Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 162 Hari yang manis.


__ADS_3

Felly makan dengan menunduk, dengan wajahnya yang malu dengan Aditya. Seketika Felly kembali menoleh ke arah Aditya dan menangkap Aditya yang tersenyum manis.


" Kau tersenyum," ucap Felly. Eksperesi wajah Aditya langsung berubah menjadi datar. Senyum itu bahkan hilang saat Felly menangkapnya tersenyum.


" Aku tidak tau, kalau kau bisa tersenyum ikhlas seperti itu. Aku melihat seakan itu bukan dirimu yang biasa aku lihat,"ucap Felly.


" Kenapa kau sangat pintar basa-basi. Kenapa tidak mengatakan saja. Jika aku tampan saat tersenyum," sahut Aditya menaikkan 1 alisnya. Membuat Felly langsung tertawa kecil.


" Kau memang sangat percaya diri, apa kau segitu inginnya di puji," sahut Felly gelang-gelang.


" Aku tidak percaya diri. Bukankah itu kenyataan aku memang tampan," sahut Aditya.


" Terserah mu," sahut Felly yang masih tidak ingin memuji Aditya. Padahal dia harus mengakui jika memang Aditya sangat tampan. Dan tidak bisa bohong. Jika dia sudah terpesona dengan ketampanan Aditya. Makanya hatinya sering goyah.


************


Mereka menikmati makanan bersama, layaknya seperti pasangan yang saling mencintai, karena malam sudah semakin larut. Akhirnya mereka kembali pulang.


Mereka berjalan di pesisir pantai dengan angin yang tertiup kencang membuat rambut Felly menari-nari. Felly berjalan di samping Aditya membuka sendalnya dan menentengnya. Mungkin telapak kakinya lebih suka menginjakkan pasir.


" Auhhh," lirih Felly menghentikan langkahnya saat merasakan ada sesuatu yang di injaknya. Membuat telapak kakinya sakit.


" Ada apa?" tanya Aditya seketika menjadi panik. Felly menunduk dan mencoba melihat apa yang ada di telapak kakinya. Aditya langsung berjongkok di depan Felly.


Felly memegang bahu Aditya agar dia tidak jatuh. Saat Aditya memeriksa telapak kakinya. Ternyata Felly menginjak karang. Aditya dengan cepat menarik karang yang masih lengket itu.


" Shhhhh," rengek Felly kesakitan dengan meremas pundak Aditya. Aditya mengangkat kepalanya dan melihat wajah Felly yang kesakitan.


" Aku sudah mengatakan pakai sendal mu. Tetapi kau tidak mau dan lihat akibatnya. Kau terluka," ucap Aditya menaikkan 1 alisnya. Sedikit marah dengan kelakukan Felly yang apa-apa tidak mendengarnya. Felly hanya terdiam seakan tidak berani bicara lagi.


Aditya pun membalikkan tubuhnya dan tetap berjongkok.

__ADS_1


" Naiklah!" ucap Aditya menepuk pundaknya agar Felly naik di punggungnya. Felly heran dan malah bengong.


" Ayo cepat, tunggu apa lagi. Kau tidak mungkin berjalan dengan keadaan seperti itu," ucap Aditya yang menegaskan.


Felly masih ragu dan Aditya meraih tangan Felly dan langsung mengantarkan Felly kepunggungnya dan Felly pun menurut saja dan sekarang sudah berada di gendongan belakang Aditya.


Terukir senyum tipis di wajah Felly, saat dia berada di gendongan itu.


" Kau sangat berat," ucap Aditya menengok kebelakang nya. Wajah Felly jadi mengkerut mendengarnya.


" Kau selalu bullying fisik, apa kau merasa paling sempurna," geram Felly. Aditya mendengus mendengar suara Felly yang menunjukkan kemarahan.


Aditya tetap menggendong Felly sampai Kerumah. Felly tidak berat hanya saja. Aditya sengaja untuk menggodanya.


Akhirnya mereka ber-2 sampai rumah. Aditya dan Felly juga sudah memasuki kamar. Felly duduk di pinggir ranjang dan Aditya berjongkok di depannya mengobati telapak kaki kiri Felly agar tidak infeksi.


Wajah Felly tidak henti-hentinya menunjukkan kecerian dengan apa yang di dapatkannya dari Aditya.


Tetapi tidak Aditya bahkan bersikap manis. Seakan memberinya kesempatan untuk perasaannya yang masih belum bisa di mengertinya.


" Lain kali dengarkan perkataan ku," ucap Aditya menegaskan.


Felly menganguk-angguk. Aditya berdiri dan mengembalikan kotak obat tersebut di tempatnya. Aditya tampak keluar dari kamar. Sementara Felly melihat-lihat telapak kakinya yang sudah di balut perban. Lalu dia kembali tersenyum lagi.


Tidak berapa lama Aditya kembali kekamar dan membawakan segelas susu dan langsung menghampiri Felly.


" Minumlah!" ucap Aditya memberikan susu itu pada Felly yang pasti susu untuk bayinya. Felly langsung mengambilnya dan meminumnya.


Setelah gelas itu kosong Felly kembali memberikannya pada Aditya dan Aditya meletakkan di atas nakas. Lalu mengambil tisu dan melap bibir Felly yang terdapat bekas susu. Felly terdiam dan lagi-lagi jantungnya pasti tidak bisa di Kondisinya.


Selesai melakukan pekerjaannya. Aditya terlihat menuju lemari dan mengambil pakaian Felly.

__ADS_1


" Gantian pakaianmu di sini, untuk sementara jangan berjalan dulu!" ucap Aditya menyarankan.


" Kalau begitu jangan di depanku," ucap Felly meraih pakaiannya dari tangan Aditya. Aditya menyunggingkan senyumnya yang tau apa yang di Khawatirkan Felly.


" Kau selalu pelit dengan tubuhmu itu," gerutu Aditya yang langsung keluar dari kamar. Felly tersenyum melihat Aditya yang tampak kesal dan Felly langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur yang di ambilkan Aditya.


Setelah mengganti pakaiannya dan Aditya juga sudah memakai pakaian santai. Mereka berdua pun tidur dengan Aditya yang memeluk tubuh Felly dari belakang. Felly memang tidak menolak hal itu. Justru dia sangat nyaman dengan pelukan suaminya.


*********


Tidak terasa malam yang begitu gelap dingin dan di lalui Aditya dan Felly dengan manis dan kembali menjadi pagi yang cerah. Bahkan cahaya matahari sudah kembali masuk kekamar pasangan suami istri yang berpelukan itu.


Felly sudah bangun terlebih dahulu dan bukannya pergi dari pelukan Aditya, dia malah betah berada di sana dengan matanya yang tidak lepas menatap wajah Aditya yang masih tertidur. Mungkin sudah hobinya menatap suaminya dalam tidurnya.


Tangannya yang lembut juga mengusap pipi Aditya, jarinya bermain di wajah Aditya. Terkadang menyentuh bulu mata Aditya, kelopak mata itu dan juga hidung, dia sangat suka melakukan hal itu. Dan memang dia sangat pengecut yang bisa melakukannya saat Aditya tertidur.


Tidak sampai di situ saja. Felly yang seakan merasa bahagia langsung memberanikan diri mengecup bibir Aditya sekilas. Saat melepas kecupan itu. Aditya membuka matanya perlahan dan menangkap Felly melakukan hal itu membuat Felly panik.


" Kenapa kau boleh melakukannya dan aku tidak," ucap Aditya dengan suara beratnya. khas bangun tidur. Felly menelan salavinanya.


" Kau curang, kau melakukannya saat aku tertidur," ucap Aditya lagi.


" Kau juga pernah melakukannya. Jadi aku tidak jurang," sahut Felly dengan gugup.


" Berarti kau membalasnya?" tanya Aditya dengan matanya yang menatap Felly dalam. Felly langsung menggeleng.


" Aku tidak bisa menerima perbuatan mu dan aku akan membalasnya," ucap Aditya lembut dengan memegang pipi Felly dan langsung meraup bibir Felly tanpa lama-lama membuat Felly memejamkan matanya. Menerima morning Kiss dari suaminya.


Ciuman Aditya di pagi hari yang tampak memberi oksigen untuk Felly yang tidak menolak dan bahkan menikmati. Dia memang sekarang sudah tidak bisa menolak hal-hal yang belakangan sering di lakukan Aditya kepadanya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2