Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Part 135 suami yang misterius.


__ADS_3

Aditya menoleh ke arah istrinya yang menangis dengan tangan yang saling menggenggam erat. Seakan menguatkan diri sendiri.


" Apa yang di bicarakan Aditya Rebecca?" tanya Harison yang menanggapi hal itu dengan serius. Dia juga pasti kaget karena hal itu juga ternyata berhubungan dengan Felly.


" Aku tidak tau pa. Aku juga tidak tau kenapa dia mengarang cerita seperti itu dan sekarang aku baru bisa menarik kesimpulan. Jika wanita ini dulu sengaja mendekati Damar untuk membuat papanya terbebas dari kasusnya dan bekerja sama dengan Aditya untuk menjatuhkan Damar dan juga aku," sahut Rebecca yang malah dengan sesukanya mengatakan hal yang tidak-tidak dan masih ada kesempatan untuk memutar balikkan fakta dan menuduh Felly.


" Tutup mulutmu," sahut Aditya yang mulai emosi. " Jaga bicaramu dan kau dengar papanya Felly tidak pernah bersalah. Karena kalian yang sudah memfitnahnya yang tidak dan membuatnya di penjara untuk kesalahan yang tidak di lakukannya," sahut Aditya mengepal tangannya.


" Sebaiknya kalian berdua bisa membahas ini di pengadilan. Karena aku akan membuktikan. Jika kalian berdua benar-benar dalang di balik semuanya," lanjut Aditya menegaskan. Rebecca dan Damar jelas sangat panik mendengar ucapan Aditya.


" Kek, aku harus memimpin perusahaan itu untuk membuktikan semuanya dan aku harus mengembalikan perusahaan yang sudah di curi kembali untuk keluarga Felly," ucap Aditya pada Harison.


" Baiklah! aku akan memberikan perusahaan itu kepadamu ketika apa yang kau katakan benar-benar terbukti," sahut Harison yang memberi kesempatan.


Damar dan Rebecca saling melihat kepanikan dengan keputusan Harison yang pasti sebelumnya tidak terpikir oleh mereka.


" Apa yang papa bicarakan," sahut Rebecca yang langsung menentang.


" Kakek tidak bisa melakukan ini kek. Ini tidak adil untukku Kek," sahut Damar yang tidak kalah menentang ucapan kakeknya.


" Terima kasih kek. Kakek sudah memberiku kesempatan. Pengacaramu sedang mengurus kasus ini dan akan secepatnya selesai," sahut Aditya melihat Damar dan Rebecca dengan senyum miring di wajahnya.


" Aku harap apa yang kau katakan benar-benar bisa kau buktikan. Dan untuk sementara kau bisa berada di perusahaan itu," sahut Harison. Aditya tersenyum mendengarnya. Dia benar-benar merasa menang di antara ibu dan anak yang sekarang kepanikan.


" Pa, jangan mengambil tindakan sejauh ini pa. Papa tidak bisa membiarkan Aditya berada di perubahan itu," sahut Rebecca terus membuat mertuanya untuk mengundurkan niatnya.


" Ayo Felly kita pulang," ucap Aditya menggengam tangan Felly mengajaknya berdiri dan Felly menurut saja.


" Kami permisi dulu!" ucap Aditya pamit. Harison mengangguk. Aditya dan Felly menundukkan kepala lalu pergi dari hadapan Harison dan pasti tidak lupa untuk tersenyum miring pada Rebecca dan juga Harison.

__ADS_1


" Sial. Jadi Felly adalah anaknya Anderson," batin Damar yang tidak percaya dengan hal itu.


***********


Aditya dan Felly akhirnya sampai rumah. Wajah Felly masih saja lesu dan bahkan matanya masih berkaca-kaca. Sedari tadi di dalam mobil juga beberapa kali menyeka air matanya.


Dia memang pasti tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya. Orang yang selama ini berpacaran dengannya bahkan dia memberikan cintanya untuk Damar ternyata adalah orang yang paling jahat.


Kejahatannya bukan hanya menuduhnya yang tidak-tidak. Tetapi juga ternyata orang yang menghancurkan keluarganya. Yang membuatnya dan keluarganya hidup melarat dan jelas hal itu masih membuatnya schok dan pasti sangat bersyukur karena pernikahannya dengan Damar tidak terjadi.


Musibah yang di hadapinya dan di dapatkannya dari Aditya. Seakan-akan adalah jalan untuknya mengetahui apa yang tersembunyi selama ini. Aditya memang berengsek tapi jelas tidak seberengsek Damar.


" Kau istirahatlah, aku mau kekantor dulu," ucap Aditya dengan suara dinginnya ketika mereka sudah berada di depan pintu dan Aditya langsung pergi. Tetapi lengannya langsung di tahan Felly, membuat Aditya menghentikan langkahnya dan melihat kearah tangannya yang di pegang Felly.


" Aku baru tau semalam dari kak Andre jika kamu membuka kasus papa ku kembali. Kamu menyewa pengacara untuk keadilan untuknya. Dan aku tidak tau jika ternyata selama ini Damar yang sudah membuat papa seperti ini. Apa itu memang benar?" tanya Felly dengan suaranya yang lembut.


" Kenapa?" kau ragu dengan kenyataan yang baru kau dengar. Kau ragu jika mantan kekasihmu itu melakukanya?" tanya Aditya dengan sinis. Felly langsung menggeleng dengan cepat.


Aditya terus menatap mata Felly yang masih bergenang dan langsung. Namun dengan cepat dia melepaskan pandangan itu dan bahkan melepas tangannya dari Aditya.


" Kau tidak perlu mengucapkan terima kasih, karena aku tidak melakukannya untukmu. Aku melakukannya untuk kepentingan diriku," ucap Aditya yang berbicara dengan dingin.


" Kau masuk dan istrirahat. Aku harus pergi. Kau hanya cukup diam di tempatmu dan jangan melakukan apapun yang kau tau akan membuatku marah," ucap Aditya yang kembali pergi. Tetapi Felly kembali menahannya.


" Ada apa lagi?" tanya Aditya menaikkan 1 alisnya melihat Felly yang menahannya.


" Apa kau juga bertemu dengan papaku?" tanya Felly.


" Aku sedang menangani kasusnya. Jelas aku bertemu dengannya dan kau tidak perlu menanyakan itu," jawab Aditya.

__ADS_1


" Lalu bagaimana keadaannya?" tanya Felly.


" Kau menayakanku tentang keadaannya?" sahut Aditya bertanya kembali. Felly mengangguk.


" Kau bertemu papaku. Bukankah kau juga pasti tau ke adaannya dan apa-apa saja yang di katakannya," sahut Felly.


" Kenapa aku harus memberi tahumu. Apa kau tidak mempunyai kaki untuk melihatnya sendiri," sahut Aditya.


" Apa aku boleh melihatnya?" tanya Felly yang menanggapi dengan serius


" Kenapa bertanya padaku. Jika ingin melihatnya maka pergi melihatnya," sahut Aditya mulai geram. Felly tampak tersenyum mendengarnya dark Aditya.


" Kalau begitu aku akan pergi melihat papa," sahut Felly yang langsung ceria.


" Tidak sekarang, kau masuk dan istirahat. Nanti aku akan mengajakmu menemuinya bukan sekarang," ujar Aditya membuat wajah Felly murung.


" Kenapa tidak sekarang?" tanya Felly yang sepertinya sudah tidak sabaran.


Sementara Aditya sudah geram dengan Felly yang banyak tanya dan tingkah yang membuat waktunya tersita banyak. Aditya terlihat membuang napasnya panjang kedepan yang mungkin sangat geram menghadapi Felly.


" Apa kau tidak bisa masuk dan dengarkan yang aku katakan aku membawamu nanti. Jadi tunggulah dan jangan banyak tanya," ucap Aditya menegaskan.


" Apa kau akan menepati janjimu?" tanya Felly dengan harapan yang banyak.


" Iya aku akan menepatinya maka diam jangan banyak protes," jawab Aditya kembali menurunkan tangan Felly dari tangannya.


" Aku pergi," ucap Aditya yang langsung pergi dan untuk Felly tidak menahannya lagi. Felly mengeluarkan senyum tipisnya saat melihat Aditya yang memasuki mobil.


" Kenapa dia begitu sulit di tebak. Dia sangat mudah marah. Tetapi juga terkadang dia melakukan hal yang tidak terduga. Dia memang sangat misterius," batin Felly yang seakan penasaran dengan Aditya. Jika penasaran berati itu tandanya dia seakan ingin mendekati Aditya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2