menggendong wanita itu kembali dan berlari di tengah-tengah macet dengan membawa Felly.


Aditya benar-benar takut dengan kondisi Felly. Menunggu macet kembali normal tidak akan menyelamatkan Felly. Jadi dia pun akhirnya mencari cara agar bisa menyelamatkan Felly.


Bersambung....


1 episode lagi menyusul ya. Jadi terus suport karya aku. Kasih komen, like dan vote. Juga bantu share ya. Jangan lupa follow aku juga.


Dan mampir kekarya- karya aku yang lain ya.


Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2