Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 107 Melakukan hal yang tidak biasa.


__ADS_3

Aditya membawa istrinya keluar dari dalam ruangannya yang mungkin akan membawanya pulang. Sampai di depan Restaurant yang ternyata sedang turun hujan deras. Pantas saja Aditya tidur sangat nyenyak yang ternyata hujan turun deras. Kalau hujan kan memang penikmat tidur.


" Hujan, bagaimana ini," batin Aditya yang bingung tidak mungkin dia membawa Felly kemobil. Yang mungkin Felly bisa basah dan sepertinya. Aditya tidak rela. Jika hal itu sampai terjadi.


Aditya melihat di sekelilingnya dan untungnya matanya melihat satpam yang ada di pos. Aditya langsung memanggil satpam tersebut. Untung satpam dengan walau suara hujan lebih deras.


" Ada apa tuan?" tanya satpam setelah berada di depan Aditya.


" Pindahkan mobil saya kemari," jawab Aditya memberi kunci mobilnya pada satpam tersebut.


" Baik tuan," jawab satpam tersebut dan langsung berlari memindahkan mobil Aditya sampai kedepan Aditya yang akan memudahkan Aditya untuk membawa Felly masuk.


Tidak lama Aditya menunggu mobilnya sudah terparkir tepat di depan Aditya. Walau berjalan kedalam mobil masih terkena hujan. Tetapi hanya sedikit. Jadi tidak apa-apalah.


" Sudah tuan," ucap Satpam berdiri kembali di depan Aditya.


" Coba kamu cari payung!" perintah Aditya.


" Baik tuan," jawab satpam tersebut langsung pergi memasuki Restaurant mencari payung. Karena memang di dalam mobil Aditya tidak memiliki payung.


Padahal hanya beberapa langkah menuju mobil. paling kenak hujan juga hanya sedikit. Tetapi tampaknya Aditya tidak rela jika 1 tetes air hujan mengenai Felly.


Setelah lama menunggu akhirnya Satpam datang kembali kehadapan Aditya dan sudah mebawa payung.


Satpam pun langsung memayungi Aditya


Dengan cepat Aditya melangkah membawa Felly masuk kedalam mobilnya. Satpam langsung membukakan pintu mobil dan tangannya masih setia memayungi Aditya yang sudah mendudukkan istrinya di jok mobil.


Aditya memakaikan sabuk pengaman dengan terburu-buru. Felly hanya bergerak sedikit. Namun matanya tidak terbuka sama sekali. Memang kalau tidur Felly rajanya tidak akan kenal badai dan juga petir. Bahkan ada sunami sekalipun dia akan tetap tertidur.


Setelah menempatkan istrinya dengan aman dan tidak lecet sama sekali. Aditya pun berjalan menuju kursi pengemudi. Satpam menundukkan kepalanya begitu tuannya ingin pergi. Sebelum pergi Aditya pasti mengklakson.


**********


Setelah melakukan perjalanan yang tidak terlalu jauh. Aditya sampai di rumahnya dan Felly masih tertidur di dalam gendongannya.

__ADS_1


Aditya yang ingin menuju kamar mereka berpapasan dengan Damar. Damar harus menghentikan langkahnya tepat di depan Aditya dan pasti matanya langsung melihat Felly dan ketidaksukaan di wajahnya itu. Terlihat jelas.


Sementara Aditya menyunggingkan senyumannya dan melanjutkan langkahnya.


Senyum yang di berikan Aditya terlihat senyum mengejek untuk Damar yang sama sekali tidak bisa sepertinya. Damar membalikkan badannya dan melihat punggung Aditya yang berjalan.


" Kau selalu kepanasan walau cuaca begitu dingin," batin Aditya dengan menyunggingkan senyumannya dan kembali melanjutkan langkahnya.


" Mama memang benar. Kalian berdua sudah menghancurkanku. Kalian bersenang-senang di atas penderitaanku. Aku sudah banyak mengalah dan kali ini aku akan tunjukkan siapa aku sebenarnya," batin Damar mengepal tangannya seperti punya rencana pada Aditya dan Felly.


Ternyata di sisi lain Harison memperhatikan gerak-gerik Damar. Belakangan Harison memang suka muncul tiba-tiba dan tidak tau dari mana kemunculannya.


" Apa dia belum bisa melupakan Felly. Damar kamu seharusnya bisa menerima. Jika Felly sudah menikah dengan Aditya. Aku tidak tau bagaimana cara mengatasi masalah ini. Karena di sini. Sebenarnya adalah Felly yang menjadi korban. Dia harus menanggung kebencian antara Damar dan Aditya. Apa yang harus aku lakukan. Agar semuanya bisa baik-baik saja," batin Harison.


Harison memang harus menyadari cucunya yang membenci saudara dan yang lainnya dan setiap pertikaian yang terjadi di rumah itu. Selalu saja. Felly yang menjadi korban dan dia sangat kasihan dengan Felly.


Karena dia sangat tau jika Felly adalah wanita yang baik dan tidak tau apa-apa. Dia sudah menyukai wanita itu saat pertama kali Damar memperkenalkannya kepadanya. Jadi wajar saja dia juga selalu membela Felly dan pasti ingin mempertahan Felly di rumah itu.


***********


Aditya duduk di samping Felly dan membuka sendal Felly lalu meletakkannya di tempatnya. Karena tidak mungkin Felly akan tertidur dengan memakai sendal itu sangat tidak lucu sekali lagian itu juga sangat tidak nyaman.


Aditya kembali menghampiri Felly duduk di samping Felly dan menarik selimut sampai dada Felly. Aditya melihat Felly tampak kedinginan karena memang hujan belum juga reda.


Aditya berdiri dan mematikan AC di kamar itu. Lalu kembali duduk di samping Felly. Tangan Aditya memegang pipi Felly Menyinggirkan anak rambut di wajah Felly dan menatap wanita itu dengan penuh arti.


" Kau tidur seperti ini. Akan jauh lebih baik,". batin Aditya mengecup lembut kening Felly tidak tau apa yang dipikirannya di mencuri kecilan kening Felly.


Aditya menoleh ke arah perut Felly yang di tutupi selimut. Satu tangan Felly berada di perutnya. Aditya memegang lengan itu dan menundukkan kepalanya mencium perut Felly di balik selimut.


Tidak tau kenapa dia melakukan itu. Sepertinya Aditya memang mencintai anak di dalam rahim Felly. Karena itu adalah darah dagingnya wajar dia mencintai anaknya dan mungkin ibunya akan menyusul sebentar lagi.


*********


Mentari pagi kembali tiba. Tidurnya Felly ternyata sangat lama dan sudah pagi dia masih tertidur dan matahari yang masuk dari sela-sela jendela menusuk matanya. Sehingga Felly mengerjapkan matanya.

__ADS_1


Akhirnya matanya terbuka sedikit. Felly mengucek matanya dan bertanya di dalam hatinya jam berapa sekarang. Aroma farfum yang sering di ciumnya terhirup di hidungnya.


Felly menoleh kesampingnya dan melihat Aditya yang berdiri di depan cermin dan sudah rapi dengan stelan pakaian untuk kerjanya. Felly menggeserkan tubuhnya dan mencoba duduk.


Tubuhnya hari ini sangat berat. Lemas dan seperti tidak bertenaga.


" Apa aku kesiangan," batin Felly yang tidak biasa bangun lama. Apa lagi Aditya yang bangun duluan. Biasanya dia yang bangun dulu.


Mata Felly melihat di ujung pintu dan melihat koper ada di sana.


" Mau kemana dia," batin Felly heran.


" Aku ada pekerjaan di Luar Negri," ucap Aditya. Sebelum di tanya Felly. Tetapi memang Felly bertanya di dalam hatinya. Dan mungkin Aditya tau jika Felly akan bertanya.


" Kemana?" tanya Felly.


" Singapore," jawab Felly.


" Berapa hari?" tanya Felly tampak kepo.


" 2 hari," jawab Aditya menghadap Felly.


" Kau ingat jangan bikin masalah selama aku tidak ada. Jangan melakukan apa yang tidak aku sukai. Aku harap kau benar-benar mendengarkan ku kali ini. Karena aku tidak akan mengampuni. Jika kau melanggarnya," ucap Aditya menegaskan dan pasti dengan ancaman.


" Kau mengerti?" tanya Aditya. Felly mengangguk pelan.


" Kau tidak perlu ke Restaurant hari ini. Kau istrirahat lah. Jika memerlukan sesuatu kau bisa panggil Bion. Karena dia tidak ikut denganku. Dia mengawasimu di sini," ucap Aditya.


" Iya," jawab Felly tampak tidak ikhlas.


" Aku pergi," ucap Aditya pamit walau nada ketus.


" Pergi ke Singapura saja. Perintahnya sangat banyak," batin Felly. Kembali merebahkan dirinya. Dia masih mengantuk dan ingin tertidur lagi. Sementara Aditya memang harus buru-buru pergi. Bahkan dia sudah hampir ketinggalan Pesawat. Makanya tidak banyak kata-kata lagi dengan Felly.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2