Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 41 Kemarahan Damar


__ADS_3

Perasaan Felly mulai tidak tenang saat Damar mantan kekasihnya itu menatapnya dengan tatapan kemarahan.


" Kau mengganggu kesenanganku dengan kekasihku," ucap Aditya menahan Felly agar tetap di dekatnya. Walau Aditya tau Felly ingin menghindari.


Felly seakan tidak bisa melakukan apapun. Melihat Damar yang menangkap dirinya seperti itu. Pasti kecewa kepadanya. Karena sorot mata Damar yang biasanya penuh cinta sekarang terlihat penuh kebencian.


" Kau," desis Damar melangkahkan kakinya mendekati wanita dan Pria itu.


" Jadi benar, jika kau memang berselingkuh dengannya?" sinis Damar menatap tajam Felly dengan penuh kemarahan.


Kata-kata itu membuat hati Felly teriris. Ini pertama kalinya calon suaminya itu memanggilnya dengan kata Kau. Yang sangat kasar untuknya.


" Perempuan murahan?" bentaknya dengan suara menggelegar.


Damar tidak habis pikir dengan apa yang di lihatnya. Apa yang dilihatnya memang benar-benar menjelaskan selama ini wanita yang di cintainya menghiyanatinya berselingkuh dengan kakak tirinya.


Air mata Felly menetes saat mendapat kata-kata itu. Kata-kata yang sangat menyakitkan. Membuat darahnya berdesir mendengar kata-kata yang dia rasa itu pasti mimpi.


" Kau sungguh hina Felly, kau perempuan hina. Kau berselingkuh dengannya. Karena apa. Katakan," teriak Damar yang kehilangan kendali.


Membuat Felly tersentak kaget bahkan menutup matanya sangat takut dengan Damar yang melebihi monster sampai mata itu ingin keluar seperti menerkamnya. Dengan tangan yang mengepal kuat.


" He, berani sekali kau membentaknya di depanku, kau pikir kau siapa," sahut Aditya melepas rangkulannya dari Felly dan mendekati selangkah Pria yang emosi itu.


Aditya seolah-olah pasang badan yang garda untuk Felly seakan benar-benar memang menjadi pasangan kekasih.


" Bukan urusanmu. Aku sedang bicara dengan wanita ini, bukan dengan dirimu," tegas Damar menatap Aditya tajam membuat Aditya mendengus kasar.


Ini juga pertama kali Damar berteriak-teriak dengan Aditya. Semenjak kejadian itu Aditya dan Damar memang tidak akrab dan diam-diam terus. Dan sejak Aditya kembali ke Indonesia mereka masih sama. Bahkan Damar hanya akan bicara jika Aditya menyinggung mamanya saja.


" Katakan Felly kenapa kau melakukan semua ini. Aku sudah menerima dirimu apa adanya. Aku bahkan bertengkar dengan mamaku hanya demi dirimu. Aku pemperjuangkan mu agar mendapat restu. Tapi apa yang kau lakukan. Kau berselingkuh dengannya,"


" Apa itu alasannya, makanya kau terus bertanya tentangnya," lanjut Damar yang mengingat Felly pernah ingin tau tentang Aditya.


" Tidak mas! sahut Felly geleng-geleng yang mendekati Damar. Dia tidak ingin Damar semakin berpikiran buruk kepadanya.


" Lalu apa hah! kau jelas berselingkuh dengannya dan sekarang katakan jika kau kekasihnya atau tidak," tanya Damar dengan melebarkan matanya yang menekan suaranya.

__ADS_1


" Katakan?" teriak Damar. Felly dengan napasnya yang sesak mulai bingung harus menjawab apa. Air matanya bahkan


terus mengalir.


" Jika kau berani macam-macam, adikmu akan menjadi selanjutnya," ancaman Aditya teringat di dalam pikirannya.


" Iya aku dengannya memang pasangan kekasih, aku memang berselingkuh dengannya," jawab Felly dengan napas yang sesak. Bicara dengan nada kesulitan. Aditya mendengarnya tersenyum kemenangan.


" Brengsek!" geram Damar merapatkan giginya.


Plakkk.


Damar melayangkan 1 tamparan kepipi Felly. Sontak membuat Felly kaget dan Aditya juga langsung shock melihat Damar melakukan itu. Mata Aditya sampai melotot ingin keluar saat suara keras itu melayang kepipi wanita disampingnya yang tidak kalah schok.


" Brengsek," Aditya dengan kemarahannya langsung melayangkan tangannya ke wajah Damar meninju Pria itu. Sampai Damar tersungkur kelantai.


Felly masih memegang pipinya dengan wajah terkejutnya. Mendapatkan tamparan itu. Pasti lebih sakit dari pada tamparan Rebecca. Tamparan dipipinya bukan hanya sakit di pipi yang memerah dengan darah diujung bibirnya. Tetapi juga sakit di hatinya karena siapa yang menamparnya.


Felly merasa itu tidak mungkin Damar menamparnya. Damar adalah Pria penyayang, lembut yang tidak mungkin kasar dengannya. Tetapi kali ini pipinya menjadi korban memperlihatkan Damar yang sebenarnya.


Damar memang menamparnya sampai membuatnya diam mematung meresapi apa yeng terjadi tadi. Rasa tidak percaya akan semua ini kalau orang yang di cintai tanya sudah bermain fisik dengannya.


Mereka sama-sama di penuhi setan dan saling membalas pukulan. Perut wajah itu terus menjadi korban. Saling mengelak dan sama-sama tidak bisa mengelak pukulan.


Tiba-tiba Harison yang memang datang ke Restauran itu. Langsung menuju ruangan Aditya. Harison pun di kejutkan dengan pergulatan ke-2 cucunya yang sama-sama tidak mau mengalah.


Harison juga melihat wanita yang di kenalnya yang diam mematung seperti schok berat dengan tangannya yang memegang pipinya dan air mata yang mengalir


" Aditya, Damar," teriak Harison dengan suara menggelegar yang mungkin kedengaran sampai kebawah.


Aditya dan Damar seakan menutup telinga atas teriakan sang kakek dan tetap melanjutkan baku hantam itu sampai benar-benar puas.


Terpaksa anak buah sang kakek harus turun tangan memisahkan 2 anak muda yang yang terbawa emosi itu. Sampai Damar dan Aditya sama-sama di pegang. Tetapi ke-2 masih ingin saling menyerang.


" Apa yang kalian lakukan! bentak Harison dengan kemarahannya. Harison melihat ke-2 cucunya secara bergantian. Wajah tampan ke-2 itu sudah terluka.


" Bajingan ini menampar calon istriku," teriak Aditya dengan wajahnya memerah menekan suaranya menunjuk Damar dengan kegeraman.

__ADS_1


Harison langsung melihat Damar yang masih ngos-ngosan dan terus ingin memukul Aditya.


" Benar itu damar?" tanya Harison. Damar terdiam dan tidak bisa menjawab. Dia melihat ke arah Felly.


Dia baru menyadari jika dia sudah menampar Felly. Jika di katakan menyesal. Pasti sangat menyesal. Dia tidak tau setan apa yang merasukinya sampai bisa melayangkan tangannya pada Felly.


Damar yang masih di pegang oleh 1 bodyguard sang kakek langsung melepas kasar tangannya.


" Lepaskan!" Bentaknya melepaskan dirinya dari anak buah sang kakek. Damar Menatap Aditya tajam lalu langsung pergi dari ruangan itu.


" Damar!" Panggil Harison yang sama sekali tidak di respon Damar.


" Kakek lihat bagaimana dia. Itu orang yang kakek banggakan. Dia berani menampar Felly," teriak Aditya yang di penuhi kemarahan. Dia sangat emosi melihat Damar yang pergi begitu saja. Seharusnya Damar habis di tangannya


" Felly ikut kakek," ucap Harison yang tidak mempedulikan kata-kata Aditya.


Felly mengangguk dan melangkahkan kakinya mendekati sang kakek. Aditya menahan tangan Felly saat Felly melewatinya.


" Mau kemana kakek membawanya?" tanya Aditya.


" Ada apa? Apa kau takut jika aku mengintimidasinya. Jika dia akan berbicara sesuatu," sahut Harison. Membuat Aditya geram.


" Dia tidak bisa kemana-mana," tegas Aditya.


" Kau ingin kuhajar di sini," ucap Harison berbicara tenang tetapi sangat menakutkan.


" Lepaskan tangannya!" printah Harison.


Aditya tetap tidak mau. Harison langsung memukul pelan tangan Aditya dengan tongkatnya. Sehingga tangan Felly jatuh dari tangan cucunya itu.


Felly pun menurut dan mengikuti kakeknya. Dia sudah sangat lemas dengan kejadian ini. Air matanya tidak henti-hentinya keluar.


" Sial," teriak Aditya menyapu semua benda-benda yang ada di atas mejanya ketika melihat kepergian kakeknya.


" Dasar bajingan, berani sekali dia melayangkan tangannya di depanku, ibu sama sama saja suka main tangan," geram Aditya memukul meja dengan telapak tangannya.


Aditya sendiri tidak ngaca. Dia juga padahal sangat kasar. Tetapi bedanya tidak main tangan pada wanita.

__ADS_1


" Apa yang ingin di bicarakan kakek dengan wanita itu. Bagaimana jika Felly mengatakan semuanya," batin Aditya yang sebenarnya sangat takut. Jika Felly pada akhirnya membongkar semua apa yang ingin di lakukannya.


Bersambung.


__ADS_2