Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 260 Berdamai dengan kakek.


__ADS_3

" Aditya seberapa besar benci kamu kepada ku?" tanya Harison lagi.


" Kek, apa yang kakek bicarakan tidak ada yang membenci kakek. Aditya sama sekali tidak membenci kakek, ayo berdiri kek. Jangan seperti ini. Kakek tidak pantas seperti ini kepada Aditya. Kakek adalah orang tua yang harus di hormati," ucap Felly yang terus mencoba mengajak Harison berdiri.


" Tidak Felly. Aku tidak pantas di hormati. Aku memang orang tua. Tetapi aku tidak pantas di hormati. Aku gagal menjadi menjadi ayah, menjadi menantu dan menjadi kakek," ucap Harison dengan penyesalannya yang besar yang terus melihat ke arah Aditya yang sangat dingin.


" Aku aku tidak pernah mendengarkan kata-kata Pria 10 tahun itu. Aku membiarkannya menangis meneriaki mamanya. Aku membiarkannya menagis karena takut kakaknya pergi. Aku membiarkannya menanggung beban selama ini. Aku tidak pantas menjadi kakeknya," ucap Harison yang baru menyadari kesalahannya.


" 17 tahun dia menanggung semuanya sendiri. Dia harus menjadi seperti ini. Hanya karena ketidak adilanku dan tidak bijaksananya aku kepadanya. Dia telah menjadi korban karena aku," Harison terus mengakui kebodohannya di depan Aditya. Aditya tetap tidak merespon apa-apa. Tetapi matanya bergenang dan berusaha untuk menahan. Agar air matanya tidak jatuh.


Felly berdiri mendekati Aditya memegang lengan suaminya yang dingin namun suaminya itu terlihat kakek.


" Aditya ayolah, jangan biarkan kakek berlutut seperti itu. Aditya aku mohon ajak kakek berdiri. Aditya apapun masalahnya. Tidak pantas kakek seperti ini," ucap Felly yang mencoba memberi pencerahan pada suaminya.


" Tidak Felly. Aku memang pantas seperti ini. Aku begitu rendah dan tidak pantas di hormati. Aku sudah menghancurkan hidup menantuku. Hidup ke-2 cucuku. Rasa hormatku memang sudah hilang. Aku tidak pantas untuk di hormati lagi," ucap Harison.


" Tidak kek, apapun masalahnya. Kakek adalah pemimpin dan tidak pantas seperti ini," ucap Felly.


Felly memegang pipi suaminya dan berusaha untuk membuat suaminya melihatnya. Dan Aditya pun melihat Felly dengan air mata Aditya yang akhirnya jatuh dan Felly langsung menyekanya dan menganggukkan matanya.


Seakan mengatakan pada suaminya. Apa yang terjadi bukan kesalahan kakeknya dan berusaha agar Aditya memberi pintu maaf dan tidak membiarkan orang yang sangat di hormatinya itu harus bersujud.


Aditya menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Lalu melihat kebawah, melihat pria tua itu yang menangis dengan penuh penyesalan. Tidak lama Aditya langsung berlutut sama seperti kakeknya dan memeluk kakeknya.


" Kenapa tidak pernah mendengarkanku?" tanya Aditya dengan tangisnya yang pecah di pelukan kakaknya.

__ADS_1


" Kenapa kakek membiarkan mama di usir, kenapa kakek membiarkan semuanya terjadi. Kenapa tidak sekalipun mendengarkan apa kataku. Aku menagis berteriak-teriak pada kakek agar kakek agar kakek mempercayaiku. Tapi apa kakek tidak pernah mempercayaiku. Kakek mengabaikanku," ucap Aditya yang kembali mengeluarkan perasaannya.


" Mama hidup menderita kek. Mama meninggal dengan penyakitnya dan kakek tidak pernah membantunya sama sekali. Kakek juga membiarkan kak Elia di rumah sakit jiwa. Kenapa kek. Kenapa kakek melakukan semua itu kepadaku kenapa tidak mempercayaiku sama sekali," ucap Aditya di dalam pelukan Harison.


" Maafkan kakek Aditya. Maafkan kakek," Harison hanya bisa meminta maaf.


Penyesalan memang datang terlambat. Masalah itu. Aditya tidak membenci kakeknya. Dia lebih membenci papanya. Karena yang terjadi saat itu papanya yang harus bertanggung jawab. Bukan Harison. Hanya di sayangkan saja Harison juga tidak bertindak apa-apa pada saat itu.


Dan kembali semuanya terangkum dalam penyesalan. Felly yang berdiri juga tidak tahan untuk tidak menjatuhkan air matanya. Melihat cucu dan kakek tersebut menangis berpelukan membuat Felly ikut menangis dan juga terharu dengan kejadian di depan matanya.


***********


Lagi-lagi karena dorongan istrinya. Aditya dapat berdamai pada kakeknya dan mengakui apa yang terjadi bukan karena kakeknya. Tetapi tetap Harison menganggap dia yang bersalah dalam hal itu.


Aditya dan istrinya pun sudah pulang setelah berpelukan menumpahkan perasaan masing-masing pada sang kakek.


Harison duduk di pinggir ranjang menatap sendu wajah wanita yang tertidur itu. 1 tangan Harison memegang tangan Elia dan yang satunya mengusap-usap rambut Elia.


Tidak tau berapa lama Harison ada di kamar itu sampai akhirnya Elia pun terbangun dan membuka matanya perlahan dan melihat sang kakek ada di depannya. Elia melihat jelas. Wajah kakeknya yang sendu, terlihat lelah dan kantung mata itu terlihat menghitam membuat Elia sangat prihatin.


" Apa kakek banyak pikiran?" tanya Elia dengan suara seraknya yang juga sekarang memegang tangan kakeknya. Harison mengangguk mendengar pertanyaan cucunya itu bahkan air matanya menetes.


Elia langsung berusaha untuk duduk perlahan dan mendekatkan diri pada kakeknya dan mengusap air mata sang kakek.


" Kenapa menagis. Apa Elia berbuat salah?" tanya Elia. Harrison menggelengkan kepalanya yang semakin hancur saat mendengar kata-kata Elia.

__ADS_1


" Lalu kenapa menangis, jangan menangis kek. Elia akan sedih," ucap Elia dengan lembut dengan tatapan yang sangat tulus.


" Boleh kakek memelukmu?" tanya Harison dengan suara seraknya. Elia mengangguk dan langsung memeluk kakeknya dan Harison pun memeluk cucunya erat dengan air matanya yang juga jatuh.


" Maafkan kakek Elia, maafkan kakek. Bagaimana bisa kamu menanggung semua ini sendiri. Kakek sungguh tidak berguna membiarkan semuanya terjadi. Kakek sudah membuat hidup kamu hancur. Masa depan kamu hancur Elia. Maafkan kakek Elia. Kakek sudah merenggut kebahagian kamu. Maafkan kakek," ucap Harison dalam tangisnya yang berkali-kali mengatakan maaf. Elia juga menangis dengan senggugukan tanpa suara yang juga tidak bisa menjawab kata-kata kakeknya.


" Marahlah Elia pada kakek. Benci kakek, hukum kakek. Kakek pantas mendapatkannya. Marahlah Elia," ucap Harison lagi. Elia masih tidak merespon dan hanya menangis senggugukan.


Harison melepas pelukan itu memegang ke-2 pipi Elia dengan mengusap air mata itu.


" Kamu membenci kakek?" tanya Harison. Elia menggeleng.


" Kamu marah sama kakek?" tanya Harison lagi. Elia menggeleng.


" Kamu mau menghukum kakek?" tanya Harison. Elia tetap menggeleng.


" Elia tidak mau melakukan apa-apa pada kakek. Apa yang terjadi bukan kesalahan kakek. Dan Elia tidak mau membenci kakek. Elia tidak mau marah sama kakek. Elia tidak mau melakukan apa-apa pada kakek. Karena hanya kakek yang Elia punya. Elia sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Elia hanya punya kakek dan Aditya. Jadi Elia tidak akan melakukan apapun," ucap Elia yang menagis senggugukan di depan kakaknya.


Harison kembali memeluknya dengan erat.


" Kenapa kamu yang harus mengalami hal ini Elia. Maafkan kakek Elia. Kakek tidak pernah bisa menjadi kakek yang baik untuk kamu. Kakek tidak bisa melindungi kamu maafkan kan kakek Elia," ucap Harison yang terus meminta maaf pada Elia.


Dia terus menyesali apa yang terjadi. Kehancuran cucu satu-satunya itu karena ulahnya yang gagal menjadi seorang kakek.


Bersambung

__ADS_1


Mampir ke karya terbaru aku ya.



__ADS_2