
Rebecca memasuki kamarnya dengan penuh emosi dengan tindakan Damar yang menyelamatkan Felly dan membuat rencananya gagal berantakan.
" Anak itu benar-benar sialan. Selalu saja bertindak sesukanya. Kenapa dia harus menolong wanita itu. Padahal tinggal sedikit lagi. Rencanaku benar-benar berantakan gara-gara Damar," ucap Rebecca dengan marah-marah dengan penuh emosi kepada Damar yang menyelamatkan Felly di kolam renang.
" Cinta-cinta. Selalu saja cinta. Dia benar-benar termakan cinta oleh wanita itu sialan itu. Sampai melakukan segalanya dan sudah di sakiti berkali-kali. Masih saja tetap sok melindunginya. Pakai memeberi saran ku segala lagi," ucap Rebecca marah-marah.
" Hmmmm. Tidak apa-apa. Apa yang di lakukan Damar tadi. Sedikit menguntungkan. Walau wanita itu selamat. Tetapi kali ini. Aku yakin. Dia tidak akan selamat sama sekali, kau benar-benar akan selesai di sini," batin Rebecca tersenyum licik. Seperti ada sesuatu yang di rencanakan nya.
*******
Aditya sedang meeting dengan beberapa kliennya. Beberapa orang tampak serius mendengarkan satu masukan dari pria yang terihat begitu serius.
Tetapi tidak dengan Aditya yang duduk dengan menyandarkan punggungnya di kepala kursi dan 1 kakinya di letakkan di atas pahanya dengan tangannya yang memutar-mutar kan pulpen.
Aditya terlihat kurang nyaman, dia begitu jelas sedang memikirkan sesuatu dan mungkin apa yang di sampaikan kliennya tidak masuk kedalam otaknya.
" Bagaimana dengan Felly. Bion tidak mengabari apa-apa kepadaku, apa dia baik-baik saja," batin Aditya yang ternyata memikirkan tentang Felly.
" Mungkin dia baik-baik saja. Jika ada sesuatu. Pasti Bion mengabariku," batinnya berpikir positif.
Ternyata Aditya tidak masih saja belum fokus. Dia sangat jelas menunggu kapan meeting itu akan selesai. Sampai dia yang tidak sabaran akhirnya mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya dan membuka pesan dan tampak menulis pesan.
Bagaimana apa kau...
Aditya tidak jadi melanjutkan dan menghapusnya kembali. Sepertinya itu bukan tulisan yang cocok.
Aditya kembali menggantinya dan mengirim yang lain lagi. Tetapi tetap Aditya mengahapusnya hal itu berkali-kali di lakukannya.
" Apa yang harus aku katakan kepadanya," batin Aditya yang penuh kebingungan. Dia merasa itu tidak pekerjaannya. Tetapi Felly sangat mengganggu pikirannya.
Sampai akhirnya ada notif masuk di ponsel Aditya. Aditya membuka pesan tersebut yang mengirim beberapa Foto yang membuatnya kaget.
Matanya langsung langsung terbelalak kaget sampai mau keluar melihat seseorang yang mengirim Foto-foto.
__ADS_1
Di mana terlihat Felly di dalam kolam renang bersama Damar yang di mana Damar tanpa pakaian dan Foto itu terlihat Damar memeluk Felly.
Aditya menscroll sampai bawah dan semakin emosi dengan foto-foto mesra yang di perlihatkan. Foto Felly dan Damar di dalam kolang renang seperti sangat bahagia.
" Sial, jadi ini yang di lakukannya," batin Aditya sudah mengepal ponsel itu. Dia benar-benar emosi mendapat kiriman foto di mana istrinya yang bermesraan.
" Dia memang tidak pernah mendengarkanku," batin Aditya dengan geram. Wajahnya langsung merah dengan emosinya yang berlipat ganda. Dengan kelakuan Felly saat di tinggalkannya.
Aditya yang dengan kemarahannya langsung pergi meninggalkan rapat. Membuat orang yang ada di dalam rapat itu kebingungan.
Padahal foto-foto itu adalah. Foto di mana Felly tenggelam dan Damar membawanya kedaratan. Hanya saja orang yang mengambil itu sangat pintar dan terlihat Damar yang memeluk Felly dan terlihat sangat mesra.
************
Rebecca duduk di pinggir ranjang nya dengan wajahnya yang tersenyum penuh kemenangan dengan memutar-mutar kan ponselnya.
" Akhirnya beres juga," ucapnya dengan senyum liciknya. Ternyata Foto yang di kirim pada Aditya berasal dari tangannya.
Rebecca memang mengambil kesempatan untuk memotret Felly dan Damar saat di kolam renang dan bahkan foto yang di ambilnya sangat sempurna dan terlihat foto itu foto yang bermesraan.
" Tinggal sebentar lagi. Maka akan ada tontonan menarik di rumah ini. Makanya jadi wanita jangan maruk. Kau harus tau posisi mu di rumah ini. Seperti apa dan kau akan kembali ketempatmu. Jika kau sudah kembali ketempatmu. Maka aku akan lebih mudah melenyapkan mu," batinnya yang ternyata masih punya keinginan untuk melenyapkan Felly.
Memang tidak ada habis-habisnya. Rebecca menjalankan rencananya. Rebecca melakukan apapun agar rencananya berjalan dengan lancar. Karena sejatinya dia memang wanita ular. Yang seperti di katakan Aditya ular berbisa dan kali ini dia telah memfitnah Felly agar hubungan Felly dan Aditya berantakan.
Karena dia tau Aditya sangat membenci hal itu dan pasti emisi Aditya akan menggelegar pada Felly. Karena kelakuan Felly saat dirinya tidak ada.
************
Pagi sudah berganti menjadi malam. Felly keluar dari kamar mandi menggunakan kimono untuk tidur. Felly tampak lemas dengan memijat kepalanya.
" Kepala ku sakit sekali," ucapnya merasa kepalanya yang berat. Felly juga mengusap tangannya yang ternyata sangat hangat.
" Aku sebaiknya minum obat saja. Agar aku bisa fit kembali. Mungkin ini karena terjebur di kolam renang. Makanya aku jadi seperti ini," ucapnya.
__ADS_1
Felly berjalan menuju lemari yang tempat obat-obatan. Saat berjalan kepalanya tambah sakit dan membuat Felly hampir jatuh dan tangannya langsung memegang pinggir meja karena tidak kuat berjalan.
" Kenapa tambah sakit," gumamnya yang kembali berjalan. Tetapi saat mencoba berjalan. Tangan Felly menyenggol meja dan langsung memecahkan gelas yang ada di atas meja.
Prangg.
" Astaga Felly," ucapnya yang kaget sendiri.
Brukkk tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan ternyata yang membukanya adalah Damar.
" Mas Damar," lirih Felly.
" Felly kamu kenapa?" tanya Damar kaget saat lewat dari kamar Felly mendengar pecahan dan langsung memasuki kamar itu.
" Aku tidak apa, keluarlah," ucap Felly dengan suara seraknya mengusir Damar. Tetapi Damar melangkah mendekatinya.
" Tidak apa-apa bagaimana kamu sudah seperti ini, kamu sedang sakit!" tanya Damar memegang lengan Felly yang terasa panas.
" Jangan menyentuhku. Kau sudah katakan tidak apa-apa. Jadi pergilah," ucap Felly menegaskan yang menjauh dari Damar yang tidak ingin di sentuh.
" Tapi Felly kamu sedang sakit. Wajah kamu pucat," ucap Damar yang malah memegang pipinya.
" Jangan menyentuhku," tegas Felly menepis tangan Damar.
" Aku tidak bermaksud. Aku hanya melihat kamu sedang tidak baik-baik saja. Ayo kita ke rumah sakit. Kamu sedang sakit," ucap Damar menawarkan.
" Tidak perlu. Aku tidak apa-apa. Jadi pergilah," usir Felly.
" Tidak Felly. Aku tidak bisa tinggal diam dengan kondisi kamu seperti ini. Jadi ayo Kerumah sakit," ucap Damar yang memaksa Felly untuk pergi.
" Aku bilang aku tidak apa-apa. Jadi tinggalkan aku," tegas Felly menaikkan Volume suaranya.
" Felly kamu sedang sakit. Jadi ayo," ucap Damar lagi yang memegang pipi Felly. Felly mendorong Damar dengan kuat.
__ADS_1
Plakkkkkkk. Felly langsung melayangkan tangannya menampar Damar karena Damar yang sangat tidak sopan kepadanya.
Bersambung..