
Setelah melakukan pertengkaran dengan sang mama. Akhirnya Damar menghampiri Laura dan Damar yang begitu frustasi dengan beban pikiran yang banyak. Laura pun mengajak Damar ke Apertemennya.
Di mana Damar duduk di sofa dengan tumpukan berkas yang tadi di ambilnya dari kantornya dan terlihat Damar yang stres dengan memijat kepalanya yang terasa berat.
Laura yang membawa secangkir kopi. Mengamati wajah Damar yang sangat hancur. Laura tersenyum miring dan langsung melangkah cantik menghampiri Damar, duduk di samping Damar.
" Aku buatkan kamu kopi," ucap Laura memberikan pada Damar.
" Makasih," sahut Damar langsung meraihnya.
" Damar jangan," sahut Laura mencegah saat Damar ingin meminumnya.
" Ada apa?" tanya Damar heran.
" Masih panas, biar aku tiupkan," ucap Laura yang Lalung meniup dengan lembut kopi tersebut yang mana cangkirnya masih di pegang Damar. Damar hanya melihat Laura. Dan tiupan itu bahkan menerpa wajahnya yang membuat ada sesuatu di hatinya.
" Sudah," ucap Laura melihat Damar yang tampak bengong.
" Hmmm, maaf," sahut Damar yang langsung meneguknya dan meletakkan di atas meja.
" Hmmm, aku melihat kamu sedang banyak masalah?" tanya Laura berusaha untuk membuat Damar lebih terbuka dengannya.
" Hmmm, kamu benar, aku habis ribut dengan mama," jawab Damar.
" Masalah apa?" tanya Laura.
" Apa yang ada di depanku ini," jawab Damar, " mama marah-marah karena semua ini tidak kuberikan kepadanya," lanjut Damar.
" Apa ini sangat penting dan tadi bukannya tadi di perusahaan itu adalah polisi," ucap Laura.
" Iya kamu benar itu polisi dan yang ingin mengambil dokumen ini. Makanya aku menyimpannya padamu. Aku takut polisi mengambilnya," ucap Damar.
" Ada apa Damar, kenapa kamu berurusan dengan polisi dan aku melihat kamu tampak punya masalah dengan mama mu," ucap Laura memegang bahu Damar.
" Aku ada masalah hukum dengan perusahan yang istri adik kakak tiriku. Laura aku sedang di landa masalah yang banyak," ucap Damar yang bercerita dengan wajahnya penuh beban.
" Lalu Tante Rebecca berkaitan?" tanya Laura.
__ADS_1
" Iya mama, berkaitan dan seakan malah mencoba untuk menghindari semuanya," ucap Damar.
" Maksud kamu?" tanya Laura.
" Mama orang yang pintar. Yang tidak akan tercium apa yang di lakukannya dan hanya akan membuat orang yang berusaha menjatuhkannya. Malah akan sebaliknya kembali kepada yang menjatuhkannya," jelas Damar.
" Maksud kamu. Kamu sebenarnya ingin membawa mamamu kedalam masalah dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. Tetapi kamu takut," ucap Laura.
" Aku sudah melakukannya. Aku juga ingin mama bertanggung jawab dan bukan hanya aku yang menjadi imbasnya. Tetapi apa yang aku lakukan sia-sia. Mama lebih pintar dan membalikkan keadaan," jelas Damar.
" Rebecca memang melebih ular berbisa yang tidak bisa di anggap main-main," batin Laura.
Laura memegang tangan Damar membuat Damar melihat ke arahnya dan Laura menatap Damar dengan dalam.
" Tapi pasti ada sesuatu yang akan membuat mamamu juga akan terjerat jika dia memang terlibat," ucap Laura.
" Iya kamu benar," sahut Damar.
" Damar, jika kamu tertekan dengan semua yang mama kamu lakukan. Maka kamu bisa maju. Karena yang bersalah. Pasti akan bersalah," ucap Laura lembut.
" Aku bingung Laura," sahut Damar.
" Mama bukan orang yang di anggap remeh. Jika aku melanjutkannya. Aku yang jatuh," ucap Damar.
" Damar aku melihat kamu dan mamamu sangat dekat. Bukannya pasti kamu tau kelemahannya," ucap Laura.
" Hanya Vidio itu," ucap Damar. Membuat Laura kaget.
" Vidio apa?" tanya Laura.
" Perbuatan mama 17 tahun lalu," ucap Damar. Laura kaget mendengarnya.
" Apa maksud Damar 17 tahun lalu. Apa Damar mengetahui hal itu," batin Laura heran.
Damar memegang tangan Laura dan mendekat menghadapnya.
" Laura mama ku adalah orang yang jahat. Aku tau kakak tiriku Aditya membencinya. Itu karena perbuatan mama yang kejam," ucap l
__ADS_1
Damar.
" Maksud kamu?" tanya Laura.
" Aku menyaksikan sendiri bagaimana mama menyiksa ibu tiriku yang tak lain adalah mama dari Aditya. Aku juga mendengar dia menyuruh orang untuk memperkosa kakak tiriku," ucap Damar membuat Laura kaget.
" Jadi Damar tau masalah itu," batin Laura.
" Maksudnya apa Damar aku tidak mengerti. Memang kamu punya kakak tiri dan ibu tiri," sahut Laura pura-pura bego.
" Iya yang mana hidupnya di hancurkan mama. Dan Aditya beberapa kali mengungkap kebenaran itu. Tetapi tidak ada yang percaya. Karena dia juga saat itu masih 10 tahun," jelas Damar.
" Dan semua yang terjadi sekarang. Memang perbuatan Aditya yang ingin membalas perbuatan mama. Tapi pada akhirnya aku yang menjadi imbasnya dan mama tidak kenapa-kenapa sama sekali," lanjut Damar.
" Lalu apa maksud kamu Vidio yang kamu katakan?" tanya Laura.
" Rekaman yang dulu di buat Heriyawan salah satu orang yang ikut bekerja sama dengan mama. Itu rekaman cctv saat mama menyiksa mama Aditya dan juga Vido di dalam kamar kak Elia. Itu di beli mama dari Heriyawan 20 miliyar. Karena Heriyawan 10 10 tahun lalu pernah mengancam mama dengan rekaman itu," jelas Damar. Laura mendengarnya schock.
" Dan saat itu mama ingin membuang rekaman itu ke laut. Aku yang penasaran apa isinya yang akhirnya aku menukarnya dan menyimpannya yang asli dan aku tau apa yang terjadi sebenarnya," jelas Damar lagi.
" Lalu kemana rekaman itu?" tanya Laura tampak mendesak. Damar mengusap kepalanya dengan stres.
" Sebulan yang lalu ada pencuri masuk kekamarku dan dia mengambil dokumen dan aku juga tidak menemukan file yang berisi rekaman itu. Aku tidak tau apakah dia juga mengambilnya," jawab Damar.
" Apa, jadi itu adalah file yang aku temukan di ruangan Damar dan file itu juga hilang di tanganku," batin Laura yang juga mengingat kejadian itu.
" Mungkin hanya itu yang bisa menyelesaikan masalah. Aku capek Laura mengikuti mama yang membuatku kehilangan arah. Aku juga banyak melakukan hal yang akhirnya membuatku hancur,"
" Karena perbuatan mama. Aku menjadi pria yang berambisius dan merebut Perusahaan orang lain. Bekerja dengan cara-cara licik-licik. Perbuatan mama juga membuat Aditya merebut wanita yang aku cintai. Menghancurkan segalanya. Bahkan aku aku juga pernah menuduhnya yang tidak-tidak karena mengikuti saran mama dan wanita itu membenciku dari dalam sisi," ucap Damar dengan menunduk menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya.
Damar terlihat sadar. Bahwa selama ini dia hanya boneka yang di peralat sana sini. Hanya memenuhi keinginan dan keserakahan mamanya.
" Aku sudah tidak tau harus berbuat apa. Mungkin rekaman itu bisa membuat mama jera dan menghentikan semuanya. Tapi sudah hilang dan aku sudah tidak bisa melakukan apa-apa," ucap Damar yang tampak putus asah. Laura pun mengusap pundak Damar.
" Damar kamu tidak sendiri aku akan selalu ada bersamamu. Kamu jangan khawatir. Jika kamu menyesali perbuatan mu maka pasti ada kemudahan untukmu. Dan apa lagi kamu ingin mengungkap kebenaran. Percayalah padaku. Kebenaran akan membuatmu menjadi tenang," ucap Laura yang seakan menenangkan Damar.
Damar melihat ke arah Laura dan langsung memeluk Laura seolah merasa nyaman bercerita pada Laura dan membutuhkan Laura untuk ketenangan dalam dirinya.
__ADS_1
Bersambung