
Waktu yang sangat cepat berlalu, jam semakin semakin cepat berputar. Mereka sampai lokasi tersebut. Tepat pukul 10 pagi dan sekarang sudah jam 3 sore.
Felly duduk bersilah kaki di pinggir sungai yang memang jaraknya tidak jauh dari tendanya. Beberapa kali dia menghirup udara dalam-dalam.
Wajahnya juga terus tersenyum melihat indahnya tempat itu. Aliran air sungai yang begitu deras. Belum lagi pemandangan yang indah. Pohon-pohon yang membuat tempat itu begitu adem. Felly yang sibuk menikmati keindahan tempat itu.
Sementara Aditya berada di depan tenda yang tampak sibuk. Aditya sibuk membakar-bakar sesuatu yang sepertinya sosis. Sesekali matanya melihat ke arah Felly yang membelakanginya.
Felly memang tidak ikut membantu Aditya melakukan pekerjaan itu. Felly malas yang nanti hanya akan mendapat Omelan saja. Jadi dia lebih memilih mencari kenikmatan sendiri dari pada dekat-dekat dengan Aditya.
Aditya tampaknya, sudah selesai dalam pekerjaannya dan sudah memindahkan apa yang di panggangnya kedalam piring. Lalu Aditya menghampiri Felly.
" Nih," ucap Aditya memberikan pada Felly dan duduk di samping Felly.
" Hanya ini saja?" tanya Felly melihat ke arah piring itu.
" Maksud mu apa?" tanya Aditya menaikkan 1 alisnya.
" Ya, apa kamu hanya akan memberiku ini saja. Aditya ini sudah jam 3 dan dari tadi aku belum makan dan kamu sibuk sendirian yang ternyata hanya bisa membuatkan ini. Padahal sudah berjam-jam," ucap Felly dengan memprotes. Aditya mendengarnya mendengus kasar.
" Kau pikir aku membantumu. Bukannya bersyukur aku menyisakan untukmu. Malah banyak protes," ucap Aditya kesal.
" Bersyukur, mana ada bersyukur seperti itu. Jelas aku tidak bersyukur, hanya di berikan sosis, apa ini akan membuat kenyang," ucap Felly. Aditya semakin kesal melihat protetan Felly.
" Heh! kalau kau banyak protes, kenapa dari dari tadi hanya duduk manis. Tanpa memasaknya," sahut Aditya semakin geram melihat Felly.
" Aku sudah ingin melakukannya. Tapi aku tau kau pasti akan terus memarahiku. Karena setiap apa yang aku lakukan. Pasti salah di matamu," sahut Felly.
" Terserahmu, sini. Kalau tidak mau memakannya," ucap Aditya langsung menarik piring dari tangan Felly. Tetapi Felly kembali menariknya.
" Kau benar-benar ingin membunuhku. Sampai makanan yang tidak ada apa-apa ini juga ingin di ambil," sahut Felly yang langsung menekannya dengan cepat.
" Shusss, auuhhh," Felly langsung kepanasan karena tidak tau sosis itu masih panas. Dan sekarang dia mengipas-ngipas mulutnya dengan jarinya.
" Makanya pelan-pelan," ucap Aditya geleng-geleng.
" Katanya tidak, mau. Tetapi langsung di makan juga," desis Aditya pelan.
" Namanya juga lapar," sahut Felly yang sekarang sudah memakannya dengan meniup-niupnya.
" Kau tidak jadi memancing?" tanya Felly lagi.
" Kenapa sih, dia terus saja menanyakan hal itu," batin Aditya terlihat kesal.
" Lagi malas," jawab Aditya ketus.
" Kenapa?" tanya Felly.
" Sudah, makan saja. Jangan banyak bertanya kenapa-kenapa dan kenapa," sahut Aditya.
__ADS_1
" Hanya bertanya, tetapi dia langsung sesewot itu," gumam Felly sambil mengunyah makanannya.
***********
Hari sudah berganti lagi dan sekarang sudah malam hari. Tetapi ternyata Aditya dan Felly tidak pulang. Mereka tetap berada di tempat itu. Memang benar mereka benar-benar menjalankan kegiatan Camping.
Aditya memang tidak bisa, tidak menuruti keinginan Felly. Dia memang setidak punya kerjaan itu untuk melakukan hal-hal yang pasti tidak pernah di lakukannya.
Sekarang Felly dan Aditya sedang memasak mie instan di luar tenda. Memang tumben mereka sangat kompak hari ini. Walau pasti ada lagi perbedaan pendapat.
" Apa kita tidak pulang?" tanya Felly yang melihat di sekitarnya. Walau tempat itu sangat indah. Tapi kalau malam hari lumayan menyeramkan. Apa lagi ada suara-suara yang tidak enak di di dengar.
" Aku ingin menginap di sini. Kalau kau pulang, pulang saja," jawab Aditya.
" Naik apa?" tanya Felly.
" Kau tidak mau menginap di sini?" tanya Aditya dengan menaikkan 1 alisnya.
" Apa aku bisa mempercayaimu. Jika aku menginap di sini," sahut Felly.
" Kalau begitu jangan membuat ulah. Jika tidak aku benar-benar akan meninggalkanmu di hutan ini. Kau akan mati di makan binatang buas," ucap Aditya dengan wajah seriusnya menakut-nakuti Felly. Wajah Felly memang lumayan takut mendengarnya.
" Kau mau mati di makan binatang buas?" tanya Aditya.
" Aku tidak takut," sahut Felly sok berani.
" Benarkah!" sahut Aditya menaikkan 1 alisnya.
" Oh, iya," sahut Aditya.
" Iya, kau. Kau," ucap Felly.
" Maksudnya?" tanya Aditya.
" Kau sama dengan apa-apa yang kau katakan tadi. Jadi aku tidak takut. Karena kau lebih menyeramkan dengan binatang buas yang kau katakan," tegas Felly membuat Aditya geram.
" Ohhhhhh, begitu rupanya," geram Aditya.
" Memang itu kenyataannya. Kau sangat menyeramkan seperti monster kelaparan," ucap Felly tanpa ada takutnya.
" Baik jika kau sudah tau itu. Makanya hati-hati denganku," sahut Aditya. Felly menggedikkan bahunya saja.
" Cepat selesaikan pekerjaanmu. Kalau kau mau makan," ucap Aditya ketus. Dia sudah sangat kesal dengan Felly. Sementara tersenyum tipis melihat wajah Aditya yang tampak kesal. Karena omongannya.
Tiba-tiba tangan Felly menetes air. Felly mengangkat kepalanya dan melihat awan yang sedang menumpuk.
" Apa akan hujan?" tanya Felly melihat keatas.
Belum sempat Felly berbuat apa-apa hujan rintik-rintik turun.
__ADS_1
" Sial, hujan lagi," desis Aditya kesal.
" Cepat masuk kedalam tenda," ucap Aditya menyuruh Felly tergesa-gesa.
" Lalu kau?" tanya Felly.
" Sudah buruan sana," desak Aditya. Felly pun menurutinya dan membawa apa yang bisa di bawanya.
Sementara Aditya menyusun apa-apa saja yang ada di luar dan Felly juga masih membantu membereskan di dalam tenda dan mengambil apa-apa yang di berikan Aditya mumpung hujannya belum deras.
Tetapi tidak berapa lama hujannya semakin deras. Tetapi untung Aditya sudah masuk tenda dan di luar hanya tinggal menyisakan sisa api mereka tadi.
Sekarang pasangan suami istri itu sudah menikmati mie instan yang sempat tercampur dengan air hujan itu. Mereka duduk bersilah menikmati hangatnya mie instan dengan sesekali meniupnya. Mereka menikmati di dalam tenda yang berbentuk persegi itu.
Aditya juga menikmati dengan rambutnya basah dan juga bajunya yang sedikit basah.
" Ini benar-benar seperti camping. Aku tidak percaya bisa melakukan hal ini," batin Felly yang senyum-senyum. Sambil menikmati mie instan nya.
" Kenapa kau senyum-senyum?" tanya Aditya melihat ke arah Felly.
" Tidak, tidak apa-apa. Apa salah aku senyum," sahut Felly dengan cepat.
" Cepat makam. Lalu langsung tidur," ucap Aditya.
" Iya," jawab Felly yang melanjutkan makannya dan Aditya yang makam malah tersenyum tipis. Tidak tau apa yang membuatnya tersenyum Tetapi dia tersenyum saja.
" Aditya, Aditya. Apa kau tidak punya kerjaan selain menuruti apa maunya," batin Aditya yang baru menyadari. Bahwa dirinya memang tidak punya kerjaan.
Selesai makan Felly membereskan sisa makanan mereka dan meletakkan ke sudut-sudut tenda.
" Minum ini," Aditya memberikan susu pada Felly. Membuat Felly heran.
" Kau membawanya?" tanya Felly yang tidak percaya. Jika Aditya membawakan susu yang biasa di konsumsinya.
" Hmmm," jawab Aditya dengan deheman.
" Kok bisa?" tanya Felly lagi.
" Sudah minum saja. Jangan banyak bertanya," ucap Aditya menegaskan. Lalu Felly mengambil gelas itu dan meminum isinya.
" Apa dia memang mempersiapkan camping ini sengaja," batin Felly yang menerka-nerka dengan kepedean.
" Kenapa kau senyum-senyum?" tanya Aditya yang melihat Felly senyum-senyum.
" Mana ada," sahut Felly mengelak.
" Cepat minum dan langsung tidur," ucap Aditya menegaskan dengan wajahnya yang begitu ketus. Aditya sudah merebahkan dirinya terlebih dahulu. Di atas bantal dengan 1 tangannya yang di letakkan di bawah kepalanya.
Setelah Felly selesai minum dia melihat Aditya yang rebahan dan pasti mau tidak mau dia akan tidur di samping Aditya.
__ADS_1
" Kenapa kau masih diam. Ayo tidur!" ajak Aditya.
Bersambung.....