
" Kenapa kau tertawa apa yang lucu?" tanya Felly semakin kesal.
" Aku hanya menikmati wajahmu yang penuh kecanggungan itu," ucap Aditya.
" Kau jangan kepedean aku tidak menyukaimu dan tidak mungkin," jawab Felly yang menekankan tetapi terlihat seperti mengelakkan sesuatu. Seakan menutupi perasaannya yang mungkin memang sudah ada.
" Aku tidak tau. Hanya kau yang merasakannya. Jadi pindah lah sekarang juga. Agar kau bisa memperdalam perasaanmu," ucap Aditya. Felly mendengarnya langsung menganga dan langsung melempar Aditya dengan bantal. Dia sangat kesal melihat Aditya yang banyak tingkah.
" Aku tidak menyukaimu. Kau terlalu percaya diri. Aku tau mungkin kau yang menyukaiku Makanya kau bicara seperti itu," ucap Felly yang melemparkan pada Aditya. Aditya geleng-geleng mendengar kata-kata Felly yang banyak bicara.
" Buktinya, kenapa kau menciumku diam-diam," ucap Felly, membuat Aditya tersenyum miring.
" Oh, jadi dugaanku benar, kau menyadarinya. Lalu kenapa kau tidak terbangun. Kau menikmatinya," sahut Aditya. Membuat Felly semakin tidak bisa berkutik.
Felly yang geram langsung berdiri di depan Aditya. Dia benar-benar mati kutu di depan Aditya yang menggodanya habis-habisan.
" Keluar dari sini!" usir Felly menunjuk pintu dengan wajahnya yang memerah dan geram. Aditya senyum-senyum melihat Felly yang benar-benar salah tingkah.
" Keluar," usir Felly yang mendorong dada Aditya dengan ke-2 tangannya.
" Auhhhh," lirih Aditya memegang dadanya. Mungkin Felly mendorong dada Aditya yang tadi terluka.
" Kau tidak apa-apa?" tanya Felly dengan wajah paniknya dan Aditya kembali tersenyum mendengarnya, melihat paniknya Felly.
" Kau mencemaskanku?" tanya Aditya. Felly dengan cepat melepaskan tangannya dari Aditya.
" Jangan sembarangan sana keluar," ucap Felly langsung buru-buru mengusir Aditya dan mendorongnya ke luar pintu. Dan Felly ingin menutup pintu kamar di tahan Aditya. Membuat Felly kesal.
" Aku menunggumu di kamarku," ucap Aditya dengan menyunggingkan senyumnya. Dengan geram Felly langsung menutup kuat pintu kamar. Membuat Aditya tertawa puas dengan Felly yang benar-benar salah tingkah.
Felly menyandarkan tubuhnya di pintu dan memegang dadanya yang Dak Dik Duk.
__ADS_1
" Ishhhh, kenapa dia begitu pede," desis Felly kesal dengan memegang pipinya yang terasa panas. Dia memang seketika kepanasan sampai mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya karena Aditya yang menggodanya.
***********
Felly pun akhirnya pindah kekamar Aditya. Walau dia menolak dan mengatakan yang tidak-tidak. Aditya tidak akan mengalah dan akan tetap menyuruhnya untuk pindah. Dari pada Aditya banyak bertanya dan terakhirnya mengganggunya.
Jadi lebih baik Felly mengalah dan pindah. Lagian barang-barangnya sudah di pindahkan dan sekarang tinggal Elia yang menempati kamar itu.
Felly pun berdiri di depan pintu kamar dengan menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Jika di tanya gugup atau tidak. Jelas dia sangat gugup.
tok-tok-tok-tok.
Felly pun mengetuk pintu kamar itu dan tidak lama Aditya langsung membukanya. Felly mengalihkan pandangannya dengan cepat. Saat Aditya yang membuka pintu kamar dengan telanjang dada dan hanya menggunakan handuk di pinggangnya.
" Apa kau tidak bisa membuka pintu kamar sudah memakai pakaian," ucap Felly yang sama sekali tidak melihat Aditya. Aditya melihatnya tersenyum sinis.
" Ini kamarku. Jadi terserahku. Itu bukan urusanmu," ucap Aditya tersenyum miring.
Jangan di tanya luas pasti sangat luas. Karena memang kamar Aditya akan lebih luas di bandingkan kamar Felly. Felly juga melihat kopernya sudah berada di depan lemari.
Mungkin bibi tidak memasukkan pakaian kedalam lemari. Karena Aditya tidak menyuruhnya. Aditya mendekati Felly dan seketika membuat Felly kaget saat Aditya sudah berada di belakangnya.
" Kau mau ngapain," ucap Felly gugup. Saat Aditya sangat dekat dengannya dan Felly refleks mundur, saat Aditya terus melangkah.
" Menjauh," ucap Felly menegaskan dengan terus mundur dan sialnya punggung Felly harus terbentur lemari. Sehingga dia tidak bisa kemana-mana lagi. Sementara Aditya sudah sangat dekat dengannya.
" Ka_ ka_ u mau ngapain, ja_ ja, jangan mendekatiku," ucap Felly gugup sangat gugup. Dengan Aditya yang terlihat sinis mendekatinya, sangat dekat. Sampai tidak ada jarak lagi.
Aditya yang sudah berdiri di depan Felly mendekatkan. Wajahnya pada Felly dan dengan Cepat Felly mendorong Aditya, dengan meletakkan telapak tangannya di dada bidang polos Aditya.
Aditya sama sekali tidak bergerak dan menurunkan pandangannya melihat tangan Felly yang di dadanya. Dan Felly juga melihat apa yang di lakukannya dan dengan cepat Felly melepas tangannya dan mengalihkan pandangannya kesamping karena benar-benar grogi mendapat tatapan seperti itu dari Aditya.
__ADS_1
" Jangan macam-macam denganku, jadi pergilah," ucap Felly gugup saat Aditya mendekatkan kepalanya dengan tersenyum miring.
Pikiran Felly sudah kemana-mana. Tetapi ternyata Aditya yang semakin mendekat dan Felly sudah memejamkan matanya. Tetapi Aditya ternyata membuka lemari di samping Felly.
" Susun pakaian mu di sini," ucap Aditya. Felly dengan cepat membuka matanya dan langsung dan melihat kesampingnya. Yang ternyata Aditya yang membuka lemari. Felly melihat ke arah Aditya yang sekarang menyunggingkan senyumnya.
" Kenapa? kau sudah berpikir yang lain-lain," ucap Aditya mengejek. Felly dengan wajahnya memerah langsung berbalik badan dan langsung membuka kopernya. Sepertinya Felly sudah malu karena di kerjain Aditya.
Aditya yang berada di belakangnya, tersenyum penuh kemenangan dengan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakukan Felly.
Aditya pun melangkah memasuki kamar mandi. Karena dia memang belum mandi dan sudah berhenti untuk menggoda Felly. Felly yang mendengar langkah itu menoleh kebelakang dan melihat Aditya yang memasuki kamar mandi membuatnya membuang napasnya perlahan dengan memegang dadanya.
" Hhhhhh, dia benar-benar. Felly-felly. Lagian kamu apa-apaan sih. Kenapa juga kamu harus seperti itu. Kamu mau saja di kerjain Aditya," batin Felly yang merasa sangat bodoh kalau di depan Aditya.
*********
Felly sudah selesai menyusun pakaiannya kedalam lemari yang di berikan Aditya kepadanya dan sekarang dia merapikan ranjang itu. Yang mungkin dia sudah ingin tidur.
" Dia tidur sebelah mana ya," gumam Felly yang melihat ranjang. Yang penasaran Aditya tidur sebelah mana.
Karena jika dia tidur di kiri. Siapa tau Aditya di sana dan jika dia di kanan siapa tau Aditya di situ. Nanti kalau dia tidur sembarangan nanti Aditya akan bicara yang aneh-aneh lagi yang membuat Felly kebingungan.
Di tengah kebingungannya. Aditya sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang di lilit di pinggangnya, dengan rambutnya yang basah dan sedang mengeringkannya.
" Kau tidur sebelah kanan," ucap Aditya yang seperti tau apa yang di pikirkan Felly.
" Hmmm," jawab Felly dengan deheman.
Felly pun menaiki ranjang dan menoleh kearah Aditya yang terlihat mengeringkan rambutnya. Felly melihat luka di dada Aditya. Itu pasti luka karena terkena kayu sewaktu mereka naik ke daratan.
Wajah Felly terlihat berpikir. Tidak tau apa yang di pikirkannya. Tetapi wajah itu terlihat sangat resah melihat luka yang sama sekali belum mengering itu dan kemungkinan masih sakit.
__ADS_1
Bersambung...